Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Lip Cream Kombinasi Sari Umbi Bit (Beta Vulgaris L) Dan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Safira Dinnul Qayyimah; Zaenal Fanani; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2718

Abstract

Lip cream merupakan jenis kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada bibir. Salah satu jenis tanaman yang dapat memberikan pewarna alami yaitu ada pada umbi bit dan buah naga merah. Senyawa betasianin yang terdapat pada umbi bit dan senyawa antosianin yang ada pada buah naga merah merupakan zat-zat yang memberikan warna alami yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan lip cream. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah formulasi sediaan lip cream berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan lip cream kombinasi sari umbi bit dan sari buah naga merah. Pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen laboratorium. Formulasi sediaan lip cream yang dibuat menggunakan variasi konsentrasi zat aktif sekaligus pewarna yaitu pada formulasi 1 menggunakan konsentrasi pewarna sari umbi bit sebanyak 5%, sari buah naga merah sebanyak 15%. Pada formulasi 2, sari umbi bit sebanyak 10% dan sari buah naga merah sebanyak 10%. Pada formulasi 3, sari umbi bit sebanyak 15% dan sari buah naga merah sebanyak 5%. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi, uji organoleptis, pH, homogenitas, daya oles, daya lekat, daya sebar dan iritasi. Seluruh sediaan memiliki aroma vanilla, berbentuk semi padat, homogen dan memiliki daya oles baik, F1 berwarna pink, F2 berwarna pink muda, F3 berwarna coklat muda. Sediaan memiliki pH rata-rata 4,56 – 4,8, nilai daya sebar baik tidak lebih dari 7 cm, dan nilai daya lekat yang lebih dari >60 detik. Uji iritasi telah dilakukan pada responden dan tidak didapatkan tanda iritasi pada kulit responden. Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA One Way terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap nilai uji daya lekat dengan nilai signifikansi <0,001, tetapi tidak dengan nilai pH dan daya sebar dengan nilai signifikansi >0,05. Pada ketiga formula sediaan lip cream yang telah berhasil dibuat dan melalui tahapan evaluasi fisik menunjukkan hasil bahwa sediaan sesuai persyaratan baik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Swamedikasi Diare Pada Balita Di Dukuh Manggal Telo Purwodadi Kinanti Putri Amalia; Zaenal Fanani; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2846

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah pneumonia pada balita di Indonesia. Swamedikasi yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius, sehingga pengetahuan ibu mengenai diare dan pengobatan mandiri menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik swamedikasi diare pada balita di Dukuh Manggal Telo, Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 ibu yang memiliki balita, dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang meliputi data demografis, pengetahuan tentang diare, dan praktik swamedikasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang diare (p = 0,010) serta antara tingkat pendidikan dengan praktik swamedikasi (p = 0,000). Pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare tergolong baik, sedangkan praktik swamedikasi tergolong cukup. Jenis obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi adalah Lacto B, Zinkid, dan Oralit. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu dalam menangani diare balita secara mandiri namun tepat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Pada Masyarakat Di Dusun Kedungwatu Blora Siti Mumfaridatul Mukarromah; Zaenal Fanani; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2965

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi adalah perilaku yang seringdigunakan masyarakat untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus tetap diawasi oleh tenaga kesehatan. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yangtepat untuk mendapatkan perilaku yang sesuai dalam swamedikasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat Dusun Kedungwatu Blora. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan observasional deskripif dan survei yang bersifat analitik dengan cara melakukan pengambilan data melalui kuesoiner pengetahuan dan perilaku. Studi ini dilaksanakan di Dusun Kedungwatu Blora, dengan populasi 216 jiwa. Pengambilan sampel diambil dengan Teknik Purposive Sampling. Sampel diambil sebanyak 85 responden yang akan dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen penelitian ini berisi dua variabel, yaitu variabel tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis masyarakat dan perilaku swamedikasi gastritis masyarakat. Setelah data sudah didapatkan akan dilakukan pengujian menggunakan uji kolerasi, yaitu dengan teknik uji Spearman Rank. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang lebih baik tentang hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit gastritis pada masyarakat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 85 responden, sebagian besar memilikitingkat pengetahuan dalam kategori baik (62,4%), dan 58,8% responden memiliki perilaku swamedikasi yang baik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p = 0,024 dan nilai r = 0,245, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara tingkat pengetahuan denganperilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat di Dusun Kedungwatu Blora. Kesimpulan: Bahwa terdapat hubunganantara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Di Dukuh Winong Desa Kriyan Jepara Abida Ardelia; Zaenal Fanani; Galih Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2980

