Claim Missing Document
Check
Articles

Seminar Pengembangan Diri: Mengenali Potensi Klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar Nadia Khulaida Rezky; Nurmila Sari; Nur Ainul; Astika Putri Kamal; Audy Adelia Putri Agusalim; Haerani Nur
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.1188

Abstract

Kegiatan Seminar Pengembangan Diri di Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar bertujuan untuk membantu Klien mengenali potensi diri serta meningkatkan pemahaman tentang pengembangan diri, bakat, dan minat Klien guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial. Metode yang digunakan adalah seminar dengan pendekatan psikoedukasi dan melibatkan 56 Klien Pemasyarakatan sebagai partisipan. Seminar ini dilaksanakan pada 19 November 2024 di Aula Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar dan mencakup beberapa kegiatan, seperti penyampaian materi oleh ahli pengembangan diri serta pengisian instrumen Strength Typology-30. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Klien mendapatkan wawasan baru mengenai kekuatan dan kelemahan diri, serta cara memanfaatkan potensi pribadi. Dengan pengetahuan yang diperoleh, Klien diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bertanggungjawab setelah kembali ke masyarakat. Seminar ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG RESILIENSI REMAJA PADA KONTEKS KRISIS PSIKOSOSIAL Nisza, Nur Maghfira; Haerani Nur
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i4.12680

Abstract

Fenomena meningkatnya tekanan psikososial di kalangan remaja saat ini menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam konteks pandemi, konflik keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, serta tekanan akademik yang tinggi. Resiliensi menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan kemampuan remaja dalam menghadapi dan pulih dari berbagai bentuk stres dan krisis tersebut. Namun, resiliensi bukanlah kapasitas bawaan, melainkan hasil dari proses interaktif antara faktor internal seperti regulasi emosi, efikasi diri, strategi koping adaptif, dan kecerdasan emosional, dengan faktor eksternal berupa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, sekolah, dan komunitas. Berdasarkan telaah literatur terhadap 30 jurnal nasional, penelitian ini mengungkap bahwa kombinasi antara dukungan sosial yang kuat dan penggunaan strategi koping yang tepat dapat memperkuat ketahanan psikologis remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan intervensi yang holistik, baik dari lingkungan keluarga, institusi pendidikan, maupun masyarakat, guna menciptakan sistem pendukung yang mampu menumbuhkan resiliensi secara optimal pada remaja dalam menghadapi dinamika krisis psikososial
Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja Pasenrigading, Andi Riola; Nur, Haerani; Daud, Muhammad
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 9 (2025): Vol. 2. No. 9, April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15290940

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media on self-perception and identity formation of adolescents through the literature review method. A total of 30 national and international scientific journals published in the period 2015–2025 were systematically analyzed to identify patterns, findings, and conclusions related to the phenomenon. The results of the study indicate that social media plays a major role in shaping adolescents’ self-perception through the process of social comparison, seeking external validation, and the need to conform to aesthetic standards and social norms formed in the digital space. In addition, social media is a place for exploring self-identity, but it can also trigger identity confusion due to social pressure and unrealistic expectations. These findings emphasize that intensive use of social media has the potential to have positive or negative impacts depending on the level of digital literacy and support from the adolescent’s social environment. This study recommends the importance of media education and the active role of parents and educational institutions in guiding adolescents to manage their self-identity in a healthy way in the digital era.
@RealMe dan Dualitas Identitas Digital pada Remaja: Pengaruh Second Account sebagai Ruang Aman Ekspresi Diri di Media Sosial Thohirah, Mursyidah Dianti; Nur, Haerani; Daud, Muh.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 9 (2025): Vol. 2. No. 9, April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15291107

Abstract

This study aims to examine how social media, especially second account users, influence the formation of adolescent self-identity in the digital era. Using the literature review method and the ex post facto correlational quantitative approach. The results of this study indicate that social media provide a flexible space for identity exploration, strengthen authentic self-expression, and build a supportive social community. The use of second accounts in particular provides an opportunity for adolescents to show a more honest side of themselves, regardless of the social pressures that often occur on the main account. However, this study also found negative risks such as social comparison, dependence on external validation, identity fragmentation, and the potential for mental health disorders. Reflective and authentic interactions on social media have been shown to encourage positive identity development, while passive interactions and focus on social image increase the risk of psychological problems. Therefore, collaboration is needed between adolescents, parents, educators, and digital service providers to facilitate healthier use of social media in shaping adolescent identity.  
Peran Resiliensi Dalam Pengembangan Diri Remaja: Studi Literatur Ramadhani, Anita; Nur, Haerani
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 9 (2025): Vol. 2. No. 9, April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15303271

