Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan mental di era pandemi covid-19 pada mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Dewi, Listiana Masyita; Masykurin, Siti Binta; Karentina, Yugita Utami Nora; Putri, Devara Dhea Adinda; Hafidhah, Amalia Nur; Jihad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I3.61

Abstract

COVID-19 is a life-threatening acute respiratory disease. Various efforts have been made to prevent its transmission, one of which is physical distancing through work and study from home. Online learning methods have been implemented so that the learning process can still run but in a safe way. However, there is still a lack of readiness among educators and students to adapt to the digital climate, which may impact mental health. Students of Prodi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Muhammadiyah Surakarta is one example. Even though they are adults and have often been exposed to the digital climate, they still feel that they are not quite ready for this online learning. Not even a few of them experience anxiety. This community service activity aims to increase students' knowledge about mental health in the era of the COVID-19 pandemic through counseling methods and focus group discussions. A total of 45 participants have participated. Participants were also given a pretest and post-test to assess the extent to which their knowledge increased after receiving counseling related to how to recognize stress, self-healing efforts, and how to respond to COVID-19. From this activity, the average pretest score of participants was 57.76, while the average post-test score of participants was 81.2. Thus it can be concluded that there is an increase in participants' knowledge of up to 40.58%
Pengaruh penambahan nanokitosan cangkang kerang hijau terhadap kekerasan semen ionomer kaca: studi eksperimental Widyastuti, Noor Hafida; Ningsih, Juwita Raditya; Yuletnawati, Sartari Entin; Dewi, Listiana Masyita; Jayanti, Puji Tri
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 8, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v8i2.54769

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penanganan karies dapat dilakukan dengan cara restorasi. Pemilihan bahan restorasi di kedokteran gigi sangat mempertimbangkan kekerasan untuk menahan beban oklusal. Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk restorasi adalah  Semen Ionomer Kaca(SIK). Kekurangan SIK diatasi dengan cara mencambahkan kitosan yang didapat dalam cangkang kerang hijau. Penggunaannya lebih efektif apabila dibuat dalam ukuran nano, sehingga diolah menjadi nanokitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan nanokitosan cangkang kerang hijau terhadap kekerasan semen ionomer kaca. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium dengan menggunakan desain penelitian posttest only control group design. Kelompok terbagi menjadi 6 kelompok. Pertama, SIK disiapkan tanpa penambahan nanokitosan sebagai kelompok kontrol (SIK Kontrol). Kelompok SIK dengan penambahan nanokitosan dibuat dengan menambahkan nanokitosan ke dalam cairan SIK dengan empat konsentrasi berbeda, yaitu 0,5%, 1%, 1.5%, dan 2%. Pengujian kekerasan permukaan dilakukan menggunakan alat Vickers microhardness tester. Beban yang digunakan pada penelitian ini yaitu HV0,05 (490,3mN) dengan lama indentasi yaitu 2 detik. Bentuk sampel berbentuk kotak dengan ketebalan 8 mm. Setiap sampel dilakukan indentasi sebesar 2 kali Hasil: Hasil rerata dan standar deviasi uji kekerasan SIK tanpa penambahan adalah 31,94 ± 3,54. Nano Kitosan mampu menambah nilai kekerasan semen ionomer kaca dengan hasil rerata dan standar deviasi sebagai berikut konsentrasi 0,5%= 51,60 ± 9,34 , 1%=91,20 ± 15,09, 1,5%,= 95,22 ± 14,12 dan 2%=117,60 ± 40,90. Hasil uji menggunakan uji One Way Anova didapatkan nilai p = 0,000 sehingga p<0,5 dan dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antar kelompok konsentrasi terhadap nilai kekerasan semen ionomer kaca. Simpulan: penambahan nanokitosan cangkang kerang hijau dapat meningkatkan kekerasan semen ionomer kaca.  Effect of the addition of green mussel shell nanochitosan on the hardness of glass ionomer cement: experimental studyIntroduction: Treatment of caries can be carried out through restoration. The selection of restorative materials in dentistry highly considers hardness to withstand occlusal loads. Glass Ionomer Cement is one substance that can be utilized for restoration. By including chitosan derived from green mussel shells, GIC insufficiency is remedied. It is processed into nanochitosan since its usage is maximized when it is manufactured in nanoscale. This study aims to analyze the effect of adding green mussel shell nanochitosan on the hardness of glass ionomer cement. Methods: This study used a posttest-only control group design in a laboratory setting. Six groups are formed from the group. First, as a control group (GIC Control), GIC was made without the addition of nanochitosan. The GIC liquid was supplemented with nanochitosan at four distinct concentrations: 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%, to create the GIC group with the addition of nanochitosan. A Vickers microhardness tester was used to test the surface hardness. HV0.05 (490.3 mN) was the load employed in this study, and the indentation time was set at two seconds. The sample has an 8 mm thickness and a box-like form. Every sample was indented twice. Results: The GIC hardness test with no additives had a mean result and standard deviation of 31.94 ± 3.54. The hardness value of glass ionomer cement can be increased by nanochitosan, with the average outcomes and standard deviation as follow: Concentration: 1.5% = 95.22 ± 14.12, 1% = 91.20 ± 15.09, 2% = 117.60 ± 40.90, and 0.5% = 51.60 ± 9.34. The One-Way Anova test showed a significant difference between the concentration groups in the hardness value of glass ionomer cement, with p = 0.000, meaning that p <0.5. Conclusion: The addition of green mussel shell nanochitosan can increase the hardness of glass ionomer cement.
Antibacterial Effectiveness Test of Methanol Extract of Red Galangal Rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) Against Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia Bacteria Dwi Permatasari Utomo Putri; Listiana Masyita Dewi; Rochmadina Suci Bestari; Nurhayani
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i2.116

