Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Fraksi Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) hasan, hamsidar; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Makkulawu, Andi; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Aziz, Rezky Nur
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.25

Abstract

Rumput Knop merupakan salah satu tumbuhan yang sering digunakan masyarakat dalam pengobatan. Metabolit sekunder yang terdapat dalam daun Rumput Knop diantaranya yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam daun Rumput Knop dan mengetahui efek toksisitas (LC50) fraksi daun Rumput Knop menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode ekstraksi daun Rumput Knop dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil ekstraksi pada fraksi n-hekasan sebesar 31,43 g dengan rendemen 10,47%, fraksi etil asetat sebesar 33,01 g dengan rendemen 11,42% dan fraksi metanol sebesar 35,04 g dengan rendemen 12,60%. Penentuan toksisitas (LC50) berdasarkan kematian larva setelah 24 jam yang di analisis dengan nilai probit. Hasil dari analisis probit menunjukan nilai LC50 dari fraksi daun Rumput Knop masing-masing adalah 1484,711 mg/mL, 1263,986 mg/mL dan 1604,198 mg/mL. Hasil menunjukan fraksi daun Rumput Knop bersifat tidak toksik dengan nilai LC50>1000 mg/mL.
Pelatihan pembuatan Jamu racikan Obat Batuk Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Piloliyanga Kabupaten Boalemo Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Anggai, Rifka Anggraini; Latif, Multiani S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36578

Abstract

Penggunaan Coleus scutellarioides dalam meredakan batuk merupakan praktik tradisional yang didasarkan pada potensi efek ekspektoran atau antitusif dari senyawa- senyawa tertentu yang terkandung di dalamnya. Batuk seringkali merupakan respons tubuh terhadap iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan, dan senyawa yang mampu mengurangi peradangan atau mengencerkan dahak dapat membantu meredakan gejala ini. Secara tradisional, olahan daun, seperti rebusan, diyakini dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, memfasilitasi pengeluaran dahak, dan mengurangi frekuensi batuk. Kombinasi dengan bunga belimbing wuluh akan lebih meningkat efektifitas mukolitik dari ramuan tersebut. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan racikan obat batuk dari tanaman local yang terdiri dari daun miana dan bunga belimbing wuluh. Dosis penggunaan bahan didasarkan pada penelitian ramuan sebelumnya yang mempunyai efek maksimal pada konsentrasi 15 % untuk bunga belimbing wuluh dan 30 persen untuk daun miana. Metode pengabdiannya Adalah sosialisasi tentang tanaman local yang berpotensi mengobati batuk, kemudian mempratekkan secara langsung cara meracik ramuan tersebut. Pembagian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari Masyarakat setempat.Untuk aspek penilaian pengetahuan tentang tanaman local persentase peningkatannya sebesar 32 %, Pemahaman senyawa berkhasiat sebesar 27%, Pengetahuan Teknik peracikan sebesar 34% dan sanitasi serta keamanan pengolahan sebesar 26%. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti pada saat evaluasi, hamper semua Masyarakat tahu tentang topik pengabdian dan cara pengolahan ramuan antibatuk.
Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of BurnWounds: In Vivo Evaluation in Rats Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Habibie, Sitty Ainsyah; Thomas, Nurain; Latif, Multiani S.; Munafri, Nur Alifia Karina; Anasiru, Rayhan Firman
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.2.389-404

