Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Biologi SMA Se-Kota Binjai Siregar, Mariana; Harahap, Fauziyah; Sipahutar, Herbet
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Magister Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was aim to know pedagogic competence teachers’ and factors relating to the competence of teachers. The population in this study are all biology teachers at 20 schools. The research sample as many as 34 teachers of biology. Data was collected by observation sheet, assessment lesson plan sheet, teacher questionnaire and data analyze were qualitative descriptive.The result revealed teacher pedagogic competence in arrange lesson plan was 11 persons (32.35%) categorized very good, 23 persons (67,65%) is good and the total average value 80,32 is good. Learning performance was 14 persons (41,18%) categorized very good and 20 persons (58,82%) is good and the total average value 80,68 is good.Factors that influence the pedagogical competence of teachers is level education background with compile lesson plan was 0.037, frequency certification acceptance was 0.025. An frequency activity of MGMP with learning performance was 0.012.
Analisis Pemahaman dan Kesulitan Belajar Siswa Materi Bioteknologi Berdasarkan Indikator Kelas IX SMP Se-Kota Padang Sidempuan Zetkas, Eryati; Harahap, Fauziyah; Edi, Syahmi
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Magister Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine; (1) The number of students who completed the material Biotechnology; (2) Analyze the indicator most elusive . This research is descriptive qualitative, the population of the research students of SMP Negeri 5 in the city Padangsidimpuan, representing 11 SMP is in the City Padangsidimpuan. Namely SMP Negeri 2 Padangsidimpuan, SMP Negeri 4 Padangsidimpuan, SMP Negeri 8 Padangsidimpuan, SMP Negeri 9 Padangsidimpuan, SMP Negeri 10 Padangsidimpuan. Based on the results of tests mastery of biotechnology research shows that as many as 151 students who completed (45.62%) of the total 331 students and 180 students were not completed (54.38%). Based on the sub material having difficulty in tissue culture material (43.73%), media hydroponics and aeroponics (39.15%), recombination (32.05%), food biotechnology products (27.04%), and the impact of biotechnology by (23.09%). Meanwhile, based on indicators that have trouble distinguishing conventional food biotechnology products and modern (18.91%), identifying the benefits of biotechnology (30.25%), giving a few examples of the manufacture of food and beverages with the use of conventional biotechnology (30.49%), making simple food biotechnology products that can be used in everyday life (29.16%), sort the steps of making a tissue culture (13.92%), identify the process and the advantages and disadvantages of undertaking a tissue culture (51.67%), identified process and the advantages and disadvantages do hydroponics (44.27%), describe how to grow crops with aeroponic media (35.31%), identifying the gene recombination products with new properties that we want (32.03%), and identifies the impact of biotechnology (22.03%).
PERTUMBUHAN TUNAS MANGGIS (Garcinia Mangostana L) IN VITRO HASIL PERLAKUAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZYL ADENIN DAN UKURAN EKSPLAN YANG BERBEDA Harahap, Fauziyah; ., Hasratuddin; Suriani, Cicik
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 12, No 1 (2012): MARET 2012
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manggis adalah salah satu buah asli Indonesia yang memiliki potensiekspor sangat besar, namun pertumbuhan tanaman ini sangat lambat. Alternatifuntuk meningkaikan pertumbuhannya yaitu melalui teknik kultur jaringan denganmemanjaatkan zat pengatur tumbuh (ZPT) Benzyl Adenine (BA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh konsentrasi ZPT BA terhadappertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) in vitro, 2) Pengaruhukuran eksplan terhadap pertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) invitro, 3) Pengaruh interaksi ZPT BA dan ukuran eksplan terhadap pertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) in vitro. Bahan penelitian yangdigunakan adalah biji manggis dari lapang. Rancangan penelitian ini adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) Jaktorial dengan dua Jaktor perlakuan yaitu DosisZPT BA terdiri dari 4 taraf perlakuan, ukuran eksplan terdiri dari 3 tarafperlakuan, sehingga ada 12 kombinasi perlakuan. Eksplan biji disterilisasi dan ditumbuhkan dalam media MS dengan beberapa dosis ZPT BA (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm), dengan 3 ukuran eksplan (utuh, 1 cm, 2 cm). Parameter pengamatanpenelitian ini adalah 1) Waktu munculnya tunas, 2) Jumlah tunas, 3) Jumlah daun,4) Tinggi tanaman. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial denganANA VA RAL Jaktorial. Berdasarkan hasil uji statistik, perlakuan konsenirasi BA(Benzyladenin) dan ukuran eksplan tidak memberkan pengaruh yang nyataterhadap periumbuhan manggis (Garcinia mangostana L.) secara in vitro, padawaktu munculnya tunas, jumlah daun, tinggi tanaman dan juga jumlah tunas(interaksi AB), namun berdasarkan analisis statistic deskriptif, pertumbuhan tunaspada jumlah tunas umur 12 MST, Jaktor A (konsentrasi BA ) memberikanpengaruh terhadap jumlah tunas. Periumbuhan tunas yang paling cepat pada umur 3 MST pada perlakuan konsentrasi 4 ppm dengan ukuran eksplan 2 cm, jumlahtunas paling tinggi dicapai dengan rata - rata 5,99 (4 ppm ukuran 2 cm), jumlahdaun paling tinggi dicapai dengan rata - rata 6,53 ( 4 ppm ukuran utuh) danjumlah daun paling banyak 9 helai (4 ppm ukuran 2 ), sedangkan tinggi tanaman tertinggi dicapai pada perlakuan ( 4 ppm ukuran utuh) yaitu rata - rata 6,29.
INDUKSI TUNAS NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) IN VITRO DENGAN PEMBERIAN DOSIS AUKSIN DAN SITOKIN YANG BERBEDA Harahap, Fauziyah; ., Nusyirwan
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) pada mulanya hanya diketahuisebagai tanaman pekarangan, sekarang penanamannya sudahmenjadi tanaman perkebunan. Nanas merupakan tanaman yangperlu dikembangkan dalam skala perkebunan karena buahnyabernilai ekonomi, permintaan pasar, komoditi buah ekspor ketigadidunia setelah Negara Filipina dan Thailand. Komoditi nanastelah lama dibudidayakan di Indonesia, memiliki potensi eksporsangat besar, dapat dikembangkan sebagai buah segar maupununtuk diversifikasi olahan dengan bahan dasar, namunketersediaan tanaman ini masih kurang. Satu alternatif untukmeningkatkan pertumbuhan nanas yaitu dengan menerapkantehnik kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui 1) Pengaruh pemberian dosis Zat Pengatur Tumbuh(ZPT) Sitokinin (BAP) terhadap pertumbuhan nanas (Ananascomosus L.) in vitro, 2) Pengaruh pemberian dosis ZPT Auksin(IAA) terhadap pertumbuhan nanas (Ananas comosus L.) in vitro, 3)Pengaruh interaksi ZPT auksin (IAA) dan sitokinin (BAP)terhadap pertumbuhan nanas (Ananas comosus L.) in vitro.Rancangan penelitian ini adalah factorial complete random design(CRD) dengan perlakuan yaitu 1). Dosis ZPT BAP terdiri dari 4taraf perlakuan yaitu, 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm dan 6 ppm dan 2)Dosis ZPT IAA yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0 ppm, 0,5ppm, 1 ppm. Parameter pengamatan penelitian ini adalah datapertumbuhan yang diambil pada minggu ke 14 sesudahpenanaman, yaitu 1) Jumlah tunas, 2) Jumlah daun, 3) Jumlah akar.Hasil penelitian menunjukkan 1) ZPT Sitokinin, auksin tidakberpengaruh terhadap jumlah tunas, interaksi keduanya mempengaruhi jumlah tunas. 2) ZPT Sitokinin, auksin berpengaruh terhadap jumlah daun, interaksi keduanya tidakmempengaruhi jumlah daun. 3). ZPT Sitokinin berpengaruhterhadap jumlah akar, Auksin dan interaksi keduanya tidakmempengaruhi jumlah akar. Semakin tinggi konsentrasi sitokininyang diberikan akan semakin menurunkan jumlah akar yangterbentuk.
Contextual Inquiry Model to Improve Students’ Science Process Skill on Microbiology Lesson Hasruddin, Hasruddin; Harahap, Fauziyah; Mahmud, Mahmud
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol 25, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um047v25i12018p008