Abstract

Red galangal rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) is a medicinal plant belonging to the family Zingiberaceae. Red galangal rhizomes have antibacterial benefits because they contain active substances such as flavonoids, saponins, triterpenoids, alkaloids, and tannins. Streptococcus pyogenes causes bacterial infections of the skin and upper respiratory tract, while Klebsiella pneumonia is the bacteria that causes pneumonia. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of methanol extract of red galangal rhizomes (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) against Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia bacteria. This research is an experimental laboratory with a post-test-only controlled group design. Red galangal rhizomes were extracted using methanol solvent and tested for antibacterial effectiveness using the well method. There were 6 groups in the study, namely the chloramphenicol positive control group, the distilled water negative control group, and the 20%, 40%, 60%, and 80% concentration groups. The largest inhibition zone diameter was found at a concentration of 80%, with an average of 25.50 mm in Streptococcus pyogenes bacteria and 28.73 mm in Klebsiella pneumonia bacteria. In conclusion, methanol extract of red galangal rhizome (Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum) effective against bacteria Streptococcus pyogenes and Klebsiella pneumonia.
KESEHATAN RAMBUT ANAK DAN REMAJA Dewi, Listiana Masyita; Bramantio, Richard Guntur; Firdaus, Najmarani Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 1. No. 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.524 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v1i1.265

Abstract

Pedikulosis adalah infeksi parasit Pediculus humanus yang menyerang rambut pada seluruh tubuh terutama rambut kepala. Pedikulosis lebih banyak ditemukan pada wanita dengan rentang usia 9-16 tahun, terutama yang tinggal secara berkelompok. Panti Asuhan Yatim Puteri Aisyiyah Cabang Kotta Barat yang berlokasi di Surakarta memiliki 35 anak asuh dari rentang pendidikan SD hingga sarjana. Keluhan kesehatan yang sering dialami oleh penghuni panti asuhan ini adalah gatal pada kulit kepala dan masalah rambut yang menular antar individu. Keluhan ini kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit pedikulosis. Solusi yang telah dilakukan hanya dengan membeli obat warung tanpa dosis dan petunjuk penggunaan yang jelas serta belum ada upaya pencegahan penularan yang signifikan. Pemberian edukasi kepada penghuni panti dirasa sangat diperlukan untuk memperbaiki pengetahuan individu mengenai kesehatan rambut dan mengurangi risiko pedikulosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan. Peserta juga diberikan pretes dan post-test untuk menilai sejauh mana peningkatan pengetahuan yang mereka dapatkan. Rata-rata skor pretes adalah 3,24 sedangkan rata-rata skor posttest adalah 8,35. Dengan kata lain, terdapat peningkatan pengetahuan peserta hingga 61,16%. Kata Kunci: Pedikulosis, Rambut, Penyuluhan, Pengetahuan
BEDAH BUKU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TATA LAKSANA TERKINI ULKUS PLANTAR KRONIS PADA PENDERITA KUSTA: Book Review as an Effort to Improve the Knowledge of the Latest Management on Chronic Plantar Ulcus in Leprosy Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Satria, Yohanes Aditya Adhi; Dewi, Listiana Masyita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.474

