Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN PERILAKU PROSOSIAL MELALUI MEDIA FILM ANIMASI UPIN DAN IPIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Maryani, .; ., M. Syukri; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 7 (2015): Juli
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan pembelajaran prilaku prososial pada anak usia 5-6  menggunakan media film animasi Upin dan Ipin di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau, 2) pelaksanaan pembelajaran perilaku prososial pada anak usia 5-6  menggunakan media film Upin dan Ipin di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau? Dan 3) penggunaan media film animasi Upin dan Ipin dapat meningkatkan kemampuan perilaku prososial pada anak usia 5-6 tahun RA. Dharma Wanita Kabupaten Sanggau?. Peneliti menggunakan metode deskriptif. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Analisis data yang digunakan berupa observasi, IPKG I, IPKG 2 dan wawancara. Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan atau Observasi dan 4). Refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi/pengamatan dan wawancara/percakapan, sesuai dengan teknik pengumpul data yang digunakakan, maka alat pengumpulnya adalah format observasi dan panduan wawancara. Hasil peneltian menunjukkan: Terdapat peningkatan kemampuan perilaku prososial melalui media film animasi Upin dan Ipin pada anak usia 5-6 tahun di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau sebesar 26,25%. Hal diperoleh dari kemampuan anak Berkembang Sangat Baik (BSB) pada siklus I di peroleh rata-rata 22,5%, dan pada silkus II diperoleh rata-rata sebesar 48,75%. Hasil akhir rata-rata siklus II dikurangi hasil akhir rata-rata siklus I.   Kata Kunci: Perilaku Prososial, Media Film Animasi, Upin dan Ipin.   Abstract: The aim of this study was to determine: 1) the learning plan prosocial behavior in children aged 5-6 using the medium of film animation Upin and Ipin in RA. Dharma Wanita Hall Authorship the district, 2) the implementation of learning prosocial behavior in children aged 5-6 using the medium of film Upin and Ipin in RA. Dharma Wanita Hall Authorship Sanggau? And 3) the use of the medium of film animation Upin and Ipin can improve prosocial behavior in children aged 5-6 years of RA. Dharma Wanita Sanggau ?. Researchers used descriptive method. The form of this research is a class act. Analysis of the data used in the form of observation, IPKG I, IPKG 2 and interviews. The steps of this study are as follows: 1). Planning, 2). Implementation, 3). Observations or observation and 4). Reflection. The data analysis technique used is the observation / observation and interview / conversation, according to the techniques of data collection be adopted, then the tool is a format pengumpulnya observation and interview guides. Research findings show: There is an increased ability prosocial behavior through the media animated film Upin and Ipin in children aged 5-6 years in RA. Dharma Wanita Hall Authorship Sanggau 26.25%. It was obtained from the child's ability Evolving Very Good (BSB) in the first cycle at an average gain of 22.5%, and the silkus II gained an average of 48.75%. The final result the average cycle II reduced the final result on average cycle I. Keywords: Prosocial Behavior, Media Animation, Upin and Ipin.
PENINGKATAN ASPEK PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN TK AL-IKHLAS KETAPANG Amelia, Nony; Ali, Muhamad; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 8 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the research that has been done and through the results obtained after an analysis of data, in general can be drawn a conclusion that: 1) Planning learning that teachers do in improving the developmental aspects of religion and moral values ??through habituation saving in children aged 5-6 years in TK Al-Ikhlas Ketapang include: formulation of objectives, selection of themes, materials selection playing, teaching methods, assessment of learning outcomes. 2) Implementation of the learning that teachers do in improving the developmental aspects of religion and moral values ??through habituation saving include: pre-learning, learning and cover core activities. 3) The response to the learning undertaken by teachers in improving the developmental aspects of religion and moral values ??through habituation saving in children aged 5-6 years in kindergarten Al-Ikhlas Ketapang, among others: children pocket money aside for savings with very well developed category increased to 74 %. Children can tell the picture wasteful attitude to not behave very well with growing category increased by 82%. Mention the benefits of saving the child develops excellent category increased by 78%. Abstrak: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang diperoleh setelah diadakan analisis data, secara umum dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam peningkatan aspek perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan menabung pada anak usia 5-6 tahun di TK Al-Ikhlas Ketapang antara lain: Perumusan tujuan, pemilihan tema, pemilihan bahan main, metode pembelajaran, penilaian hasil belajar. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam peningkatan aspek perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan menabung antara lain: pra pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran dan penutup. 3) Respon terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam peningkatan aspek perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan menabung pada anak usia 5-6 tahun di TK Al-Ikhlas Ketapang antara lain: anak menyisihkan uang jajan untuk ditabung dengan kategori berkembang sangat baik meningkat menjadi 74%. Anak dapat menceritakan gambaran sikap untuk tidak berperilaku boros dengan kategori berkembang sangat baik meningkat sebesar 82%. Anak menyebutkan manfaat menabung dengan kategori berkembang sangat baik meningkat sebesar 78%. Kata Kunci : Nilai Agama dan Moral, Menabung
PENGEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN JEG-JEGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN (F54210054), Supartinah; ., Fadilah; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Anak Melalui Permainan Jeg-jegan Pada Anak Usia 5-6 tahun Di TK Maria Singkawang Barat.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil pengembangan kecerdasan anak setelah melakukan permainan jeg-jegan.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Hasil penelitian ini di peroleh melalui observasi yang dilakukan dengan 2 siklus dimana masing-masing siklus terdapat 3 kali pertemuan. Hasil observasi perencanaan mencapai skor 3,87,observasi pelaksanaan 3,86 dan observasi pengembangan aspek mengasah kepekaan empati mencapai 83,33%, aspek bekerjasama mencapai 91,66% dan aspek memotivasi orang lain mencapai 91,66%.Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal anak berkembang setelah melakukan permainan jeg-jegan. Kata kunci : Pengembangan Kecerdasan,  Permainan Jeg-jegan.   Abstract: This study titled Child Development Interpersonal Intelligence Through Jeg-Jegan Games On Children Aged 5-6 years in kindergarten Maria Singkawang West. The purpose of this study to describe how the planning, implementation and results of the development of children's intelligence after the game jeg-Jegan. The method used is descriptive method. This study uses a Class Action Research (CAR). The results of this study were obtained through observations made with 2 cycles where each cycle there are 3 meetings. Results observation planning to achieve a score of 3.87, 3.86 and observation observation implementation aspects of the development of empathy sharpen the sensitivity reaches 83.33%, reaching 91.66% in cooperation aspects and aspects motivate others reached 91.66%. So it can be concluded that the child develops interpersonal intelligence after the game jeg-Jegan. Keywords: Development of Intelligence, Games Jeg-Jegan.  
PENINGKATAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Jumini, .; Ali, Muhamad; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter kepedulian sosial melalui metode bercerita pada anak usia 5 – 6 tahun di TK Bumi Pratama Khatulistiwa Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Bentuk penelitian  yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah guru dan anak didik kelompok B yang berjumlah 19 anak. Lokasi penelitian di TK Bumi Pratama Khatulistiwa Desa Sungai Malaya (Desa Mega Timur). Pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, secara umum dapat disimpulkan bahwa peningkatan karakter kepedulian sosial dapat dilakukan melalui metode bercerita dengan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik dan terus menerus. Hasil penelitian secara khusus yaitu : 1) Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan karakter kepedulian sosial  melalui metode bercerita dikategorikan sangat baik; 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan karakter kepedulian sosial melalui metode bercerita dikategorikan sangat baik; 3) Hasil dari penelitian yang dilakukan guru pada anak dapat dikatakan baik, karena setiap aspek karakter kepedulian sosial mengalami peningkatan dengan kategori sangat tinggi.   Kata Kunci : Karakter Kepedulian Sosial, Metode Bercerita   Abstract : This study aims to determine the increase in the character of social awareness through storytelling in children aged 5-6 years in kindergarten Earth Equator Primary Ambawang River Kubu Raya. Form of research is the Classroom Action Research (CAR), whereas the method used is descriptive. The subjects were teachers and students group B round of 19 children. Locations Primary research in kindergarten Earth Equator Malaya River Village (Village East Mega). Collecting data using the observation, interviews and documentation. Based on the results of research and analysis of data, in general it can be concluded that the increase in the character of social awareness can be done through storytelling with planning and implementing learning well and continuously. Results of research in particular, namely: 1) Planning of learning to improve the character of social awareness through storytelling categorized as excellent; 2) Implementation of learning to improve the character of social awareness through storytelling categorized as excellent; 3) Results of research conducted on children's teachers can be said well, because every aspect of the character of social awareness has increased with very high category.   Keywords : Character Social Concern , Storytelling Method
PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN MAKRO PADA USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK IMMANUEL PONTIANAK Cristanti, Levina Faustine; Marmawi R, Marmawi R; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 9, No 7 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the increase in prosocial behavior of children through the method of playing macro roles in children aged 4-5 years at the Immanuel Kindergarten in Pontianak. The research method used was classroom action research conducted in 2 cycles. Each cycle is done in 2 meetings. The data source of this study were children aged 4-5 years of the A4 group of 25 children and the data were observation sheets for teachers, children and documentation. Data processing uses a percentage calculation method. The conclusion of the results of the method of playing macro roles for children aged 4-5 years at the Immanuel Pontianak Kindergarten in Increasing the prosocial behavior of children increased in cycle 2 meeting 2 on the aspect of children being enthusiastic in playing games with friends reaching 96% with very good categories, children obey the rules (patiently waiting their turn) reaches 100% with very good categories, children respect others (working together) reaches 100% with very good categories and children show concern (helping) reaching 92% with very good categoriesKeywords: Children Aged 4-5 Years, Child Prosocial Behavior, Macro Role Playing Method
PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI BERMAIN BALOK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD BINA INSAN Ningsih, Mei Fitria; Lestari, Sri; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 10 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya tingkat kreativitas anak di PAUD Bina Insan Pontianak Tenggara. Peneliti sebagai guru berusaha untuk meningkatkan kreativitas anak melalui bermain balok. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakkan kelas (PTK). Penelitian tindakkan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Tekhnik pengumpulan data melalui observasi, komunikasi dan dokumentasi sedangkan alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui bermain balok dalam menciptakan bentuk balok dengan kategori berkembang sangat baik sebesar 66,7%. Memberikan variasi pada bentuk yang diciptakannya dengan kategori berkembang sangat baik sebesar 60%. Menceritakan bentuk yang dibuatnya dengan kategori berkembang sangat baik sebesar 66,7%. Kata Kunci: Kreativitas, Bermain Balok Abstract: This research is motivated lack of creativity of children in early childhood level Bina Insan Southeast Pontianak. Researchers as teachers strive to improve children's creativity through playing blocks. This research uses descriptive method to the form class tindakkan research (PTK). This class tindakkan study was conducted in two cycles, in each cycle was conducted in three sessions. Techniques of data collection through observation, communication and documentation while using the data collection tools guide the interview and observation. Based on the results of research conducted through play in creating a beam with a beam shape is very well developed category by 66.7%. Provide variations on the form he created with very well developed category by 60%. Telling shape made ​​with very well developed category by 66.7%. Keywords: Creativity, Block Play
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERWUDHU MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Akyunin, Khurrotul; Ali, Muhamad; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Pebruari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi menyuruh anak sebagai anggota keluarga untuk berwudhu sebelum shalat merupakan kewajiban bagi orang tua terutama ayah. hasil penelitian melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan berwudhu. Kesimpulan penelitian tersebut dapat dijabarkan secara rinci sebagai  berikut : 1) Dilihat dari hasil perencanaan pembelajaran  siklus ke 1 yang telah diamati teman sejawat telah memperoleh 2,8 dari hasil yang didapat dari teman sejawat sudah  efektif, maka guru melanjutkan siklus ke 2 dengan memperoleh hasil kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran yaitu 3,81. Maka dilihat dari hasil kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran sudah direncanakan dengan baik; 2) Dilihat dari hasil pelaksanaan pembelajaran  siklus ke 1 yang telah diamati teman sejawat telah memperoleh 3,64 memperoleh hasil kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yaitu 4. 3) Berdasarkan analisis perbandingan data pada siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan keterampilan berwudhu melalui metode demonstrasi. Kata Kunci  : Berwudhu, Metode demonstrasi Abstract: The background of this research tell a child as a member of the family to perform ablutions before prayer is an obligation for parents, especially fathers. research through demonstration method can improve the skills of ablution. The conclusion of these studies can be described in detail as follows: 1) Judging from the results of the learning planning cycle to one that has been observed peer has gained 2.8 of the results obtained from peers have been effective, the teacher continued to cycle 2 to obtain the results of ability teachers in the learning plan is 3.81. So seen from the ability of teachers in the learning plan has been well planned; 2) Judging from the results of the implementation of the learning cycle to one that has been observed peer has gained 3.64 to obtain the results of the ability of teachers in implementing the learning that is 4. 3) Based on the analysis of comparative data on cycle 1 and cycle 2 can be seen that an increase berwudhu skills through demonstration method. Keyword : Ablutions, the method of demonstration
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN KOOPERATIF BAKIAK RAKSASA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Zulfauzia, .; Lestari, Sri; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang objektif tentang peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan kooperatif bakiak raksasa pada anak usia 5 - 6 tahun di TK Negeri Terpadu Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, bentuknya penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik verifikasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun sebanyak 20 anak, sedangkan sumber datanya adalah teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan kooperatif bakiak raksasa di TK Negeri Terpadu Singkawang, dibuktikan dengan hasil pengukuran dari 20 anak pada siklus I pertemuan 1 sbb: kelenturan mencapai 70% belum berkembang dan 30 % mulai berkembang, b) keseimbangan mencapai 35% belum berkembang dan 65% mulai berkembang, c) ketangkasan mencapai 60% belum berkembang dan  40 % mulai berkembang. