Claim Missing Document
Check
Articles

Cita-Cita Tokoh Utama Dalam Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho Dan Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Kajian Sastra Bandingan irwanto, Irwanto; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.6673

Abstract

Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata berisi tentang perjuangan dalam mengapai cita-cita. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji Cita-cita tokoh utama dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata sastra bandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan tulis. Teknik analisis data menggunakan teori cita-cita tokoh utama dan sastra bandingan. Hasil dari penelitian ini: (1) novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho terdapat tokoh yang bernama Santiago yang bercita-cita ingin mendapatkan harta karun. Ternyata harta karun tersebut merupakan hatinya snediri. (2) novel Sang pemimpi karya Andrea Hirata terdapat tokoh Ikal yang bercita-cita ingin kuliah di Paris dengan berbagai perjuangan yang Ikal lakuakan dari Ikal dan sahabat-sahabat menjadi kuli sampai di bilang oleh gurunya anak yang nakal, kerena sering telat datang ke sekolah. Akan tetapi tidak membuat Ikal pasrah dengan segala macam teguran dan amarah yang di lontarkan kepada gurunya tersebut. Ikal pun berhasil mendapatkan beasiswa ful untuk kuliah di negara yang di cita-citakannya tersebut. 
GAMBARAN KEHIDUPAN BISSU DALAM NOVEL TIBA SEBELUM BERANGKAT KARYA FAISAL ODDANG: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Jemeq, Yuvita; Hudiyono, Yusak; Sari, Norma Atika
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6212

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fakta cerita yang meliputi alur, tokoh dan latar. Kedua, mendeskripsikan gambaran kehidupan Bissu yang terdapat dalam novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Data dalam penelitian berupaini kata, frasa dan kalimat yang terdapat dalam novel Tiba Sebelum Berangkat.Teknik pengumpulan data yaitu teknik membaca dan mencatat. Untuk menganalisis digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis fakta cerita menemukan alur dalam novel tersebut yakni alur campuran karena pada cerita prolog pertama dihadapkan kembali pada kisah masa lalu Mapata kemudian cerita berakhir dengan penyelesaian peristiwa masa kini.Tokoh dalam novel tersebut terdiri atas tokoh utama Mapata dan empat tokoh tambahan yaitu, Ali Baba, Sumiharjo, Batari, dan Puang Matua Rusmi. Latar tempat dalam novel tersebut (a) rumah arajang, (b) ruang bawah tanah, (c) rumah sakit. Latar waktu yakni (a) tiga hari dalam ruang penyekapan (b) hari kedelapan Mapata diselamatkan polisidan latar sosial-budaya yakni kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan Batari dan Mapata di lingkungan sosial masyarakat. Gambaran kehidupan Bissu yang terdapat dalam novel Tiba Sebelum Berangkat menceritakan tentang seorang mantan Bissu yang diposisikan pengarang sebagai penghubung dalam sebuah ingatan peristiwa demi peristiwa sejarah. Mapata berusaha mengungkapkan fakta historis kondisi keberadaan Bissu yang mengalami berbagai penolakan di tengah masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan. Bermula pada tahun 1950-an terjadi pemberontakan dan penolakan yang dilakukan DI/TII terhadap komunitas Bissu. Kelompok DI/TII menolak kehadiran Bissu di tengah masyarakat karena menganggap kepercayaan yang dianut kaum Bissu dianggap tidak sejalan dengan ajaran Islam.
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL DI ATAS SIANG DI BAWAH MALAM KARYA PUTU OKA SUKANTA: KAJIAN FEMINISME Wilda, Supiya; Hudiyono, Yusak; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4485

Abstract

The purposes of this research were to find women's psychic and physical images, aims to describe the facts of the story, the psychological and physical images of women in female characters. This research uses a descriptive qualitative approach and is included in the type of literature. The source of the research data is the novel Above Siang Di Bawah Malam by Putu Oka Sukanta. The data collection techniques used were reading and note taking techniques. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the psychic images of the figures Josi, Lian, Ade, Gustini, Kiki, Lis, Lisa, Mimin, Ida, Romi, Elok, Rosi and Jasminah are almost similar, because of all the figures work as sex workers. From the point of view of their education is very minimal, therefore on average their thinking is limited as is the movement in their place of residence. In contrast to the figures of Dokter Niah and Field of Nunung who work like doctors and nurses, they are also figures who struggle with more advanced thinking. In the physical image, Josi, Lian, Ade, Gustini, Lis, Lisa, Mimin, Ida, Romi, Elok, Rosi and Jasminah are women who work as sex workers, they are depicted by dressing, dressing up in menor, creased, and neglected.
Pengaruh Model Pembelajaran PJBL dan TTW terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita di SMPN 9 Bontang: The Influence of PJBL and TTW Learning Models on News Text Writing Skills at SMPN 9 Bontang Lilyn Indriyawati; Masrur Yahya; Dwi Nugroho Hidayanto; Yusak Hudiyono; Azainil Azainil; Bahri Arifin
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.6207