Abstract

This study aimed to evaluate the efficacy of different concentrations of Hulu’u fish albumin-based spray gels in promoting wound healing in burn injuries in male white rats. The formulations included 10%, 15%, and 20% concentrations of Hulu’u fish albumin, which were compared to a commercial snakehead fish albumin gel (positive control) and a spray gel base without albumin (negative control). Wound diameter reduction was assessed over seven days. The results indicated a clear dose response relationship, with the 20% Hulu’u fish albumin formulation (F3) achieving the most significant reduction in wound diameter, averaging 1.57 mm (range: 1.5–1.6 mm), representing a 91.8% improvement compared to the negative control group, which showed an average reduction of 19.13 mm (range: 18.1–19.7 mm). The Positive Control (snakehead fish albumin gel) demonstrated a moderate reduction with an average of 6.97 mm (range: 6.6–7.6 mm). The 10% Hulu’u fish albumin (F1) and 15% Hulu’u fish albumin (F2) formulations showed moderate improvements, with average reductions of 4.73 mm (range: 4.4–5.1 mm) and 4.5 mm (range: 4.7–3.9 mm), respectively. These findings suggest that higher concentrations of Hulu’u fish albumin, particularly the 20% formulation, offer superior wound healing properties, outperforming both the negative control and the commercial snakehead fish albumin gel. The study highlights the potential of Hulu’u fish albumin as a novel bioactive compound for burn wound treatment and warrants further investigation for clinical applications.
The Type Fragmentation Patterns Confirmed Acetaminophen By Using Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy (LCMS) From Herbal Medicine (Jamu) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa; Wiwin R Kunusa; Jafar La Kilo; Muhamad Handoyo Sahumena
Elkawnie Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i2.7492

Abstract

Abstract: The Jamu or herbal medicine were adulterated with chemical drugs in the last twenty years. One of the chemical drugs that are commonly added to herbal medicine is acetaminophen. Acetaminophen is generally considered an analgesic-antipyretic drug. The research aims to identify the content of paracetamol and its amount added to the jamu. This study consisted of 6 jamu or herbal medicine samples with different brands. The TLC method conducted the qualitative analysis using the mobile phase n-hexane: ethyl acetate (1:1). Three positive samples containing acetaminophen were obtained: D, E, and F. The three positive samples containing acetaminophen were calculated using the LCMS method. Quantitative analysis was conducted with LCMS using a reversed-phase with a mobile phase of acetonitrile: water (15%>: 85%> v/v) at a flow rate of 0.2 mL/min and an injection volume of 5 µL, it was obtained the levels of acetaminophen in sample D as much as  0.16 g/2 g of sample, in sample E of 0.63 g/7 g of sample, and sample F of 0.56 g/7 g of sample. Although the acetaminophen content in herbal medicine is relatively small, according to the Regulation of the Minister of Health of Indonesia No. 007 of 2012, traditional medicine or herbal medicine should not contain synthetic chemicals.Abstrak: Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak jamu yang dipalsukan dengan obat-obatan kimia. Salah satu obat kimia yang biasa ditambahkan pada jamu adalah asetaminofen. Acetaminophen umumnya dianggap sebagai obat analgesik-antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan parasetamol dan jumlah yang ditambahkan pada jamu. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 sampel jamu dengan merek yang berbeda. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksana: etil asetat (1:1). Diperoleh tiga sampel positif mengandung asetaminofen, yaitu sampel D, E, dan F. Tiga sampel positif mengandung asetaminofen dihitung menggunakan metode LCMS. Analisis kuantitatif dilakukan dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril: air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0,2 mL/menit dan volume injeksi 5 µL. Diperoleh kadar asetaminofen pada sampel D sebanyak 0,16 g/2 g sampel, pada sampel E sebesar 0,63 g/7 g sampel, dan pada sampel F sebesar 0,56 g/7 g sampel. Meskipun kandungan asetaminofen dalam jamu relatif sedikit, namun menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 007 Tahun 2012, obat tradisional atau jamu tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik.
Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Madania, Madania; Thomas, Nur Ain; Tuloli, Teti Sutriyati; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; manno, mohamad reski; Tahir, Sry Megawaty
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.229

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo periode April-Juni 2024 dengan fokus pada penyakit, golongan dan jenis antibiotik, dosis dan lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 168 yang diambil serta total sampling. Data diolah menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak pada rawat jalan dan rawat inap yaitu ISPA. Golongan antibiotik yang banyak digunakan yaitu Penisilin jenis Amoxicilin. Dosis paling sering digunakan adalah 3x500 mg untuk antibiotik Amoxicilin, dengan waktu minum yang paling banyak pada pasien rawat jalan adalah 3-4 kali sehari, serta untuk rawat inap dengan waktu minum yang paling banyak adalah 3 kali sehari. Lama pemberian antibiotik tercepat untuk pasien rawat jalan dan pasien rawat inap adalah 3 hari.
Analisis Rekam Medik Elektronik (RME) terhadap Kecepatan dan Ketepatan Pelayanan Resep di Puskesmas Tilango: Analysis of Electronic Medical Records (EMR) on the Speed and Accuracy of Prescription Services at the Tilango Community Health Center Egi Aulia; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Multiani S. Latif; Mahdalena Sy. Pakaya; Ariani H. Hutuba
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11418

