Claim Missing Document
Check
Articles

Mengapa Orang Tua Harus Terbuka Pada Anaknya: Studi Literatur Nabila, Nur Indah; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9419

Abstract

Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam pembentukankarakter dan perkembangan psikososial anak. Namun, banyak orang tua yang menghadapi kesulitan dalammembangun komunikasi yang efektif, yang dapatmenyebabkan anak merasa tidak didengar dan kurangpercaya diri. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi manfaat keterbukaan orang tua, tantangan yang dihadapi, serta strategi untukmeningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka denganmenganalisis literatur relevan dari 30 jurnal ilmiahdalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa komunikasi terbuka berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, empati, dan ketahananemosional anak. Keterbukaan juga membantumencegah perilaku menyimpang dan mendukungperkembangan moral serta akademik anak. Temuan inimenegaskan pentingnya orang tua untuk meningkatkanketerampilan komunikasi mereka agar dapatmembangun hubungan yang lebih sehat dan suportif. Secara keseluruhan, keterbukaan orang tua bukanhanya aspek kasih sayang, tetapi juga strategi pengasuhan yang esensial dalam menciptakan generasiyang sehat secara emosional dan sosial.
Resiliensi Pada Remaja Korban Perundungan Nur Shofiyah Jafni; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9485

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada remaja korban perundungan, mengingat meningkatnya kasus perundungan yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam menghadapi perundungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis 30 artikel dari berbagai sumber terpercaya, yang mencakup penelitian tentang resiliensi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, kemampuan mengelola emosi, harga diri, dan lingkungan sekolah merupakan faktor kunci dalam membangun resiliensi. Intervensi psikologis seperti konseling individual dan pembelajaran etika terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan dukungan sosial dan intervensi psikologis untuk membantu remaja menghadapi perundungan dan meningkatkan resiliensi mereka. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi remaja.
Resiliensi Pada Anak Korban Perang Nur, Yusril Abdan; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep resiliensi pada anak-anak korban konflik bersenjata melalui telaah terhadap 30 artikel ilmiah dari berbagai pendekatan metodologis dan konteks geografis. Hasil studi menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar perang menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan psikologis seperti PTSD, kecemasan, dan depresi. Namun, banyak dari mereka juga menunjukkan ketahanan yang luar biasa, yang diperkuat oleh keterikatan emosional yang aman, dukungan sosial, spiritualitas, serta partisipasi dalam pendidikan dan aktivitas bermakna. Resiliensi ditemukan sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan keluarga, komunitas, dan kebijakan publik. Intervensi yang paling efektif adalah yang berbasis komunitas, berorientasi pada budaya lokal, dan bersifat trauma-informed. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan penguatan resiliensi anak korban perang memerlukan pendekatan multilevel yang berkelanjutan dan kolaboratif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan intervensi dan kebijakan yang lebih inklusif dan sensitif terhadap konteks anak-anak di zona konflik.
Studi Literatur: Dinamika Sibling rivalry dan Perkembangan pada Remaja Mayangsari, Putri; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9504

Abstract

Persaingan saudara merupakan fenomena yang umum terjadi dalam keluarga dengan lebih dari satu anak. Meskipun dianggap sebagai bagian normal dari perkembangan anak, persaingan antar saudara yang tidak terjalin dengan baik dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial anak. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika sibling rivalry, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya. Data diperoleh dari 30 artikel jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh orang tua, urutan kelahiran, perbedaan usia, jenis kelamin, serta lingkungan sosial keluarga mempengaruhi intensitas persaingan antar saudara. Pola asuh otoriter, permisif, dan adanya favoritisme meningkatkan konflik antar saudara, sedangkan pola asuh demokratis dan penerapan pembinaan emosi terbukti efektif dalam meredam rivalitas. Selain berdampak negatif, sibling rivalry yang diarahkan secara positif juga dapat meningkatkan kemandirian, keterampilan sosial, dan ketahanan anak. Oleh karena itu, peran aktif orang tua sangat penting dalam membentuk hubungan saudara yang sehat dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Scroll dan Suasana Hati: Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Regulasi Emosi Remaja Arini, Nurul Yustika; Nur, Haerani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9578

