Claim Missing Document
Check
Articles

Studi komparasi Model Guided Discovery learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p484-495

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model in Geography subject in high school. The ability to think analytically is important for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning model, this was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 <0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1 which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While the experimental class 2 which received the learning treatment with the Problem Based Learning Model obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in experimental class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Videoscribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management is required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001< 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Aplikasi Volcano Berbasis Android Pada Materi Vulkanisme Sebagai Media Microlearning Geografi Ranida Seviana; Yusuf Suharto; Fatiya Rosyida; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i1.59506

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi dalam menyajikan materi vulkanisme yang abstrak dan kompleks membuat siswa kesulitan dalam memahami materi tersebut. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah media berupa aplikasi Volcano yang memiliki keterbaruan dari segi penyajian materi dengan berbasis microlearning yang mengkombinasikan beragam komponen di dalamnya, seperti objek 3D augmented reality, video youtube, dan gambar dengan menyesuaikan karakter siswa generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media aplikasi Volcano berbasis android, mengetahui kelayakan, serta efektivitas media aplikasi Volcano dalam pembelajaran Geografi SMA/MA materi vulkanisme. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 2 dosen sebagai ahli materi dan ahli media, 34 siswa dan guru geografi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Teknik analisis data pada penelitian pengembangan ini, yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validasi dari ahli materi diperoleh persentase sebesar 83,93%, sedangkan ahli media sebesar 98,33%. Uji coba produk kepada guru dan siswa diperoleh persentase sebesar 88,15% dan 86,60% dengan kriteria sangat layak, sedangkan hasil uji efektivitas produk yang diperoleh dari nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 83,47 menunjukkan bahwa media ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini yaitu dengan adanya aplikasi Volcano diharapkan dapat membantu siswa dalam mempelajari materi vulkanisme.
Pengembangan media pembelajaran aplikasi ECCJ (Education Cultural Central Java) pada materi keragaman budaya Geografi Muhammad Afkaar Aafaani; Fatiya Rosyida; Djoko Soelistijo; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p559-572

Abstract

The renewal of learning media in the world of education functions to make it easier for teachers to convey messages or information to students. To convey messages in the application of the 2013 curriculum learning, it is expected that teachers need to use technology and information to fulfill educational attainment in the cognitive, affective, and psychomotor domains. Utilization of learning media at SMAN 1 Pangkah that teachers in the learning process still have limitations in using media, so that students become less enthusiastic and reduce learning motivation. The purpose of this development study is to use flash player software on cultural diversity materials to create applications in the form of animation, text, images, video, and audio. The research design used Sugiyono's methodology which was modified into seven stages. The results of the validation by the media and materials show that they have met the eligibility criteria. The results of the due diligence at SMAN 1 Pangkah in the small group test averaged 82 percent with a teacher response of 89 percent and in the large group test with an average of 90 percent with a teacher response of 96 percent. Based on the results of the eligibility criteria for the responses of media experts, materials, teachers, and students stated that learning application media developed on cultural diversity material could increase student activity and interest in the learning process. The developed learning application media still has deficiencies in aspects of evaluation appearance and graphic design that are not yet 3D. It is hoped that future researchers can improve and maximize the appearance of evaluation and graphic design. Pembaharuan media pembelajaran dalam dunia pendidikan berfungsi untuk mempermudah guru dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada peserta didik. Untuk menyampaikan pesan dalam penerapan pembelajaran kurikulum 2013 diharapkan bahwa guru perlu menggunakan teknologi dan informasi untuk memenuhi tercapainya pendidikan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Pemanfaatan media pembelajaran di SMAN 1 Pangkah bahwa guru dalam proses pembelajaran masih terdapat keterbatasan penggunaan media, sehingga peserta didik menjadi kurang semangat dan menurunkan motivasi belajar. Tujuan dari kajian pengembangan ini adalah menggunakan software flash player pada materi keragaman budaya untuk membuat aplikasi berupa animasi, teks, gambar, video, dan audio. Desain penelitian menggunakan metodologi dari sugiyono yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan. Hasil validasi oleh media dan materi menunjukan telah memenuhi kriteria kelayakan. Hasil uji kelayakan di SMAN 1 Pangkah pada uji kelompok kecil rata-rata 82 persen dengan tanggapan guru 89 persen dan uji kelompok besar dengan rata-rata 90 persen dengan tanggapan guru 96 persen. Berdasarkan hasil kriteria kelayakan tanggapan ahli media, materi, guru, dan peserta didik menyatakan media aplikasi pembelajaran yang dikembangan pada materi keragaman budaya dapat meningkatkan keaktifan dan ketertarikan sisiwa terhadap proses pembelajaran. Media aplikasi pembelajaran yang dikembangkan masih mempunyai kekurangan pada aspek tampilan evaluasi dan desain grafis yang belum 3D. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya bisa memperbaiki dan memaksimalkan pada tampilan evaluasi dan desain grafis.
Memahami upaya preventif pencegahan tindakan kekerasan seksual melalui penyuluhan kepada siswa Alfian Nur Muzaki; Fatiya Rosyida; Tuti Mutia; Adinda Aprilia Putri; Arsya Fitrilia Ladisha; Audy Bintang Tantular; Aulia Winan Yanuariska; Berty Zulfa Nur Azizah; Cahyaning Wulan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p593-603