Abstract

ABSTRAK Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan di negara endemis, termasuk Indonesia. Di antara komplikasi penyakit kusta, ulkus plantar kronis meningkatkan morbiditas dan stigma terhadap kusta. Terapi konvensional untuk ulkus plantar pada pasien kusta tidak menyediakan faktor pertumbuhan yang cukup dan terkait dengan proses penyembuhan luka yang lama. Studi terdahulu melaporkan bahwa implementasi panduan atau konsep baru pada praktik klinis memerlukan waktu yang bervariasi, dari 12 bulan hingga 17 tahun. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta mengenai situasi kusta di Indonesia dan prinsip tata laksana ulkus plantar kronis pada pasien kusta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui acara bedah buku. Pengetahuan awal peserta dianalisis dengan pretest. Hasil pretest menunjukkan variabilitas pada tingkat pengethuan peserta pada beberapa aspek. Untuk aspek situasi terkini kusta, pengetahuan peserta cukup baik, dibuktikan dengan persentase jawaban benar pada pretest terkait aspek tersebut mencapai 66,7% dan 80,7%. Pengetahuan mengenai ulkus kusta di antara peserta masih kurang. Hal ini terlihat dari persentase jawaban benar yang hanya 43,9%. Pada awal acara, peserta yang memahami mengenai prinsip penatalaksanaan ulkus plantar hanya mencapai 36,8%. Selanjutnya pendekatan kualitatif oleh persepsi pemateri digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan peserta selama dan setelah acara bedah buku.  Setelah dilakukan bedah buku, diamati adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai situasi kusta di Indonesia dan terutama mengenai prinsip tata laksana ulkus plantar kronis pada pasien kusta. ABSTRACT Leprosy remains major health problem in endemic countries, including Indonesia. Amongst the complication of leprosy is the chronic plantar ulcer which add to the disease morbidity and stigma. Standard treatment for chronic plantar in leprosy did not provide enough growth factor and was associated with prolonged healing process. Previous studies reported variety in implementing new guideline or new concept into clinical practice, from 12 months to 17 years. Thus, this community service aimed to increase awareness and understanding amongst medical student of Universitas Muhammadiyah Surakarta in regards to leprosy epidemiology in Indonesia and especially principal management of chronic plantar ulcers in leprosy. The community service activity was carried out by delivering a book review. Participants’ prior knowledge were assessed using pretest. Pretest results showed variability in participants' knowledge. For current situation of leprosy, the result was good with the score were ranging from 66.7% to 80.7%. However, there are lack of understanding on leprosy ulcer and the basis of plantar ulcer treatment in leprosy, as the pretest score showed 43.9% and 36.8%, respectively for each aspect. A qualitative approach was then used to assess participants’ comprehension during and after the book review. The results showed that the book review increased participants' understanding of leprosy situation in Indonesia and especially about principal management of chronic plantar ulcers in leprosy.
SKRINING DAN TATALAKSANA KECACINGAN DAN GIZI KURANG PADA SISWA-SISWI SD MUHAMMADIYAH PROGRAM UNGGULAN KARANGANYAR Binuko, Raafika Studiviani Dwi; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Bestari, Rochmadina Suci; Agustina, Tri; Dewi, Listiana Masyita; Fauziah, Nida Faradisa; Febrian, Rizky; Syah, Devan Adil; Khotik, Laisa; Nisa, Faridita Khoirun; Naruma, Anteng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 2. No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.501 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v2i2.629

