p-Index From 2021 - 2026
10.891
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BASASTRA Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia BAHASA DAN SASTRA Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya KEMBARA Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Diglosia Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal Ilmiah Lingua Idea al-Afkar, Journal For Islamic Studies Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Voices of English Language Education Society Deiksis SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra TLEMC (Teaching and Learning English in Multicultural Contexts) Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Journal of English Education and Teaching (JEET) Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat METABASA Jurnal Kadera Bahasa Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Studies in Learning and Teaching Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) International Journal of Community Service Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Language and Literature Studies JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Proceeding International Conference on Malay Identity REFEREN International Journal of Community Service (IJCS) DIMASATRA Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia @Artikulasi Jurnal Sastra Indonesia Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Aksara Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Literasi Emosi terhadap Keterampilan Menulis Cerita Anak Pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Aljamaliah, S. Nailul Muna; Sumiyadi, Sumiyadi; Yulianeta, Yulianeta; Halimah, Halimah
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4907.340-351

Abstract

This study aims to analyse the difficulties students face in developing quality children's story writing skills, particularly in relation to emotional literacy and content suitability for children's psychological development. Writing children's stories requires writers to not only master narrative techniques but also the ability to manage and reflect emotions effectively so that their writing can touch and be relevant to children. The main objective of this study is to identify the difficulties experienced by students majoring in Primary School Teacher Education (PGSD) in writing children's stories in this context and to analyse the role of emotional literacy in improving the quality of their writing. This study uses a qualitative approach involving three classes of fourth-year students as samples. Data collection was conducted through surveys, interviews, and observations of the writing process. The results of the study show that students face challenges in two main aspects: first, difficulty in choosing ideas and themes that are appropriate for children's cognitive and emotional development stages; second, challenges in integrating story elements (characters, plot, theme) into a cohesive whole. These findings consistently underline the importance of emotional literacy as a determining variable that helps students choose themes and compose stories with the appropriate emotional depth. Therefore, this study recommends the need for a holistic curriculum integration, including comprehensive training in emotional literacy and an in-depth understanding of child development psychology to improve the quality of their writing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menulis cerita anak yang berkualitas, khususnya terkait dengan literasi emosi dan kesesuaian konten terhadap perkembangan psikologis anak-anak. Menulis cerita anak menuntut penulis untuk tidak hanya menguasai teknik narasi, tetapi juga kemampuan untuk mengelola dan merefleksikan emosi secara efektif agar tulisan dapat menyentuh dan relevan bagi anak-anak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan menulis cerita anak yang dialami mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam konteks tersebut dan menganalisis peran literasi emosi dalam meningkatkan kualitas penulisan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan tiga kelas mahasiswa tingkat empat sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi terhadap proses penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam dua aspek utama: pertama, kesulitan dalam memilih ide dan tema yang sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif dan emosional anak; kedua, tantangan dalam mengintegrasikan elemen cerita (karakter, alur, tema) menjadi satu kesatuan yang kohesif. Temuan ini secara konsisten menggarisbawahi pentingnya literasi emosi sebagai variabel penentu yang membantu mahasiswa memilih tema dan menyusun cerita dengan kedalaman emosional yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi kurikulum yang holistik, mencakup pelatihan komprehensif literasi emosi dan pemahaman mendalam mengenai psikologi perkembangan anak untuk meningkatkan kualitas tulisannya.
Writing “Jantur”: Art-based playwriting from Dadaha folklore using Greimas’s actantial model Riswandi, Budi; Sumiyadi, Sumiyadi; Sunendar, Dadang
TLEMC (Teaching and Learning English in Multicultural Contexts) Vol 9, No 1 (2025): TLEMC (Teaching and Learning English in Multicultural Contexts)
Publisher : Siliwangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/tlemc.v9i1.17931

Abstract

This study develops an operational playwriting framework by integrating Greimas’s actantial model into an Art-Based Research (ABR) process to transform the Dadaha folklore into a contemporary drama script, “Jantur.” Data were drawn from five oral informants, local archival sources, contextual socio-ecological materials, and an auditable trail of iterative script drafts. The ABR process was organized into a cyclical workflow comprising (1) narrative segmentation and motif indexing, (2) actantial mapping of functional relations and value oppositions, (3) canonical narrative schema alignment (manipulation–competence–performance–sanction), (4) semiotic – to - dramaturgical translation into scene objectives, obstacle systems, and escalation patterns, and (5) reflective revision supported by documented decision logs and expert feedback. Rather than treating narrative semiotics as post hoc interpretation, actantial mapping is positioned as a generative compositional logic that regulates character functions, conflict configuration, and ethical causality during drafting. The resulting script demonstrates how creative writing can operate as analytical inquiry, preserving the folklore’s ecological and ethical meanings while recontextualizing them for contemporary performance and learning contexts. Methodologically, the study contributes a replicable semiotic-to-dramaturgical workflow that makes the analysis-to-composition pathway transparent and reusable for folklore-to-drama adaptation and scriptwriting pedagogy. Keywords: Actantial mapping; Art-Based Research; Folklore-to-drama adaptation; Greimas’s actantial model; Playwriting
GINOKRITIK TERHADAP NOVEL TANAH TABU KARYA ANINDITA S. THAYF (GYNOCRITICISM AGAINST TANAH TABU NOVEL BY ANINDITA S. THAYF) Sofiatin; Dadang Sunendar; Sumiyadi; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/t5s73771

