Claim Missing Document
Check
Articles

IDEOLOGI DALAM PEMBERITAAN KASUS HUKUM KOPI BERSIANIDA DI KOMPAS TV DAN METRO TV Sri Rahayuningsih; Yusak Hudiyono; Bibit Suhatmady
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i2.320

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian analisis wacana kritis yang bertujuan untuk mengungkap ideologi apa yang ingin dibangun Kompas TV dan Metro TV dalam program berita tersebut menggunakan model Norman Fairclough. Pemilihan data berupa teks berita dari rekaman yang ada di Daring yang ditayangkan oleh Kompas TV dan Metro TV dalam rentang waktu antara bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Model Fairclough, data dikumpulkan dengan cara mengunduh rekaman program berita di Daring yang tayang di Kompas TV dan Metro TV tentang “Kasus Kopi Bersianida”. Data dalam penelitian ini di analisis sesuai dengan pendapat Fairclough (1989) bahwa ada tiga tahapan analisis yang harus dilakukan dalam analisis wacana kritis, yaitu: deskripsi (analisis teks), interpretasi (analisis praktik wacana), dan eksplanasi (analisis praktik sosio-Kultural). Adapun, hasil penelitian meliputi: 1. Kosa kata yang digunakan oleh Kompas TV bernilai rasa positif dibandingkan Metro TV; 2. Struktur teks berita Kompas TV dan Metro TV Isi beritanya terlihat netral seimbang dalam menyampaikan informasi kedua stasiun ini berpihak pada penegak hukum; 3.Tata bahasa (transitivitas) ditemukan pada teks berita Kompas TV partisipan yang dominan adalah aktor manusia yaitu Jessika Kumala Wongso sebagai pelaku. Akan tetapi, pada teks berita Metro TV selain Jessika Kumala Wongso meskipun ditampilkan sebagai pelaku, ia juga sering dimunculkan sebagai korban. Keempat, diperoleh hasil penelitian berupa isi dan pernyataan ideologi pada teks berita tentang kasus hukum kopi bersianida adalah (1) konsep manusia jujur, adil, tidak memihak, tegas, dan kerja keras yang hendak disampaikan melalui teks berita Kompas TV dan Metro TV, (2) masyarakat yang mudah percaya oleh berbagai informasi melalui media massa baik cetak maupun elektronik perlu mendapatkan informasi yang benar, terpercaya, dan jujur, (3) teknologi dalam konteks ini dikaitkan dengan keputusan kasus hukum di peradilan sangat diperlukan ditandai oleh adanya rekaman CCTV pada peristiwa tewasnya korban kopi bersianida sebagai alat bukti, (4) Isi teks berita di televisi membuka perfekstif masa depan dengan menayangkan berita yang akurat dan terpercaya.
Representasi Kekuasaan Negara dalam Dokumen Kurikulum Merdeka: Analisis Wacana Kritis Model van Dijk Lidya, Salma; Farawita, Ria; Hudiyono, Yusak; Gede Mulawarman, Widyatmike
Jurnal Tinta Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v7i1.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana dalam dokumen Kurikulum Merdeka menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pada 2022 diklaim memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada sekolah, namun perlu ditelaah secara kritis untuk mengidentifikasi bagaimana kekuasaan negara terstruktur dalam kebijakan pendidikan ini. Melalui analisis makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur, penelitian ini menunjukkan bahwa negara berperan sebagai agen dominan dalam transformasi pendidikan nasional, dengan narasi yang memperkuat kontrol negara atas pendidikan. Meskipun istilah "merdeka belajar" digunakan, kebijakan ini tetap mencerminkan kontrol yang ketat dan sentralistik. Secara ideologis, kurikulum ini membentuk identitas pelajar sesuai dengan visi negara, yang lebih bersifat konstruk ideologis daripada hasil negosiasi sosial. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka bukan hanya berfungsi sebagai panduan pendidikan, tetapi juga sebagai alat ideologis untuk mereproduksi kekuasaan negara dalam bentuk yang tampak netral. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk,
Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk pada Berita Online Pencucian Uang Pejabat Indriyawati, Lilyn; Hudiyono, Yusak
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Periode Mei 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i01.2298

