Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) pada Siswa SMA 2 Bae Kudus Wijaya, Yustika Nurani; Bestari, Rochmadina Suci; Dewi, Listiana Masyita; Nurhayani, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus merupakan cara untuk menangani DBD. Di Kabupaten Kudus, upaya pemberantasan vektor DBD telah dilakukan namun belum menunjukkan hasil optimal, salah satunya di Kecamatan Bae yang memiliki kasus DBD tinggi masih sulit melakukan PSN dikarenakan mobilitas masyarakat tinggi serta ada kesenjangan antara program PSN dengan penerimaan masyarakat terhadap metode PSN, yang berarti masih rendahnya perilaku PSN pada masyarakat. Rendahnya perilaku PSN tersebut dipengaruhi oleh faktor seperti pengetahuan, persepsi, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan persepsi dengan perilaku PSN DBD pada siswa SMA 2 Bae Kudus pada tahun 2021. Variabel bebas berupa tingkat pengetahuan dan persepsi, sedangkan variabel terikat berupa perilaku PSN. Sampel penelitian adalah siswa SMA 2 Bae Kudus kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner pengetahuan, persepsi dan perilaku yang diakses secara daring dengan menggunakan google form. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan mendapatkan sampel sebesar 66 responden. Penelitian ini memberikan hasil terdapat hubungan tingkat pendidikan (p = 0,000) dan persepsi (p = 0,000) dengan perilaku PSN DBD. Dari hasil analisis multivariat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mempunyai kekuatan hubungan yang lebih besar terhadap perilaku PSN sebanyak 5,689 kali dibandingkan persepsi yang hanya 4,322 kali.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru Rismayanti, Eka Pramudian; Romadhon, Yusuf Alam; Faradisa, Nida; Dewi, Listiana Masyita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang mempunyai ukuran 0,5-4 ? × 0,3-0,6 ? dan mempunyai lapisan luar tebal yang terdiri dari lipoid yang sulit ditembus oleh zat kimia. Penyakit TB masih menjadi masalah utama kesehatan dan menjadi beban kesehatan masyarakat. Penanganan terhadap tingginya prevalansi TB tersebut yaitu dengan dilakukan pengobatan TB paru sampai tuntas dan sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB paru. Desain penelitian menggunakan metode literature review dan sampel penelitian didapatkan dari pencarian secara daring menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian terdapat 239 artikel yang ditemukan lalu diekslusi sesuai criteria retriksi, didapatkan 10 artikel penelitian yang direview. Satu artikel dengan metode cohort retrospektif, satu artikel case control, satu artikel cohort prospektif, tujuh artikel cross sectional. Dalam penelitian menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga terhadap keberhasilan pengobatan pasien TB paru. Simpulan dukungan keluarga sangat penting dimasukkan dan diberikan dalam penatalaksanaan pengobatan pasien TB paru. Dukungan ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan sehingga angka kejadian resistensi kuman terhadap OAT akan terkontrol.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING KOMBINASI MEBENDAZOL PIRANTEL PAMOAT DENGAN ALBENDAZOL UNTUK TERAPI SOIL TRANSMITTED HELMINTHIASIS Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda; Bestari, Rochmadina Suci; Sutrisna, Em; Dewi, Listiana Masyita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil transmitted helminthiasis (STHis) masih menjadi masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi pada umumnya masihsangat tinggi antara 2,5% - 62%, terutama pada golongan pendudukyang kurang mampu, dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.Terapi STHis yang direkomendasikan adalah albendazol,mebendazol, dan pirantel pamoat. Mebendazol dan pirantel pamoatmemiliki efektfitas yang lebih rendah dibandingkan albendazol.Pemberian dua obat kombinasi antara mebendazol dan pirantelpamoat merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untukmeningkatkan kesembuhan. Dibutuhkan pembahasan terkaitperbandingan efektivitas terapi albendazol dengan kombinasimebendazol pirantel pamoat pada STHis terutama pada infeksicampuran dengan mempertimbangkan efek samping yang munculpada penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuanmengetahui perbandingan efektivitas dan efek samping padapemberian albendazol dengan kombinasi mebendazol pirantelpamoat untuk terapi STHis. Metode penelitian ini adalah sytematicreview dengan metode analisis naratif menggunakan databasemeliputi Google Cendekia, Pubmed, Science Direct, CochcraneLibrary, Research Gate, Garuda dan Center for Disease Control andPrevention (CDC). Pada tahap pengumpulan data, didapatkan 1640judul dari 7 mesin pencarian. Didapatkan hasil akhir 2 artikel yangmembahas perbandingan efektivitas dan efek samping albendazoldengan kombinasi mebendazol pirantel pamoat. Albendazol memilikitingkat kesembuhan sebesar 89,5% - 93,11%. Kombinasimebendazol dan pirantel pamoat memberikan tingkat kesembuhansebesar 80,4% - 97,4% bergantung pada dosis pemberian. Efeksamping albendazol adalah pusing. Efek samping kombinasi berupapusing, diare, gatal dan ruam merah seluruh tubuh.
