p-Index From 2021 - 2026
9.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Elementary School Teacher Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Jurnal Preventia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) Jurnal Kesehatan Komunitas JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Journal of Health Sciences JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Medical Technology and Public Health Journal Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Media Gizi Kesmas Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of Community Mental Health and Public Policy Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Sains dan Teknologi Berita Kedokteran Masyarakat ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health International Journal of Science and Environment Jurnal Ventilator: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Psikilogiya Journal Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Folia Medica Indonesiana Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Safety Induction Melalui Pendekatan Evaluasi Digital untuk Meningkatkan Kepatuhan Keselamatan Kerja di Industri Kimia PT X : Pengabdian Aisha Calya Azarine; Endang Dwiyanti; Dayinta Annisa Syaiful
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6037

Abstract

Industri kimia memiliki kompleksitas bahaya operasional tinggi yang memerlukan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat guna mencegah kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. PT X telah menerapkan safety induction melalui media audiovisual, namun observasi lapangan menunjukkan adanya tantangan berupa rendahnya fokus dan atensi peserta selama sesi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan safety induction melalui penerapan instrumen evaluasi digital guna meningkatkan atensi peserta serta mengidentifikasi kesenjangan pemahaman secara presisi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pemecahan masalah operasional (problem-solving). Data dikumpulkan melalui teknik total sampling terhadap 15 orang pekerja baru dan kontraktor di fasilitas produksi PT X, Gresik. Intervensi dilakukan dengan mewajibkan peserta mengisi kuesioner digital berbasis Google Form yang diakses melalui pemindaian QR Code segera setelah sesi induksi berakhir. Implementasi ini terbukti efektif dengan tercapainya tingkat partisipasi kelompok sebesar 100% dan peningkatan disiplin peserta secara signifikan selama penayangan materi. Namun, hasil kuesioner mendeteksi adanya variasi tingkat pemahaman pada materi kritis, di mana tingkat kesalahan tertinggi ditemukan pada topik Safety Permit (53,3%), diikuti oleh materi Confined Space (66,7%), dan prosedur Lock Out Tag Out / LOTO (73,3%).
Faktor Penyebab Burnout Syndrome pada Pekerja Kantor: Literature Review Carissa Dar Azizi; Endang Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6634

Abstract

Burnout syndrome is a complex condition of work-related exhaustion involving physical, emotional, and mental aspects resulting from prolonged exposure to occupational stress and is increasingly experienced by office workers due to rising job demands and the dynamics of modern organizations. Burnout is characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment, which negatively affect employee performance and well-being. This study aims to examine the factors contributing to burnout syndrome in office work settings through a literature review approach. Article searches were conducted using the Google Scholar database with inclusion criteria of publications within the last five years, availability of full-text articles, and relevance to burnout among workers, and were selected using PRISMA guidelines. The synthesis results indicate that burnout among office workers is influenced by high job demands and workload, inadequate work environments and organizational support, as well as individual factors such as age, gender, emotional intelligence, and personal sense of responsibility. These findings suggest that burnout is a multidimensional phenomenon arising from the interaction of job-related, organizational, and individual factors. Therefore, organizations should manage workloads proportionally and strengthen supervisory support and worker-friendly work environments, while employees should be equipped with stress management skills and strategies to maintain work–life balance to prevent burnout syndrome.
Hubungan Antara Faktor Karakteristik Individu dengan Munculnya Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS): Correlation Between Factors of Individual Characteristics and Complaints of Computer Vision Syndrome (CVS) Ramadhan Syahputra; Endang Dwiyanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3593