Abstract

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini bagaimana wacana dikembangkan dalam berita online bertema Money Laundry atau Pencucian Uang Pejabat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan struktur teks (struktur makro dan struktur mikro, kognisi sosial, dan konteks sosial pada wacana berita online). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis wacana kritis model Van Dijk dengan teknik pengumpulan data baca dan tulis. Dua strategi yang dilakukan saat menganalisis data kajian yaitu mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menginterpretasi data. Peneliti menganalisis dua wacana berita yang sedang tranding, kasus Gazalba Saleh dan Rafael Alun. Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini diketahui bahwa kedua teks tersebut menggambarkan keterlibatan beberapa elemen wacana, yakni aspek semantik, aspek sintaksis, dan stilistika leksikon. Sehingga penjabaran kajian analisis wacana kritis pertama dan kedua dilihat dari ketiga struktur wacana model Van Dijk beserta elemennya berkenaan dengan teks kasus Gazalba Saleh dan Rafael Alun tema tersebut digambarkan untuk situasi dan survei terkait penyalahgunaan jabatan dan pencucian uang. Namun dari keseluran wacana yang dianalisis secara kritis pada kedua teks berita online tersebut maka dialek pada berita itu berhubungan dengan kognisi sosial digunakan untuk mempengaruhi dan menekankan hal-hal penyalahgunaan jabatan dan pencucian uang pada masyarakat
Pengaruh Media Audio Visual dan Kegiatan Literasi terhadap Kemampuan Menulis Teks Negosiasi pada Siswa Aminah, Siti; Hudiyono, Yusak; GM, Widyatmike
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Periode Mei 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i01.2853

Abstract

Penelitian dengan judul ’’Pengaruh Media Audio Visual dan Kegiatan Literasi Terhadap Kemampuan Menulis Teks Negosiasi” bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap kemampuan menulis teks negosiasi dan pengaruh kegiatan literasi terhadap kemampuan menulis teks negosiasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner berupa angket dan tes menulis teks negosiasi. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan regresi. Uji validasi instrumen menggunakan teknik analisis Pearson Correlation, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Uji analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil diperoleh untuk f tabel sebesar 3,130. Sehingga diperoleh nilai f hitung > f tabel (49,643 > 3,130). Maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan HI diterima. Artinya bahwa media audio visual dan kegiatan literasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks negosiasi pada siswa kelas XI Agribisnis Pembibitan Tanaman dan Holtikultura (APTH) SMK Negeri 9 Samarinda. Penggunaan media yang digunakan secara efektif akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran dengan baik. Penggunaan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis.
Bahasa dan Hegemoni Neoliberalisme dalam Kebijakan Sekolah Penggerak: Tinjauan Fairclough tentang Wacana dan Praktik Sosial Luluk Kamalia, Alfin; Khairiyah, Ayu; Hudiyono, Yusak; Gede Mulawarman, Widyatmiko
Jurnal Tinta Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v7i2.1935

Abstract

Progam sekolah penggerak beupaya mewujukan pendidikan holistik yang mencangkup kognitif, karakter an kepribadian sswa. Inisiatif tersebut meiputi implementasi kurikulum berbasis proyek profil pelajar pancasila, pelatihan guru dan kepala sekolah, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi. Namun, analisis wacana kritis Norman Fairlcaugh serta konsep hegemoni neoliberalisme. nalisis menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan dalam diskursus Sekolah Penggerak (misalnya, penekanan pada "kompetensi" dan "inovasi") secara halus dapat mereplikasi nilai-nilai pasar yang berorientasi hasil, berpotensi mengaburkan tujuan pengembangan karakter yang lebih luas. Selain itu, inisiatif seperti penyediaan platform teknologi dapat memperkuat struktur sosial yang ada jika akses tidak merata, memperlebar kesenjangan digital dan sosial-ekonomi. Terakhir, kontrol kapitalistik dapat termanifestasi melalui pendekatan manajerial dalam pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penekanan pada keterampilan yang relevan dengan pasar kerja dalam kurikulum berbasis proyek.
Kontradiksi Tagar Indonesia Gelap VS Tagar Indonesia Terang dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough syadiyah, Halimatu; Hudiyono, Yusak
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v4i4.1859