Abstract

Penelitian berjudul Ginokritik terhadap Novel Tanah Tabu Karya Anindita S. Thayf bertujuan mengkaji tulisan perempuan yang menceritakan perempuan dengan menggunakan teori ginokritik dari Showalter (1981) hanya melalui model penulisan perempuan dan psikologi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa teks dari isi cerita novel Tanah Tabu. Intertekstual tulisan laki-laki dalam tulisan perempuan telah hadir sejak permulaan abad 20. Namun, sejumlah besar pengarang perempuan pada Angkatan 2000 menunjukkan kemandirian mereka dalam menggunakan penulisan biologi, bahasa, psiklogi, dan budaya perempuan. Intertekstual feminisme laki-laki dalam novel pengarang perempuan Angkatan 2000 mulai menghilang. Hal ini adalah entitas dari kemandirian feminisme pengarang perempuan. Itu artinya, pengarang perempuan mampu menghasilkan teks sendiri yakni, tidak mengadopsi kembali ciri khas tulisan laki-laki ke dalam karya mereka. Salah satu kemandirian tersebut terdapat pada novel Tanah Tabu karangan Anindita S. Thayf. Sebagai penyampai pesan, Thayf banyak menghasilkan teks bermuatan psikologi pada karyanyanya. Berdasarkan kajian, ditemukan 75 buah teks lisan dan tulisan bermuatan psikologi pada beberapa tokoh perempuan. Hal itu merupakan cerminan dari psikologi Thayf sebagai pengarangnya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dosen dan mahasiswa pada mata kuliah kajian prosa fiksi, dan dapat dijadikan rujukan bagi para peneliti lain dengan sumber data berbeda namun pendekatan serupa.
RELASI SAKRAL MANUSIA–ALAM DALAM CERITA RAKYAT PANJALU: KAJIAN STRUKTURAL TERHADAP TRADISI NYANGKU SEBAGAI MEDIA TRANSMISI NILAI BUDAYA Budi Riswandi; Sumiyadi; Dadang Sunendar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/nfgj1h83

Abstract

ABSTRAK: Cerita rakyat dan tradisi Nyangku merupakan warisan budaya penting masyarakat Panjalu yang merepresentasikan hubungan sakral antara manusia, alam, dan leluhur. Namun, kajian sebelumnya cenderung memusatkan perhatian pada aspek deskriptif ritual dan nilai religius tanpa menelaah secara sistematis bagaimana relasi manusia–alam dikonstruksikan melalui struktur naratif cerita rakyat. Kesenjangan ini menunjukkan perbedaan antara teori folklor yang menekankan pentingnya struktur cerita dan praktik penelitian yang masih bersifat tematik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara struktural relasi sakral manusia–alam dalam cerita rakyat Panjalu yang melandasi tradisi Nyangku serta menjelaskan fungsinya sebagai media transmisi nilai budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan Structural-Based Analysis terhadap cerita rakyat yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, juru kunci, dan warga Panjalu, serta observasi tradisi Nyangku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Panjalu memiliki struktur naratif yang sistematis dengan pola sebab–akibat yang menempatkan keharmonisan manusia–alam–leluhur sebagai inti cerita. Relasi manusia–alam dikonstruksikan sebagai relasi relasional-sakral, bukan utilitarian, dan memuat nilai religius, sosial, moral, serta historis yang terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat dan tradisi Nyangku membentuk suatu Sistem Nilai Relasional-Sakral Alam yang menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Panjalu melalui narasi dan praktik ritual. KATA KUNCI: cerita rakyat Panjalu; tradisi Nyangku; relasi sakral manusia–alam; transmisi nilai budaya   SACRED HUMAN-NATURE RELATIONS IN PANJALU FOLKTALES: A STRUCTURAL ANALYSIS OF THE NYANGKU TRADITION AS A MEDIUM FOR TRANSMITTING CULTURAL VALUES     ABSTRACT: Folktales and the Nyangku tradition constitute an important cultural heritage of the Panjalu community, representing a sacred relationship between humans, nature, and ancestors. However, previous studies have tended to focus on descriptive aspects of rituals and religious values without systematically examining how human–nature relations are constructed through the narrative structures of folktales. This gap reveals a discrepancy between folkloristic theory, which emphasizes the importance of narrative structure, and existing research practices that remain largely thematic. This study aims to structurally analyze the sacred human–nature relationship embedded in Panjalu folktales that underlie the Nyangku tradition and to explain their function as a medium for transmitting cultural values. The study employed a qualitative descriptive-interpretative approach using Structural-Based Analysis of folktales collected through in-depth interviews with traditional elders, custodians, and Panjalu community members, as well as observations of the Nyangku tradition. The findings indicate that Panjalu folktales possess a systematic narrative structure with cause–effect patterns that place harmony among humans, nature, and ancestors at the core of the stories. Human–nature relations are constructed as relational-sacred rather than utilitarian, integrating religious, social, moral, and historical values. This study concludes that Panjalu folktales and the Nyangku tradition form a Relational–Sacred System of Nature Values that sustains the cultural identity of the Panjalu community through narrative and ritual practices. KEYWORDS: Panjalu folktales; Nyangku tradition; sacred human–nature relations; cultural value transmission  
The Role of Debate Learning in Improving Students' Critical and Argumentative Thinking Skills: A Needs Analysis Hendra Kurnia Pulungan; Dadang S Anshori; Sumiyadi Sumiyadi; Yeti Mulyati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.40484