Abstract

Latar belakang: Pekerja kantoran sering mengeluhkan kelelahan mata akibat penggunaan komputer dalam waktu lama dan radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh layar monitor. Jika keluhan tidak ditanggulangi maka ketajaman penglihatan akan menurun sehingga mengakibatkan sakit kepala, peningkatan angka kecelakaan, penurunan kualitas kerja karena pekerja kurang fokus, penurunan produktivitas kerja, dan penyakit mata bahkan hingga kebutaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor karakteristik individu dengan munculnya keluhan CVS Metode: Penelitian ini adalah penelitian Observasional dengan desain cross sectional. Analisis bivariat dengan uji chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara faktor karakteristik individu dengan munculnya keluhan CVS. Responden dalam penelitian ini sebanyak 38 orang pekerja perkantoran yang menggunakan komputer ketika bekerja. Hasil: Sebanyak 15 responden (34,2%) mengalami CVS.Variabel usia (0,232), masa kerja (0,507), jarak pandang mata ke monitor (0,583), dan penggunaan alat bantu penglihatan (0,426) tidak terdapat hubungan dengan keluhan CVS sedangkan variabel durasi bekerja dengan komputer per hari (0,011) memiliki hubungan dengan keluhan CVS. Kesimpulan: Sebaiknya pekerja mengaktifkan bluelight filter dan reading mode untuk mengurangi sinar biru pada layar monitor, tidak lupa menyempatkan untuk beristirahat, dan menggunakan kacamata anti UV ketika bekerja di depan komputer.
Hubungan Ketersediaan Fasilitas 5R dengan Perilaku 5R Pekerja pada PT X: Relationship Between Availability of 5R Facilities and the Behavior of Workers At PT X Alvin Alfian Arfandi Wiyono; Endang Dwiyanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3710

Abstract

Latar belakang: Budaya 5R digunakan untuk mengatur kondisi dari tempat kerja dengan harapan akan memberikan pengaruh pada efektifitas dan efisiensi kerja, meningkatkan produktifitas pekerja dan meningkatkan keselamatan kerja di perusahaan. Budaya 5R merupakan salah satu upaya untuk mencegah kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan diantara variabel ketersediaan fasilitas 5R dengan variabel perilaku 5R pekerja pada PT X yakni perusahaan industri manufaktur di Kota Surabaya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan kusioner dan indepth interview ialah desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Sampel didalam penelitian ini memiliki jumlah sebanyak 41 responden. Penentuan sampel memakai probability sampling. Data dianalisis secara univariat serta bivariat yang dilaksanakan melalui dua variabel yang dianggap berhubungan atau memiliki korelasi. Hasil: Distribusi responden berdasarkan ketersediaan fasilitas 5R menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas 5R memadai sebanyak 24 responden, sedangkan 17 responden menganggap ketersediaan fasilitas 5R yang kurang memadai sebanyak 17 responden. Distribusi responden berdasarkan perilaku 5R pekerja yang baik sebanyak 21 responden, sedangkan 20 responden lainnya menganggap perilaku 5R pekerja masih kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya korelasi diantara variabel ketersediaan fasilitas 5R dengan perilaku 5R pekerja (0,019 <0,050) Kesimpulan: Ketersediaan fasilitas penunjang 5R memiliki hubungan dengan perilaku 5R pekerja. Kedepannya perusahaan dapat memberikan dukungan untuk pemenuhan fasilitas penunjang 5R dan memberikan program terkait 5R untuk memaksimalkan perilaku 5R pekerja menjadi lebih baik.
Gambaran Tingkat Persepsi Risiko Pekerja Sektor Pertambangan Batubara PT Y Irsyad Asyrafil Firdaus; Endang Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i2.4087

Abstract

Risk perception is a crucial element in occupational health and safety, particularly in high-risk environments such as mining. Workers with a better understanding of the risks in the workplace tend to be more cautious. Therefore, it is essential to comprehend how workers assess the risks they face and how this perception influences their behavior. This study aims to identify the risk perception levels of workers at PT Y in South Kalimantan, specifically in the context of occupational health and safety within the mining environment. Utilizing a descriptive quantitative approach and simple random sampling technique, the study involves 324 randomly selected respondents from the operational division. The results indicate that workers' risk perception tends to increase with age, with older age groups having a higher risk perception. The dimension of risk perception with the highest score is the Immediacy of Effect, which reflects workers' attention to risks with immediate consequences, such as work-related accidents. Conversely, the Chronic-Catastrophic dimension shows a low score, indicating a lack of attention to long-term risks. This study recommends that the company implement training based on visual simulations using the SMART approach to enhance workers' awareness of risks and strengthen the risk perception at PT Y.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI GEDUNG B PLN UID JAWA TIMUR Bastyo Tafano; Endang Dwiyanti; Deny Nurcahyo Hari Prastya
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20962