Abstract

Acts sexual violence have a very negative impact on someone who receives it. The impact greatly affected his physical and psychological condition. Due to the absence of sex education and taboos to discuss sexual studies. Therefore, counseling activities are need to educate students about the risk of sexual violence. The counseling activity took place at Muhammadiyah 1 Middle School Malang City with the subject of class VIII students totaling 30th students. This study use qualitative methodology, including of interviews, observing, and documenting. Methods of data analyzis via descriptive analyze. The extension team also distributed pre-test and post-test. Averages value of pre-test outcomes was 58,8333, while value result of 84 for post-test. Preventive efforts to prevent sexual violence are through counseling on the dangers of sexual violence, integrated services, and collaboration between children and their parents. Thus, these preventive efforts can tolerate sexual inflicted by students. Tindakan kekerasan seksual sangat berdampak negatif bagi seseorang yang menerimanya. Dampak tersebut sangat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologisnya. Hal itu disebabkan karena kurangnya pendidikan seks dan tabu untuk membicarakan kajian seksual. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta didik dari bahaya kekerasan seksual. Kegiatan penyuluhan bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang dengan subjek peserta didik kelas VIII dengan jumlah 30 peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif meliputi wawancara, pengamatan langsung, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik desciptive analyzis. Tim penyuluh juga membagikan pre-test dan post-test. Luaran pre-test didapatkan nilai rerata 58,8333 dan luaran post-test didapatkan nilai rerata 84. Upaya preventif untuk mencegah kekerasan seksual yaitu melalui penyuluhan bahaya kekerasan seksual, layanan terpadu, dan kolaborasi anak dengan orangtuanya. Dengan demikian, upaya preventif tersebut dapat menanggulangi aksi kekerasan seksual yang dialami oleh peserta didik.
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia Fatiya Rosyida; Alfi Sahrina; Yuswanti Ariani Wirahayu; Akbar Wiguna; Galih Fajar Sukoco; Muhamad Fuad Chabib; Mohammad Ainul Labib
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10020

Abstract

Gua Coban Perawan berada pada Kawasan bentangalam karst di Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. Tujuan penelitian adalah 1). menganalisis sebaran kenampakan karst di sekitar Gua Coban Perawan; 2). menganalisis karakteristik gua-gua di sekitar Gua Coban Perawan; 3) melakukan pemetaan Gua Coban Perawan dan sekitarnya; dan 4) menganalisis aspek edukasi wisata Gua Coban Perawan dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan, yaitu pengambilan kenampakan fitur karst dan survei bawah permukaan. Hasil survei lapangan digunakan untuk membuat peta gua dan analisis morfometri pada segmen lorong gua digunakan untuk melihat bentuk segmen lorong. Penggunaan software survex untuk membuat centerline gua dan penggunaan ArcGIS untuk membuat peta gua. Hasil inventarisasi gua memperlihatkan terdapat 15 gua yang berada di sekitar Gua Coban Perawan. Gua-gua tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Gua Coban Perawan merupakan gua yang berada pada kawasan karst dengan bentukan yang unik. Gua Coban memiliki lorong horizontal, dan terdapat lorong vertical pada pintu masuk yang lain. Aliran masuk dan keluar menjadi penciri dari gua ini. Kondisi lorong gua yang di dominasi antara aliran air bawahtanah dan bongkahan batuan. Ornament gua berkembang pada gua ini. Selain Gua Coban Perawan, terdapat pula Gua Jenggot. Gua ini memiliki kemelimpahan ornament gua. Gua ini merupakan lorong kering dengan kondisi gua horizontal. Kedua Dengan adanya kenampakan yang ada di Gua Coban Perawan, dapat dijadikan sebagai wisata minat khusus berupa petualang dan edukasi. Edukasi wisata gua terkait keanekaragaman ornament gua, sungai bawahtanah, batuan penyusun berupa batugamping, biota gua, karakteristik lorong gua. Disamping itu, Gua Coban Perawan dan Gua jenggot dapat dijadikan sebagi blok wisata dengan memberikan beberapa wahana bermain bagi wisatawan.
The Passage Characteristics and Potential of Mbah Wajib Cave in Tambakrejo Village - Sumbermanjing Wetan District – Malang Regency Alfi Sahrina; Heni Masruroh; Fatiya Rosyida; Febrian Arrya Withuda; Devi Prasetyo; Mohammad Ainul Labib; Galih Sukoco; Andika Aulia Ahmad
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v23i1.50304

