Articles
Analisis Vitamin C dan Seng pada Kue Daun Kelor sebagai Pangan Fungsional untuk Imunitas
Fitri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1031
Cookies merupakan cemilan yang akrab di segala usia. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan pangan lokal tinggi zat gizi, mudah didapatkan dan sangat berlimpah. Daun kelor umumnya diolah sebagai sayur. Perlu menunjukkan kepada masyarakat bahwa daun kelor bisa juga diolah sebagai cookies yang tinggi zat gizi dan bisa menjadi alternatif pangan fungsional. Pemanfaatan cookies daun kelor sebagai pangan tinggi zat gizi merupakan salah satu alternatif pangan fungsional yang bisa memperbaiki imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C dan Seng dari cookies daun kelor sebagai cemilan tinggi gizi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan formula cookies kelor 9%. Kandungan gizi dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula cookies berwarna hijau tua, masih ada sedikit aroma khas kelor. Kandungan vitamin C dan seng berturut-turut diperoleh 89,28 mg/100 gram dan 1,99 mg/100 gram cookies kelor.
NILAI FILOSOFI DARI ARSITEKTUR RUMAH ADAT LONTIOK KHAS BUDAYA MELAYU DI DESA PULAU BELIMBING KUOK KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Arya Maheswara;
Fitri Wahyuni;
Melisa Anggraini Nusainu;
Muhammad Zikra Rasyidi;
Nabilla Nathania;
Naila Hilmi Aidina;
Sandy Aulia Lubis;
Elmustian, Elmustian
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.6734/argopuro.v4i3.7432
Setiap manusia menjadi penopang sekaligus pendukung suatu kebudayaan, sehingga antara manusia dengan kebudayaan tercipta hubungan yang sulit untuk dipisahkan. Meskipun seorang manusia mati, kebudayaan akan tetap terwariskan kepada generasi penerusnya. Melayu Riau memiliki keberagaman warisan budaya hingga kini. Rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, kabupaten Kampar menjadi bagian dari warisan kekayaan budaya Melayu Riau. Rumah adat Lontiok menjadi salah satu bukti kekayaan kebudayaan budaya Melayu Riau dalam bentuk fisik dengan beragam nilai filosofis yang terkandung dalamnya. Rumah adat Lontiok mengandung kekayaan nilai filosofi yang ada dalam budaya Melayu Riau. Hasil artikel dilatarbelakangi dengan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk member ikan penjelasan dan pemahaman mengenai nilai filosofi yang terkandung dalam arsitektur rumah adat Lontiok di desa Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.
The Perceptions and Tendencies of Judges Religious Court In Using the Kitab Kuning (Books of Fiqh) in Indonesia
Irawan, Aris;
Fitri Wahyuni;
Reza Hanifa;
Asneliwarni;
Suryani, Rias Wita
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2030
This research investigates the judges’ perception and tendency to refer to the Books of Fiqh (Kitab Kuning). This research focuses on sharia economic dispute settlement in Indonesian religious courts. The research method used combines normative legal and empirical socio-legal research. The results found that the perception and tendency of judges towards several sources of legal rules in assessing, weighing, and deciding a sharia economic case in the Indonesian Religious Courts, did not always rely on one KHES as a material source. In Indonesian law, judges cannot use only one source in resolving sharia economic disputes, such as the Book of Fiqh (Kitab Kuning) only. However, it is an equally important combination, and it can be seen from several decisions of the Religious Courts in Indonesia.
The Perceptions and Tendencies of Judges Religious Court In Using the Kitab Kuning (Books of Fiqh) in Indonesia
Irawan, Aris;
Fitri Wahyuni;
Reza Hanifa;
Asneliwarni;
Suryani, Rias Wita
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2030
This research investigates the judges’ perception and tendency to refer to the Books of Fiqh (Kitab Kuning). This research focuses on sharia economic dispute settlement in Indonesian religious courts. The research method used combines normative legal and empirical socio-legal research. The results found that the perception and tendency of judges towards several sources of legal rules in assessing, weighing, and deciding a sharia economic case in the Indonesian Religious Courts, did not always rely on one KHES as a material source. In Indonesian law, judges cannot use only one source in resolving sharia economic disputes, such as the Book of Fiqh (Kitab Kuning) only. However, it is an equally important combination, and it can be seen from several decisions of the Religious Courts in Indonesia.