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem digital yang digunakan untuk mendukung pengelolaan data pasien secara terintegrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan resep di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan RME terhadap kecepatan dan ketepatan pelayanan resep di Apotek Puskesmas Tilango. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tenaga farmasi yang terlibat dalam pelayanan resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu pelayanan resep non-racikan berkisar 3,0–4,3 menit dan resep racikan 7,5–8,67 menit, yang masih berada di bawah standar pelayanan kefarmasian. Tingkat ketepatan pelayanan resep mencapai 100% pada seluruh indikator, meliputi ketepatan obat, dosis, pasien, dan aturan pakai. Faktor pendukung efektivitas RME meliputi kemampuan SDM, ketersediaan perangkat, kemudahan sistem, kualitas informasi, dan dukungan manajemen, sedangkan hambatan utama adalah ketidakstabilan jaringan internet dan kurangnya pelatihan berkala. Dapat disimpulkan bahwa RME efektif meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan resep di Puskesmas Tilango.
Ketepatan Penggunaan Obat Dispepsia Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 Dwi Eka Putri Nusu; Teti Sutriyati Tuloli; Endah Nurrohwinta Djuwarno
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.578

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang banyak dijumpai dan sering memerlukan perawatan rawat inap. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 74 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi ketepatan penggunaan obat dilakukan berdasarkan parameter jenis obat, golongan obat, dosis, dan frekuensi pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dispepsia rawat inap didominasi oleh perempuan (75,67%) dan kelompok usia 18–25 tahun (52,70%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah sitoprotektif (sukralfat) dan proton pump inhibitor (PPI). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat dispepsia pada pasien rawat inap sudah tepat dan rasional, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Isolasi & Karakterisasi Bakteri Biofilm Yang Di Isolasi dari Kateter Pasien Urologi RS TOTO Kabila Deshika Nur Azizah Ibrahim; Mahdalena Sy Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widy Susanty Abdulkadir; Dizky Ramadani Putri Papeo
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.110

Abstract

Kateter urin adalah perangkat medis yang paling umum digunakan di banyak sistem layanan kesehatan. Penggunaan kateter merupakan predisposisi terhadap infeksi dan memberikan kondisi ideal untuk pembentukan biofilm bakteri. Bakteri biofilm dapat didefinisikan sebagai komunitas mikroba yang berhubungan dengan permukaan terdiri dari sel-sel yang tertanam dalam matriks zat polimer ekstraseluler (EPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolasi dan karakterisasi bakteri biofilm yang di isolasi dari kateter pasien Urologi RS Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk isolasi kateter urin. Pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi, pengujian terhadap deteksi biofilm menggunakan metode Congo Red Agar (CRA) dan metode tabung. Hasil isolasi bakteri kateter urin yang didapatkan dari 3 pasien sebanyak 3 isolat bakteri (BB 1, BB 2, dan BB 3). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat.
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Endofit Penghasil Enzim Katalase dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) Endah Nurrohwinta Djuwarno; Mahdalena Sy. Pakaya; Muhammad Taupik; Hamsidar Hasan; Sri Budiarti Utami sri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.138

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan mampu membentuk koloni dalam jaringan tumbuhan tanpa memberikan efek negatif pada inangnya. Mikroba Endofit dapat berupa bakteri maupun jamur. Bakteri atau jamur tersebut dapat menghasilkan senyawa metabolit yang dapat berfungsi sebagai antibiotik, antivirus, antikanker, antidiabetes, antimalaria, antioksidan, antiserangga, zat pengatur tumbuh dan penghasil enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengkarakterisasi secara makroskopik dan mikroskopik mikroba endofit dari tanaman manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan metode Direct planting untuk isolasi serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil Isolasi didapatkan 6 isolat mikroba endofit yaitu 2 isolat bakteri endofit (BA1 dan BA2) dan 4 isolat jamur endofit (JA1, JD1, JD2 dan JK) dengan ciri karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Ekstrak Metanol Daun Durian (Durio Zibethinus L.) Pada Mencit (Mus Musculus) Mohamad Adam Mustapa; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdul Kadir; Faradhilah Pratiwi Yasilu
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.153