Efek Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dewi, Listiana Masyita; Arlita, Shella Asfiria
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab utama terjadinya infeksi secara global. Staphylococcus aureus mampu menghasilkan enzim ?-laktamase yang dapat mengakibatkan resistensi. Daun salam mengandung zat aktif yang memiliki sifat antibakteri seperti tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Tiap bakteri dibagi menjadi 5 kelompok, cefazoline sebagai kontrol positif, CMC 1% sebagai kontrol negatif, ekstrak 5%, 10%, dan 20% sebagai kelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukur menggunakan jangka sorong. Hasil: Zona hambat terhadap Staphylococcus aureus terbentuk pada konsentrasi 5% sebesar 10,5?+-0.44 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 12,25+- 0,47 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 16,58+-0,89 mm. Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,00 pada masing-masing bakteri. Kesimpulan: Fraksi daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secara statistik terhadap Staphylococcus aureus.
Efek Samping Penggunaan Hidroksiklorokuin Dalam Terapi Kasus Covid-19 Yulyasti, Eva; Dewi, Listiana Masyita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi in vitro menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin lebih baik dalam mengobati Covid-19. Pada bebearap artikel menyebutkan efek samping yang berbeda-beda, sehingga akan dilakukan analisis guna mengetahui efek yang paling sering terjadi. Review ini bertujuan untuk menganalisis artikel yang menyatakan adanya efek samping yang sering ditimbulkan akibat penggunaan hidroksiklorokuin dalam tatalaksana Covid-19. Sejumlah 10 artikel didapatkan setelah screening. Terdapat beberapa efek yang sering ditimbulkan akibat penggunaan hidroksiklorokuin pada pasien Covid-19. Hidroksiklorokuin tidak memberikan manfaat terhadap terapi Covid19 dan timbul efek samping selama terapi. Efek samping yang paling sering ditimbulkanya adalah gangguan gastrointestinal (mual, muntah, dan diare) dan jantung (aritmia, perpanjangan gelombang QT).