Abstract

Adolescence is a transitional period characterized by various physical, psychological and social challenges, so the ability to adapt and survive is very important. Resilience is understood as an individual’s ability to rise from adversity, manage stress, and grow into a stronger person. This study aims to explore conceptual and empirical understanding of the role of resilience in supporting adolescent self-development. This research uses a literature study method or literature review. This research uses the literature study method. The results of this study indicate that resilience plays a significant role in shaping aspects of adolescent self-development, both academically, emotionally, socially and spiritually. The factors that form resilience include internal and external aspects and the provision of effective interventions. Thus, strengthening resilience is an important strategy in creating adolescents who are resilient, independent, and ready to face the challenges of life. This study is expected to be the basis for the development of educational policies and programs that focus on building adolescent character through strengthening resilience.
Representasi Diri di Sosial Media: Antara Identitas Nyata dan Identitas Virtual Ananda Ade Salsabila; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9244

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara individu membentuk dan merepresentasikan identitas diri, terutama melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika representasi diri di media sosial, khususnya dalam membedakan antara identitas nyata dan identitas virtual. Menggunakan pendekatan Metasynthesis Qualitative Research, penelitian ini menganalisis 30 artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena strategis pembentukan identitas diri yang dinamis dan performatif. Individu sering kali menampilkan versi diri yang telah dikurasi untuk memenuhi ekspektasi sosial dan mendapatkan validasi eksternal, yang berpotensi menyebabkan ketegangan psikologis seperti kecemasan dan krisis identitas. Selain itu, algoritma platform turut membentuk cara individu merepresentasikan diri di dunia maya. Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis dalam menggunakan media sosial agar dapat mengelola identitas secara sehat dan autentik. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk memahami hubungan kompleks antara identitas, media sosial, dan kesejahteraan psikologis di era digital.
Resiliensi Remaja dari Keluarga Broken Home: Kajian Literatur tentang Faktor, Mekanisme, dan Implikasi Psikologis Annisa, Siti Wardah; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9253

Abstract

Resiliensi menjadi faktor penting dalam perkembangan psikologis remaja yang berasal dari keluarga broken home. Studi ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang membentuk resiliensi, mekanisme coping yang digunakan, serta implikasi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif-kualitatif dengan menganalisis 31 artikel ilmiah yang relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, regulasi emosi, efikasi diri, harga diri, dan religiusitas menjadi faktor internal utama pembentuk resiliensi. Sementara itu, dukungan sosial dari teman, keluarga, dan guru, serta lingkungan sekolah yang suportif, menjadi faktor eksternal yang memperkuat ketahanan psikologis remaja. Mekanisme coping aktif, refleksi diri, dan pemaknaan hidup ditemukan sebagai strategi penting dalam mengembangkan resiliensi. Studi ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, eksternal, serta pengembangan keterampilan coping adaptif perlu menjadi fokus dalam intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan remaja broken home. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan program pencegahan dan intervensi berbasis resiliensi bagi remaja yang menghadapi disrupsi keluarga.
Pola Asuh Demokratis dalam Membentuk Perilaku Sosial Generasi Z di Keluarga dengan Dinamika Ketidakharmonisan Mahmud, Aulia; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh demokratis dalam membentuk perilaku sosial Generasi Z yang tumbuh dalam keluarga dengan dinamika ketidakharmonisan. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, analisis tematik terhadap 30 artikel jurnal nasional dan internasional, penelitian ini menemukan bahwa pola asuh demokratis memiliki karakteristik khas, seperti konsistensi namun fleksibilitas dalam struktur, komunikasi terbuka, dan pendampingan regulasi emosi. Karakteristik ini terbukti membantu mengurangi dampak negatif ketidakharmonisan keluarga, yang sering kali menyebabkan penarikan sosial digital, ambivalensi dalam hubungan dekat, dan hipersensitivitas terhadap konflik. Generasi Z, yang sangat terhubung dengan teknologi, menunjukkan kecenderungan untuk mencari validasi sosial, namun juga menghadapi kesulitan dalam interaksi tatap muka. Pola asuh demokratis berperan sebagai mediator dan moderator yang efektif dalam membentuk perilaku sosial adaptif dengan membangun "kecerdasan kontekstual sosial" yang penting untuk beradaptasi dalam dunia online dan offline.
Peran dan Dampak Komunikasi Keluarga Terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Sari, Nur Nilam; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9317