Abstract

Kondisi hiperurisemia adalah kadar asam urat darah terjadi peningkatan yaitu 3,4-7,0mg/dL pada pria-laki dan wanita 2,4- 6,0mg/dL. Penggunaan obat hiperurisemia dikalangan masyarakat sangat beragam mulai dari obat sintetik dan obat tradisional. Banyak masyarakat yang masih menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan alam karena terbukti ampuh menyembuhkan penyakit dan penggunaannya lebih efektif, efisien, aman dan ekonomis. Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam pengobatan tradisional adalah daun Durian ( Durio zibethinus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperusemia pada ekstrak metanol daun Durian ( Durio zibethinus L. ) . Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi total, skrining fitokimia dan uji efektivitas antihiperurisemia. Uji efektivitas antihiperurisemia dilakukan menggunakan uji hewan mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 merupakan kelompok kontrol positif (Allopurinol 100mg), kelompok 2 merupakan kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok 3 merupakan kelompok uji 1 (Dosis 125mg /kg BB), kelompok 4 merupakan kelompok uji 2 (Dosis 150mg/kg BB), dan kelompok 5 merupakan kelompok uji 3 (Dosis 175mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Uji ekstrak metanol daun Durian ( Durio zibethinus L.) dengan dosis 175 mg/kg BB menunjukkan efektivitas antihiperurisemia yang paling baik. Dibuktikan dengan penurunan kadar asam urat hingga 3,16 mg/dL. Selanjutnya diikuti oleh kelompok kontrol positif (Allopurinol 100 mg) dan kelompok uji ekstrak dengan dosis 150 mg/kg BB dan 125 mg/kg BB.
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi Abdulkadir, Widysusanty Adam Mustapa, Muhammad AM Andy Suryadi AM. Andy Suryadi Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Ariani H. Hutuba Ariani H. Hutuba Arief Ibnu Haryanto Asriyanti Asriyanti Astuti, Karunita Ika Awalludin Awalludin, Awalludin Aziz, Rezky Nur Balikan, Virginia Defita Zubaidi Deshika Nur Azizah Ibrahim Dewa Ayu Puspita Divia Handayani Mudjidu Dizky Ramadani Papeo Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Dwi Eka Putri Nusu Egi Aulia Faradhilah Pratiwi Yasilu Faradila Ratu Cindana Fauziah Rahmola Febriyaningsi Radjak Fika Nuzul Ramadhani Halada, Ichlasul Oktofandi Hamzah, Alifiah Ramawaty Harwanto, Yelisnawati Hasan, Muadz Hasrita Samudi Hiola, Faramita Indriyani Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jafar La Kilo Julianty Akuba Juliyanti Akuba Kariem, Nazli LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lisa Efriani Puluhulawa Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Mahdalena Sy. Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Mimi Fauziah Tahir Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Taupik Multiani S Latif Munafri, Nur Alifia Karina Mustapa  Khamal  Rokan Nabila Husnunnisa Ismail Nabila Novreini Djunaidi Nazwa Nurahma T Hanapi Nikma Abaidata Nur Ain Thomas Nur Aisya Tonde Nur Ayini S Lalu Nur Ayun R Yusuf Nur Rasdianah Papeo, Dizky Ramadani Putri Puce, Faradilla Putri Chahyani Lawani Rahmatia Abdullah Rahmatia Baharuddin Rahmayani, Siti Farah Ratnawati Ratnawati Reski Manno, Mohamad Robert Tungadi Ruslin Ruslin Salvarinho Binsasi Selvi Marcellia Sitty Ainsyah Habibie Sri Budiarti Utami sri Suryadi, A. Mu'thi Andy Susanti Pakaya Tahir, Sry Megawaty Teti Sutriyati Tuloli Tirta Cahnia Usuli Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanty Abdulkadir Widysusanti Abdul Kadir Widysusanti Abdulkadir Wiwin Rewini Kunusa Yasin, Sulistya Zulkarnain Marhaba Zulkarnain Marhaba Zulkifli B Pomalango