Abstract

Writing ability is one of the basic competencies in Indonesian language learning that students must master. This skill is important as part of the learning process and as a means of developing thought patterns, creativity, and the ability to convey ideas logically and systematically. Among the various forms of text taught at the junior high school level, news text requires students to understand the structure of presenting factual information, use objective language, and follow journalistic rules. This study aims to determine the effect of the PjBL and TTW learning models on news text writing skills. This research is quantitative with an experimental method. The population in this study were all 96 seventh-grade students of SMPN 9 Bontang in the 2023/2024 academic year. The sample selection in this study used a purposive sampling technique and selected 64 students from class VII-B and class VII-C. Data analysis techniques used were the Kolmogorov-Smirnov test (normality), the Bartlett test (homogeneity) and for hypothesis testing using the t-test. Based on the results of data analysis techniques, it is known that the percentage of students' success with the implementation of PjBL in achieving the criteria for learning objectives is 54% and students with the implementation of TTW is only 46%. There is an influence of the PjBL and TTW learning models on the ability to write news texts.
Ritual Nutuk Beham dalam tradisi lisan Ngassapi Kutai: Kajian etnolinguistik terhadap nilai karakter dan kearifan ekologis Oktaviani, Suci; Mulawarman, Widyatmike Gede; Hidayanto, Dwi Nugroho; Hudiyono, Yusak; Azainil, Azainil; Suhatmady, Bibit
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1458

Abstract

This study aims to examine the linguistic expressions in the Nutuk Beham ritual speech, which is part of the oral tradition of the Kutai Adat Lawas community. The speech contains folk tales and cultural symbols that have been passed down from generation to generation in the rice harvest ritual. This study uses an ethnolinguistic approach with a descriptive qualitative method. Data was obtained through direct observation, in-depth interviews with traditional leaders and ritual practitioners, and oral documentation collected during the traditional ceremony. The results of the study show that the Nutuk Beham ritual speech contains a distinctive linguistic structure in the form of repetitive and rhythmic oral poetry. It contains symbolic narratives about the origins of rice and stories of sacrifice that form the mythological basis of the community. These linguistic expressions embody values such as respect, responsibility, and religiosity, and reflect ecological wisdom rooted in the harmonious relationship between humans, nature, and food. This study affirms that the Nutuk Beham ritual speech is not merely a cultural heritage but also an educational medium for transmitting noble values within a local context.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN LELUCON PARA KORUPTOR KARYA AGUS NOOR: SUATU KAJIAN STILISTIKA Murdiana, Murdiana; Hudiyono, Yusak; Hanum, Irma S.
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.287 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i2.2672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk majas yang terkandung dalam Cerpen Saksi Mata, Koruptor Kita Tercinta, Lelucon Para Koruptor, dan Pemalsu Kenangan Karya Agus Noor (2) makna majas yang terkandung dalam Cerpen Saksi Mata, Koruptor Kita Tercinta, Lelucon Para Koruptor, dan Pemalsu Kenangan Karya Agus Noor dan (3) fungsi majas yang terkandung dalam Cerpen Saksi Mata, Koruptor Kita Tercinta, Lelucon Para Koruptor, dan Pemalsu Kenangan Karya Agus Noor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan metode (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data, dan (3) Penarikan Simpulan. Hasil penelitian ini berupa kumpulan cerpen Lelucon Para Koruptor karya Agus Noor memanfaatkan beragam majas, yakni majas perbandingan yang berjenis simile, metafora, personifikasi, alegori, majas pengontrasan yang berjenis hiperbola, paradoks, sarkasme, majas penyiasatan stuktur yang berjenis antitesis. Kedua, makna yang tersirat dalam cerpen atau arti yang tersembunyi di balik kata yang terkandung di dalam cerpen. Ketiga fungsi, untuk menyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar dapat memahami pesan dan cerita yang ada dalam cerpen tersebut, serta menciptakan suasana hati tertentu, misalnya kesan baik atau buruk, senang, tidak enak, yang diterima karena pelukisan tempat, peristiwa, keadaan tertentu.
ANALISIS NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR: SEBUAH KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI Suhar, Muhamad; Hudiyono, Yusak; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.399 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2368