Abstract

The cave passage is a natural form that develops in karst area. The cave passage is the sign of karst development. Mbah Wajib cave is located in southern mountains of Malang regency. There are certainly few studies of it, so the aim of this study is to find out the characteristics of the passage and the potential existed in this cave. Geomorphological approach became important in identifying the characteristic and the potential of this cave. Speleomorphology analysis and surface topographic features identification were used to get information related to the surface and subsurface. Morphometric analysis was used to show the dimension and levels of the cave passage. Cave passage interpretation was used to get the patterns developed on the cave passage. The measurement result in the field showed that the condition of Mbah Wajib cave passage is dominantly wide in shape rather than high. Meanwhile, the cave morphometric analysis showed that the cave is in unconfined condition. The morphometric index showed that the cave has a large complexity with a combination of vertical and horizontal passages. The development of the cave passage is dominated by structural and hydrological control which is adjacent to the rock layers. Water flow input comes from closed basins or ponds that assemble inside the cave. The development of cave level showed that there are three levels; first, a phreatic passage; the second level is an epiphreatic condition which is a fluctuation in the groundwater level; the third level is developing a vadose passage
Pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia Indana Zulfiya; Sumarmi Sumarmi; Satti Wagistina; Fatiya Rosyida
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p828-848

Abstract

Teaching materials are essential in teaching and learning activities that help students achieve learning goals. STEM-based teaching materials can support geography learning, encouraging students to solve problems actively, creatively, and innovatively because they use various scientific perspectives. The aim of this research is to produce STEM (science, technology, engineering, and mathematics)-based digital teaching material development products in the sub-material natural disaster mitigation in Indonesia. The development research model uses the ADDIE procedure and is limited to the development stage, which focuses on making product development. The quality of teaching materials is measured by the level of validity and feasibility when used in learning. Based on the results of the assessment by experts, it proves that digital teaching materials are very valid for use in learning. The feasibility test that has been carried out on geography teachers and 32 class XII students at MAN Batu City states that the development product is very feasible to use. Based on the results of this study it can be concluded that STEM-based digital teaching materials with a high level of feasibility can be used for learning Geography. Bahan ajar adalah komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Bahan ajar berbasis STEM dapat menunjang pembelajaran geografi yang mampu mendorong siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan aktif, kreatif, dan inovatif dikarenakan menggunakan berbagai sudut pandang keilmuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan produk pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (science, technology, engineering, and mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia. Model penelitian pengembangan menggunakan prosedur ADDIE dan dibatasi sampai tahap development yang fokus pada pembuatan produk pengembangan. Kualitas bahan ajar diukur dari tingkat validitas dan kelayakan jika digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli membuktikan bahwa bahan ajar digital sangat valid untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji kelayakan yang telah dilakukan pada guru geografi dan 32 siswa kelas XII di MAN Kota Batu menyatakan bahwa produk pengembangan sangat layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bahan ajar digital berbasis STEM dengan tingkat kelayakan yang tinggi dapat digunakan untuk pembelajaran Geografi.
Studi komparasi model guided discovery learning dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p859-870

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model in Geography subjects in high school. The ability to think analytically is essential for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest-only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously, the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning model. This was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 less than 0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem-Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1, which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While practical class 2 which received the learning treatment with the Problem-Based Learning Model, obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in practical class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Video scribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management are required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001 kurang dari 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Hambatan serta upaya guru geografi dalam melaksanakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri Kota dan Kabupaten Pasuruan M. Syahidan Wahdin Wijaya; Fatiya Rosyida; Nailul Insani; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p893-905