Abstract

Antibotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sekitar 41,0% hasil dari SurveiKesehatan Indonesia, masyarakat menggunakan antibiotik tanparesep dokter. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmeningkatkan pemahaman publik tentang penggunaan antibiotikyang tepat dan untuk mengurangi resistensi. Tujuan umumnyayaitu dapat mengidentifikasi Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Masyarakat di Dukuh Winong Desa Kriyan Jepara. Peran pengobatan antibiotik yang dapat menginfeksi bakteri dan pentingnya penggunaan rasional untuk mencegah resistensi. Metode penelitian termasuk desain observasional denganpendekatan Cross-sectional untuk mengumpulkan data melaluikuesioner. Studi ini dilakukan di Dukuh Winong Desa Kriyan Jepara, dengan populasi penduduk sebanyak 872 jiwa dan sampelsebanyak 90 responden yang diambil menggunakan Rumus Slovin dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melaluikuesioner. Analisis data mengunakan uji analisis univariat untukmenjelaskan pengetahuan dan perilaku, dan uji analisis bivariatmenggunakan uji Chi-square yang telah diusulkan sebagai metodeanalisis yang tepat untuk meneliti tentang hubungan antarapengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakatdi Dukuh Winong Desa Kriyan Jepara. Studi ini diharapkan dapatmemberikan wawasan yang lebih baik tentang hubungan antarapengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik dalammasyarakat.
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS DEKET KABUPATEN LAMONGAN Muhammad Syariful Imam; Zaenal Fanani
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1916

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and contributes significantly to the incidence of cardiovascular disease. In service practice, antihypertensive drug prescribing patterns still show variations influenced by age, gender, and comorbidities. This study aims to analyze the influence of patient characteristics on antihypertensive drug prescribing patterns at the Deket Community Health Center in Lamongan Regency. This study used a retrospective and cross-sectional design. Research data were obtained from prescriptions and medical records of hypertensive patients for the period November 2025. The study population included all prescriptions containing antihypertensive drugs, with a sample of 85 prescriptions taken using a simple random sampling technique. Independent variables included age, gender, and comorbidities, while the dependent variable was the antihypertensive drug prescribing pattern. Data analysis was performed descriptively and analytically using appropriate statistical tests. The results of the study at the Deket Community Health Center, Lamongan Regency, the most were women at 76% (65 patients), the most aged ≥60 at 54.12% (46 patients), with comorbidities of diabetes mellitus at 55.29% (47 respondents). The description of the accuracy of antihypertensive prescription patterns at the Deket Community Health Center, Lamongan Regency based on the correct indication was 100%, the correct patient was 92.94% of cases, the correct drug reached 95.29%, the correct dose was 65 prescriptions (76.47%) and the correct method of use was 70.59%. There is a significant relationship between gender and prescribing patterns with a significance value of 0.013 <0.05 with an odds ratio of 0.252, there is no significant relationship between age and prescribing patterns with a significance value of 0.235>0.05 and an odds ratio of 1.682 and there is a significant relationship between comorbidities and prescribing patterns with a significance value of 0.019 <0.05 and a fairly large odds ratio value between the two characteristics, namely 3.000.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Penggunaan Obat Anti Hiperkolesterolemia pada Pasien di Apotek Kecamatan Kaliwungu Kudus: The Relationship between Knowledge Level and the Appropriate Use of Anti-Hypercholesterolemia Drugs in Patients at the Kaliwungu District Pharmacy in Kudus Ika Sinta Indriani; Zaenal Fanani; Emma Jayanti Besan
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.722

Abstract

Hypercholesterolemia is a lipid metabolism disorder characterized by elevated total blood cholesterol levels and is one of the major risk factors for cardiovascular disease. The proper use of antihypercholesterolemic drugs is essential to achieve therapeutic success, and one of the factors assumed to influence it is the patient’s level of knowledge. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and the appropriateness of antihypercholesterolemic drug use among patients at pharmacies in Kaliwungu District, Kudus. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. Samples were selected using purposive sampling, involving 103 respondents who met the inclusion criteria. Data were collected using validated and reliable questionnaires, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge, namely 55 respondents (53.4%), while the appropriateness of drug use was also mostly in the moderate category, namely 63 respondents (61.2%). The bivariate analysis showed χ² = 17.079 with a p-value = 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the level of knowledge and the appropriateness of antihypercholesterolemic drug use. It can be concluded that the better the patient’s level of knowledge, the more appropriate the use of antihypercholesterolemic drugs tends to be.   ABSTRAK Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total dalam darah dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi, dan salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia pada pasien di 15 apotek Kecamatan Kaliwungu Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 103 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 55 orang (53,4%), sedangkan ketepatan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 63 orang (61,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai χ² = 17,079 dengan p-value = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat anti hiperkolesterolemia. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik tingkat pengetahuan pasien, maka akan semakin tepat penggunaan obat anti hiperkolesterolemia.
HEALTH COUNSELING TO INCREASING KNOWLEDGE AND COMPLIANCE IN HYPERTENSION PATIENTS Fanani, Zaenal; Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Farikhah, Lailatul; Munandiyah, Munandiyah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.2674