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan 2 sbb: a) kelenturan mencapai 45%  berkembang sesuai harapan dan 55% berkembang sangat baik, b) keseimbangan 65 % berkembang sesuai harapan dan 35% berkembang sangat baik, c) ketangkasan 15% mulai berkembang, 60% berkembang sesuai harapan dan 15% berkembang sangat baik. Kata kunci: Kemampuan motorik kasar dan permainan bakiak raksasa Abstract. This research aims to obtain objective information about the increased capabilities of the rugged motor through cooperative games giant clogs on children aged 5-6 years in kindergarten Integrated Singkawang. The research method used is descriptive research, action research the shape class. Engineering data collection consists of observation, interview and documentation. Data analysis using the technique of verification and withdrawal of the conclusion. The subject of the research is children aged 5-6 years as many as 20 children, whereas the source of data is a friend of colleague. The results of this research show that there is an increase in motor ability of abusive children aged 5-6 years through cooperative games giant clogs in kindergarten Integrated Singkawang, evidenced by the results of the measurements of the 20 children in cycle I encounter 1: flexibility of undeveloped up to 70% and 30% began to grow, b) balance reached 35% and 65% undeveloped began to develop agility, c) reached 60% and 40% undeveloped began to grow. Then experience an increase in cycle II meeting 2: a) the flexibility achieved 45% develop appropriate expectations and 55% is growing very well, b) balance of 65% develop appropriate expectations and 35% developing good agility, c) 15% started growing, evolving expectations of 60% and 15% is growing very well.     Keyword: Motor ability and game giant clog
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE DEMONSTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN (F54210019), Hartini; Thamrin, M.; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a from of action research with descriptive methods. Subjects were children of 20 children. Based on the research that has been done and through the results obtained after the analysis of the data held that : 1) Planning learning to increase self-sufficiency through method demonstration on children can be categorized as excellent, while the planning has been done teachers include: Formulating learning objectives, choose a theme, choose the main ingredient , determine methods pembelajran, making assessment of learning outcomes. 2) Implementation of learning to increase self-sufficiency through demonstration method in children aged 5-6 years can be categorized as "excellent", while the implementation of the teachers that have been done include: teachers' pre- learning activity, the teacher opened the lesson, the teacher core activities of learning, close teacher learning. 3) Evaluation of learning to increase self-sufficiency through demonstration method in children aged 5-6 years can be categorized as "developing very well" with the increased independence of children aged 5-6 years. Keywords: Autonomy, method demonstration Abstrak: Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak yang berjumlah 20 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang di peroleh setelah diadakan analisis data bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian melalui metode demonstrasi pada anak dapat dikategorikan baik sekali, adapun perencanaan yang telah dilakukan guru antara lain: Merumuskan tujuan pembelajaran, memilih tema, memilih bahan main, menentukan metode pembelajran, membuat penilaian hasil belajar. 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun dapat dikategorikan baik sekali, adapun pelaksanaan yang telah di lakukan guru antara lain: guru melakukan kegiatan pra pembelajaran, guru membuka pelajaran, guru melakukan kegiatan inti pembelajaran, guru menutup pembelajaran. 3) Evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun dapat dikategorikan berkembang sangat baik dengan adanya peningkatan kemandirian anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci : Kemandirian, Metode Demonstrasi
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Octora, Maryati; Yusuf, Abas; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian belajar  melalui metode pemberian tugas, 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian belajar  melalui metode pemberian tugas dan 3) Peningkatan kemandirian belajar  melalui metode pemberian tugas. Peneliti menggunakan metode deskriftip. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kesimpulan menunjukkan:1) Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian belajar  melalui metode pemberian tugas, telah sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan dalam meningkatkan mengenal sifat-sifat air dengan kategori tidak terlaksana pada siklus 1 dan pada siklus II dengan  kategori terlaksana dengan baik, 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian belajar melalui metode pemberian tugas, telah dilaksanakan oleh guru dengan baik karena guru melaksanakan metode pemberian tugas sesuai perencanaan yang dibuat, baik pada siklus I maupun pada siklus II dan 3) Peningkatan kemandirian belajar  melalui metode pemberian tugas, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 54,58 yang dikategorikan tidak baik, sedangkan pada siklus II meningkat sangat baik dengan nilai 95,83. Kata Kunci: Kemandirian Anak, Metode Pemberian Tugas. Abstract: The purpose of this research is to describe 1) Planning of learning to improve learning independence through the method of assignment, 2) Implementation of learning to improve learning independence through the method of administration tasks and 3) The increase in independent learning through the method of administration tasks. Researchers used methods deskriftip. The shape of this research is a class act. The conclusion showed: 1) Planning of learning to improve learning independence through the method of assignment, in accordance with the steps that have been determined to improve the familiar properties of water with the category was not implemented in cycle 1 and the second cycle by categories performing well, 2 ) Implementation of learning to improve learning independence through the method of assignment, has been implemented by teachers well for teachers carrying out the method of administration tasks according to plans made, both in the first cycle and the second cycle and 3) the increase in independent learning through the method of assignment, the cycle I obtain the average value of 54.58 is not considered good, while on the second cycle improved very well with the value 95.83. Keyword : Independence of the Child, Giving Methods Task.