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontradiksi antara tagar #IndonesiaGelap dan #IndonesiaTerang dalam perspektif analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah pada 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kontroversial. Penelitian ini berfokus pada tiga dimensi analisis Fairclough, yaitu dimensi mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural dengan menganalisis tiga teks berita dari The Indonesian Institute, Tirto.id, dan Tempo.co. Hasil analisis menunjukkan bahwa The Indonesian Institute membingkai fenomena ini sebagai bentuk kebebasan berpendapat yang sah dalam demokrasi. Tirto.id lebih menyoroti ketidakpuasan publik dan membingkai narasi perlawanan rakyat terhadap kebijakan pemerintah. Sementara itu, Tempo.co cenderung menyeimbangkan pandangan protes mahasiswa dan respons pemerintah dengan memberikan ruang kepada aktor politik untuk membangun narasi positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontradiksi antara #IndonesiaGelap dan #IndonesiaTerang mencerminkan dinamika politik dan kekuasaan dalam pengelolaan opini publik di Indonesia.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Ines Ritan, Susana; Ainur Rizkiah, Yunita; Tarukallo, Zintia; Hudiyono, Yusak; Oktaviani, Dwi
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 4 (2023): Media Digitalisasi Sebagai Kebutuhan Primer Dalam Pembelajaran Kenormalan Baru
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v4.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan belajar melalui model pembelajaran project based learning mata pelajar Bahasa Indonesia pada peserta didik di SMAN 2 Samarinda. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Sampel penelitian ini kelas X-F yang berjumlah 32 peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa model project based learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menyenangkan dan membuat lebih aktif. Oleh karena itu, PjBL dinilai efektif meningkatkan keterampilan psikomotorik dan berpikir kritis pada peserta didik. Selain itu, model ini memberikan pengalaman bermakna dan memacu kreativitas peserta didik.
Pengembangan Bahan Ajar Analisis Struktural Novel Awan Karya Syafrudin Pernyata pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA Lumban, Yunita; Arifin, Syaiful; Mulawarman, Widyatmike Gede; Suhatmady, Bibit; Hudiyono, Yusak
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58001

Abstract

The purpose of this research is to describe, among other things: 1) the structural analysis of Robert Stanton applied to the novel Awan by Syafruddin Pernyata, 2) the instructional materials containing the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata, and 3) the effectiveness of the instructional materials developed from the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata. This study employs a reflective, recursive, design, and development (R2D2) model research method. This method is used to produce and test a product using instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata. The results of the study show that the instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata were validated by a content expert who gave a score of 79.25%, which falls into the "acceptable" category, and a media expert who gave a score of 96%, which falls into the "very acceptable" category. Therefore, the instructional materials developed are highly suitable for use by high school students. Furthermore, the lesson planning was assessed by an observer who gave a score of 80.14%, and another observer assessed the lesson implementation with a score of 87.16%. Based on these assessments, it can be concluded that the teaching process was conducted effectively. The effectiveness of the instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata can be seen from the results of a small group trial, which showed a pretest score of 57 and a posttest score of 19, as well as a field trial with an average pretest score of 69.95 and a posttest score of 81.75, both falling into the "good" category. Based on these data, it is evident that the developed instructional materials have successfully contributed to improving students' learning outcomes, as seen from the comparison of pretest and posttest scores.
Moralitas Tokoh Utama Dalam Novel Tuhan Lindungi Mahkotaku Karya Arif YS: Kajian Sosiologi Sastra Nur, Sitti; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.6739

Abstract

Dalam novel Tuhan Lindungi Mahkotaku karya Arif Y.S, terkandung banyak pesan moral yang baik untuk diterapkan dalam bermasyarakat maupun individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan novel Tuhan Lindungi Mahkotaku Karya Arif Y.S. menggunakan metode deskriptif mengacu pada teori moralitas email durkheim yang terdiri dari aspek disiplin, kelekatan dan otonom.Data diperoleh dengan membaca novel bersumber pada kutipan yang berisi amanat-amanat sebagai bahan penelitian.Hasil penelitian yang mengacu pada teori moralitas email durkheim ditinjau dari aspek disiplin ada keinginan Ulfa untuk mengajak Farid namun hal tersebut tidak dapat dilakukannya karena Ulfa merasa bahwa tindakan itu benar. Ulfa melawan dorongan hatinya yang bertolak belakang dengan keinginannya. Ditinjau dari unsur kelekatan, dapat dilihat bahwa Ulfa sangatlah ingin mengajak Farid untuk pergi, namun ia tidak melakukannya karna ia sangat menghargai aturan dalam masyarakatnya. Ditinjau dari unsur otonomi, dapat dilihat bahwa Ulfa memutuskan untuk bekerja di luar negeri, untuk menjaga perasaan Fandi karna telah menolaknya. Pembaca dapat mengambil pesan tentang bagaimana cara bersikap baik, menjujung tinggi rasa cinta dalam keluarga dan masyarakat serta memiliki keyakinan atas diri sendiri dan menjaga kehormatan diri baik di hadapan Allah maupun manusia.
EKRANISASI NOVEL MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA MIRA W. KE FILM ARINI MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA ISMAIL BASBETH Melda, Rizka; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4488