Abstract

This study aims to develop the design of contextual inquiry learning model to improve students’ science process skills in microbiology lectures. The design of learning model developed in the form of contextual inquiry learning model. This Research and Development covers three stages of research that are: Needs analysis, Development of contextual inquiry learning model, and Trial of learning design. The research instruments used to collect data consisted of validation sheets by material experts, designers, and linguists, and a description test to measure the skills of the science process. It used descriptive statistics for data analysis. A preliminary study conducted on 40 students attending microbiology lesson indicated the need for microbiology teaching design which applies active learning process based on contextual inquiry. The results of a limited trial of 34 experimental class students and 35 control class students found that the research hypothesis was accepted, which means that contextual inquiry learning model of microbiology enhances students’ process skills higher than conventional method.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain model pembelajaran inkuiri kontekstual untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dalam perkuliahan mikrobiologi. Desain model pembelajaran dikembangkan dalam bentuk model pembelajaran inkuiri kontekstual. Penelitian dan Pengembangan ini mencakup tiga tahap penelitian yaitu: Analisis kebutuhan, Pengembangan model pembelajaran inkuiri kontekstual, dan Ujicoba desain pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari kuesioner kepada ahli materi, ahli desain pembelajaran, dan ahli bahasa, serta tes objektif untuk mengukur keterampilan proses sains. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Studi pendahuluan yang dilakukan pada 40 mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan mikrobiologi menunjukkan perlunya desain pembelajaran mikrobiologi dengan menerapkan proses pembelajaran aktif berbasiskan inkuiri kontekstual. Hasil uji coba terbatas terhadap 34 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrolditemukan bahwa hipotesis penelitian diterima, yang berarti bahwa model pembelajaran inkuiri kontekstual pada perkuliahan mikrobiologi dapat meningkatkan keterampilan proses mahasiswa lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung. 
Region of Nuclear Ribosomal DNA (ITS2) and Chloroplast DNA (rbcL and trnL-F) as A Suitable DNA Barcode for Identification of Zingiber loerzingii Valeton From North Sumatera, Indonesia Prasetya, Eko; Lazuardi, Lazuardi; Harahap, Fauziyah; Rachmawati, Yuanita; Yusuf, Yusnaeni; Al Idrus, Said Iskandar; Prastowo, Puji
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 8, No 3 (2023): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.76956

Abstract

Zingiber loerzingii Valeton is one of the species in the Zingiberaceae family found throughout Aceh and North Sumatra, Indonesia, with slimy flowers, yellowish white color, and dark orange stamens. Z. loerzingii is endemic in North Sumatra with a very limited distribution. The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources classifies this plant into the vulnerable ones category. This study aims to examine the potential of DNA barcoding from nuclear DNA (ITS2) and DNA chloroplasts (rbcL and trnL-F) to identify Z. loerzingii plants. The research sample was obtained from two main distribution areas of Z. loerzingii in North Sumatra, Indonesia, namely Sibolangit Nature Reserve and Tangkahan Conservation Forest. The results showed that all the DNA barcode markers used were able to classify Z. loerzingii into the same group in the phylogenetic analysis. ITS marker is the most effective marker for classifying Zingiberaceae species compared to rbcL and trnL-F markers. The ITS2 marker has the lowest level of intraspecific and intraspecific genetic distance overlap compared to the rbcL and trnL-F markers. This research is expected to provide information related to the DNA barcode of Z. loerzingii in an effort to conserve this rare plant. 
The Effect of IAA and BAP on Root Induction of Cattleya Orchids Harahap, Fauziyah; Sinuraya, Kenari Br; Syarifuddin, Syarifuddin; Suriani, Cicik; Ningsih, Ayu Putri; Edi, Syahmi; Nusyirwan, Nusyirwan
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i2.4481