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja telah menjadi perhatian utama dalam kajian psikologi perkembangan, khususnya terkait kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap regulasi emosi remaja melalui telaah literatur dari 30 jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan emosi, seperti kecemasan, stres, perasaan kesepian, serta perilaku negatif seperti cyberbullying. Di sisi lain, media sosial juga dapat berfungsi sebagai sarana dukungan sosial dan ekspresi diri yang membantu proses regulasi emosi jika digunakan secara bijak. Teori Gross tentang regulasi emosi, serta teori perkembangan psikososial Erikson, digunakan untuk menjelaskan bagaimana media sosial memengaruhi proses emosional pada masa remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pendampingan, edukasi literasi digital, serta pengembangan keterampilan regulasi emosi dalam upaya menjaga kesejahteraan psikologis remaja di era digital.
Pengasuhan di Era Digital: Menyeimbangkan Teknologi, Nilai Tradisional, dan Dinamika Keluarga Modern Rahmawati; Nur, Haerani
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i1.1126

Abstract

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan struktur keluarga, pengasuhan anak menjadi semakin kompleks, hal ini menuntut orang tua untuk dapat menyeimbangkan nilai tradisional dengan kebutuhan modern. Tantangan seperti pengelolaan screen time, risiko digital, dan dinamika keluarga yang beragam mendorong perlunya pendekatan pengasuhan yang adaptif dan responsif. Penelitian ini bertujuan memahami pola asuh dalam keluarga modern melalui studi literatur terhadap 30 jurnal ilmiah yang diterbitkan antara 1982-2025. Dengan analisis tematik, penelitian mengidentifikasi lima tema utama: tantangan pengasuhan di era digital, pengaruh pola asuh terhadap perkembangan anak, adaptasi pola asuh dalam struktur keluarga modern, integrasi nilai tradisional dan modern, serta peran edukasi dalam pengasuhan. Hasil menunjukkan bahwa pola asuh demokratis paling efektif untuk mendukung perkembangan psikologis dan emosional anak, meskipun literasi digital orang tua dan dinamika keluarga, seperti keluarga sandwich atau orang tua tunggal, menjadi tantangan utama. Integrasi nilai budaya dan intervensi seperti psikoedukasi memperkuat pengasuhan adaptif. Penelitian ini menegaskan perlunya literasi digital yang memadai dan kebijakan pendukung keluarga untuk memastikan pengasuhan yang responsif, yang berkontribusi pada kesejahteraan anak dan keluarga di era modern.
Identitas di Era Maya: Pencarian Jati Diri Remaja dalam Labirin Media Sosial Saryuti, Saryuti; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.485

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pembentukan identitas remaja di era digital melalui penggunaan media sosial. Dengan persentase pengguna internet berdasarkan kategori usia, tercatat sebanyak 91% penggunanya berasal dari kalangan remaja dengan rentang usia 15-19 tahun, fenomena ini menjadi penting untuk dipahami, terutama bagaimana remaja menavigasi identitas mereka dalam konteks budaya yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang mencakup analisis 32 artikel dan laporan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai platform untuk ekspresi diri dan interaksi sosial, tetapi juga menimbulkan tantangan, termasuk tekanan sosial, krisis identitas, dan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Kesenjangan dalam literasi digital dapat menghambat kemampuan remaja dalam mengelola identitas mereka. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang melibatkan pendidik, pembuat kebijakan, dan profesional kesehatan mental untuk mendukung perkembangan identitas yang sehat dan otentik di kalangan remaja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai dinamika identitas remaja dalam konteks digital dan mendukung strategi intervensi yang efektif.
Tantangan Pengembangan Identitas Diri Remaja di Media Sosial: Telaah Literatur Najiba, Najiba; Nur, Haerani; Sirajuddin, Witasari
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.486

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa dampak signifikan terhadap proses pembentukan identitas diri remaja. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tantangan yang dihadapi remaja dalam mengembangkan identitas diri mereka di media sosial melalui pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari dua puluh literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam kurun waktu 2015–2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema-tema utama dari setiap literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja mengalami tekanan untuk menampilkan citra diri ideal, kecenderungan melakukan perbandingan sosial, serta ketergantungan pada validasi eksternal seperti likes dan komentar. Tekanan tersebut memicu kebingungan identitas, menurunnya harga diri, serta munculnya gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Selain itu, tantangan lain meliputi pelanggaran privasi, pengaruh nilai budaya global, dan rendahnya literasi digital. Namun demikian, media sosial juga memiliki potensi positif sebagai ruang eksplorasi diri dan ekspresi personal jika digunakan secara bijak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memberikan pendampingan serta edukasi digital guna mendukung pembentukan identitas diri remaja yang sehat dan autentik di era digital.
Resiliensi Sebagai Mekanisme Bertahan Anak dalam Dinamika Keluarga yang Tidak Harmonis: Kajian Literatur Astuti, Andi Esti Emalia; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.488

