Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Fraksi n-Heksan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) Tikus Jantan Galur Sprague dawley : Efek Antikolestrol Fraksi n-Heksan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Kusumawardani, Nurul; Fauzi, Rizal; Emelda, Emelda; Estiningsih, Daru; Sukma Ananda , RA Dewinta; Nabila , Lathifa
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.9

Abstract

This study aimed to determine the effect of the n-hexane fraction of Moringa leaf ethanol extract (Moringa oleifera L.) on low-density lipoprotein (LDL) levels in Sprague Dawley male rat strains fed a high-fat diet. This study used a pre-test and post-test control design on male rats of the Sprague Dawley strain. Thirty-six male white rats of the Sprague Dawley strain were given high-fat diet and then divided into six groups: group I was normal group, group II negative control was given CMC Na, Group III positive control was given Simvastatin 10 mg, Group IV, V, VI was given n-hexane fraction of ethanol extract of Moringa leaves (Dose 3,722 mg/kgBW; 7.444 mg/kgBW; 14,888 mg/kgBW). The results of measuring low-density lipoprotein (LDL) levels in animals were measured after 14 days of research as a post-test. Based on statistical analysis, there was no significant difference between the positive control group and the three treatment groups (p=1,000). The results of this study can conclude that the dose of the n-hexane fraction of Moringa leaves has a significant effect on decreasing LDL levels in male Sprague Dawley rats with the best % reduction at a dose of 14.89 mg/kg BW (61.17%), with a linear regression equation y=-0.0408x + 1.079; (R2=0.986). The results of this study indicate that the n-hexane part of Moringa leaves may reduce low-density lipoprotein levels in male white Wistar rats induced by high-fat.
Menggali Neo-Sufisme: Tradisi, Kritik Dan Relevansi Di Indonesia Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v5i1.93

Abstract

This article discusses Neo-Sufism in Indonesia, a movement that seeks to preserve Sufi values while adapting them to the demands of modernity. Neo-Sufism in Indonesia has emerged as a response to social, political, and cultural changes that require Muslims to reconsider their spiritual practices in a more relevant context. This article explores how Sufi traditions have transformed through reformist tariqahs such as Idrisiyyah, Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Khalwatiyah, Tijaniyah, and Muridiyah, which demonstrate flexibility in adopting social and political roles. By examining the key concepts of Neo-Sufism and how these tariqahs maintain and reshape traditional practices, the article highlights the relevance of Neo-Sufism in contemporary Indonesian society. The research method employed is a literature review, analyzing the concepts, characteristics, and developments of Neo-Sufism, as well as its traditions and associated critiques. The findings indicate that Neo-Sufism in Indonesia not only preserves the identity of Sufism but also serves as a driving force for social and spiritual change in the face of global challenges.
Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Santri Rumah Gemilang Indonesia dengan Google Workspace Sandi Satria Augustian; Rizal Fauzi; Nurman Fauzan H.; Rafli; Ade Purnama; Hugo A.J. Tarigan; Sulistio; David Rizky L.; Muhammad Ikbal; Irawan Ardiansyah; Dede Handayani
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 3 No 3 (2025): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI) melalui pelatihan pemanfaatan Google Workspace. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 40 peserta dan berfokus pada pengenalan serta praktik langsung penggunaan aplikasi Google Docs, Sheets, Slides, Drive, dan Meet. Metode pelatihan dirancang interaktif, menggabungkan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik mandiri, dengan penyesuaian materi untuk perangkat smartphone mengingat keterbatasan akses komputer/laptop di kalangan santri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta sebesar 50%, dengan 90% peserta menyatakan kesiapan untuk menerapkan Google Workspace dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi digital santri tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, seperti pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital pendidikan di lingkungan pesantren, sekaligus mempersiapkan santri dengan keterampilan yang relevan di era teknologi.
Analogi dalam Interpretasi Wahdatul Wujud dan Implikasinya dalam Kehidupan Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v1i2.6