Abstract

ABSTRAK                 Usia sekolah dasar (SD) merupakan usia tertinggi berisiko terjadinya kecacingan. Kecacingan pada siswa SD bisa menyebabkan anemia, status gizi kurang, serta penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Gejala kecacingan terkadang sulit untuk dideteksi sehingga orangtua maupun guru tidak mengetahui ada kecacingan pada siswa. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan laboratorium sederhana, sebagai skrining. Penyakit kecacingan dan gizi kurang bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan siswa, orangtua dan guru yang kurang tentang kecacingan dan status gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi kecacingan dan gizi kurang pada siswa SD. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan feses langsung dan pengukuran status gizi. Hasil pengukuran status gizi dari total 111 siswa didapatkan 19 (17%) siswa dengan IMT kurus dan 10 siswa (9%) dengan IMT sangat kurus. Sedangkan pemeriksaan sampel feses dari 8 siswa tidak ditemukan tanda-tanda kecacingan. Tingkat pengetahuan guru tentang gizi dan kecacingan sudah sangat baik, sedangkan untuk siswa dan wali murid setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan.   ABSTRACT Group age of elementary school is the highest group age for the risk of helminthiasis. Worms in elementary school students may cause anemia, poor nutritional status, and decreased concentration and learning achievement. Symptoms of helminthiasis are sometimes difficult to detect so that parents and teachers do not know that about this. This disease can be diagnosed by simple laboratory tests, as a screening. Helminthiasis and malnutrition can be influenced by various things, one of which is the lack of knowledge of students, parents and teachers about helminthiasis and nutritional status. This activity aims to detect worms and malnutrition in elementary school students. The method used is direct stool examination and measurement of nutritional status. The results of measuring the nutritional status of a total of 111 students obtained 19 (17%) students with a thin BMI and 10 students (9%) with a very thin BMI. Meanwhile, examination of feces samples from 8 students found no signs of worms. The level of knowledge of teachers about nutrition and helminthiasis is very good, while for students and guardians after counseling there is an increase in knowledge.
PENYULUHAN ANEMIA DAN PENTINGNYA KONSUMSI SUPLEMEN ZAT BESI SERTA KENALI WARNA URIN SEBAGAI DETEKSI KECUKUPAN CAIRAN: Counseling on Anemia and The Importance of Consuming Iron Supplement and Recognizing Urine Color for Fluid Adequacy Detection Anindita, Rahma; Dewi, Listiana Masyita; Kovana, Hafinsa Noviayu; Febriani, Shintia; Felina, Sella; Zahrania, Alysia Ridharaudha; Afif, Adi Nur; Kuswanto, Didit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.1315

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan kondisi di mana konsentrasi hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami anemia. Pengetahuan tentang anemia, kepatuhan konsumsi tablet zat besi, serta status hidrasi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja. Pengetahuan Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta mengenai anemia dan pentingnya konsumsi suplemen zat besi, serta pengetahuan tentang kecukupan hidrasi masih kurang. Penyuluhan tentang hal-hal tersebut belum dilakukan secara optimal di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan media penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa, terutama tentang anemia dan pentingnya konsumsi suplemen zat besi, serta pengetahuan tentang kecukupan hidrasi. Dari hasil evaluasi nilai pretes dan postes, didapatkan perbedaan nilai yang signifikan, dengan nilai p<0.0, dimana rerata nilai postes lebih tinggi dibandingkan nilai pretes. Dengan denikian penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa mengenai anemia dan pentingnya konsumsi suplemen zat besi, serta pengetahuan tentang kecukupan hidrasi secara signifikan. ABSTRACT Anemia is a condition in which the concentration of hemoglobin in the blood is lower than normal. Adolescents are one of the age groups that are prone to anemia. Knowledge about anemia, adherence to consumption of iron tablets, and hydration status are factors that can influence the occurrence of anemia in adolescents. The knowledge of SMP Muhammadiyah 5 Surakarta students about anemia and the importance of consuming iron supplements, as well as knowledge about adequate hydration is still lacking. Counseling about these matters has not been carried out optimally at SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. This community service is carried out through counseling media aimed at increasing students' knowledge, especially about anemia and the importance of consuming iron supplements, as well as knowledge about adequate hydration. From the results of the evaluation of pretest and posttest scores, a significant difference was found, with a p-value of <0.0, where the average posttest score was higher than the pretest score. In other word, this counseling succeeded in significantly increasing students' knowledge about anemia and the importance of consuming iron supplements, as well as knowledge about adequate hydration.  
PENYULUHAN PENCEGAHAN STROKE DAN FAKTOR RISIKONYA PADA LANSIA: Education on Stroke Prevention and Its Risk Factors in Elderly Rakhma, Titian; Dewi, Listiana Masyita; Putri, Nabilla Munanda; Ruspita, Wiza Sarlia; Madania, Makiyatul; Khusna, Syafira Anggraini; Fadhilah, Nurul; Feriyanto, Dedek Dani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.1316