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic in Indonesia has caused changes in the learning system. This creates obstacles for teachers, students, and guardians of students. The study aimed to obtain various information about barriers and the efforts made by teachers in the bold learning process (on the network) or online at SMAN Pasuruan. The method used in this research is a quantitative descriptive method. The population in the study were geography teachers at SMAN Kota and Kabupaten Pasuruan. The data collection technique used a closed questionnaire of 28 items to determine the obstacles experienced by the teacher and an open questionnaire of 28 items to determine the efforts made by the teacher. Data analysis used a descriptive percentage technique. Based on the results of research conducted, it can be seen that 70 percent of teachers are hampered. The obstacles experienced by teachers are divided into three indicators, namely: 1) learning planning, in learning planning, 26.6 percent of teachers are hampered, 2) learning implementation, in the implementation of learning, 63.3 percent are hampered teachers, 3) learning and learning evaluation in the assessment and evaluation of learning, it is known that 59.9 percent of teachers are hampered. Suggestions for further researchers to use data collection with interviews so that the results obtained are more in-depth and detailed. Kemunculan pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan perubahan sistem pembelajaran. Hal tersebut memunculkan hambatan bagi pengajar, murid, dan wali murid. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berbagai informasi tentang hambatan serta upaya yang dilakukan pengajar dalam proses pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online di SMAN Pasuruan. Metode yang dipakai dalam penelitian berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah guru geografi SMAN Kota dan Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dan angket terbuka sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sebesar 70 persen guru yang terhambat. Hambatan yang dialami guru dibagi menjadi tiga indikator, yaitu: 1) perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran diketahui sebesar 26,6 persen guru yang terhambat, 2) pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran diketahui sebesar 63,3 persen guru yang terhambat, 3) penilaian dan evaluasi pembelajaran, dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran diketahui sebesar 59,9 persen guru yang terhambat. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, supaya hasil yang diperoleh lebih mendalam dan detail.
Pengembangan video podcast sebagai media pembelajaran geografi pada materi permasalahan dinamika kependudukan di SMA Negeri 1 Tempeh Farah Nurin Shabrina; Fatiya Rosyida; Ifan Deffinika; Budijanto Budijanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital learning media is an example of the integration of science and technology in learning. This research was conducted because it saw the need for learning media that was not optimal in the population dynamics problem material which contains complex population problems and requires media visualization so that students can easily understand the lesson. One of the problems of rampant population dynamics is early marriage, which is done by high school-aged adolescents so that the material for early marriage is representative with high school students. Based on the needs analysis, 97 percent of students considered that early marriage material was more optimally discussed through media in the form of videos equipped with expert speakers in their fields so that the material delivered was valid and trustworthy. This study aims to produce learning media products for population dynamics problems using Video Podcasts. The role of Podcasts in geography can be a medium to discuss trending public issues. The development model used is ADDIE. The product development generated a Video Podcast learning media product equipped by speakers from the Population and Civil Registration Service of Lumajang Regency as experts to discuss the issue of early marriage. Validation tests from both experts revealed that the product was worth testing with minor revisions. The trials were conducted on 30 class XII IPS 3 SMA Negeri 1 Tempeh students. The results of the media trial obtained a score of 77,83 percent which showed that the criteria were very effective and could be used in the geography subject. Researchers are further