Abstract

This study aims to analyse the role of debate learning in improving students' critical and argumentative thinking skills. Debate learning is an effective method to train analytical thinking skills and craft strong arguments. However, understanding the extent to which debate learning affects this ability in students is still limited. This research uses a qualitative approach with a needs analysis method to explore students' experiences and views related to debate learning. Data was obtained through interviews and documentation studies involving students from various departments. The results show that learning debate significantly improves students' critical thinking skills, allows them to be more open to accepting different opinions, and strengthens their ability to build logical and structured arguments. In addition, this study also found that debate learning positively impacts the development of students' communication and persuasion skills. In conclusion, debate learning has an important role in improving the quality of students' critical and argumentative thinking, so it can be an effective method in higher education to prepare students to face challenges in the professional world.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latif Abdullah, Annisa Vitriya Ahmad Maskur Subaweh Andoyo Sastromiharjo Andri Noviadi Anindya Putri Lesmana Anindya Putri Lesmana Anise Nudianti Annisa Vitriya Abdullah Apriliyani, N. Yeffa Afnita Ari Kartini Asep Nurjamin Asra, Nurul Hafidzah Bafirman HB Berlian Ocsis Berliana Alvionita Pratiwi Berliana Alvionita Pratiwi Budi Riswandi Choirul Asari Choirul Asari Dadang S Anshori Dadang Sunendar Denny Iskandar Desti Fatin Fauziyyah Dewi Kusuma Een Nurhasanah Encep Kusumah Engkos Kosasih Erlinda Nofasari Fathina Karima Arun Fiky Zarya Fitra Youpika Fitri Kurniasih Gasanti, Rosi Halimah Halimah Halimah . Halimah Halimah Halimah Halimah Halimah, H. Halimah, Halimah Hani Ledina Harahap, Safinatul Hasanah Harras, Kholid A Hendra Kurnia Pulungan Henni Julia Citra Sitorus Hera Wahdah Humaira Ilhamida, Julika Lissa Indri Pangastuti Irawati Irawati Isah Cahyani Iskandar Wassid Iskandar Wassid Iskandar, Ramadhan Attalarik Iskandarwassid Iskandarwassid ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Jasril Jasril Jaya Saputra, Yusuf Jenny Yandryati Kartini, Ari Kholid Abdullah Harras Laksmita, Laksmita Ma'mur Saadie Masduki Zakaria Maulana, Cepri Mimin Sahmini, Mimin Mingga Ratih Mingga Ratih Mochamad Whilky Rizkyanfi Muna Aljamaliah , S. Nailul Mutiarani Zahra, Rastya N. Yeffa Afnita Apriliyani Nabila Nufaiza Yusuf Nabila Nufaiza Yusuf Nugraha, Eggie Nugroho, Rudi Adi Nuphanudin, Nuphanudin Nurul Hafidzah Asra Permadi, T. Pujayantie, Lenie Nuraeni Pulungan, Hendra Puspitaloka, Nina Puspitasari, Nur Aini Qalbi, Syifa Ul Ramadhan Attalarik Iskandar Ramadhan Attalarik Iskandar Ria Saputri Ria Saputri, Ria Rini Utari, Rini Riswandi, Budi Rois Abdul Haris S, A. Maskur Saidiman Satyadharma, Maudhy Setiawan, Fiki Sigit Widiyarto Sigit Widiyarto Sigit Widiyarto Siti Sofiah Fitriyani Sitorus, Henni Julia Citra Sofiatin Sofiatin Sofiatin Sofiatin Sofiatin Solly Aryza Sri Ulina Br Sembiring Subaweh, Ahmad Maskur Syahru Ramadan Syaputra, Juni Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Taiman Taiman Taiman, Taiman Tedi Parmadi Tedi Permadi Tiara Rizkina Vismania S. Damaianti, Vismania S. Wardah Laeli Wasniah Wasniah Wulan Fajrideani Wulan Fajrideani Yandryati, Jenny Yoga Prima Yulia Puspita, Yulia Yulianeta Zuhro, Putri Fatimatuz