Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Fraksi Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) hasan, hamsidar; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Makkulawu, Andi; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Aziz, Rezky Nur
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.25

Abstract

Rumput Knop merupakan salah satu tumbuhan yang sering digunakan masyarakat dalam pengobatan. Metabolit sekunder yang terdapat dalam daun Rumput Knop diantaranya yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam daun Rumput Knop dan mengetahui efek toksisitas (LC50) fraksi daun Rumput Knop menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode ekstraksi daun Rumput Knop dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil ekstraksi pada fraksi n-hekasan sebesar 31,43 g dengan rendemen 10,47%, fraksi etil asetat sebesar 33,01 g dengan rendemen 11,42% dan fraksi metanol sebesar 35,04 g dengan rendemen 12,60%. Penentuan toksisitas (LC50) berdasarkan kematian larva setelah 24 jam yang di analisis dengan nilai probit. Hasil dari analisis probit menunjukan nilai LC50 dari fraksi daun Rumput Knop masing-masing adalah 1484,711 mg/mL, 1263,986 mg/mL dan 1604,198 mg/mL. Hasil menunjukan fraksi daun Rumput Knop bersifat tidak toksik dengan nilai LC50>1000 mg/mL.
Ketepatan Penggunaan Obat Dispepsia Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 Putri Nusu, Dwi Eka; Teti Sutriyati Tuloli; Endah Nurrohwinta Djuwarno
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.578

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang banyak dijumpai dan sering memerlukan perawatan rawat inap. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 74 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi ketepatan penggunaan obat dilakukan berdasarkan parameter jenis obat, golongan obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dispepsia rawat inap didominasi oleh perempuan (75,67%) dan kelompok usia 18–25 tahun (52,70%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah sitoprotektif (sukralfat) dan proton pump inhibitor (PPI). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat dispepsia pada pasien rawat inap sudah tepat dan rasional, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Pelatihan pembuatan Jamu racikan Obat Batuk Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Piloliyanga Kabupaten Boalemo Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Anggai, Rifka Anggraini; Latif, Multiani S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36578

Abstract

Penggunaan Coleus scutellarioides dalam meredakan batuk merupakan praktik tradisional yang didasarkan pada potensi efek ekspektoran atau antitusif dari senyawa- senyawa tertentu yang terkandung di dalamnya. Batuk seringkali merupakan respons tubuh terhadap iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan, dan senyawa yang mampu mengurangi peradangan atau mengencerkan dahak dapat membantu meredakan gejala ini. Secara tradisional, olahan daun, seperti rebusan, diyakini dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, memfasilitasi pengeluaran dahak, dan mengurangi frekuensi batuk. Kombinasi dengan bunga belimbing wuluh akan lebih meningkat efektifitas mukolitik dari ramuan tersebut. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan racikan obat batuk dari tanaman local yang terdiri dari daun miana dan bunga belimbing wuluh. Dosis penggunaan bahan didasarkan pada penelitian ramuan sebelumnya yang mempunyai efek maksimal pada konsentrasi 15 % untuk bunga belimbing wuluh dan 30 persen untuk daun miana. Metode pengabdiannya Adalah sosialisasi tentang tanaman local yang berpotensi mengobati batuk, kemudian mempratekkan secara langsung cara meracik ramuan tersebut. Pembagian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari Masyarakat setempat.Untuk aspek penilaian pengetahuan tentang tanaman local persentase peningkatannya sebesar 32 %, Pemahaman senyawa berkhasiat sebesar 27%, Pengetahuan Teknik peracikan sebesar 34% dan sanitasi serta keamanan pengolahan sebesar 26%. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti pada saat evaluasi, hamper semua Masyarakat tahu tentang topik pengabdian dan cara pengolahan ramuan antibatuk.
Efektivitas Metabolit Sekunder Jamur Endofit Tanaman Lamun (Thalassia hemprichii) Terhadap Biofilm Bakteri Yang Diisolasi Dari Nasogastric Tube: The Effectiveness of Secondary Metabolites of Endophytic Fungi of Seagrass Plants (Thalassia hemprichii) Against Bacterial Biofilms Isolated from Nasogastric Tubes Fadlun Ladiku; Mahdalena Sy. Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Ariani H Hutuba; Wiwit Zuriati Uno
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9748