Co-Authors (F54210169), Suriyati . Juliana . Jumini . Maryani . NURHAYATI . Rodiyah, . . Sunarni . Zulfauzia, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abas Yusuf Afifah, Firza Nur Agustina, Dira Arthamevia aloysius mering Amallia Putri Amla, Amla Andani, Melinia Andarti, Maria Lauda Andini Linarsih Andri Maulidi Andriyani, Nanik Anisa Amalia Annisa Amalia Aprilia, Andini ARIYANI RAMADHANI Arsawalnisah, Arsawalnisah Aswandi . Aulia, Linda Aunurrahman Aunurrahman Ayu Wandira Ayunisa, Radhwa Cholana, Hozania Bellandira Corina, Riska Cristanti, Levina Faustine Darma, Cici Desni Yuniarni Desni Yuniarni Desni Yuniarni Devi Puspita Sari, Devi Puspita Eka Fajar Rahmani Elviana, Salwa Elvina, Tri Elvira, . Ema Ambarsari Enjela, Bela Ocvi Etty Fitriawati Eva Susanti Fadilah . Fadillah . Fadillah Fadillah Fitri Wahyuni Fitriani, Eva Gustiana, Della Halida . Halida Halida Halida Halida Hamdani . Hayati, Ummi Helfitri, Sela Herliyanti, Tri Nurul Hidayati, Nur Fajrina Ipi, Katarena Ismawati Ismawati Ivo, Letiana Janet, Aquilina Prily Juliana, Ratih Julianti, Dita Arvina Kartini Kartini Kasmawati Kasmawati Khotimah, Hikmah Husnul Khurrotul Akyunin Kornelia Laura Andinna, Kornelia Laura Krisensiana, Krisensiana lestari, puput Linarsih, Andini Loria, Alvionita Lukmanulhakim Lukmanulhakim ., Lukmanulhakim Lusianty, Mery Lusina, Lusina M. Syukri M. Syukri . M. Thamrin Maharani, Resti Maharani, Rini Mardiati, Desi Mardiyanti Mardiyanti Marmawi R Marmawi R . Masneno, Kristantri Maulidia, Citra Rizki Mei Fitria Ningsih Mellisa Jupitasari Mudinillah, Adam Muhamad Ali Muhamad Ali Mulyati, Indah Muslimah (F54210032) N, Astuti. Nene, Lusila Nony Amelia Noviana, Desi Novianti, Lili Novitasari, Desy Nurhaliza, Nurhaliza Nurlinayati ., Nurlinayati Nurlita, Nurlita Octora, Maryati Oczalina, Bella Orsicha, Wina Panjaitan, Aryani Ayu Sariska Perdina, Siska Prameswari, Dewi Ariesta Pricilla, Lea Dinda Purwanti . Putri, Wahyu Tri Nabella Resha, . Restiana, . Rhema, Rhema Rodiana, Lina Roni, Yohana Selvia Rosalina Rose, Rosalina Roviani, Wulan Sri Rumantir, Silvia Maya Sabila, Dias Khairina Salawati, Suchi Saleha, Risti Sari, Bernadeta Sari, Wiwin Purnama Sesilia Seli Shalini, Tiara Sima, Fatricia Kristiana Sipa, Santi Solimah, Solimah Sri Marwati Sumrati, . Sunarti Suriana Suriana Suryani, Dewita Taher, Agustini Sherly Trisnaningsih, Sry Trisnawati, Rita Ulandari, Sri Ulfah, Suciati Usman Radiana Utami, Nadia Maharani Vera, Resti Vivi Kurniawati, Vivi Yanti, Elli Yoanna Afrimonika Yulina, Ika Yundya Ullan Cemerlang Yuni, Emilia De Lodat Yuniarti, Desni Yusida, Farida Andriani