Peran Bakteri Wolbachia Terhadap Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Aedes aegypti Firdausi, Rusnaindah Ifta; Bestari, Rochmadina Suci; Dewi, Listiana Masyita; Nurhayani, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Untuk itu diperlukan metode pengendalian vektor antara lain melalui penggunaan insektisida meskipun dapat menyebabkan resistensi. Tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan teknik serangga mandul (TSM), namun metode ini kurang efektif. Hal tersebut mendorong dikembangkannya metode alternatif baru seperti penggunaan bakteri Wolbachia. Bakteri Wolbachia mampu menghambat replikasi virus dengue, sehingga ketika nyamuk betina ber-Wolbachia menghisap darah manusia yang mengandung virus dengue. Nyamuk tersebut tidak dapat menularkan virus dengue ke manusia lain dan menyebabkan ketidakcocokan sitoplasma ketika nyamuk betina tidak ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk jantan ber-Wolbachia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran bakteri Wolbachia terhadap pengendalian vektor demam berdarah dengue Aedes aegypti. Desain penelitian menggunakan metode literature melalui penelusuran dengan menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian bakteri Wolbachia mampu menginduksi ketidakcocokan sitoplasma dan menyebabkan kematian embrio. Strain w MelPop-CLA memperpendek umur dan memblok transmisi DENV2. Strain w Mel menyebakan penurunan viabilitas telur, menurunkan kemampuan menghisap darah, dan menurunkan titer virus di dalam saliva nyamuk sehingga dapat menurunkan prevalensi penyakit demam berdarah dengue. Simpulan bakteri Wolbachia memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif dalam upaya pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD) Aedes aegypti.
Comparison of the Effectiveness of Permethrin 1% and Dimeticone 4% as Therapy of Pediculosis Capitis: Literature Review Herdiyanti, Dwi Advina; Dewi, Listiana Masyita; Aisyah, Riandini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pediculosis capitis is a scalp disease caused by the infestation of obligate ectoparasites. Infection is usually found in children aged 6-12 years, girls have a higher risk of infection than boys, especially in rural areas in developing countries. One example of treatment that can be done to treat Pediculosis capitis infection is the use of 1% permethrin or 4% dimeticone. Objective: The aim of this study was to compare the effectiveness of permethrin 1% and dimeticone 4% as a treatment for pediculosis capitis. Methods: The research method uses a literature review research design. The data in this study were obtained from several journal databases, namely PubMed, Google Scholar, and Research Gate with the keywords "Permethrin 1%" AND "dimeticone 4%" AND "pediculosis capitis". The data analysis method in this study uses the critical appraisal method with a search strategy in the form of PICO (Population, Intervention, Comparation, Outcome). Results: The results of this study concluded that the use of 4% dimeticone was more effective when compared to the use of 1% permethrin as a treatment for pediculosis capitis.
Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Karuniawati, Hidayah; Haryoto, H; Sujono, Tanti Azizah; Fortuna, Tista Ayu; Khotimah, Khusnul; Suhendi, Andi; Ichsan, Burhanudin; Sarbini, Dwi; Muhtadi, M; Harlianti, Mariska Sri; Dewi, Listiana Masyita; Herawati, Erna; Studiviani, Raafika; Utama, Haya Nabilah; HI, Marsilia Rosa Sinensis; Dzafira, Laila; Nurseptiria, Haliza Arzeti; Oktaviani, Ardalia Rinanda; Fitriani, Rizki Ainun; Kusumastuti, Lina Ayu; Muslihah, Sayyidah Nurul; Anifatussaa'dah, A; Nisa', Faridita khoirun; Trihatmoko, Fahriza Mei; Basusena, Rahardian Surya; Rifaini, Fidhia Nur; Citra, Tia Mella; Maesaroh, Ida; Marsya, Vitania
