p-Index From 2021 - 2026
5.431
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Biologi Materi Ekosistem di Kelas X SMA N 1 Batang Kuis Portuna, Dewi; Hasruddin, Hasruddin
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.884

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar dalam menghadapi tuntutan keterampilan abad ke-21. Kemampuan berpikir kreatif sangat penting karena berkaitan dengan pemecahan masalah, pengembangan ide baru, serta kesiapan menghadapi isu-isu lingkungan yang kompleks, khususnya pada pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif materi ekosistem siswa dan faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 352 siswa dari 10 kelas. Sampel yang digunakan untuk penelitian diambil dengan menggunakan random sampling, dari 10 kelas diperoleh 2 kelas yaitu kelas XA dan XC sebanyak 72 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes esai kemampuan berpikir kreatif dan angket. Hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa pada indikator berpikir lancar diperoleh persentase sebesar 57,6% dengan kategori cukup kreatif. Indikator berpikir luwes diperoleh persentase sebesar 53,5% dengan kategori cukup kreatif. Indikator  berpikir orisinil diperoleh persentase sebesar 35,1% dengan kategori kurang kreatif. Indikator berpikir rinci diperoleh persentase sebesar 19,5% dengan kategori tidak kreatif. Berdasarkan hasil angket faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa, dapat diketahui bahwa faktor internal dengan persentase sebesar 60,4% dengan kategori cukup mendukung. Kemudian faktor eksternal dengan persentase sebesar 80,4% dengan kategori cukup mendukung. Kesimpulannya, kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong sedang hingga rendah pada beberapa indikator, sehingga perlu peningkatan melalui strategi pembelajaran inovatif dan penguatan faktor internal siswa.
Profil Karakter Siswa Kelas X pada Pembelajaran Biologi Materi Virus di SMA YPI Islamiyah Batang Kuis Deliserdang Yustiningsih, Nurul; Hasruddin, Hasruddin
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil karakter peserta didik kelas X dalam pada materi virus dan menggambarkan proses pembelajaran biologi yang mendukung penumbuhan karakter tersebut. Karakter yang dianalisis mengacu pada enam Profil Karakter dalam Framework Instrumen Survei Karakter Asesmen Nasional 2021, yaitu: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; gotong royong; kreativitas; bernalar kritis; kebinekaan global; dan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner terbuka, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X di SMAS YPI Islamiyah Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik telah menunjukkan perkembangan karakter yang beragam. Pada karakter beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia berada pada kategori “cukup berminat”, gotong royong berada pada kategori “cukup peduli” dan “aktif”, serta kreativitas masih terbatas pada ide dan belum menghasilkan karya nyata. Karakter bernalar kritis berkembang pada kemampuan mencari informasi, namun lemah dalam mengevaluasi informasi secara kritis. Karakter kebinekaan global masih rendah dan perlu penguatan, sedangkan kemandirian menunjukkan kategori “aktif”, dengan siswa mulai mampu mengelola emosi dan bertanggung jawab dalam proses belajar. Guru mengembangkan karakter siswa melalui pembelajaran virus dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), pertanyaan pemantik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan pendekatan ke siswa.
Kemampuan Literasi Digital pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Siswa Arda, Gladys Mutia; Hasruddin, Hasruddin; Silitonga, Melva; Daulae, Abdul Hakim
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i2.2739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital pada aspek pencarian di internet, pandu arah hypertext, evaluasi konten, dan penyusunan pengetahuan siswa SMA pada mata pelajaran biologi khususnya materi inovasi teknologi biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas X SMAN 1 Medan yang terdiri dari 12 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling yaitu teknik undian sehingga ditetapkan 2 kelas sebagai sampel penelitian ini yaitu siswa kelas X8 dan X10 SMAN 1 Medan yang berjumlah 72 orang. Instrumen pengumpulan data adalah tes uraian untuk mendapatkan data literasi digital siswa pada aspek pencarian di internet dan pandu arah hypertext serta angket untuk mendapatkan data literasi digital siswa pada aspek evaluasi konten dan penyusunan pengetahuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan membuat persentase yang selanjutnya diinterpretasikan berdasarkan kategori persentase skor literasi digital siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa pada aspek pencarian di internet (internet searching) termasuk dalam kategori sedang (64,93%), aspek pandu arah hypertext (hypertextual navigation) termasuk dalam kategori sedang (62,78%), aspek evaluasi konten (content evaluation) termasuk dalam kategori tinggi (75,02%), aspek penyusunan pengetahuan (knowledge assembly) termasuk dalam kategori tinggi (77,22%).
Perancangan Buku Ajar Perencanaan Pembelajaran Biologi Berbasis Problematika Hasruddin, Hasruddin; Aryeni, Aryeni; Amrizal, Amrizal
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 1 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i1.414