Inovasi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Era Society 5.0
Burhani, Iqbal Khoirul;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5666
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui inovasi layanan BK era society 5.0; 2) mengetahui inovasi pelaksanaan layanan BK yang digunakan pada rentang tahun 2019-2023; 3) Untuk mengetahui kompetensi seorang konselor dalam melaksanakan layanan BK inovatif di era society 5.0. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Artikel jurnal yang ditelaah didapatkan dari https://scholar.google.com/ dan http://garuda.ristekdikti.go.id/. Dari 60 jurnal penelitian ini mendapati 24 artikel yang relevan dengan inovasi layanan BK di era society 5.0. 24 jurnal tersebut menghasilkan 3 kategori yakni; 1) Sarana; 2) Media; dan 3) kompetensi konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelaksanaan layanan BK di era society 5.0 yang sering digunakan pada tahun 2019-2023 adalah Inovasi Pelaksanaan Layanan BK berbasis cybercounseling dengan media ang digunakan adalah aplikasi redayaku, aplikasi riliv, Model Treffinger Dengan Flipped-Classroom, Artificial Intelligence, dan podcast. Kesimpulan penelitian ini adalah inovasi pelaksanaan layanan BK era society 5.0 adalah dengan menerapkan cybercounseling. Kata kunci: inovasi, pelaksanaan layanan BK, era society 5.0
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi
Faza Kasyiva Az-Zahra;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717
Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi. Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global
Putri Abadi, Dinda;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722
Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
ANALISIS EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI UPT SDN 007 BANGKINANG, KAMPAR, RIAU
Rizki Ananda;
Detri , Detri Sunelti;
Okti Valensi;
Fitri Wahyuni;
Sherly Azkiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.27525
ABSTRACT Learning evaluation plays an important role in assessing the success of the teaching and learning process as well as encouraging the improvement of student achievements. With the presence of evaluations, schools can determine the extent of achievements that have been made as well as the shortcomings that still exist in the learning activities. This research aims to analyze the evaluation of the learning process and outcomes of students at UPT SD Negeri 007 Bangkinang, specifically fourth-grade students. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and document review. The results of the research in the fourth-grade class at UPT SDN 007 Bangkinang show that the learning evaluation has been conducted thoroughly and focuses on improving all student competencies. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran berperan penting dalam menilai keberhasilan proses belajar mengajar serta mendorong peningkatan prestasi siswa. Dengan adanya evaluasi, sekolah dapat mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah diraih maupun kekurangan yang masih ada dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis evaluasi proses dan hasil belajar siswa di UPT SD Negeri 007 Bangkinang, khususnya siswa kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan meninjau dokumen. Hasil penelitian di kelas IV UPT SDN 007 Bangkinang menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran telah dilakukan secara menyeluruh dan berfokus pada meningkatkan semua kompetensi siswa.
Asesmen pada Soal Close-Ended, Open-Middle, dan Open-Ended dalam Pembelajaran Matematika
M. Sadly Yusuf;
Husnul Khatimah;
Fitri Wahyuni;
A. Dian Anita Sari;
Adhe Qurnia Amir;
Mytra, Prima
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai Vol 4 (2025): Volume 4 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/sentikjar.v4i0.4112
Penilaian pembelajaran matematika membutuhkan pendekatan yang tepat agar mampu menggambarkan kemampuan siswa secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi asesmen berdasarkan jenis soal close-ended, open-middle, dan open-ended dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap jenis soal memiliki karakteristik asesmen yang berbeda. Soal close-ended umumnya dinilai dengan jawaban benar atau salah secara objektif, soal open-middle dinilai berdasarkan proses penyelesaian dan strategi yang digunakan, sedangkan soal open-ended memerlukan rubrik penilaian untuk menilai berbagai kemungkinan jawaban dan penalaran siswa. Ketiga jenis soal ini, bisa didesain dan diakses secara tepat, dapat saling melengkapi dalam mengukur kemampuan matematis siswa secara komprehensif. Temuan ini memberikan referensi praktis bagi guru dalam merancang asesmen yang lebih bermakna dan sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika.
Pengaruh Gelling Agent terhadap Sifat Fisik Gel Ekstrak Daun Ruku - Ruku (Ocimum tenuiflorum L.)
Ningsih, Wida;
Sherli Ramadhani;
Fitri Wahyuni;
Afdhil Arel
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1613
Gel is one of the preparations used topically which is a semi-solid preparation consisting of a suspension of small inorganic particles and large organic particles penetrated by liquid. Gel formation requires additional materials called gelling agents. There are three types of gelling agents, derived from natural polymers, synthetic polymers and semisynthetic polymers. The gelling agent material is a natural polymer such as sodium alginate; semisynthetic polymers are sodium carboxymethylcellulose and synthetic polymers are carbomer 940. Purpose: This study aims to see the quality of ruku-ruku leaf extract with variations of gelling agents. The types of natural polymers used are Method: making ruku-ruku leaf extract by maceration method with 70% ethanol solvent and formulated into a gel preparation. The gel of ruku-ruku leaf extract was evaluated for its physical quality, cycling test and conducting antibacterial activity testing by agar diffusion in wells. Results: The quality of the physical properties of the gel produced from the three polymers of different origins showed a stable gel and met the requirements for the quality of the gel preparation. Conclusion: The type of gelling agent does not affect the quality of the gel preparation.