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
COMPARISON OF GRAM-BACTERIAL RESISTANCE PATTERNS OF PNEUMONIA IN THE ELDERLY AND NON-ELDERY Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Dewi, Listiana Masyita; Jatmiko, Safari Wahyu; Faizah, Ishmah Nur; Kania, Yulia Intan; Affifah, Fathiyya Noor; Prasetyo, Andri Sugeng
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia is an infectious disease of the lungs caused by various microorganisms that cause inflammation of the lung parenchyma. This infectious disease is more likely to affect elderly patients. Most of the microorganisms that cause pneumonia are bacteria, both gram-positive and gram-negative bacteria. The main management for patients with pneumonia is to use antibiotic therapy. The irrational use of antibiotics can increase the occurrence of antibiotic resistance. This study aimed to compare the resistance patterns of Gram-positive and Gram-negative bacteria causing pneumonia in elderly and non-elderly patients. This study used a descriptive method with secondary data in the form of medical record data and antibiotic sensitivity test data. based on this study, it was found that the bacteria that caused pneumonia were mostly gram-negative bacteria. The most common gram-negative bacteria was Klebsiella pneumoniae, while the most common gram-positive bacteria was Streptococcus sp. The results of antibiotic sensitivity tests on gram-positive bacteria showed that the majority were resistant to fluoroquinolones, namely Ciprofloxacin (64%), Levofloxacin (59%). Meanwhile, gram-negative bacteria were mostly resistant to Ampicilin (84%) and Cefadroxil (83%). Conclusion: The bacteria that cause pneumonia, both gram-positive and gram-negative, experienced antibiotic resistance to the tested antibiotics. The selection of antibiotic therapy can be adjusted according to the causative bacteria and their resistance patterns.Keywords: Pneumonia; Antibiotic resistance pattern; Gram-positive bacteria; Gram-negative bacteria
SKABIES: INFESTASI PARASIT YANG TIDAK HANYA MEMENGARUHI KULIT Sigit Prakoeswa, Flora Ramona; Pramuningtyas, Ratih; Risanti, Erika Diana; Suci Bestari, Rochmadina; Dewi, Listiana Masyita
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1789

Abstract

Skabies adalah salah satu penyakit infestasi parasit pada kulit yang paling umum di dunia dan memiliki dampak yang bervariasi tergantung pada situasi klinis. Beberapa waktu yang lalu, World Health Organization (WHO) telah menambahkan skabies ke dalam daftar penyakit tropis yang terabaikan dalam upaya untuk mengendalikan dan mengeradikasi skabies. Skabies tidak hanya memengaruhi kulit, namun juga berdampak terhadap terhadap aspek psikis, sosial, dan ekonomi pasien. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas hidup pasien skabies, bahkan pada populasi tertentu skabies sudah dianggap hal yang biasa. Tidak hanya itu, skabies juga dapat menimbulkan komplikasi yang berat seperti glomerulonefritis, penyakit ginjal kronik, dan demam rematik akut. Prognosis yang baik dapat diperoleh jika pasien diberi tata laksana yang tepat dan holistik.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Affifah, Fathiyya Noor Afif, Adi Nur Alvien Darmawan Andi Suhendi Anggitaratri, Zakia Novi Anifatussaa'dah, A Anindita, Rahma Anisah, Yuan Hasnaa Ardalia Rinanda Oktaviani Ariffah, Hilda Zaniba Arlita, Shella Asfiria Arya Kusuma Wijaya Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda Aulia Hanif Azahra, Miranda Azka Tarisa Atmaja Basusena, Rahardian Surya Bramantio, Richard Guntur Budi Hernawan Buhari, Siti Sabariah Burhanudin Ichsan Cahyoajibroto, Muhamad Ananto Candrama Jalu Kumara Chevalerie Daffa Prawito Citra, Tia Mella Devi Usdiana Rosyidah Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati Dewi, Purista