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan penyakit defisit neurologis yang disebabkan oleh perdarahan ataupun sumbatan yang dapat menimbulkan kecacatan ataupun kematian. Di dunia stroke menduduki urutan kedua penyebab kematian dan urutan keenam penyebab kecacatan. Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 sebanyak 10,9%. Di Jawa Tengah menduduki peringkat kedua jumlah penderita stroke. Kabupaten Sukoharjo sendiri memiliki kasus stroke hemorrhagi terbanyak dibandingkan kabupaten lain sebanyak 14,9%. Pentingnya untuk mencegah dan mengontrol faktor risiko stroke. Penyuluhan diadakan dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stroke dan faktor risikonya. Langkah yang digunakan adalah dengan memberikan materi dan pretes-postes. Pretes dan postest bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dari peserta penyuluhan mengenai pencegahan stroke dan faktor risikonya. Perbandingan dari rata-rata jawaban benar pre-test sebesar 40,35% dan postes sebesar 83 92%.  Hasil yang didapat dinilai menggunakan uji Normalitas dan homogenitas dan uji T berpasangan, didapatkan nilai p < 0,005. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikannya materi oleh pemateri. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan stroke dan factor risikonya pada lansia. ABSTRACT A stroke is a neurological deficit disease caused by bleeding or blockage that can cause disability or death. In the world, stroke is the second leading cause of death and the sixth leading cause of disability. The prevalence of stroke in Indonesia in 2018 was 10.9%. In Central Java, it ranks second in the number of stroke sufferers. Sukoharjo district itself has the most cases of hemorrhagic stroke compared to other districts as much as 14.9%. The importance of preventing and controlling stroke risk factors. Counseling is held to provide information to the public regarding stroke prevention and risk factors. The steps used are to provide material and pretest-posttest. The pretest and posttest aim to determine the knowledge of the counseling participants regarding stroke prevention and risk factors. The comparison of the average correct answers for the pre-test was 40.35% and the post-test was 83-92%. The results obtained were assessed using normality and homogeneity tests and paired t-tests, obtaining p value < 0.005. This shows an increase in knowledge after the material is given by the speaker. Therefore, this outreach activity succeeded in increasing knowledge about stroke prevention and risk factors in the elderly.
MENGENAL PENYAKIT DIABETES MELITUS DAN FAKTOR RISIKONYA PADA LANSIA : Recognizing Diabetes Mellitus and Its Risk Factors in Elderly Cahyoajibroto, Muhamad Ananto; Dewi, Listiana Masyita; Nandasari, Dhiastika; Sabilla, Firdha Fasa; Ratnaasri, Ulina Dwi; Anisah, Yuan Hasnaa; Puspitasari, Klaudia Vindy; Permatasari, Ayu Ardita Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.1337