Abstract

Istilah “Wahdatul wujud”, tidak pernah ditemukan dalam tulisan-tulian Ibn ‘Arabi, ia merupakan kesimpulan dari beberapa peneliti berkenaan dengan konsep wujud Tuhan dan alam menurut Ibn ‘Arabi.Wahdatul wujud, menurut sebagian besar Shufi adalah puncak kondis batin yang fanadan syuhud, sehingga yang disadari dan dirasakan hanyalah wujud al-Haqq. Menurut sebagian Ulama wahdatul wujud adalah konsep tauhid di kalangan Shufiyah, sehingga menjadi ajaran aqidah. Dalam memahami kedalaman konsep wahdatul wujud, penulis menggunakan pendekatan analogis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pemikiran tokoh dengan meneliti kitab Fushuhs al-hikam, dan syarah-syarahnya. Sebagaimana biasa dilakukan oleh para Teolog dalam membuktikan keEsaan Tuhan, lewat entitas yang lainnya (siwallᾱh), Maka Ibn ‘Arabi dalam menjelaskan wujud Al-Haqq pun menggunakan perbandingan hakikat wujud alam (siwallᾱh). Pondasi konsep ini adalah hadis Nabi Saw,”Sesungguhnya Allah menciptakan Adam atas rupa-Nya. Salah satu Interpetasidalam memahami wahdatul wujud, yaitu wujud hakiki Tuhan adalah batin-Nya sedangkan zahir-Nya hanyalah cerminan atau bayangan-Nya yang bukanlah Dzat-Nya akan tetapi wujud makhluk-Nya yang bergantung kepada Allah SWT. Dengan analogiruh dan jasad manusia, dimana hakikat manusia adalah ruhnya sedangkan jasadnya hanyalah bungkus yang berbeda dengan ruh itu sendiri, akan tetapi menjadi satu kesatuan karena sangat dekat, akan tetapi tidak bercampur dan masing-masing memiliki perbedaan yang nyata. Dalam hal ini penulis mencoba mengintegrasikan pemahaman ‘ainiyyah(immanen) dan ghairiyyah dalam memahami wahdatul wujud. Hal ini disebabkan adanya dua pernyataan yang seolah bersebrangan dari Ibn ‘Arabi, antara tanzih(transenden)dan tasybih (imanen) Tuhan.
Bermursyid Kepada Mursyid Yang Sudah Wafat Menurut Para Sadat Shufiyah Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 1 (2022): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v2i1.9

Abstract

Menghilangkan amradh qalbiyah (penyakit hati) menurut para Ulama hukumnya wajib, dan tidak dapat dilakukan tanpa bimbingan Wali Mursyid. Sehingga mayoritas Ulama Salaf dan Khalaf menghukumi wajib mencari Mursyid zamannya yang tidak terputus silsilahnya dan berada dalam bimbingannya. Permasalahan muncul ketika suatu Tarekat tidak memiliki Mursyid yang meneruskan Mursyid sebelumnya, atau tidak meyakini adanya penerus dari Mursyid yang sudah wafat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan dengan pendekatan kajian teks kitab-kitab tasawuf yang menjadi rujukan dikalangan ahli-ahli Tarekat tasawuf. Menurut Syaikh Ibn ‘Arabi, bahwa bermursyid kepada yang sudah wafat dan tidak lagi mencari Mursyid penggantinya maka tidak dikategorikan shuhbah kepada Mursyid dan sulit meraih bimbingannya secara paripurna. Menurut Ahmad Musthafa al-‘Alawi, mursyid yang masih hidup, wakil dari Rasulullah dan seluruh Mursyid sebelummya yang sudah wafat sehingga bermursyid kepada mursyid yang masih hidup akan memperolah bimbingan yang paripurna. Menurut Syaikh ‘Abdul Wahhab asy-Sya’rani, kewajiban bagi murid apabila Syaikhnya wafat untuk segera bermursyid kepada yang masih hidup untuk melanjutkan dan menambah bimbingan Mursyid sebelumnya. Berkata Syaikh Ahmad Tijani kepada murid-murid yang datang setelahnya dan berguru kepadanya “ketahuilah bahwa Allah menjadikan berdasarkan ilmunya yang terdahulu bahwa al-madad itu berlaku setiap zaman beserta ahli zamannya (mursyid zamannya), barang siapa yang merasa cukup dengan ucapan-ucapan Mursyid sebelumnya dari yang sudah wafat, maka hatinya akan di cap dengan terhijab dari wushul. Murid yang berguru kepada Mursyid yang sudah wafat kondisinya ada 3 macam: 1) menolak kepada Mursyid yang mendapat istikhlaf, maka dia ingkar kepada Mursyid zamannya, dan terhalang dari bimbingan Mursyid sebelumnya, 2) ragu kepada Mursyid yang melanjukan karena diduga keras tidak mendapatkan istikhlaf, penunjukan, atau wasiat dari Mursyid sebelumnya, 3) tidak mempercayai sama sekali yang mengklaim sebagai Mursyid pelanjut, maka wajib bagi murid yang ragu dan tidak percaya, untuk mencari dan bersandar kepada Allah untuk diperjumpakan dengan Mursyid zamannya.
Al-Amrādh Al-Qalbiyyah Dan Terapinya Dalam Ilmu Tasawuf Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v2i2.21