Tiara Dwi Advina Herdiyanti Dwi Permatasari Utomo Putri Dwi Sarbini Dzafira, Laila Eka Pramudian Rismayanti Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erna Herawati Erna Herawati, Erna Estu Puguh Prabancono Eva Yulyasti Faatiha, Arsyal Wanda Fahmi Alief Maulana Fahriza Mei Trihatmoko Faizah, Ishmah Nur Faqihudin, Fadli Rizal Faradisa, Nida Faridita khoirun Nisa' Faris Hasabi Fathin, Afif Naufal Fauziah, Nida Faradisa Febrian, Rizky Febriani, Shintia Feby Cindika Briliana Felina, Sella Feny Gestia Septiana Feriyanto, Dedek Dani Fidhia Nur Rif'aini Fidhia Nur Rifaini Firda, Fathiyyatu Assadiy Firdaus, Najmarani Devi Firdausi, Rusnaindah Ifta Fitriani, Rizki Ainun Flora Ramona Sigit Prakoeswa Ganis Nawang Wuri Ghina Nisrina Wibowo Hafidhah, Amalia Nur Haliza Arzeti Nurseptiria Hanif, Aulia Haryanti, Niken Diah Haryoto Haryoto Haryoto, H Hasna Mazaya Haya Nabilah Utama Herdiyanti, Dwi Advina HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidayah Karuniawati Hilda Afifah Setiani Hitaputra Agung Wardhana Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Insyiroh, Fahwa Nyssa Izdhihar, Rafif Ryandra Jatmitko, Safari Wahtu Jayanti, Puji Tri Jihad Juninda, Larasati Juwita Raditya Ningsih Kania, Yulia Intan Karentina, Yugita Utami Nora Karmila Indar Parawansa Khotik, Laisa Khusna, Syafira Anggraini Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kovana, Hafinsa Noviayu Kumara, Candrama Jalu Kusumastuti, Lina Ayu Kuswanto, Didit Laila Dzafira Lia Kicky Mahmudi Lina Ayu Kusumastuti Lintang Ratri Mahardika Madania, Makiyatul Mahmudi, Lia kicky Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Masykurin, Siti Binta Metana Puspitasari Miranda Azahra Mitoriana Porusia Mufidah, Fathin Muhamad Irfan Hidayatullah Muhamad Tegar Dwi Aji Pangestu Muhammad Gemilang Ramadhan Muhammad Marcelliano Rifky Aditomo Putra Muhjatul Qolbi Nafi’ah Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Mutiara Putri Ari Kristianti Muzaid, Intan Muzainah Binti Noorul N Nurhayani Nandasari, Dhiastika Naruma, Anteng Nastiti Farasvita Putri Nida Faradisa Fauziyah Nining Lestari Nisa', Faridita khoirun Nisa, Faridita Khoirun Noor Hafida Widyastuti Nuralam, Muhammad Fathan Nurhayani Nurhayani nurhayani Nurhayani, N Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Fadhilah Oktaviani, Ardalia Rinanda Omar, Puteri Nur Atiqah Binti Omar Permatasari, Ayu Ardita Dewi Prabancono, Estu Puguh Pranata, Nasywa Sekar Utami Prasesti, Wulan Prasetyo, Andri Sugeng Puspitasari, Klaudia Vindy Putri Amelia Azzahra Putri, Devara Dhea Adinda Putri, Nabilla Munanda Putri, Nastiti Farasvita Qonita Rahmadiena Raafika Studiviani Raafika Studiviani Dwi Binuko Rafif Ryandra Izdhihar Rahardian Surya Basusena Rahmadiena, Qonita Rakhma, Titian Ratih Pramuningtyas Ratnaasri, Ulina Dwi Retno Sintowati Riandini Aisyah Rifaini, Fidhia Nur Rima Munawaroh Rismayanti, Eka Pramudian Rizki Ainun Fitriani Rochmadina Suci Bestari Rusnaindah Ifta Firdausi Ruspita, Wiza Sarlia Sabilla, Firdha Fasa Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Tasya Viona Sartari Entin Yuletnawati Satria, Yohanes Aditya Adhi Sayyidah Nurul Muslihah Shafira Khairunnisa Shella Asfiria Arlita Shinta Riana Setiawati Shinta Riana Setiawati, Shinta Riana Sri Wahyuni Studiviani, Raafika Syafira Nurulita Syah, Devan Adil Tanti Azizah Sujono Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Tri Agustina, Tri Trihatmoko, Fahriza Mei Tristianti, Imaz Zaniar Tsalis Nur Salsabiela Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Wafiq, Muhammad Azzim Wahyu Denny Setioko Wijaya, Yustika Nurani Yuli Widyastuti Yulia Intan Kania Yulyasti, Eva Yustika Nurani Wijaya Yusuf Alam Romadhon Zahrania, Alysia Ridharaudha Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq Zulfiona Dianes Zulia Setiyaningrum