Abstract

Sebelum ini pembelajaran Perencanaan Pembelajaran Biologi pada mahasiswa pendidikan biologi FMIPA Universitas Negeri Medan (Unimed) belum menggunakan buku ajar berbasis problematika sehingga mahasiswa belum memiliki kemampuan menganalisis masalah, mencari solusi, dan menerapkan pada penyusunan rencana pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Perencanaan Pembelajaran Biologi berbasis problematika dan untuk menghasilkan draft buku ajar tersebut. Penelitian ini merupakan lanjutan dari tahap analisis kebutuhan yang masuk kepada tahap perancangan. Data diperoleh dari tahap perancangan dan dianalisis secara kualitatif berpedoman kepada standar buku ajar secara nasional. Hasil penelitian ditemukan bahwa cover buku telah berisi informasi lengkap, daftar isi mencerminkan cakupan isi buku ajar yang diharapkan yang sudah melingkupi tujuan pembelajaran secara komprehensif, isi buku memiliki keluasan dan kedalaman yang sesuai dengan problematika penggunaan aplikasi teknologi terkini yang selanjutnya dilakukan tahap pengembangan untuk melihat kalayakan buku ajar ditinjau dari para ahli bahasa, ahli perencanaan, dan ahli teknologi pendidikan.
The correlation between communication skill and basic teaching skill of prospective biology teachers Arwita, Widya; Hasruddin, Hasruddin; Ningsih, Widia; Mukra, Rizal; Mira Rangkuti, Sailana; Bella Junniar, Amanda
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i1.4485

Abstract

This study aims to determine the correlation between communication skills and basic teaching skills of biology education students as prospective biology teachers at the State University of Medan. The method used in this study is a quantitative approach with correlational data analysis, with a sample of 30 students. Data collection using observation techniques. Data analysis in the form of linearity tests and Pearson product-moment correlation tests. Data on communication skills and basic teaching skills are normally distributed and have a linear correlation. However, after the correlation test was carried out, the significance. (2-tailed) The value was obtained between communication skills and basic teaching skills of 0.063> 0.05, which means that there is no significant correlation between communication skills and basic teaching skills. Meanwhile, based on the calculated r (Pearson Correlation) of 0.344, the strength of the correlation is that there is a low correlation between communication skills and basic teaching skills. So it can be concluded that communication skills and basic teaching skills have a low correlation.
The effect of make-a-match learning assisted by animation media on students’ higher-order thinking skills of human respiratory system material Syahriani, Alica; Hasruddin, Hasruddin
Inornatus: Biology Education Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Inornatus: Biology Education Journal
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/inornatus.v4i2.659

Abstract

This research aims to determine the effect of the make-a-match learning model assisted by animation media on students' high-level thinking abilities on the human respiratory system material. This research was conducted from October 2023 to June 2024 at SMAN 18 Medan using a quasi-experimental method with a two group pretest-posttest design. The sampling technique uses cluster random sampling. The experimental class XI MIA2 has 35 students and the control class XI MIA3 has 36 students. The research instrument used was the HOTs test in the form of multiple choices. The results showed that the average score for the experimental class was 82.40, while the average score for the control class was 69.33. Students who were taught using the make-a-match model assisted by animation media had higher average scores compared to students who were taught using the direct instruction learning model. Hypothesis testing with t-test statistics shows a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05. This shows that the make-a-match learning model assisted by animation media has a significant effect on students' HOTs in the human respiratory system material at SMAN 18 Medan.
Students' Pedagogic Literacy Skills Based on Textbook Development Teaching Strategies in Biology Hasruddin, Hasruddin; Aryeni, Aryeni; Rezeqi, Salwa; Hartono, Adi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 3 (2024): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i3.7168