Abstract

Qalbumengandungsifat-sifat Rabbani, sebagai pusat kehendak manusia, sebagaimana jiwa pusat dari karakter atau sifat dan akal pusat berpikir bagi manusia. Karakter dibentuk dari kehendak yang berulang-ulang demikian pula berpikir sebagai upaya mewu-judkan kehendak dari qalbu. Sehingga qalbu pusat dan bagaikan raja dalam diri manusia. Akan tetapi apabila qalbu mengalami sakit dan lemah maka syahwat nafsulah yang menguasai hati sehingga muncul sifat-sifat yang negatif danpikiran-pikiran yang jahat dan busuk. Apa yang dimaksud dengan qalbu yang sakit,apa saja penyakit qalb, dan bagaimana terapi penyembuhannya dalam ilmu tasawuf? Inilah rumusan permasalahan yang akan dijawab dalam tulisan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan sumber data dari kepustakaan. Fungsi utama qalbu adalah sebagai alat penghubung atau dzikir hambakepada Allah SWT. Hati yang selalu menghadap kepada Allah akan mendapatkan limpahan petunjuk, rahmat, dan penjagaan dari berbagai keburukan. Ada empat sumber penyakit hati yang menja-di ujian terbesar manusia, dan menjadi sorotan utama para ahli tasawuf. Empat sumber penyakit hati adalah dunia, kehidupan danmaterinya, makhluk, syaithan, dan syahwat nafs. Tujuan dari penu-lisan ini adalah menyajikan pembahasan tentang makna qalbu, penyakitnya, dan terapinya dalamilmu tasawuf. Sehingga diharap-kan setiap insan dapat mengenali kondisi hatinya. Kemudian tergerak untuk mencari tabib dan obat untuk penyembuhan qalbu-nya.Karena selain para Nabi dan yang menjadi pewaris sejatinya akan mudah terjangkit penyakit qalbu. Mudah-mudahan berawal dari qalbu-qalbu yang sehat(qalbunsalīm), akan tercipta peradab-anI slam yang dijanjikan oleh Nabi Saw diakhir zaman.
Bentuk-bentuk Ma’rifatullāh dalam Interpretasi Al-Hizb Al-Rābi’ Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v3i1.32

Abstract

Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi seorang Mursyid yang masyhur dengan wirid al-istighfār al-kabῑr, tahlῑl al-makhṣūṣ, ash-shalawat al-‘aẓimiyah, dan ahzābnya. Selain sebagai pembaharu ajaran tasawuf (at-tasawuf at-tajdῑdiy), dan ahli tafsir dengan corak tafsir ‘irfaniy yang terpadu dengan kaidah-kaidah ilmu tafsir. Syaikh Ahmad bin Idris termasuk tokoh tasawuf yang detil mendeskripsikan bentuk-bentuk pengenalan yang mendalam kepada Allah SWT, yang mencapai ma’rifat Dzat Ilahi, sebagaimana Mursyid kamil mukammil sebelumnya seperti Syaikh ‘Abdul Qadir dalam kitab Sirr al-asrār wa maẓharul anwār. Ia menjelaskan bahwa ruh qudsi manusia pada dimensi Lahut, dapat menyaksi kepada Tajalli (penampakan) Dzat Tuhan. Syaikh Abul Hasan as-Syadziliy dalam Risalah al-amin-nya, mendeskripsikan secara detil penyaksian nafs (diri) Tuhan baik dalam dimensi az- ẓāhir maupun al-Bāṭin, Demikian Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabiy, dan Shufi besar generasi awal seperti Syaikh Abu Yazid al-Busthami, Al-Hallāj dan lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis terhadap salah satu hizib Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk ma’rifatullah, dalam konsep ma’rifatullah Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi dalam al-Hizb al-Rabi’nya yaitu dzauq bagi tajalli sifat-sifat dan nama-nama Allah SWT, dan musyahadah bagi tajlli Dzat Allah SWT, pada dimensi kedekatan dan kesucian Allah SWT, yang tertinggi. Keunggulan konsep makrifat Zat Ilahi, Syaikh Ahmad bin Idris adalah dapat terjaganya syariat-syariat Islam meskipun dalam kondisi fana` totalitas dari kesadaran dan perasaan dirinya.
Tipologi Thariqah Sufiyyah di Indonesia Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2023): HIkamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58572/hkm.v3i2.37

