p-Index From 2021 - 2026
6.536
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra KEMBARA Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Diglosia JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) EDUVELOP (Journal of English Education and Development) Loquen: English Studies Journal Kandai Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Pena Literasi JE (Journal of Empowerment) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Sirok Bastra PROJECT (Professional Journal of English Education) Syntax Idea English Focus: Journal of English Language Education Getsempena English Education Journal Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Didaktika: Jurnal Kependidikan Journal La Edusci Tanwir Arabiyyah: Arabic as Foreign Language Journal Journal International of Lingua and Technology Media Bina Ilmiah The Journal of Nursing and Midwifery Sciences Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Edukasi dan Penelitian Matematika PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Studia Islamika Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA NOVEL BALADA SI ROY KARYA GOL A GONG Nugraha Sinaga; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Kandai Vol 14, No 1 (2018): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.062 KB) | DOI: 10.26499/jk.v14i1.644

Abstract

Setiap manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan dan keinginan untuk berkembang yang pencapaian tertingginya adalah aktualisasi diri. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri aktualisasi diri yang tampak pada tokoh utama novel Balada Si Roy karya Gol A Gong. Sumber data berupa kutipan teks novel Balada Si Roy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Teori yang digunakan adalah psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama merupakan pribadi yang teraktualisasi. Hal ini diperkuat oleh temuan data dalam novel berupa empat belas ciri aktualisasi diri yang dikemukakan Abraham Maslow. Penyebab terbentuknya pribadi yang teraktualisasi tersebut, tidak terlepas dari kebulatan tekad tokoh utama untuk memenuhi hasrat terpendamnya, yakni menulis dan traveling. Kedua hal tersebut dijalani tokoh utama dengan keyakinan walaupun harus meninggalkan dua wanita yang dikasihinya di Indonesia: Ibu dan Suci. 
Representasi Ketidakadilan pada Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul Fetti Astrini Rishanjani; Zainal Rafli; Zuriyati Zuriyati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.988 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai representasi ketidakadilan yang terdapat di dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan puisi yang dianalisis mempresentasikan adanya tindak ketidakadilan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Representasi ketidakadilan kreatif ditemukan pada puisi berjudul “Peringatan” yang mengungkapkan tentang ketidakbebasan rakyat dalam menyuarakan kritik untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara; (2) Implikasi representasi ketidakadilan pada puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai bahan pembelajaran sastra.
KEPRIBADIAN DIRI NYATA DAN DIRI IDEAL TOKOH UTAMA PADA NOVEL GORNATHOH KARYA RADWA ASHOUR (Kajian Psikologi Sastra) Muhammad Iqbal; Endry Boeriswati; Zuriyati Zuriyati
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2017): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 16 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.633 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.162.03

Abstract

Novel Gornathoh karya Radwa Ashour memaparkan tentang konflik antar penguasa yang menjajah negeri Granada dan otoritas Castile memerintahkan untuk memeluk agama Katolik dan meninggalkan bahasa Arab yang digantikan menggunakan bahasa Castile, yang diulas menggunakan kajian psikologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah representasi tingkah laku kepribadian diri nyata dan diri ideal. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan content analysis. Uji validasi data menggunakan triangulasi data, teori, dan metode. Hasil penelitian ini tokoh Salemah ditemukan kepribadian diri nyata sebanyak 3 temuan, kepribadian diri ideal sebanyak 9 temuan. Kepribadian yang mendominasi tokoh Salemah adalah diri ideal. Tokoh Hasan ditemukan kepribadian diri nyata sebanyak 8 temuan, kepribadian diri ideal sebanyak 7 temuan. Kepribadian tokoh Hasan adalah kepribadian yang seimbang antara diri nyata dengan diri ideal. Tokoh Saad ditemukan kepribadian diri nyata sebanyak 16 temuan, kepribadian diri ideal sebanyak 6 temuan. Kepribadian tokoh Saad adalah kepribadian diri nyata. Tokoh Naem ditemukan kepribadian diri nyata sebanyak 8 temuan, kepribadian diri ideal sebanyak 13 temuan. Kepribadian tokoh Naem adalah kepribadian yang mendominasi diri ideal. Keyword : Novel, Kepribadian diri nyata dan diri ideal
SOCIALISM IDEOLOGY IN NOVEL O BY EKA KURNIAWAN (Genetics Structuralism Study) Martini Martini; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 2 (2018): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 17 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.403 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.172.06