Abstract

Biofilm merupakan komunitas mikroorganisme yang melekat kuat pada permukaan dan dilindungi oleh matriks ekstraseluler (EPS), yang menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik dan desinfektan. Pembentukan biofilm pada alat medis seperti Nasogastric Tube (NGT) menjadi salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm metabolit sekunder jamur endofit lamun Thalassia hemprichii terhadap bakteri pembentuk biofilm yang diisolasi dari NGT. Metode yang digunakan meliputi uji pencegahan perlekatan biofilm, penghambatan pertumbuhan biofilm, dan penghancuran (degradasi) biofilm, dengan media BHIB dan BHIB + 1% sukrosa menggunakan metode tabung yang diwarnai dengan kristal violet 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder jamur endofit T. hemprichii mampu menurunkan ketebalan biofilm secara signifikan, ditunjukkan oleh meningkatnya nilai Mean Gray Value (MGV) pada ketiga uji aktivitas antibiofilm. Nilai MGV tertinggi diperoleh pada media BHIB + 1% sukrosa dengan isolat bakteri pasien A, yaitu 154,05 ± 4,20 pada uji pencegahan perlekatan, 145,14 ± 2,58 pada uji penghambatan pertumbuhan, dan 156,84 ± 9,05 pada uji penghancuran biofilm. Aktivitas antibiofilm ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid yang bekerja melalui mekanisme penghambatan sistem quorum sensing, penekanan produksi EPS, serta gangguan adhesi dan integritas sel bakteri. Dengan demikian, metabolit sekunder jamur endofit Thalassia hemprichii berpotensi dikembangkan sebagai agen antibiofilm alami untuk mencegah pembentukan biofilm pada alat medis seperti NGT dan mengurangi risiko infeksi nosokomial.
Isolasi & Karakterisasi Bakteri Biofilm Yang Di Isolasi dari Kateter Pasien Urologi RS TOTO Kabila Ibrahim, Deshika Nur Azizah; Pakaya, Mahdalena Sy; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Abdulkadir, Widy Susanty; Papeo, Dizky Ramadani Putri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.110

Abstract

Kateter urin adalah perangkat medis yang paling umum digunakan di banyak sistem layanan kesehatan. Penggunaan kateter merupakan predisposisi terhadap infeksi dan memberikan kondisi ideal untuk pembentukan biofilm bakteri. Bakteri biofilm dapat didefinisikan sebagai komunitas mikroba yang berhubungan dengan permukaan terdiri dari sel-sel yang tertanam dalam matriks zat polimer ekstraseluler (EPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolasi dan karakterisasi bakteri biofilm yang di isolasi dari kateter pasien Urologi RS Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk isolasi kateter urin. Pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi, pengujian terhadap deteksi biofilm menggunakan metode Congo Red Agar (CRA) dan metode tabung. Hasil isolasi bakteri kateter urin yang didapatkan dari 3 pasien sebanyak 3 isolat bakteri (BB 1, BB 2, dan BB 3). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat.
Effect of Centrifugation on Nanoemulsion Stability with Tween, PEG, Poloxamer 188, and Transcutol-p Rahmola, Fauziah; Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Taupik, Muhammad
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.271

Abstract

This study evaluated the effect of centrifugation speed on the physical stability of a nanoemulsion base formulated with grapeseed oil (long-chain triglyceride, LCT) and stabilized using Tween 80–PEG 400, Poloxamer 188, and Transcutol-P, as a preliminary platform for topical and oral pharmaceutical applications. A descriptive–experimental design was employed. Nanoemulsion bases were prepared by the aqueous titration method followed by 60-minute sonication. Four formulations (F1–F4) contained 5% grapeseed oil and 2% Poloxamer 188, while Tween 80/PEG 400 levels and Transcutol-P (0.5–2%) were varied. Accelerated physical stability was assessed by centrifugation at 2000, 4000, 6000, and 8000 rpm for 30 minutes, followed by organoleptic observation, emulsion type determination, pH measurement, and viscosity testing. All formulations remained visually stable at 2000 rpm. At 4000 rpm, F1–F2 showed increased turbidity with a thin top layer (incipient creaming), whereas F3–F4 remained stable without phase separation. At 6000 rpm, F1–F2 became more turbid with the onset of a surface oil layer, while F3–F4 maintained stability. At 8000 rpm, F1–F2 exhibited complete phase separation; F3 showed a slight oil layer; and F4 was the most stable, showing only minimal turbidity without total phase breaking. All formulations were classified as oil-in-water (O/W). The pH ranged from 6.0 to 7.0 (mean 6.45 ± 0.42) and viscosity from 176 to 220 cP (mean 196.25 ± 18.89). In conclusion, increasing centrifugation speed effectively differentiated formulation robustness, with F4 demonstrating the highest resistance to mechanical stress up to 8000 rpm.
Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of BurnWounds: In Vivo Evaluation in Rats Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Habibie, Sitty Ainsyah; Thomas, Nurain; Latif, Multiani S.; Munafri, Nur Alifia Karina; Anasiru, Rayhan Firman
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.2.389-404