Abstract

This study aims to describe facts of story, ideological formations, and hegemony found in Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. Operational definitions in this study use three variables, that is the facts of story, the formation of ideology, and hegemony according to Antonio Gramsci. This research is a qualitative research with descriptive method based on the design of literature sociology. The data source in this study is Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. The data collection technique used is the technique of reading and recording. Qualitative analysis techniques that consist of three activities, that is: data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the analysis it can be concluded several things. First, the story facts in the Tanah Surga Merah novel by Arafat Nur consist of plot, character, and background. The plot in this novel is an chronological plot. The characters in this novel have roles as main characters and additional figures. Broadly speaking the background contained in the novel is in Aceh. The time of storytelling that happened was when Murad returned to his homeland, when Murad was wanted by the ruling party in the Aceh region, and when Murad became an escape in his pursuit as a fugitive. While the social setting that occurs in the novel is a society that is obedient and under the full power of the ruling party in its territory. The ideological formation contained in the novel is authoritarianism represented by full power held by the authorities, feudalism represented by the red party apparatus, and socialism represented by opponents of power who care about society. The hegemony that occurs in the realm of political society is illustrated through conflicts between parties and party apparatus against opponents of power and society. In the area of civil society, it is portrayed through the influence that the authorities have invested in the people of Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni yang terdapat di dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Definisi operasional dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni menurut Antonio Gramsci. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif berdasarkan rancangan kajian sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, fakta cerita dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdiri atas alur, tokoh-penokohan, dan latar. Alur dalam novel ini adalah alur maju. Tokoh-tokoh dalam novel ini mempunyai peranan sebagai tokoh utama maupun tokoh tambahan. Secara garis besar latar yang terdapat dalam novel berada di Aceh. Waktu penceritaan yang terjadi adalah ketika Murad kembali menuju tanah kelahirannya, ketika Murad buronan partai yang berkuasa di wilayah Aceh, dan saat Murad menjadi pelarian dalam pengejarannya sebagai buronan. Sedangkan latar sosial yang terjadi di dalam novel adalah masyarakat yang patuh dan di bawah kuasa penuh partai yang berkuasa di wilayahnya. Formasi ideologi yang terdapat di dalam novel adalah otoritarianisme yang diwakili oleh kekuasaan penuh yang dipegang oleh penguasa, feodalisme yang diwakili oleh aparatur partai merah, dan sosialisme yang diwakili oleh para penentang kekuasaan yang peduli terhadap masyarakat. Hegemoni yang terjadi dalam wilayah masyarakat politik digambarkan melalui konflik antara partai dan aparatur partai terhadap penentang kekuasaan dan masyarakat. Dalam wilayah masyarakat sipil digambarkan melalui pengaruh yang ditanamkan penguasa terhadap masyarakat Aceh.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PRAHARA CINTA ALIA KARYA ARIF YS: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Riyani, Ratih Widia; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.983 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2265

Abstract

The purpose of this research to (1) describe the factual structure in the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS and (2) describe the personality of the main character in the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS. The research uses a qualitative approach with descriptive methods. The research has data in the form of words and quotes, while the data source in the research is the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS. Data collection methods and techniques used in reading techniques and recorded techniques using instruments. The data analysis technique used in this study is data reduction, data presentation, and making conclusions. The results of this study refer to the structural elements of the novel which are intrinsic and extrinsic and the personality changes of the main characters in the novel Prahra Cinta Alia by Arif YS.
BENTUK, FUNGSI, DAN NILAI TUTURAN DALAM UPACARA ADAT BIDUK BEBANDUNG SUKU BULUNGAN: KAJIAN FOLKLOR Istian, Irpan; Hudiyono, Yusak; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.924 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v1i4.710