Abstract

AbstractThis research points to gain the comprehensive of socialism ideology in novel O by Eka Kurniawan investigated by genetical structuralism. A novel is an interesting literary work contains kinds of topics inside, but there is stil a line or certain contents on it. A social genre novel brings social stories in this research. This research inspects how socialism ideology described in this novel by genetics structuralism. The focus goaled to find out how does socialism ideology describe the existence of humanism fact in novel O based on genetics structuralism. Analytic method used in this research, it observes attentively technic and notes after the writer read and studied the novel many times to gain a better comprehensive. Research result shows that there is socialism ideology based on humanity fact described in novel O written by Eka Kurniawan has seen on a police character that is social classes cover ; lower social class taken by a monkey, a description of lower society beside police as a middle class.Keywords: Socialism Ideology, Novel O, Genetics Structuralism
INJUSTICE REPRESENTATION IN THE POETRY ANTHOLOGY NYANYIAN AKAR RUMPUT BY WIJI THUKUL (An Analysis Study of Critical Literacy) Fetti Astrini Rishanjani; Zainal Rafli; Zuriyati Zuriyati
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2019): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 18 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.438 KB) | DOI: 10.21009/BAHTERA.181.02

Abstract

ABSTRACT The aim of this research is to do an in-depth study of the representation of injustice cointaned in the anthology of poetry Nyanyian Akar Rumput written by Wiji Thukul and its implication in learning Indonesian language. This research is a qualitative research using descriptive analysis method. The research concludes that the analyzed poems represent acts of injustice, such as commutative and recreative injustice. The results of this research showed: (1) Representation of commutative injustice was found in the poem entitled “Tanah” that revealed the people’s demand of justice caused by land expropriation;(2) Representation of recreative injustice was found in the poem entitled “Batas Panggung” that revealed the opposition caused by the lack of freedom in voicing their aspirations;(3) The implication of this research can be used by teachers and students as learning materials for literary study. Keywords: representation of injustice, poetry, critical literacy
CITRA PEREMPUAN ASMAT DALAM ROMAN NAMAKU TEWERAUT KARYA ANI SEKARNINGSIH: KAJIAN SASTRA FEMINIS Rahmi Yulia Ningsih; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 20 No 2 (2021): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 20 Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.202.06

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana citra perempuan suku Asmat dalam Roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sastra feminis, sehingga jenis data yang diambil pun bersifat kualitatif yaitu berupa ujaran, pernyataan, dan dialog yang mendeskripsikan citra perempuan dalam Roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Prosedur penelitian meliputi mengumpulkan, mereduksi, menyajikan, menafsirkan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Bentuk ketidakadilan gender yang muncul dalam cerita adalah marginalisasi kaum perempuan akibat kungkungan adat dan budaya, stereotip, dan subordinasi terhadap kaum perempuan; (2) citra perempuan suku Asmat dalam Novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih digambarkan sebagai perempuan yang dijadikan objek seksual dan alat pemuas bagi laki-laki; perempuan penggoda; perempuan tertinggal; perempuan sebagai warga kelas dua; perempuan tidak bebas memeroleh pendidikan; perempuan penurut dan mudah ditakhlukkan; perempuan pengurus domestik semata; dan perempuan tersubordinasi. Pengungkapan citra perempuan suku Asmat dalam roman Namaku Teweraut akan memberikan informasi dan pencerahan bagi pembaca untuk lebih memperhatikan saudara kita di suku Asmat – Papua sana yang jauh dari peradaban, sehingga muncul ide dan gagasan untuk menyejahterakan mereka. Kata kunci: Sastra Feminis, Citra perempuan Asmat, Namaku Teweraut
Ekosistem dalam Puisi Membaca Tanda-Tanda Karya Taufiq Ismail Sebuah Kajian Etis Ekokritik Arianty Visiaty; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.402