advised to apply Video Podcast learning media to other sub-materials, except for materials containing formulas and calculations. Media pembelajaran digital merupakan salah satu contoh integrasi IPTEK dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena melihat kebutuhan media pembelajaran yang belum optimal pada materi Permasalahan Dinamika Kependudukan yang memuat permasalahan kependudukan yang kompleks dan membutuhkan visualisasi media agar siswa mudah memahami materi. Salah satu permasalahan dinamika kependudukan yang marak terjadi adalah pernikahan dini, dimana hal ini dilakukan oleh remaja usia SMA sehingga materi pernikahan dini representatif dengan siswa SMA. Berdasarkan analisis kebutuhan, 97 persen siswa menilai bahwa materi pernikahan dini lebih optimal dibahas melalui media berupa video dilengkapi dengan narasumber ahli dalam bidangnya sehingga materi disampaikan valid dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran untuk materi Permasalahan Dinamika Kependudukan menggunakan Video Podcast. Peran Podcast dalam geografi dapat menjadi media untuk membahas permasalahan publik yang sedang tren. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Hasil pengembangan berupa produk media pembelajaran Video Podcast yang dilengkapi oleh narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang sebagai ahli untuk membahas permasalahan pernikahan dini. Uji validasi dari kedua ahli mengungkapkan bahwa produk layak untuk diujicobakan dengan revisi kecil. Uji coba dilakukan pada 30 siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Tempeh. Hasil uji coba media memperoleh skor sebesar 77,83 persen yang menunjukkan kriteria sangat efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran geografi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengaplikasikan media pembelajaran Video Podcast pada sub materi yang lain, kecuali materi yang mengandung rumus dan perhitungan.
Co-Authors Abdul Kodir Adilah, Gina Putri Adinda Aprilia Putri Adip Wahyudi Ainul Labib, Mohammad Akbar Wiguna Alfan, Muhammad Alfian Nur Muzaki Alfyananda Kurnia Putra Amatullah, Aulia Andarukmi, Nur Fitri Andika Aulia Ahmad Anggara, Arik Anik Novi Asri, Ni Luh Gede Ardiansyah, Ahmad Irfan Ardyanto Tanjung Arif, Mohamad Arsya Fitrilia Ladisha Audy Bintang Tantular Aulia Nindy Fadila Gastama Aulia Winan Yanuariska Bafadal, Rifqi Bagus Setiabudi Wiwoho Berty Zulfa Nur Azizah Betty Masruroh Budi Handoyo Budijanto Cahyaning Wulan Ciptaningrat Erdi Pamungkas Dedi Prestiadi Desinta Dwi Rapita Devi Prasetyo Devy Prasetyono Devy Prasetyono Dian Nofita Sari Dicky Arinta Diya, Nuris Syilvina Dwi Rosita, Febty Andini Dwiyono Hari Utomo Dya Wahyu Kusumaningtyas Eka Anita Putri El Hayati, Putri Avivah Erdi Pamungkas, Ciptaningrat Fadila Sugi Muliawati Fadlan, Muhammad Sainul Farah Nurin Shabrina Febrian Arrya Withuda Feny Panjerina Ferryati Masitoh Galih Fajar Sukoco Galih Sukoco Hadi Soekamto Hani Fuddin Hasna Indriani Herlina Ike Oktaviani Hidayatullah, M Syarif I Komang Astina Idris Idris Idris Ifan Deffinika Ilham Adenan Hidayatullah Indah Suprehhati Indana Zulfiya Indayani, Ninik Sri Indra Dwi Prasetya Irmansyah, Kevin Ian Islami, Miranda Ivan Sulistio Joice Zhenrike Memmase Khairul Naafi, Ahmad Khofifatu Rohmah Adi Kiki Febrianti Kusuma, PaundraWangsa Fajar Labib, Mohammad Ainul Lailatul Fitriyah Laily Fitriani Listyo Yudha Irawan M. Syahidan Wahdin Wijaya Maria Yovita Evinsia Masruroh, Heni Mawaddah, Addina Nurul Mayasari, Devy Meilawati, Dian Melyanawati, Adelliya Mohammad Ainul Labib Mohammad Ainul Labib Mohammad Ainul Labib Mohammad Yusril Abidin Mohammad Yusril Abidin Muhamad Fuad Chabib Muhammad Afkaar Aafaani Muhammad Rafif Fadihilah Muhammad Sainul Fadlan Munasifah, Ika Laily Lailatun Nailul Insani Nantana, M. Gebryna Rizki Neni Wahyuningtyas, Neni Ninik Sri Indayani Prasetyono, Devy Pratama, Nita Laura Purnamasari Safriani Wulan Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri Mahanani, Putri Rafani, Johandi Rahma Ramadhan, Aditya Ranida Seviana Ranida Seviana Rifdah Ananda Baharuddin Rimayanti, Ika Nova Riska Aprilia, Riska Riskananda Adekanti Atmoko Rissa Permata Sari Rivaldi, Cintya Fandani Rudi Hartono Sahrina, Alfi Satti Wagistina Sazali, Syazwani Binti Soelistijo, Djoko Sugeng Utaya Sulistio, Ivan Sumarmi Suyadi, Slamet Syazwanti, Ita Tuti Mutia Wahyuni, Revi Wahyuningsih, Niken Waladul Mufid, M. Khoirul Annas Wei, Lai Chin Yusman, Salsabila Farodis Yustina Sari, Ninik Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu Zutiasari, Ika