Abstract

Orchid is an ornamental plant commodity that has an important meaning in international trade. Until now, orchids are still the center of attention of farmers and lovers of ornamental plants, because of their bright potential as cut flowers and potted plants. The popular and widespread type of orchid is Cattleya sp. The Cattleya orchid is also called the queen of orchids because of its colorful flowers. Cattleya sp. orchids take a long time to propagate by seed, about 4 to 7 years, so other methods are needed to deal with them. Tissue culture is a method for isolating plant parts such as cells, tissues or organs, and cultivating them in an aseptic environment. The purpose of this study was to determine the optimal interaction of growth regulators indole acetic acid (IAA), benzyl amino purine (BAP), and their interactions with the root induction of Cattleya sp. Cytokinins interact with auxin in determining the direction of cell differentiation. In this research method, differences in concentrations of indole acetic acid (IAA: 0, 2, 4, 6 ppm) and concentrations of benzyl amino purine (BAP: 0, 0, 5, 1 ppm) were carried out. Parameters observed were the number of roots and root length. Data were analyzed descriptively and inferentially using ANOVA. The highest number of roots was obtained in the treatment medium containing 0.5 ppm BAP and 6 ppm IAA, which was 6.33. The highest root length was found in the B0I4 treatment (BAP 0 + IAA 4 ppm). The results of the analysis of the interaction variance between the IAA treatment and the BAP treatment were 0.005, meaning that there was a significant effect of the combination of IAA and BAP on the leaf length of Cattleya sp.
In vitro Growth of Cattleya sp Orchid from Leaf Explants with Growth Regulators Harahap, Fauziyah; Hariyadi, Itra; Silitonga, Melva; Suryani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i1.3945

Abstract

Using leaf explants, this research aimed at identifying the type of growth response that can be created and the optimal mix of media for the growth of Cattleya sp orchid. This was an experimental investigation employing the RAL method (completely randomized design) with a combination of 2.4-D (0;1; 2; 3 ppm) and Kinetin  (0;0.3;0.6 ppm) repeated three times. According to the results of this study, the growth regulators 2.4-D and kinetin  were unable to promote the development of all explants. Explants transferred to media containing polyvinylpyrrolidone (PVP) to prevent browning after 12 weeks of observation. Then the results of the study also found the emergence of shoots in the treatment P0 (control), P2 (2,4-D 0 + Kinetin  0.6 ppm), P8 (2,4-D 2 + Kinetin  0.6) and P11 (2.4- D 3 + K 0.6 ppm) in the 3rd week of observation, the appearance of callus at P5 (2.4-D 1 + Kinetin  0.6 ppm) in the 4th week of observation
Variasi Waktu Dan Sterilisasi Untuk Anggrek Cattelya sp. Sebelum Penanaman In-Vitro Harahap, Fauziyah; Br Bangun, Edmy Febriani; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Nusyirwan, Nusyirwan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8081

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendapatkan teknik sterilisasi yang terbaik untuk eksplan batang anggrek Cattleya sp. muda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No. 8 Tanah 600 Medan Marelan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dalam mencobakan beberapa teknik sterilisasi. Untuk mengetahui teknik sterilisasi yang tepat, penelitian ini menggunakan eksplan lapang anggrek Cattleya Sp. dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dan ditabulasi menggunakan parameter penelitian hari terkontaminasi, persentase eksplan yang terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan yang membengkak, persentase eksplan yang membentuk bakal tunas dan persentase eksplan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 teknik sterilisasi yang optimal dalam sterilisasi eksplan lapang Anggrek Cattleya Sp. yaitu teknik sterilisasi 2 dan 4. Teknik sterilisasi 2 menggunakan zat sterilan deterjen, akuades steril, Tween-20, benomil 50%, agrimicin, NaOCl 15% 10% dan alcohol 70% kemudian teknik sterilisasi 4 dengan zat sterilan Clorox 1,05%, HgCl 0,02% dan akuades steril merupakan teknik sterilisasi yang tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kontaminasi eksplan dan tampaknya spot-spot hijau pada eksplan dimana eksplan akan mengalami pertumbuhan tunas. Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi pada eksplan Anggrek Cattleya Sp. adalah kurangnya kehati-hatian praktikan pada saat melakukan sterilisasi eksplan lapang, kontaminasi endogenus yang tinggi dan penggunaan zat steril yang kurang tepat
RISET BIOLOGI BERBASIS STEM DI ERA METAVERSE Harahap, Fauziyah; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Parasetya, Eko; Kamal, Samsul; Zahara, Nurlia; Armaniar, Armaniar
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pbio.v11i1.19410