Abstract

                 AbstractThis research has a purpose to describe the form, function and value in Biduk Bebandung tradition ceremonial, Bulungan tribe, through the folklore investigate. The writer has interested to investigate the speech in Biduk Bebandung tradition ceremonial in order to increase the knowledge of culture which has been inheritance from the elders of Bulungan tribe. This research use the qualitative-descriptive method to collect the information and description of form, function and value in Biduk Bebandung tradition ceremonial through folklore investigate. Moreover, the resource of this research is indirect from the informant in the field. The technique in collecting the data, the writer uses the interview and observation technique. To analyze the data, the writer uses data reduction, data display and conclusion. Thus, the result of this research showed that the speech in Biduk Bebandung tradition ceremonial there are line-form, Mengawa speech has 14 lines which is arranged of 6-13 words each line, Tolak Bala speech has 8 lines with 5-14 words each line, Selamat speech has 7 words each line, Mohammad’s Solawat speech has 3 lines with 3-7 words each line, Tahlil speech has 11 lines with 3-105 words each line. Furthermore, those speeches in Biduk Bebandung tradition ceremonial have functions such as entertain, as mediator legalization, the culture league itself and as the media education. Thus, in the Biduk Bebadung tradition, there is a religion value that as a wish to Allah SWT. Keywords: Biduk Bebandung, form, function, value  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan nilai tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung suku Bulungan ditinjau dari kajian folklor. Penulis tertarik mengkaji tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung agar dapat mengetahui tuturan dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang kerajaan suku Bulungan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran bentuk, fungsi, dan nilai tuturan dalam upaca adat Biduk Bebandung berdasarkan kajian folklor. Sumber data penelitian adalah hasil dari penelitian lapangan dan didapatkan dari narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung terdapat bentuk baris, tuturan Mengawa terdiri dari 14 baris dengan 6-13 kata per baris, tuturan Tolak Bala terdiri dari 8 baris dengan 5-14 kata per baris, tuturan Selamat terdiri dari 7 baris dengan 5-14 kata per baris, tuturan Selawat Nabi Muhammad terdiri dari 3 baris dengan 3-7 kata per baris, tuturan Tahlil terdiri dari 11 baris dengan 3-105 kata per baris. Selanjutnya, fungsi tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung adalah sebagai hiburan, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, dan sebagai alat pendidikan anak. Lalu, nilai tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung terdapat nilai religi berupa permohonan kepada Allah SWT. Kata kunci: Biduk Bebandung, bentuk, fungsi, nilai
PENGEMBANGAN MEDIA BLOG DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMA Sari, Resmi; Hudiyono, Yusak; Soe’oed, Rahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.413 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v1i4.712