Abstract

Abstrak - Kerusakan lingkungan merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena keseimbangan ekosistem terganggu. Salah satu media untuk menyampaikan isu dan pesan terhadap lingkungan adalah karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sastra dari kajian etis ekokritis terhadap puisi karya Taufiq Ismail berjudul “Membaca Tanda-tanda”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga sikap terhadap alam dalam puisi “Membaca Tanda-tanda”, yaitu, sikap solidaritas terhadap alam, sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, serta sikap tidak mengganggu kehidupan alam. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, melalui kajian etis ekokritik puisi “Membaca Tanda-tanda” karya Taufiq Ismail ini dapat terlihat gambaran kerusakan alam akibat rusaknya ekosistem karena ulah manusia dan sikap manusia yang ditimbul terhadap fenomena alam tersebut.Abstract – Environmental damage is an important issue for concern. Environmental damage can occur because the balance of the ecosystem is disturbed. One of the media to convey issues and messages to the environment is literature. This research examines literature from an ecocritical ethical study of a poem by Taufiq Ismail entitled "Membaca Tanda-tanda." The method used in this research is descriptive qualitative. This research shows that there are three attitudes towards nature in the poem "Membaca Tanda-tanda": (1) an attitude of solidarity towards the environment; (2) an attitude of love and concern for nature; and (3) an attitude of not interfering with natural life. The conclusion of this research is, through the ethical study of the ecocritical poetry of Taufiq Ismail's poem "Membaca Tanda-tanda", there is a picture of natural damage due to damage to ecosystems caused by human activities and attitudes arising against these natural phenomena.Keywords – Environment, ecosystem, ecocriticism, poem
Citra Perempuan Dan Heroisme Dalam Cerpen Mademoiselle Fifi Karya Guy De Maupassant Ratna Ratna; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.412

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dan nilai heroisme yang direfleksikan di dalam cerpen Mademoiselle Fifi karya Guy de Maupassant, seorang penulis realis Perancis dari abad XIX.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis dan sosiologi sastra. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan citra perempuan dan nilai heroisme dalam objek yang dikaji, dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan landasan teoretis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dicitrakan sebagai sosok yang pemberani, cerdas, dan agresif. Namun, di level sosial dan pendidikan, perempuan masih dianggap berada di bawah kuasa laki-laki. Nilai heroisme lewat tokoh Rachel dapat dilihat saat ia berani melawan Mademoiselle Fifi, saat ia setia membela kehormatan tentara Prancis, dan saat ia berani mengambil risiko untuk membunuh Mademoiselle Fifi.Abstract - This study aims to describe the image of women and heroism which are reflected in Mademoiselle Fifi short story written by Guy de Maupassant, a French writer in 19th century. The methodology used in this study is qualitative descriptive with feminist criticism theory and literary sociology approaches. The data of this study are the words, phrases, and sentences related to the image of women and heroism in the research object, examined through the literature review technic. The data will later be classified, interpreted, and analyzed using relevant theories. The result of the study shows that women are depicted as brave, clever, and aggressive. However, in the social and educational level, women are still thought of under men’s control. Heroism values in Rachel can be seen at the moment when she is brave to fight against Mademoiselle Fifi, when she defends the honor of French soldiers and when she is brave enough to take a risk in murdering Mademoiselle Fifi.Keywords - The image of women, Heroism, Guy de Maupassant, Mademoiselle Fifi.  
Konstruk Religi dalam Sudut Pandang Mustafa Bisri di Era 4.0 Sesuai Pendekatan Semiotika Budaya Mclean HY; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.407

Abstract

Abstrak - Konstruk Religi dalam Sudut Pandang Mustafa Bisri di era 4.0 Pendekatan Semiotik Budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah membongkar makna religi dalam puisi “Selamat Tahun Baru, Kawan” terutama di era 4.0 menggunakan semiotic budaya. Metode yang digunakan adalah analisis descriptive menggunaka pisau semiotic budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa puisi Gus Mus fokus membahas urusan keyakinan yang menjadi identitas pada bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan era sekarang, mengabaikan esensi dan cenderung lebih menunjukkan citra saja dengan memamerkan kegiatan beribadah disosial media agar mendapat pengakuan di kalangan sosial. Selain itu, unsur sosial-budaya yang muncul adalah sentimen sebagai parameter stabilitas sosial dan tujuan yang menjadi arah pergerakan masyarakat. Tidak ketinggalan adalah kekuasaan yang menentukan dan dominasi pada masyarakat, serta ketegangan juga bermain dengan penuturan yang paradoks. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, puisi Gus Mus mengkritik fenomena- fenomena aktivitas sosial-budaya masyarakat Indonesia di era 4.0.Abstract - Religious Constructions in the Viewpoint of Mustafa Bisri in the 4.0 era through a semiotic cultural approach. This study aims to dismantle the religious meaning in the poem “Selamat Tahun Baru, Kawan” especially in the 4.0 era using semiotic culture. The method used is a descriptive analysis using a cultural semiotic approach. The results showed that Gus Mus's poetry focused on discussing the beliefs that became the identity of the Indonesian people that were questioned by the current era, opposing the essence, and enhancing the image of images only by exhibiting worship activities on social media to get social recognition. Also, not socio-cultural issues that emerge are sentiments as social parameters and goals that are the direction of the community movement. Besides, the power that determines and domination in society, also settlement plays with a paradoxical narrative. It could be concluded. Gus Mus's poetry criticizes the phenomena of the socio-cultural activities of Indonesian people in the 4.0 era.Keywords - Gus Mus Poetry, Religious Constructions, Semiotic Culture, 4.0 era
Ideologi Perlawanan dalam Puisi Acep Zamzam Noor: Kritik Poskolonial - Marxis Deni Sapta Nugraha; Zuriyati Zuriyati; Siti Gomo Attas
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10074