Abstract

Keselamatan bangunan merupakan hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama di gedung perkantoran yang menyimpan barang berharga. Gedung B PLN UID Jawa Timur, yang merupakan bangunan heritage dari era kolonial, memiliki potensi terhadap risiko kebakaran yang perlu ditinjau secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa keadaan sistem perlindungan kebakaran aktif dan pasif, menilai kecocokannya dengan Pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Gedung Pd-T-11-2005-C, serta mengusulkan perbaikan yang diperlukan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi pengamatan langsung, daftar penilaian, dan analisis data menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa elemen dari proteksi aktif, seperti detektor asap dan sistem alarm, belum beroperasi dengan baik, sedangkan pada proteksi pasif terdapat masalah dalam hal kompartemenisasi dan pintu evakuasi yang tidak memenuhi standar yang ditentukan. Tingkat keseluruhan keandalan sistem perlindungan dinyatakan baik, namun ada beberapa bagian yang perlu untuk diperbaiki. Sebagai kesimpulan, sistem proteksi aktif dan pasif di Gedung B PLN UID Jawa Timur masih memerlukan peningkatan agar sesuai dengan standar keselamatan kebakaran yang berlaku, guna melindungi para pekerja, aset, serta kelangsungan operasi perusahaan.Kata Kunci: Proteksi Aktif, Proteksi Pasif, Kebakaran
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK SHIFT SYSTEM AND WORK STRESS ON EMPLOYEE PERFORMANCE IN INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Indah Purwitasari; Endang Dwiyanti
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 8 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v8i2.398

Abstract

Background: The implementation of shift work systems across various industrial sectors in Indonesia has increased to support 24-hour operations. However, shift work may increase work-related stress and negatively affect employee performance. Previous studies have reported varied findings depending on sector and job characteristics. Purpose: This study aims to analyze the relationship between shift work systems and work stress on employee performance in Indonesia. Method: This study employed a systematic literature review method, with data sources obtained from Google Scholar, Garuda, ResearchGate, and Semantic Scholar. A total of six articles were selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: Shift work systems and work stress are associated with employee performance, both partially and simultaneously. Work stress has a direct relationship with performance, while shift work is indirectly related through increased stress. In the manufacturing sector, work stress is more dominant, whereas in the healthcare sector, the relationship of shift work is stronger. In the modern retail sector, the relationship of both variables varies depending on work management practices. Conclusion: In general, shift work systems are associated with employee performance through increased work stress. Therefore, effective shift system management and the implementation of stress management are important factors in maintaining employee performance. Abstrak Latar Belakang: Penerapan sistem shift kerja di berbagai sektor industri Indonesia semakin meningkat untuk mendukung operasional 24 jam. Namun, berpotensi meningkatkan stres kerja yang berdampak pada kinerja karyawan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan tersebut bervariasi antar sektor industri dan karakteristik pekerjaan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan sistem shift kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan di Indonesia. Metode: Menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, dengan sumber data dari Google Scholar, Garuda, ResearchGate, dan Semantic Scholar. Sebanyak 6 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil: Sistem shift kerja dan stres kerja berhubungan dengan kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Stres kerja terbukti berhubungan langsung terhadap kinerja. Sementara itu, hubungan shift kerja terjadi secara tidak langsung melalui peningkatan stres. Pada sektor manufaktur, stres kerja lebih dominan, sedangkan pada sektor kesehatan hubungan shift kerja lebih kuat. Pada sektor ritel modern, hubungan keduanya bervariasi tergantung pengelolaan kerja. Kesimpulan: Secara umum, sistem shift kerja berhubungan dengan kinerja karyawan melalui peningkatan stres kerja. Oleh karena itu, pengelolaan sistem shift dan penerapan manajemen stres menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja karyawan.
PREVENTIVE STRATEGIES FOR OCCUPATIONAL BURNOUT IN CORPORATE SETTINGS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Harisatun Najwa; Endang Dwiyanti
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 8 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v8i2.400