Abstract

Abstract  This research aims to produce of blog-based media development in learning anecdote text writing with X class replication. The research method used is the research development method which is ASSURE development design. Data analysis is using problem test, instrument and questionnaire. The results of media development research stated that blog-based learning media developed is appropriate. The results of development research show 1) The feasibility of developing a blog media learning design, the results of material expert validation for learning materials based on blogs of 98 are in excellent qualifications. The results of validation of educational practitioners for media and blog-based learning materials of 99 are in excellent qualifications. The results of validation of media learning experts for blog-based learning media of 100 are in excellent qualifications; 2) The feasibility of the media of the learning blog by the teacher shows that at the time of the limited trial of the material aspect and presentation showed a negative response with the frequency of the total percentage of 75%, increasing to 100% during trial after revision; 3) The effectiveness of learning both indicated by the completeness of the learning result of concept comprehension on anecdotal text writing material as well as writing skill is exceeded with value ≥75, student learning outcomes have exceeded KKM with 100% completeness percentage with mean score 83,4. The development of a learning blog media writing anecdotal text has the feasibility, practicality, and effectiveness. Based on the research findings, it is concluded that the development of blog-based learning media as a medium in learning can be studied independently to overcome one of the teaching problems. Keywords: writing lesson, media blog, anecdotal text Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media berbasis blog dalam pembelajaran menulis teks anekdot dengan replikasi kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development) dengan pembelajaran model ASSURE. Analisis data menggunakan tes soal, instrumen dan angket. Hasil penelitian pengembangan media menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis blog yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa (1) kelayakan pengembangan desain pembelajaran media blog, hasil validasi ahli materi untuk materi pembelajaran berbasis blog sebesar 98 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi praktisi pendidikan untuk media dan materi pembelajaran berbasis blog sebesar 99 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli media pembelajaran untuk media pembelajaran berbasis blog sebesar 100 berada pada kualifikasi sangat baik; (2) kelayakan media blog pembelajaran oleh guru menunjukkan bahwa pada saat ujicoba terbatas aspek materi dan penyajian menunjukkan respon negatif dengan frekuensi persentase total 75%, meningkat menjadi 100% saat ujicoba lapangan setelah revisi; (3) keefektifan pembelajaran baik yang diindikasikan oleh ketuntasan hasil belajar pemahaman konsep pada materi menulis teks anekdot maupun keterampilan menulis terlampaui dengan nilai ≥75, hasil belajar siswa telah melampaui KKM dengan persentase ketuntasan 100% dengan nilai rata-rata 83,4. Pengembangan media blog pembelajaran menulis teks anekdot memiliki kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan kategori baik. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis blog sebagai media penyampai pesan dalam pembelajaran dapat dipelajari secara mandiri untuk mengatasi salah satu permasalahan mengajar. Kata kunci: pembelajaran menulis, media blog, teks anekdot  
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Rahman Adinda Aisyahrah, Adinda Aisyahrah Agustian, Jaka Farih Ainur Rizkiah, Yunita AKHMAD Akhmad Akhmad Akhmad Samsuri Al Baghdadi, Nur Syifa Rahmah Alang, Ambo Alfian Rokhmansyah Ali Kusno Aloysius Hardoko Andri Andri Anwar, Yaskinul Arifin, Syaiful Armelya Trinita Aryanti, Inne Marisaa Asnan Hefni Ayu Purnamasari Azainil Azainil Bahri Arifin Bibit Suhatmady Bibit Suhatmady Budi Raharjo Cyndirela Dahri Dahlan, Dahri Daniel Daniel Tarigan Dewi Anjayani Didit Wahyu Putra Dwi Nugroho Hidayanto Dwi Rijaya Hakiki Efendi, M. Faisol Elsje Theodora Maasawet Endang Dwi Sulistyowati Evie Palenewen Farawita, Ria Fitriani Nasir Fitriya Selviani Gede Mulawarman, Widyatmiko GM, Widyatmike Hanik Wahyu Ningsi Hanum, Irma S. Hanum, Irma Surayya Helvika Desmilianti Herianti Herianti Herianti Herianti Herliani Imas Komala Indriyawati, Lilyn Ines Ritan, Susana Irwanto Irwanto Isfihani Istian, Irpan Ita Rosita Jalu Pramono Jemeq, Yuvita Jenny Carlina Wandira Karyani Tri Tialani Khairiyah, Ayu Khairun Nisyah Khairun Nisyah khusnul khotimah Krishna Purnawan Candra Kurniadi Hamid Lambang Subagiyo Lestari, Irma Wahyu Lidya, Salma Lilyn Indriyawati Luluk Kamalia, Alfin Lumban, Yunita Lumowa, Sonja Verra Tinneke M. Agus Kastiyawan, M. Agus M. Ilyas M. Rusydi Ahmad, M. Rusydi Maasawet, Elsje T. Magdalena, Dhe Silva Makrina Tindangen Mandalia, Resi Marajo Marajo Masitah Masitah - Masruhim, M. Amir MASRUHIM, MUHAMMAD AMIR Massawet, Elsje Theodore Masswaet, Elsje Theodora Mawar Sari Melda, Rizka Monica Monica, Monica Muh. Amir Masruhim Muhammad Andri Jambia Muhammad Reza Murdiana, Murdiana Murtadlo, Akhmad Nisyah, Khairun Nur Bety Nur Hasanah Nur Jamilah Nur, Sitti Oktaviani, Dwi Oktaviani, Suci Paramita Candra Devi Patang, Nurfadilah A. Purnamasari, Eka Fitria PURWANTI PURWANTI Rahayu Novita Rahmat Soe'oed Rambitan, Vandalita M.M. Rambitan, Vandalita Maria M. Ratnady, Hendita Dyah Rea, Silviani C. Evangelista Rinda Cahya Mudiawati Riyani, Ratih Widia Rizkiyah, Yunita Ainur Rohmat, Sinangku Rudi Hartono Safitri, Yuliana Sari, Norma Atika Sari, Resmi Setyasih, Iya Siti Aminah Siti Aminah Siti Suryani Soe’oed, Rahmad Sri Rahayuningsih St. Hasnah Sugeng Santoso Suhana Suhana Suhar, Muhamad Sukartiningsih Susilo Susilo Susilo Susilo Sutami Sutriyati syadiyah, Halimatu Syaian Syamsul Rijal Tarukallo, Zintia Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Umi Khulsum Wanda, Herdita Nor Wasis Sirutama Widyatmike Gede Mulawarman Widyatmike GM Wilda, Supiya Yahya, Masrur Yuliarta, Sri Roma Zakia, Izza