Abstract

This study aimed to evaluate the efficacy of different concentrations of Hulu’u fish albumin-based spray gels in promoting wound healing in burn injuries in male white rats. The formulations included 10%, 15%, and 20% concentrations of Hulu’u fish albumin, which were compared to a commercial snakehead fish albumin gel (positive control) and a spray gel base without albumin (negative control). Wound diameter reduction was assessed over seven days. The results indicated a clear dose response relationship, with the 20% Hulu’u fish albumin formulation (F3) achieving the most significant reduction in wound diameter, averaging 1.57 mm (range: 1.5–1.6 mm), representing a 91.8% improvement compared to the negative control group, which showed an average reduction of 19.13 mm (range: 18.1–19.7 mm). The Positive Control (snakehead fish albumin gel) demonstrated a moderate reduction with an average of 6.97 mm (range: 6.6–7.6 mm). The 10% Hulu’u fish albumin (F1) and 15% Hulu’u fish albumin (F2) formulations showed moderate improvements, with average reductions of 4.73 mm (range: 4.4–5.1 mm) and 4.5 mm (range: 4.7–3.9 mm), respectively. These findings suggest that higher concentrations of Hulu’u fish albumin, particularly the 20% formulation, offer superior wound healing properties, outperforming both the negative control and the commercial snakehead fish albumin gel. The study highlights the potential of Hulu’u fish albumin as a novel bioactive compound for burn wound treatment and warrants further investigation for clinical applications.
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Endofit Penghasil Enzim Katalase dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Pakaya, Mahdalena Sy.; Taupik, Muhammad; Hasan, Hamsidar; sri, Sri Budiarti Utami
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.138

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan mampu membentuk koloni dalam jaringan tumbuhan tanpa memberikan efek negatif pada inangnya. Mikroba Endofit dapat berupa bakteri maupun jamur. Bakteri atau jamur tersebut dapat menghasilkan senyawa metabolit yang dapat berfungsi sebagai antibiotik, antivirus, antikanker, antidiabetes, antimalaria, antioksidan, antiserangga, zat pengatur tumbuh dan penghasil enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengkarakterisasi secara makroskopik dan mikroskopik mikroba endofit dari tanaman manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan metode Direct planting untuk isolasi serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil Isolasi didapatkan 6 isolat mikroba endofit yaitu 2 isolat bakteri endofit (BA1 dan BA2) dan 4 isolat jamur endofit (JA1, JD1, JD2 dan JK) dengan ciri karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi Abdulkadir, Widy Susanty Abdulkadir, Widysusanty Adam Mustapa, Muhammad AM Andy Suryadi AM. Andy Suryadi Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Aprianto Paneo, Mohamad Ariani H Hutuba Arief Ibnu Haryanto Asriyanti Asriyanti Awalludin Awalludin, Awalludin Aziz, Rezky Nur Balikan, Virginia Defita Zubaidi Dewa Ayu Puspita Divia Handayani Mudjidu Dizky Ramadani Papeo Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Fadlun Ladiku Faradila Ratu Cindana Febriyaningsi Radjak Fika Nuzul Ramadhani Halada, Ichlasul Oktofandi Hamsidar Hasan Hamzah, Alifiah Ramawaty Harwanto, Yelisnawati Hasan, Muadz Hasrita Samudi Hiola, Faramita Ibrahim, Deshika Nur Azizah Indriyani Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jafar La Kilo Julianty Akuba Kariem, Nazli LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Madania Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya mahdalena sy. pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Mimi Fauziah Tahir Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Taupik Muhammad Taupik Muhammad Taupik Muhammad Taupik Munafri, Nur Alifia Karina Mustapa  Khamal  Rokan Nabila Husnunnisa Ismail Nabila Novreini Djunaidi Nur Ain Thomas Nur Ain Thomas Nur Aisya Tonde Nur Ayini S Lalu Nur Ayun R Yusuf Nur Rasdianah Papeo, Dizky Ramadani Putri Puce, Faradilla Putri Nusu, Dwi Eka Rahmatia Abdullah Rahmatia Baharuddin Rahmayani, Siti Farah Rahmola, Fauziah Ratnawati Ratnawati Reski Manno, Mohamad Robert Tungadi Ruslin Ruslin Selvi Marcellia Sitty Ainsyah Habibie sri, Sri Budiarti Utami Suryadi, A. Mu'thi Andy Susanti Pakaya Teti Sutriyati Tuloli Teti Sutriyati Tuloli Tirta Cahnia Usuli Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwin Rewini Kunusa Wiwit Zuriati Uno Yasin, Sulistya Zulkarnain Marhaba Zulkarnain Marhaba Zulkifli B. Pomalango