Abstract

  ABSTRAK Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau sering dikenal sebagai penyakit kencing manis, terjadi akibat berhentinya pankreas untuk memproduksi hormon insulin atau hormon insulin tersebut tidak mencukupi untuk tubuh. Banyak faktor yang menyebabkan angka kejadian Diabetes Melitus masih cukup tinggi, salah satunya faktor perilaku dalam hal pola makan. Dibutuhkan pengetahuan dalam mengelola diabetes melitus sehingga dapat mempengaruhi perubahan gaya hidupnya. Penyuluhan diadakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan mengontrol penyakit Diabetes Melitus pada lansia. Langkah yang digunakan adalah dengan memberikan materi serta melakukan pre-test dan post-test. Pre-test dan post-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dari peserta penyuluhan mengenai diabetes melitus dan faktor risikonya. Perbandingan dari rata-rata jawaban benar pre-test 40,35% dan post-test 83,92%. Hasil yang didapat dinilai menggunakan uji Normalitas dan homogenitas dan uji Wilcoxon, didapatkan nilai p < 0,005. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikannya materi oleh pemateri. Oleh karena itu kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit diabetes melitus dan factor risikonya. ABSTRACT Diabetes Melitus (DM) or often known as diabetes, occurs due to the cessation of the pancreas to produce the hormone insulin or the insulin hormone is not sufficient for the body. Many factors that cause the incidence of Diabetes Melitus is still quite high, one of which is behavioral factors in terms of diet. Knowledge is needed in managing diabetes melitus so that it can affect changes in their lifestyle. Counseling is held in order to increase knowledge about health and control diabetes melitus in the elderly. The steps used are to provide material and pre-test and post-test. The pre-test t and posttest aims to determine the knowledge of the counseling participants about diabetes melitus and its risk factors. The comparison of the average correct answers for pre-test and post-test was 40.35%. This shows an increase in knowledge after the material is given by the speaker. Therefore, this outreach activity succeeded in increasing knowledge about diabetes melitus and its risk factors.
Bio-larvicidal Potential of Betel Leaves (Piper betle L) Ethanolic Extract in Addition of PEG 400 Diluent on Aedes aegypti Larvae Dewi, Listiana Masyita; Ariffah, Hilda Zaniba; Aisyah, Riandini; Nurhayani, Nurhayani
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.122.451-455