Abstract

This study focused on the form of ekranization, from the novel Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat by Mira. W, and film Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat by Ismail Basbeth. The purpose of this study is to describe the form of ekranization (additions, changes, and shrinking) through a comparison of facts from the novel to the film. This research uses literature review study, with descriptive-qualitative method. The data of this research are words, phrases, and sentences that exist in the novel and film. The technique of collecting the data of this research namely reading, taking notes, describing the film into a script, translating the film script and clarify the data. The analytical technique used are data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. This research used comparative literature theory, story facts (plot, setting, and character), ekranization (additions, changes, and shrinking). The result of this research showed that the comparison between Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat novel by Mira. W and Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat film by Ismail Basbeth have similar story and used mix plot. The difference occurred in the emergence of plot and new setting in the film. It is happen because of the compaction of the story in the film, all the information contained in the novel cannot be added into the film. The form of ekranization (changes) that happened in the Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat novel to the Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, tentd to be more additions to the film such as the emergence of new setting and plot in the film. This is happen because of the past setting did not much brought up and there also an element of adult story in this film. And did not rule out the possibility, that every processes of ekranization must undergo a change.
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Rahman Agustian, Jaka Farih Ainur Rizkiah, Yunita Akhmad Akhmad Akhmad Akhmad Akhmad Samsuri Al Baghdadi, Nur Syifa Rahmah Alang, Ambo Alfian Rokhmansyah Ali Kusno Aloysius Hardoko Andri Andri Anwar, Yaskinul Arifin, Syaiful Armelya Trinita Asnan Hefni Ayu Purnamasari Azainil Azainil Bahri Arifin Bibit Suhatmady Bibit Suhatmady Cyndirela Dahri Dahlan, Dahri Daniel Tarigan Daniel Tarigan Desy Sitti Kahdijah Dewi Anjayani Didit Wahyu Putra Dwi Nugroho Hidayanto Dwi Rijaya Hakiki Efendi, M. Faisol Eka Fitria Purnamasari Elsje T. Maasawet Elsje Theodora Maasawet Endang Dwi Sulistyowati Farawita, Ria Fitriani Nasir Fitriya Selviani Gede Mulawarman, Widyatmiko GM, Widyatmike Hanik Wahyu Ningsi Hanum, Irma S. Hanum, Irma Surayya Harman Harman Helvika Desmilianti Herianti Herianti Herianti Herianti Herliani Herliani Indriyawati, Lilyn Ines Ritan, Susana Irwanto Irwanto Isfihani Istian, Irpan Ita Rosita Jalu Pramono Jemeq, Yuvita Jenny Carlina Wandira Karyani Tri Tialani Khairiyah, Ayu Khairun Nisyah Khairun Nisyah khusnul khotimah Krishna Purnawan Candra Kurniadi Hamid Lambang Subagiyo Lidya, Salma Lilyn Indriyawati Luluk Kamalia, Alfin Lumban, Yunita M. Agus Kastiyawan, M. Agus M. Ilyas M. Rusydi Ahmad, M. Rusydi Magdalena, Dhe Silva Makrina Tindangen Marajo Marajo Masitah - Masruhim, M. Amir Masswaet, Elsje Theodora Mawar Sari Melda, Rizka Monica Monica, Monica Muh. Amir Masruhim Muhammad Andri Jambia Muhammad Ma'rifan Nur Muhammad Reza Murdiana, Murdiana Murtadlo, Akhmad Nina Queena Hadi Putri Nisyah, Khairun Nur Bety Nur Hasanah Nur Jamilah Nur, Sitti Oktaviani, Dwi Oktaviani, Suci Paramita Candra Devi Patang, Nurfadilah A. PURWANTI PURWANTI Rahayu Novita Rahmat Soe'oed Ramadiani - Resi Mandalia Rinda Cahya Mudiawati Riyani, Ratih Widia Rudi Hartono Safitri, Yuliana Sari, Norma Atika Sari, Resmi Setyasih, Iya Siti Aminah Siti Aminah Siti Suryani Soe’oed, Rahmad Sonja Verra Tinneke Lumowa Sri Rahayuningsih St. Hasnah Sugeng Santoso Suhana Suhana Suhar, Muhamad Susilo Susilo Susilo Susilo Sutami Sutriyati syadiyah, Halimatu Syaian Syamsul Rijal Tarukallo, Zintia Umi Khulsum Vandalita M.M. Rambitan Wasis Sirutama Widyatmike Gede Mulawarman Widyatmike GM Wilda, Supiya Yahya, Masrur Yunia Hardiani Zakia, Izza