Abstract

Hypertension is a silent killer because it often occurs without complaints, symptoms can vary among individuals, and are almost the same as the symptoms of other diseases and can cause several complications including coronary heart disease, stroke and kidney failure. To support appropriate hypertension therapy, health counseling is needed given that knowledge and adherence to the expected therapeutic effect can be achieved. The purpose of this study was to determine the influence of health counseling on increasing patient knowledge and compliance. Primary data collection was carried out from February to March 2023, using the one-group pre and post-test experimental quasi-methods, for 55 respondents. The research instrument used two questionnaires, namely patient knowledge and compliance. Blood pressure was 140/90 in 34 (61,82%) patients and the duration of hypertension was 5 years in as many as 43 (78,2%) patients. The percentage of patients who completed the post-test patient knowledge was as high as 100%, and the percentage of patients who completed the post-test compliance was as high as 63,64%. A significant difference was found between the two data sets (p= 0.000). Patient knowledge and compliance increased significantly from before health counseling to after health counseling.
Evaluation of The Drug Storage System at The Welahan II Health Center Based on The Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 Dea Safira; Zaenal Fanani; Muhammad Nurul Fadel
Advances in Healthcare Research Vol. 4 No. 1 (2026): September - February
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v4i1.716

Abstract

Purpose: This study aimed to evaluate the compliance of the drug storage system at Welahan II Community Health Center with the standards set in the Minister of Health Regulation No. 74 of 2016. It was hypothesized that the storage system would exhibit high compliance, although several aspects of the physical infrastructure might still require improvement. Research Method: This study used a quantitative descriptive-evaluative design with a cross-sectional approach. Data were collected in February 2026 through direct observation using checklists, structured interviews, and documentation in the pharmaceutical warehouse of Welahan II Community Health Center. The evaluation covered spatial arrangement, stock preparation, separation of special drugs, observation of drug quality, and recording on stock cards. Data were analyzed descriptively by calculating the percentage of compliance with regulatory indicators. Results and Discussion: The overall average compliance was 93%, categorized as very good. Perfect compliance (100%) was achieved in special drug separation, physical quality observation, and stock card recording. Stock preparation reached 90%, while spatial arrangement had the lowest score (75%) due to limited warehouse space and non-standard room layout. Implications: The findings indicate that strong administrative and technical discipline can compensate for infrastructure limitations in maintaining drug quality and patient safety. Further studies should assess the effect of storage compliance on service efficiency and medication error prevention.
Co-Authors Abida Ardelia Ahmad Suriyadi Muslim Ana Nurul Fitriyani Ana Nurul Fitriyani Ana Zumrotun Nisak Anisa Nurjanah Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Ari Simbara Ari Simbara, Ari Arina Novitasari Ariyanto, Andhika Bintari Tri Sukoharjanti Bonita Anzila Desi Dea Safira Dhanty Ayunita Mahadhany Dwi ASTUTI Dwi Rizqi Roniawati Edita Pusparatri Emma Jayanti Besan Emma Jayanti Besan Endang Setyowati Etikasari, Ria Fahrudin Arif GALIH KURNIAWAN Galih Kurniawan Hamid, Fathuddin Ika Sinta Indriani Ilun Fadillah Intan Adevia R Intan Adevia Rosnarita Iqbal Amaluddin Pambudi Irawati Indrianingrum Julia Megawati Djamal Julia Winda Sari Kharisma Aprilita Rosyidah Kinanti Putri Amalia Laila Septania Rafi Lailatul Farikhah Lailatul Farikhah Lailatul Farikhah, Lailatul Mafitri, Hanifah Miftah Mariza Kusuma Wariana Maulana, Bonnix Hedy Muhamad Jauhar Muhamad Khudzaifi Muhammad Al Anshori Nasrullah Muhammad Bayu Nirwana Muhammad Khudzaifi Muhammad Nurul Fadel Muhammad Syariful Imam Munandiyah, Munandiyah Nasriyah Nasriyah Nirwana, Muhammad Bayu Noor Cholifah Noor Hidayah Noor Hidayah Noor Hidayah Novam Danu Pamungkas Nugraheni, Tiyas Putri Nugraheni, Tyas Putri Nur Aisah Nur Aisah Nur Aisah Nur Fajria Yulianti Putra, M. Adib Jaharii Dwi Rahmawati, Riana Putri Ria Etikasari Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwanto, Muhammad Rika Murharyanti Rosvita, Vivin Rusnoto Rusnoto Sabiq Ismil Adhom Safira Dinnul Qayyimah Sakila Jauza Adiba Sari, Dwi Maya Ratna Septia, Noersa Indah Shinta Dwi Kurnia Siti Mumfaridatul Mukarromah Sukoharjanti, Bintari Tri Tities Kusuma Pratama Tiyas Putri N Tiyas Putri Nugraheni Triana Aprilyya Tyas Putri Nugraheni Ulviani Yulia Husna Ulviani Yulia Husna Umi Farida Umi Farida Veronika Puspita Kumalasari Vivin Rosvita Vivin Rosvita Vivin Rosvita Wariana, Mariza Kusuma Windy Aulina Yayuk Mundriyastutik Yulianti, Nur Fajria Yulis Trinovita Yunita Febrianti Yunita Rusidah Yunus Mustaqim, Yunus