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the pedagogical literacy skills of biology education students after studying lecture material from textbooks on biology teaching and learning strategies that have been developed based on the ADDIE model. This development research used 92 students of the Biology Education Study Program, FMIPA, State University of Medan as subjects, who were determined by random sampling technique. Pedagogic literacy is measured using an essay test to determine the ability of prospective teacher students according to developments in technology and communication. The data were analyzed by percentage technique. The results of the study found that students' pedagogic literacy abilities in preparing themselves for e-learning were included in the good category (82.45%), the use of digital learning in the very good category (91.84%), the learning components involved in online learning is included in the very good category (92.67%), and the use of authentic assessment is included in the good category (84.78%).
Pengalaman Siswa SMA dalam Memaknai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Biologi: Sebuah Kajian Fenomenologis Hasruddin, Hasruddin; Sueng, Yuliani; Saragih, Azra Nabila; Wulandari, Ayu; Dionesa, Joyce Basana; Sarimuti, Dea
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa SMA dalam memaknai faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar Biologi, baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna subjektif dari pengalaman belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi tingkat minat belajar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi, rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan kemampuan memahami materi menjadi penentu utama dalam membangun minat belajar Biologi. Sementara itu, faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah peran guru, terutama dalam hal metode, sikap, dan kemampuan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga, lingkungan belajar, serta fasilitas sekolah turut memberi pengaruh, meskipun tidak selalu dirasakan secara langsung oleh seluruh siswa. Interaksi antara faktor internal dan eksternal dimaknai siswa sebagai hubungan yang saling melengkapi dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar Biologi terbentuk melalui sinergi antara dorongan individu dan dukungan lingkungan belajar. Guru memiliki peran sentral dalam menumbuhkan minat tersebut melalui strategi pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengalaman nyata siswa.
Pengalaman Siswa dalam Menggunakan Media Digital Interaktif Pada Pembelajaran Biologi SMAI An Nizam Medan Nuzalifa, Yossie Ulfa; Hasruddin, Hasruddin; Oktavia, Dhea; Panggabean, Nurul Hikmah; Sagala, Nur’aini; Ramadhana, Novia Putri; Husna, Raudhatul
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa dalam menggunakan media digital interaktif pada pembelajaran Biologi di SMAI An-Nizam Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X, XI, dan XII serta guru Biologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap proses pembelajaran menggunakan media digital interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif memberikan pengaruh positif terhadap minat, motivasi, dan pemahaman siswa. Media seperti animasi, simulasi, dan video pembelajaran membantu siswa memahami konsep Biologi yang abstrak menjadi lebih konkret dan menarik. Fitur interaktif juga meningkatkan antusiasme siswa melalui elemen gamifikasi seperti poin dan leaderboard. Selain itu, media digital mendorong kemandirian belajar karena siswa dapat mengakses materi kapan pun dan di mana pun. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan perangkat, jaringan internet yang tidak stabil, serta perbedaan kemampuan digital antar siswa. Secara keseluruhan, media digital interaktif terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, meskipun masih diperlukan peningkatan infrastruktur dan pelatihan bagi guru agar penggunaannya lebih optimal.
Co-Authors Afriani, Dwi Tika Afriani, Dwi Tika Aida Fitriani Sitompul Ainur Rofieq Al Hasanah, Lia Albert D Situmorang Amrizal Amrizal Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anni Erlina Batubara, Anni Erlina Arda, Gladys Mutia Arwita, Widya Aryeni Aryeni Aryeni Aryeni, Aryeni Ashar Hasairin Asih, Asti Dwi Askali, Nor-Aida Ayu Wulandari Bella Junniar, Amanda Binari Manurung Binari Manurung Binari Manurung, Binari Chastanti, Ika Cut Badzlina Roza, Cut Badzlina Dalimunthe, Rizka Ramadani Daulae, Abdul Hakim Dazrullisa, Dazrullisa Dian Arisetya, Dian Dionesa, Joyce Basana Ditania Larasati Eko Prasetya Eko Prasetya, Eko Elsa Bunga Dayanti, Elsa Bunga Ely Djulia Evi Lestari Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fenny Mustika Piliang, Fenny Mustika Fian Sinaga, Roberi Sepda Fitriana Siregar, Fitriana Gaol, Pelita Lumban Gultom, Endang Sulistyarini Gultom, Endang Sulistyarini Gultom, Novayanti HARTONO, ADI Hasanah, Lia Al Hasmi Syahputra Harahap, Hasmi Syahputra Huda, Atok Miftachul Huda, Atuk Miftachul Husna, Raudhatul Intan Bayati Nasution, Intan Bayati Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Juliani Kartika Kartika Khairil Hadi Khairunnisa Asnila Lubis, Khairunnisa Asnila Lasrini, Lasrini Limbong, Forentina Lisa Nurjannah M Imran Hasanuddin Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Mahmud Maria Fransisca Zega Martina Restuati Melva Silitonga Mira Rangkuti, Sailana Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Ridho Nabila Halim Nasution Nanda Pratiwi Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila Manik , Aryediatami Novi Ayu Pakpahan Nuzalifa, Yossie Ulfa Oktavia, Dhea Panggabean, Nurul Hikmah Portuna, Dewi Purnama, Dirga Purnama, Dirga Rahayu, Ari Ramayanti Rahmat Mulyana Rahmi, Fathur Ramadhana, Novia Putri Rangkuty, Sailana Mira Rena Mahriani Nasution Rezeqi, Salwa Ribut Wahyu Eriyanti Rizal Mukra Roberi Sepda Fian Sinaga Sagala, Nur’aini Saragih, Azra Nabila Sarimuti, Dea Shofia Lubis, Shofia Sihombing, Rizky Agassy Sinaga, Ika Aprilita Siti Chaliza Harun Situmorang, Albert D Situmorang, Berri Sobirin Sobirin Sofia Sofia, Sofia Sri Rahmadani Harahap, Sri Rahmadani Sri Susanti Sri Susanti Sueng, Yuliani Sulfianna, Sulfianna Sumarno . Susanti, Revi Syahmi Edi Syahriani, Alica Tumiur Gultom Tumiur Gultom Widia Ningsih Widya Arwita Wulan, Putri Yusnita Anwar Nasution Yustiningsih, Nurul