Abstract

Background: Burnout represents a growing occupational health concern within corporate environments, manifesting in reduced productivity, absenteeism, and declining mental and physical well-being. Purpose: To synthesize evidence on preventive strategies for occupational burnout among corporate employees. Methods: A systematic literature review was conducted following PRISMA guidelines, using Google Scholar, ScienceDirect, ProQuest, and SpringerLink (2020–2025). Studies were identified using PICOS inclusion criteria and appraised with the Joanna Briggs Institute checklist. Results: Individual programs including Acceptance and Commitment Therapy based resilience training, mindfulness, Cognitive Behavioural Therapy tools, and workplace exercise reduced exhaustion while enhancing psychological flexibility and mental health literacy. Organizational approaches like security-providing leadership and psychoeducation with managerial consultation improved psychological safety. The strongest effects occurred when individual coping resources were supported by organizational structures. Although studies focused on corporate employees, differences in culture and context may limit generalization. Conclusion: Preventing burnout is most effective through combined individual and organisational measures. Sustainable, leadership-supported, technology-based programmes are recommended for long-term well-being and productivity. Abstrak Latar belakang: Burnout adalah masalah kesehatan kerja di korporasi, berdampak pada produktivitas, absensi, serta kesejahteraan mental dan fisik. Tujuan: Mensintesis bukti terkini strategi pencegahan burnout pada karyawan korporasi. Metode: Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA melalui Google Scholar, ScienceDirect, ProQuest, dan SpringerLink (2020–2025). Berdasarkan kriteria PICOS, studi memenuhi syarat dipilih dan dinilai menggunakan daftar tilik JBI. Hasil: Beragam intervensi menunjukkan manfaat. Program individu seperti pelatihan resiliensi berbasis Acceptance and Commitment Therapy, mindfulness, alat kreatif berbasis Cognitive Behavioural Therapy menurunkan burnout, meningkatkan fleksibilitas psikologis, efektivitas profesional, dan literasi kesehatan mental. Pendekatan organisasi seperti kepemimpinan yang memberi rasa aman dan psikoedukasi terpadu dengan konsultasi manajerial memperkuat keselamatan psikologis dan dukungan kerja. Efek terbaik muncul saat sumber daya individu mendapat dukungan organisasi. Meskipun studi berfokus pada karyawan korporasi, perbedaan budaya, durasi intervensi, dan konteks perusahaan dapat membatasi generalisasi temuan. Kesimpulan: Pencegahan burnout efektif melalui integrasi pendekatan individu dan organisasi. Program berkelanjutan yang didukung kepemimpinan dan teknologi direkomendasikan untuk kesejahteraan dan produktivitas jangka panjang.