Abstract

Studi ini mengeksplorasi peran dan dampak komunikasi dalam keluarga terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan emosional, fisik, dan sosial, di mana komunikasi keluarga memainkan peran penting dalam membentuk hasil kesehatan mental. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, studi ini menganalisis temuan dari 30 artikel jurnal yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, hangat, dan suportif dapat meningkatkan kepercayaan diri, regulasi emosi, dan hubungan sosial remaja, sehingga mendorong kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, pola komunikasi yang buruk, seperti pengabaian, tekanan, atau kurangnya respons dari orang tua, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap depresi, kecemasan, dan perilaku menyimpang. Studi ini menekankan pentingnya kualitas komunikasi dalam keluarga dan memberikan rekomendasi bagi keluarga serta pembuat kebijakan untuk memperkuat interaksi keluarga sebagai faktor pelindung bagi kesehatan mental remaja.
Resiliensi Ibu Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus St. Aisyah Humairah Solihin; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9407

Abstract

Memiliki anak berkebutuhan khusus menghadirkan tantangan besar yang berdampak pada kesejahteraan emosional, fisik, sosial, dan ekonomi keluarga, khususnya ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan meninjau literatur terkait resiliensi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi, bentuk dukungan sosial, serta strategi coping yang digunakan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap 30 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2010–2025, dengan pendekatan analisis kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa resiliensi ibu dipengaruhi oleh faktor internal seperti optimisme, religiusitas, dan kemampuan mengelola emosi, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan institusi pendidikan. Hubungan positif ditemukan antara tingkat resiliensi dan kesejahteraan psikologis, sedangkan hubungan negatif tercatat antara resiliensi dan tingkat stres pengasuhan. Faktor budaya juga berperan penting dalam membentuk makna dan strategi adaptasi ibu. Penelitian ini menegaskan pentingnya program intervensi berbasis komunitas, edukasi, serta dukungan keluarga untuk membangun dan memperkuat resiliensi ibu. Implikasi praktis mengarahkan perlunya intervensi berkelanjutan yang mengintegrasikan pendekatan budaya, religius, dan dukungan sosial dalam mendampingi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Co-Authors Abd. Rahim Hatala Abiyyu Arib Mahyiyuddin Afifah, Mawaddah Nur Alwi, M Ahkam Alwi, Muhammmad Ahkam Ananda Ade Salsabila Andi Farrasakti Mirdin Andi Nadia Qarirah Rafifah Alisyahbana Andi Nur Isnayanti Andi Sri Wahyuni Anggraeni, Poppy Dian Annisa, Siti Wardah Ansar, Wilda Anwar, Elshafa Salsabil Anwar, Nabila Putri AR, Hasniar Arini, Nurul Yustika Asniar Khumas Astika Putri Kamal Astuti, Andi Esti Emalia Aswar, Nurhaliza Ainun Audy Adelia Putri Agusalim Azizah, Nur Fuanni Daud, Muh. Eka Damayanti Erfianah, Irfa Faradhilla Shabriyah, Fadhiyah Faradillah Fina Nadzifah Rahman Gusma, Novaria Hadisaputra, Hadisaputra Halim, Nurul Khafifah Haspi, Nurlaila Hendra Suwardi Ihram, Nurul Al Ilham La Jamri, Irdianti Jafar, Eka Sufartianinsih Jaya, Muh. Ilham Karnedy, Astari Khafifah Indah Ramadhani Kurniati Zainuddin Kurniati Zainuddin, Kurniati Lindah, Nur Eva M. Ahkam Alwi Mahmud, Aulia Mastanning, Mastanning Mayangsari, Putri Muhammad Daud Murdiana, Sitti Nabila, Nur Indah Nadia Khulaida Rezky Najiba, Najiba Nasywa Nur Fitrah Nisza, Nur Maghfira Novita Maulidya Jalal Nur Ainul Nur Akmal Nur Shofiyah Jafni Nur, Yusril Abdan Nurfitriany Fakhri Nurmila Sari Nurul Azmi Widya Rahayu Nurussakinah Daulay Daulay Pasenrigading, Andi Riola Pawiloi, Andi Baeduri Poppy Dian Anggraeni Rahmah, Tri Rahmawati Ramadhani, Anita Rohmah Rifani RUSTAN EFENDY, RUSTAN Sari, Nur Nilam Saryuti, Saryuti Saudi, Rizky Rahmawati Sayidah Aulia Ul Haque Sir, Ahmad Amirul Sirajuddin, Witasari Solihin, St Aisyah Humairah Solihin, St. Aisyah Humairah St. Aisyah Humairah Solihin Syamsul Bachri Thalib, Syamsul Bachri Syamzan Syukur Tenribali, Dewani Thohirah, Mursyidah Dianti Tri sulastri, Tri Trijanutami, Andi Anggita WIDYASTUTI Widyastuti Widyastuti Wijaya, Citra Adelia Wiwin Hendriani