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 saat ini sedang kita hadapi. Seiring dengan hal tersebut, maka riset biologi juga berkembang pesat. STEM berperan penting dalam menggali potensi Biodiversitas dan riset biologi melalui berbagai model pembelajaran yang mengasah kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, berfikir tingkat tinggi (HOTS), berkolaborasi dalam proses pendidikan. Pelaksanaan Project base learning, Problem Base Learning, inquiry learning, Discovery Learning, Case Methode menjadi terintegrasi dengan proses pendidikan melalui STEM. Metaverse menawarkan cara baru bagi pengguna khusunya pada bidang pendidikan  untuk berkolaborasi secara virtual dan berperan didalamnya. Di dunia riset dan edukasi, metaverse membawa dampak, khusunya pada Biodiversitas Indonesia yang dapat divisualisasikan secara virtual.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, STEM, Metaverse
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelia, Ichlasul Ajat Sudrajat Amanda, Putri Anisa, Cut Anliana, Anliana Anwar, Syakila Apriliani, Indah Rizka Armaniar, Armaniar Aryeni Aryeni, Aryeni Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Azzahra, Yolanda Putri Baby Arlita Lubis, Baby Arlita Batubara, Wardah Arijah Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani Br Mangunsong, Monica Septiani Chairany Rizka CICIK SURIANI Dalimunthe, Rahmadina Damanik, Jesika Febriani Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dwi Apriliani, Dwi Eko Prasetya, Eko Ely Djulia Eryati Zetkas, Eryati Fachry Abda El Rahman Fadhliyah, Nurul Fajriati, Qisthy Adha Fian Sinaga, Roberi Sepda Fitri Rahmadani, Fitri Fitri, Walida Gultom, Josephine Olivia Gultom, Novayanti Hadinata, Aristo Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Hasanah, Dwi Hasibuan, Hasni Periadi Hasratuddin . Hasruddin Hendro Pranoto Hengki Frengki Manullang, Hengki Frengki Herbert Sipahutar, Herbert Herbet Sipahutar, Herbet Humairah, Erfiani I Made Nuada, I Made Idramsa Idramsa, Idramsa Indrayani, Lisa Indriana, Githa Ivan Lauren, Ivan Kairani, Anita Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Khairani, Wilda Khalisyah, Zhafira Lazuardi Lazuardi Limbong, Forentina Lubis, Anita Agustina Lubis, Khairiza Lubis, Theresia Mahmud Mahmud Malau, Sthevy Graf Manik, Manganju Mardiana Mardiana Mariana Siregar, Mariana Martina Asiati Napitupulu Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nadeak, Santaro Marito Nadhilla, Annisa Nainggolan, Junister Nanda Pratiwi Nasution, Marina Azzahra Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Naura Kamila, Aryediutami Nazwari, Aura Nora, Putri Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nusyirwan . Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Pasaribu, Fadilah PERMATA GINTING, PERMATA PERTIWI, SUFINA INTAN Pranoto, Hendro Pribadi, Koko Puji Prastowo, Puji Rahayu, Ari Ramayanti Ramlan Silaban Renny Agustina, Renny Rumapea, Lusiana Ruth Susanty, Revi Said . Iskandar Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Salsabila, Az-Zahra Shakila Samsul Kamal Sari, Elvira Nanda Satriawati Satriawati, Satriawati Selvia Dewi Pohan Selvia Selvia Sembiring, Dear Chio Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Silitonga , Melva Simanjuntak, Yolanda Sulastri Simbolon, Yuni Artha Rapima Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert Siregar, Anita Rasuna Sari Sitanggang, Udur Astiona Sitompul, Naila Zahwa Sitorus, Henry Pangihutan Situmorang, Berri Sohada, Ummi Sri Rahmadani Harahap, Sri Rahmadani Sudibyo , Mufti Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syahmi Edi Syarifuddin Syarifuddin Tambunan, Diana Putri Kamila Tambunan, Maria Cintiana Tambunan, Muhammad Iqbal H. Tanjung, Aura Albizia Tarigan, Wenny Pinta Litna Tini Rosalia Gultom, Tini Rosalia Triyusmidarti, Neni Tumiur Gultom Ujung, Siti Nuraisah A Ujung, Siti Nuraisah Asma Wahida Rahmadani, Wahida Widya, Poppy Andra Yuanita Rachmawati Yusuf, Yusnaeni Zulkifli Matondang Zulpadly Zulpadly, Zulpadly