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap ideologi perlawanan dalam puisi “Penyataan Cinta” karya Asep Zamzam Noor yang ditulis pada tahun 1998. Puisi ini menyiratkan respon yang begitu khas bernuansa protes, kritik, dan menunjukan aspek perlawanan yang dibungkus dengan satu frasa “pernyataan cinta”. Pengungkapan ideologi perlawanan dalam puisi tersebut dianalisis dengan pendekatan kritik sastra marxis dan poskolonial dengan metode baca-catat. Pembacaan dilakukan berulang-ulang untuk menemukan maksud dan gagasan ideologi perlawanan. Dari sudut pandang marxis, puisi tersebut menyiratkan hubungan realistik antara struktur teks dengan struktur konteks. Penyair juga terlibat dalam proses sejarah yang tidak hanya melibatkan individu namun juga secara sosial.  Pada larik-larik puisi Penyataan Cinta terpotret nuansa poskolonial yang memunculkan keberpihakan terhadap kaum marjinal. Marjinalitas akhirnya menjadi realitas dan cinta menjadi ideologi perlawanan yang ironis, pedih, dan menyedihkan.
Co-Authors Abdul Hamid Aly Abdul Haris Faisal Aceng Rahmat Aceng Rahmat Aceng Rahmat, Aceng Ade Rufaida Awalia Adijaya, Nuryansyah Afrodita, Meli Agung Setiyadi Agus Hariyana Ahmad Marzuq Ahmad Zaki Munibi Aji Septiaji Aminah, Mimin Andi Irma Sarjani Anita Dewi Ekawati, Anita Dewi Arianty Visiaty Arif Hidayat Arliwan, Disa Arya Yoga Swara Sumantri Aulia Maharani Ayu Bandu Retnomurti, Ayu Bandu Chintya Bayu Lestari Daniel Happy Putra David Darwin Deni Sapta Nugraha Dinihari, Yulian Dwi Septiani Endry Boeriswati Erna Erpiana Eva Leiliyanti, Eva Fadli, Mohammad Fathiaty Murtadho Fatmawati Fatmawati Faznur, Lutfi Syauki Fetti Astrini Rishanjani Hafizah Hafizah I Nyoman Sujana Ida Rosmalina, Ida Ifan Iskandar Ilza Mayuni Ira Anisa Purawinangun Jakobis Tallo Adu Karnawati, Rita Agustina Kheryadi La Ode Muhammad Idrus Hamid B Lina Anisah Lustyatie, Ninuk M. Nur Hakim M. Yanuardi Zain Manurung , Sondang Martini Martini Maulida, Ida Maulizan ZA Mclean HY Miftahulkhairah Miftahulkhairah Anwar Muchlas Suseno Muhamad Sofian Hadi Muhammad Ajmal Muhammad Iqbal Muhammad Jalalludin Muhammad Kamal Muhammad Natsir Amir Nia Kurniawati Nia Kurniawati Ninuk Lustiyantie Ninuk Lustyantie Nugraha Sinaga Nuruddin Nuruddin Nuruddin, Nuruddin Paramita Ida Safitri Prasetya, Eska Perdana Pratama Putra, Octa Prayogo Hadi Sulistio Pribadi, Rendy Purwanto, Anim Rahmat Basuki Rahmi Yulia Ningsih Ramdhoni, Ramdhoni Rasyid, Yumma Ratna Ratna Rendy Pribadi Retno Putri Utami Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah Rina Husnaini Febriyanti Rizky Wardhani Saifur Rahman Saifur Rohman Saifur Rohman Saifur Rohman Saifur Rohman Saifurrohman Saifurrohman Samsi Setiadi Simanjuntak, Marudut Bernadtua Sinaga, Elverinawati Siti Gomo Attas Sitti Gomo Attas Sutrisno, Sutrisno Tuti Apriani Visiaty, Arianty Yani Awalia Indah Yasir Riady Yumna Rasyid, Yumna Zainal Rafli, Zainal Zulfida, Sri