Co-Authors ., Sofia Aderilla, Savira Adinda Novia Ardhani Aditya Sukma Pawitra Afan Alfayad Afan Alfayad Afan Alfayad Afifah Nurul Fadilah Agustin, Avita Fitri Ahmad Imaduddin Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Aisha Calya Azarine Alayyannur, Putri Ayuni Alen Prahadinata Alfayad, Afan Alifiah Rizky Rosydah Alvin Alfian Arfandi Wiyono Andhini Aurelia Putri Andi Aziz Efendi Andika Savira Putri Andika Savira Putri Anugrah Visar Rahman Aprilia Dwi Purwanti Ardhani, Adinda Novia Ardhianingrum, Galuh Saraesti Armaniel Ababil Arsifa Tri Kurniawati Asti Puspita Nurahma Astrini, Nahdia Retno Astutik, Ratna Hafitri Avita Fitri Agustin Azielia, Zanifa Bastyo Tafano Benny Dwi Prasetyo Berliana, Ratih Bian Shabri Putri Irwanto Carissa Dar Azizi Charisma Agustin Corie Indria Prasasti Damayanti, Dwi Dani Nasirul Haqi Danta Azza Cahya Wirawan Dayinta Annisa Syaiful Dayinta Annisa Syaiful Dayinta Annisa Syaiful Deanida Ankhofiya Deismawaranti, Asri Denny Ardyanto Denny Ardyanto Denny Ardyanto Wahyudiono Deny Nurcahyo Hari Prastya Desianti, Ni Kadek Evi Putri Dewi Falupi Retnosari Dica Ayu Oktavia Dicha, Nisrina Oksigendaru Dominikus Raditya Atmaka Dwidyah Laurensyah Heriyanto Putri Efendi, Andi Aziz Elias, Saliza Mohd Evodius Brian Bastrianto Farahul Jannah Finda Istiqomah Firda Amelia Nur Fuaidah Firmansyah, Ervin Guan , Ng Yee Hana’ Izdihar Hapsari, Maria Saraswati Kinasih Harisatun Najwa Hermawan, Dio Kresna Heru Suswojo Indah Purwitasari Indriati Paskarini Intan Mega Pratiwi Irlangga Wisnu Wardana Irsyad Asyrafil Firdaus Irwansyah, Pindi Dwi Irwanto, Adella Saninah Putri Isas Awwalina Isas Awwalina Izdihar, Hana’ J Mukono J.Mukono Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Julia Rohmatun Nazila Juwono, Kholifah Firsayanti Khoir, Oktario Dinansa Khoirunisa, Arini Khuliyah Candraning Diyanah Khusnul Khotimah Kumalasari, Ulviana Dewi Kusuma Scorpia Lestari Kusumoyudowibowo, Rafael Bagaswahyu Lilis Sulistyorini Lintang Qusnul Budi Setiawati Lisa, Sofia Nuria Lydia Elsa Sinta Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Martiana, Tri Maulid Diaturrochma Meita Nazla Adila Melzanda, Revida Nikita Mita Desy Yani Mitha Qurrota Ayuni Mitha Qurrota Ayuni Moch. Sahri Mochammad Chafidz Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Ilman Triyanto Muhammad Yusuf Mulyono S.KM., M.Kes Mustofani Mustofani Nia Tri Wulandari Noeroel Widajati Novi Dian Arfiani Nurhayati Saridewi Oksigendaru Dicha, Nisrina Pebriana Anggun Lisa Putri Pradhana, Andrea Thrisiawan Purnomo Purnomo Putri, Githa Dwi Putri, Sekarningtyas Rahardianti R Azizah R.Azizah Rachma, Erica Feby Rafi Bayuaji Ramadhan Syahputra Rarahayu Candraditya Ratih Berliana Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Retno Adriyani Ririh Yudhastuti Riza Irianingtyas Rizaldi, M Addin Rokhati, Siti Sabila Putri Ayu Kusuma Sahabat Sutanto Saliza Mohd Elias Sani Eka Wiranti Sari, Eva Novita Saridewi, Nurhayati Sebayang, Susy Katikana Shinta Arta Mulia Shinta Feby Ningtiyas Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Siti Rokhati Siwidati, Anggit Wirama Soedjajadi Keman Sofia Sofia, Sofia Sovia Rahmania Warda Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Tasa Nabilla Theodolus Bastrianto Parmada Ekka Thrisiawan Pradhana, Andrea Tri Martiana Tri Martiana Tria Melissa Ullya Nur Imama Vievi Ruldi Mufaidah Viska Devintha Candra Kirana Wahdah Dhiyaul Akrimah Winny Rosemillen Yulfa Tiara Kencana Yusika Vienta Yudhawan Zida Husnina Zuhro, Andina Fatimatus