Abstract

Thariqah sebagai madzhab shufiyah muncul sekitar 3H, dimana Junaid al-Baghdadi, diakui sebagai pencetus thariqah dalam shufiyah. Hal ini karena banyak murid Syaikh al-Junaid yang menjadi masyaikh shufiyah selanjutnya, seperti Abu ‘Abdillah al-Kattani, Abu Muhammad al-Jariri, Abu Ya’qub an-Nahrajuri, Abu ‘Abdullah al-Makki, dan lainnya. Adanya silsilah dalam Tarekat, merupakan salah satu syarat utama keabsahan suatu thariqah. Masuknya tarekat ke Indonesia diyakini berbarengan dengan masuknya Islam di Nusantara, dan berkembang sekitar abad ke 15M, seperti yang dibawa oleh Hamzah Fansur yang bertarekat Qadiriyah, Bahkan konon sebelum adab ke 13 para penasihat kerajaan Aceh dari ulama shufi. kemudian masuk tarekat Syathariyah, Naqsyabandiyah, Khalwatiyah, Samaniyah dan ‘Alawiyah. Kemudian masuk Tarekat Tijaniyah dan Sanusiyah Idrisiyyah ke Jawa Barat pada abad ke19 M, oleh Syaikh Akbar Abdul Fattah. Seiring perkembangan dan penyebaran Tarekat di Indonesia, terjadi keragaman corak atau tipologi tarekat, diantaranya tarekat normal, tarekat ruhaniyah, tarekat ‘Alawiyah, tarekat ta’lim wa ta’allum, dan tarekat neo shufisme. Metode penilitian yang digunakan berdasarkan kepada teori teori Mark J.R Sedgwick, dan merujuk kepada kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa adanya 5 tipologi tarekat di Indonesia dari segi silsilah dan ajaran.
Implementasi Nilai Sufistik Dalam Manajemen SDM di Tareqat Idrisiyyah Tasikmalaya Alya Faujiyah; Rizal Fauzi; Adang Nurdin
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v7i1.3891