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a kind of vector transmitted disease, by Aedes aegypti. It is one of major public health problem around the world, including Indonesia, because it may lead to epidemics and death in a short time. The use of plant extracts as bio-larvicidal is thought to be a promising solution, and one of them is the betel leaves (Piper betle L). The addition of polyethylene glycol (PEG) as a diluent is thought may increase the dispersity of plant extract in the water which is larval medium of growth. Objectives: To determine the bio-larvicidal potential of 95% ethanolic extract of betel leaves (EEBL) in addition of PEG 400 diluent on the Aedes aegypti larval mortality. Material and Method: Betel leaves were extracted by maceration using 95% of ethanol. There are two kinds of EEBL concentration used, 0.2% dan 0.4%. PEG 400 was also added as diluent. The samples in this study were Aedes aegypti larvae at instar III-IV, with a total of 400 larvae. Evaluation was performed at 6, 12, 18, and 24 hours. The data obtained was then analyzed by Kruskall Wallis test and post-hoc Mann Whitney test. Result: In all of treatment groups, larval mortality was reached 100% at 24 hours. From the Kruskall Wallis test, p-value obtained was <0.05. From post-hoc Mann Whitney test, the p-value obtained in the comparation between treatment groups and positive control group was >0.05, and the p-value obtained in the comparation between treatment groups and negative control group was <0.05. Conclusion: EEBL in addition of PEG 400 diluent is potential as bio-larvicidal on Aedes aegypti larvae. It is also known that EEBL at concentration of 0.2% and 0.4% in addition of PEG 400 are as effective as temephos as larvicides on Aedes aegypti larvae.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Affifah, Fathiyya Noor Afif, Adi Nur Andi Suhendi Anifatussaa'dah, A Anindita, Rahma Anisah, Yuan Hasnaa Ardalia Rinanda Oktaviani Ariffah, Hilda Zaniba Arlita, Shella Asfiria Arya Kusuma Wijaya Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda Aulia Hanif Azahra, Miranda Basusena, Rahardian Surya Binuko, Raafika Studiviani Dwi Bramantio, Richard Guntur Buhari, Siti Sabariah Burhanudin Ichsan Cahyoajibroto, Muhamad Ananto Candrama Jalu Kumara Chevalerie Daffa Prawito Citra, Tia Mella Devi Usdiana Rosyidah Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati Dewi, Purista Tiara Dwi Advina Herdiyanti Dwi Permatasari Utomo Putri Dwi Sarbini Dzafira, Laila Eka Pramudian Rismayanti Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erna Herawati Erna Herawati, Erna Estu Puguh Prabancono Eva Yulyasti Faatiha, Arsyal Wanda Fahriza Mei Trihatmoko Faizah, Ishmah Nur Faqihudin, Fadli Rizal Faradisa, Nida Faridita khoirun Nisa' Faris Hasabi Fauziah, Nida Faradisa Febrian, Rizky Febriani, Shintia Feby Cindika Briliana Felina, Sella Feny Gestia Septiana Feriyanto, Dedek Dani Fidhia Nur Rifaini Firda, Fathiyyatu Assadiy Firdaus, Najmarani Devi Firdausi, Rusnaindah Ifta Fitriani, Rizki Ainun Flora Ramona Sigit Prakoeswa Fortuna, Tista Ayu Ganis Nawang Wuri Hafidhah, Amalia Nur Haliza Arzeti Nurseptiria Hanif, Aulia Haryanti, Niken Diah Haryoto Haryoto Haryoto, H Hasna Mazaya Haya Nabilah Utama Herdiyanti, Dwi Advina HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidayah Karuniawati Hilda Afifah Setiani Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Insyiroh, Fahwa Nyssa Izdhihar, Rafif Ryandra Jatmitko, Safari Wahtu Jayanti, Puji Tri Jihad Juninda, Larasati Juwita Raditya Ningsih Kania, Yulia Intan Karentina, Yugita Utami Nora Khairunnisa, Shafira Khotik, Laisa Khusna, Syafira Anggraini khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kovana, Hafinsa Noviayu Kumara, Candrama Jalu Kusumastuti, Lina Ayu Kuswanto, Didit Laila Dzafira Lestari, Nining Lia Kicky Mahmudi Lina Ayu Kusumastuti Lintang Ratri Mahardika Madania, Makiyatul Mahmudi, Lia kicky Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Masykurin, Siti Binta Maulana, Fahmi Alief Miranda Azahra Mitoriana Porusia Mufidah, Fathin Muhamad Irfan Hidayatullah Muhamad Tegar Dwi Aji Pangestu Muhjatul Qolbi Nafi’ah Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Mutiara Putri Ari Kristianti N Nurhayani Nandasari, Dhiastika Naruma, Anteng Nastiti Farasvita Putri Nida Faradisa Fauziyah Nining Lestari Nisa', Faridita khoirun Nisa, Faridita Khoirun Noor Hafida Widyastuti Nuralam, Muhammad Fathan Nurhayani Nurhayani nurhayani Nurhayani, N Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Fadhilah Oktaviani, Ardalia Rinanda Permatasari, Ayu Ardita Dewi Prabancono, Estu Puguh Prasesti, Wulan Prasetyo, Andri Sugeng Puspitasari, Klaudia Vindy Puspitasari, Metana Putri, Devara Dhea Adinda Putri, Nabilla Munanda Putri, Nastiti Farasvita Qonita Rahmadiena Raafika Studiviani Rafif Ryandra Izdhihar Rahardian Surya Basusena Rahmadiena, Qonita Rakhma, Titian Ratih Pramuningtyas Ratnaasri, Ulina Dwi Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rif'aini, Fidhia Nur Rifaini, Fidhia Nur Rismayanti, Eka Pramudian Rizki Ainun Fitriani Rochmadina Suci Bestari Rusnaindah Ifta Firdausi Ruspita, Wiza Sarlia Sabilla, Firdha Fasa Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Tasya Viona Sartari Entin Yuletnawati Satria, Yohanes Aditya Adhi Sayyidah Nurul Muslihah Shella Asfiria Arlita Shinta Riana Setiawati Shinta Riana Setiawati, Shinta Riana Sri Wahyuni Studiviani, Raafika Suci Bestari, Rochmadina Syafira Nurulita Syah, Devan Adil Tanti Azizah Sujono Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Tri Agustina, Tri Trihatmoko, Fahriza Mei Tristianti, Imaz Zaniar Tsalis Nur Salsabiela Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Wijaya, Yustika Nurani Yuli Widyastuti Yulyasti, Eva Yustika Nurani Wijaya Yusuf Alam Romadhon Zahrania, Alysia Ridharaudha Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq Zulfiona Dianes Zulia Setiyaningrum