Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI SIFAT-SIFAT WAJIB BAGI ALLAH DALAM PEMBENTUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH PESERTA DIDIK SMP ISLAM NASHIHUDDIN BANDAR LAMPUNG M. Rizal Harnanto; Deden Makbuloh; Muhammad Mustofa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13686

Abstract

ABSTRACT The predominance of aqidah instruction that emphasizes rote memorization rather than meaningful understanding has limited the development of students’ theological convictions, highlighting the need for a learning approach that effectively internalizes theological values. This study aims to analyze the process of internalizing the values of the twenty obligatory attributes of Allah in strengthening the Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) creed, examine its influence on students’ theological reasoning, and identify the supporting and inhibiting factors at SMP Islam Nashihuddin Bandar Lampung. This study employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, with credibility ensured through triangulation. The findings reveal that the internalization process was implemented systematically through three interconnected stages: transformation, transaction, and transinternalization, integrating knowledge transmission, reflective dialogue, and religious habituation. This process effectively transformed students’ learning orientation from rote memorization into rational and reflective theological understanding grounded in both ‘aqli (rational) and naqli (scriptural) arguments. The study further demonstrates that the effectiveness of aqidah learning depends on the integration of value internalization supported by a religious school culture, strong instructional competence, and school leadership. These findings contribute conceptually to the development of a value-based aqidah learning model in Islamic schools. Future studies are recommended to validate this model through mixed methods or comparative approaches across broader educational contexts. ABSTRAK Rendahnya pemahaman akidah di kalangan peserta didik yang masih berorientasi pada hafalan tanpa penghayatan makna menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai teologis secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai sifat-sifat wajib bagi Allah dalam membentuk akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, mengkaji pengaruhnya terhadap pembentukan pola pikir teologis peserta didik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya di SMP Islam Nashihuddin Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis field research. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi berlangsung secara sistematis melalui tahapan transformasi, transaksi, dan transinternalisasi yang mengintegrasikan penyampaian materi, dialog reflektif, serta pembiasaan religius sehingga mampu mengubah orientasi belajar peserta didik dari sekadar menghafal menuju pemahaman akidah yang rasional, reflektif, dan berlandaskan dalil aqli serta naqli. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran akidah ditentukan oleh integrasi proses internalisasi nilai yang didukung budaya religius sekolah, kompetensi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah, sehingga memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran akidah berbasis nilai di sekolah Islam. Penelitian selanjutnya disarankan menguji model tersebut melalui pendekatan mixed methods atau komparatif pada konteks pendidikan yang lebih beragam.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STAD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK Bayu Pamungkas; Deden Makbuloh; Muhammad Mustofa
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap keaktifan belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment, yang melibatkan dua kelompok penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran STAD, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Problem Basic Learning (PBL). Subjek penelitian terdiri atas 52 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket keaktifan belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,646, sehingga instrumen dinyatakan layak digunakan. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu dianalisis melalui uji prasyarat. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data keaktifan belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Namun, hasil uji homogenitas varians menggunakan uji Levene menunjukkan bahwa varians data tidak homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan uji Independent Samples t-Test dengan asumsi varians tidak sama (Welch’s t-test). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,022, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN APLIKASI TARTEEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN AL-QUR’AN PESERTA DIDIK Rosmiyati Rosmiyati; Deden Makbuloh; Uswatun Hasanah; Nirva Diana; Jalaluddin Jalaluddin
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i1.1966

Abstract

Memorizing the Qur'an which is prioritized because of its own will without coercion from others or parents, where the will is driven from the belief in spiritual values with sincere intentions solely for Allah. One way to overcome the laziness of students or memorizers of the Qur'an is to provide motivation, for example, such as both parents memorizing the Qur'an, giving crowns to parents in the afterlife or telling stories of memorizers of the Qur'an.  The purpose of this study is to determine the effectiveness of the use of the Tarteel application in improving the memorization ability of the Al-Qur'an of students at MAN 1 Tanggamus. The research method used in this study is quantitative research, with a research design using Pretest-Posttest. Data collection was done with tests, interviews and documentation. The results of this study indicate that there is an effectiveness of utilizing the Tarteel application in improving the ability to memorize the Qur'an of XI social studies class students at MAN 1 Tanggamus. This can be seen by proving the Effect size test with the acquisition of d = 1.467> 0.8 whose category is high. So it is concluded that the use of the Tarteel application in improving the ability to memorize the Qur'an of students. For the effectiveness of the Tarteel application, this can be proven by the average value of N-Gain in Class XI IPS 7 (Experiment class) is greater than Class XI IPS 5 (Control class) with a value of 0.68> 0.47.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBASIS POP UP BOOK TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK Sofita Angraini; Deden Makbuloh; M Indra Saputra
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v8i1.2896

Abstract

The low learning outcomes of students in the subject of Akidah Akhlak at MA Al Hikmah Bandar Lampung is a problem that needs to be addressed immediately. The results of observations and interviews show that many students have difficulty understanding basic concepts and thinking analytically, especially in answering questions at the C4 cognitive level. In addition, the lack of student involvement in learning is another factor that worsens academic achievement. Therefore, a learning model that can stimulate active student participation and improve their analytical skills is needed. This study aims to examine the effect of the Make a Match learning model based on Pop-Up Books on the Akidah Akhlak learning outcomes of 10th grade students at MA Al Hikmah Bandar Lampung. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a post-test only control group design. The sample was taken using simple random sampling, with class X B as the experimental group and X A as the control group. The experimental group participated in learning using the Make a Match model, which was carried out in several syntactic stages, such as matching question and answer cards, active discussion, and awarding points. The instrument used was a multiple-choice test that had been tested for validity and reliability, focusing on the C4 cognitive level. The results of data analysis using the t-test show that there is a significant effect of the Make a Match learning model based on Pop-Up Books on improving student learning outcomes, with a significance value of 0.001 (P < 0.05). In conclusion, this model is effective in creating active and enjoyable learning and is able to improve students' analytical skills in the subject of Aqidah Akhlak.
PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI KELAS V SDN 1 RINGIN SARI Mutiara Nur Azizah; Deden Makbuloh; Umi Hijriyah; Riyuzen
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran deep learning berbantuan media audio visual pada mata Pelajaran PAI dan budi pekerti kelas V SDN 1 Ringin Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, Teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning berbantuan media audio visual dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan media audio visual mampu meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi belajar, serta pemahaman peserta didik terhadap materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan hasil positif, ditandai dengan meningkatnya antusiasme, keberanian bertanya, dan kemampuan bekerja sama dalam diskusi kelompok. Faktor pendukung pembelajaran meliputi tersedianya sarana pembelajaran, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, dan motivasi belajar peserta didik yang tinggi. Adapun faktor penghambat meliputi kendala teknis fasilitas, keterbatasan waktu pembelajaran, serta perbedaan kemampuan peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning berbantu media audio visual dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, reflektif, dan bermakna