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai sufistik dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di Tarekat Idrisiyyah, sebuah komunitas keagamaan di Indonesia. Dalam menghadapi tantangan modern seperti produktivitas dan integritas, organisasi perlu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam praktik manajerial. Permasalahan yang dihadapi mencakup kurangnya kedisiplinan anggota, ketidakseimbangan antara nilai spiritual dan profesionalisme, serta terbatasnya efektivitas pembinaan dan penyelesaian konflik internal. Pendekatan ini menciptakan individu yang tidak hanya kompeten secara fungsional, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan etika kerja yang tinggi. Implementasi nilai-nilai sufistik memperkuat hubungan antaranggota, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep manajemen SDM yang berlandaskan spiritualitas Islam. Diharapkan lembaga tarekat dapat terus mengembangkan program pelatihan yang menekankan nilai-nilai ini dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan pertumbuhan individu secara profesional dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sufistik mampu membentuk karakter anggota yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan etika kerja yang tinggi. Implementasi nilai-nilai ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, memperkuat loyalitas, serta mendorong peningkatan kinerja individu dan organisasi.Penelitian ini juga menjadi referensi untuk studi lebih lanjut mengenai hubungan antara spiritualitas dan efektivitas organisasi.
Sosialisasi Dan Workshop Teknologi Kecerdasan Buatan Agung Setiawan; Hadi Zakaria; Syahril; Yoga Zahrudin; Ali Mahpudin; Ageng Putra Mulya; Alan Febriansyah; Rizal Fauzi; Dalfin Susanto; Imam Wahidin
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin berperan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan, bisnis, dan teknologi informasi. ChatGPT, sebagai salah satu produk AI generatif berbasis bahasa alami, telah membuka peluang baru dalam interaksi manusia-komputer. Kegiatan sosialisasi dan workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep AI melalui penggunaan ChatGPT secara langsung kepada siswa dan mahasiswa. Metode pelaksanaan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, serta praktik penggunaan ChatGPT dalam berbagai konteks (penulisan, pemrograman, pembelajaran, dll). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami potensi dan batasan AI generatif, serta mampu menggunakan ChatGPT secara bijak dan produktif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun literasi AI di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Co-Authors ., Desmira Abd. Rasyid Syamsuri Abdus Salam, Abdus Adang Nurdin Ade Purnama Ageng Putra Mulya AGUNG SETIAWAN Ahsanah, Dhania Rizki Aisyah, Faizah Nesya Ali Nur Akhmad Nugraha Alan Febriansyah Ali Mahpudin Alrasyid, Farid Datu Alya Faujiyah Amanda, Sarah Sofy Anggraeni, Latif Fatul Avista, Agriva Devaly Basuki, Adriyanto Rochmad Dalfin Susanto Darojatun Ajikusumah David Rizky L. Dede Handayani Desmira Desmira Dilla, Triani Utami Dina Sonia Dinda Zahra Salsabila Dwinta, Eliza Edi Fitriana Afriza, Edi Fitriana Effendie, Elvy emelda, emelda Estiningsih, Daru Faisaroh, Dewi Nistinali Fathin, Nabila Salwa Fatimatasari, Fatimatasari Fatmawati, Annisa Fauzan Ishlakhuddin Fery Agusman Haq, Muhammad Dhiya'ul Hugo A.J. Tarigan Husnul Khatimah Ika Pratiwi Ilham, Kasmal Imam Wahidin Indrayana, Sofyan Irawan Ardiansyah Irma Murti Kusuma Anggara Ismail, Deni Ismail, Nuralamsyah Khasanah, Nabila Nur Kurnia, Winda Kusnandi, Dang Kusumawardani, Nurul Laia, Risman Lambali, Suryadi Lestari, Masbani Ajeng Lestari, Yessi Lubis, Abdul Rahman Luqman Al Hakim Ma'arif, Minhatul Maharani, Dinda Ayu Maulida, Milati Nurul Mellyana, Vena Meta Riany Minhatul Ma’arif Muh. Mustakim, Muh. Muhammad Abdurrahman Munir Muhammad Fakhrurrozi Muhammad Hidayat Djabbari Muhammad Ikbal MUHAMMAD RIZAL Muhardila Fauziah Mulyani, Esti Munarsih, Dena Mursyid, M. Riefky Azizandi Nabila , Lathifa Nastiti, Hasna Widya Nawawi, Bismi Ratu Fortuna Nisa, Destriya Alfiara Nisa, Rois Satun Nurinda, Eva Nurman Fauzan H. Octaviani, Ani Oktafiani, Defisa Nur Pili, Salim Bella Pratama, Aditya Mandala Pratama, Haka R Purnomo, Sopyan Joko Puspitasari Puspitasari Putri, Adelia Kholila Putri, Imram Radne Rimba Rafli ratih ratih Rijal, Muhammad Rikas Driwari Rosyada, Nadhifa Rusiyono, Ruwet Sandi Satria Augustian Saroya, Nadia Tus Setyaningrum, Yuliani Seyawati, Dheka Ristana Silvianita, Novi Solikah, Wahyu Yuliana Sonhaji Sonhaji Sri Hardianti Sartika Suat, Winda Dheananda Sucianingsih, Depita Sugiarti Sugiarti Sugiharti, Rafika Nur Sukma Ananda , RA Dewinta Sulistio Syahril Tamrin, Saddam Husain tri wahyuni Trianingsih, Febby Vitara, Debby Wanma, Paulina Paniai Anyke Wardani, Astin Eka Wibowo, Febrian Wahyu Wicaksana, Ragil Satria Widyaningrum, Yulia Mita Yanhari, Apriza Dwi Yaqutina Marjani Santosa Yoga Zahrudin Yuliana, Dewi Arnani Zahro, Siti Zakaria, Hadi