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi resiliensi anak dalam menghadapi dinamika keluarga yang tidak harmonis, seperti konflik berkepanjangan, perceraian, dan kurangnya dukungan emosional. Anak-anak yang berada dalam situasi ini rentan mengalami stres, kecemasan, hingga gangguan perilaku yang dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana resiliensi berperan sebagai mekanisme bertahan anak dalam menghadapi tekanan akibat ketidakharmonisan keluarga, serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang digunakan anak dalam situasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 30 literatur relevan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa resiliensi berfungsi sebagai pelindung psikologis (psychological buffer) yang membantu anak mengelola tekanan, mempertahankan citra diri positif, serta tetap berfungsi secara sosial dan akademik. Selain itu, strategi koping aktif, dukungan sosial, regulasi emosi, dan pencarian makna melalui spiritualitas menjadi faktor kunci dalam memperkuat resiliensi anak. Kesimpulannya, resiliensi merupakan aspek penting yang memungkinkan anak tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang meski berada dalam lingkungan keluarga yang disfungsional. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan resiliensi melalui intervensi berbasis keluarga, pendidikan, dan komunitas. 
Faktor-Faktor Resiliensi Remaja Korban Cyberbullying: Studi Literatur Isnayanti, Nur; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 02 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i02.493

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk intimidasi yang dilakukan melalui perangkat teknologi, dengan tujuan melecehkan atau mempermalukan korban. Resiliensi menjadi hal penting bagi korban cyberbullying untuk mengatasi tekanan psikologis yang dialaminya dan pulih dari pengalaman traumatis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi remaja korban cyberbullying, dampak dari cyberbullying serta strategi dalam meningkatkan resiliensi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis 30 artikel jurnal yang menggunakan kata kunci : cyberbullying dan resiliensi remaja serta diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal yaitu regulasi emosi, optimisme, dan konsep diri positif dan faktor yaitu dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga dalam meningkatkan resiliensi remaja. Dampak cyberbullying yang dihadapi rentan terhadap dampak negatif secara psikologis dan emosional, seperti stres, depresi, dan kecemasan.  Strategi Strategi Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) menjadi salah satu intervensi efektif meningkatkan resiliensi remaja dalam menghadapi cyberbullying.
Co-Authors Abd. Rahim Hatala Abiyyu Arib Mahyiyuddin Afifah, Mawaddah Nur Alwi, M Ahkam Alwi, Muhammmad Ahkam Ananda Ade Salsabila Andi Farrasakti Mirdin Andi Nadia Qarirah Rafifah Alisyahbana Andi Nur Isnayanti Andi Sri Wahyuni Anggraeni, Poppy Dian Annisa, Siti Wardah Ansar, Wilda Anwar, Elshafa Salsabil Anwar, Nabila Putri AR, Hasniar Arini, Nurul Yustika Asniar Khumas Astika Putri Kamal Astuti, Andi Esti Emalia Aswar, Nurhaliza Ainun Audy Adelia Putri Agusalim Azizah, Nur Fuanni Daud, Muh. Eka Damayanti Erfianah, Irfa Faradhilla Shabriyah, Fadhiyah Faradillah Fina Nadzifah Rahman Gusma, Novaria Hadisaputra, Hadisaputra Halim, Nurul Khafifah Haspi, Nurlaila Hendra Suwardi Ihram, Nurul Al Ilham La Jamri, Irdianti Jafar, Eka Sufartianinsih Jaya, Muh. Ilham Karnedy, Astari Khafifah Indah Ramadhani Kurniati Zainuddin Kurniati Zainuddin, Kurniati Lindah, Nur Eva M. Ahkam Alwi Mahmud, Aulia Mastanning, Mastanning Mayangsari, Putri Muhammad Daud Murdiana, Sitti Nabila, Nur Indah Nadia Khulaida Rezky Najiba, Najiba Nasywa Nur Fitrah Nisza, Nur Maghfira Novita Maulidya Jalal Nur Ainul Nur Akmal Nur Shofiyah Jafni Nur, Yusril Abdan Nurfitriany Fakhri Nurmila Sari Nurul Azmi Widya Rahayu Nurussakinah Daulay Daulay Pasenrigading, Andi Riola Pawiloi, Andi Baeduri Poppy Dian Anggraeni Rahmah, Tri Rahmawati Ramadhani, Anita Rohmah Rifani RUSTAN EFENDY, RUSTAN Sari, Nur Nilam Saryuti, Saryuti Saudi, Rizky Rahmawati Sayidah Aulia Ul Haque Sir, Ahmad Amirul Sirajuddin, Witasari Solihin, St Aisyah Humairah Solihin, St. Aisyah Humairah St. Aisyah Humairah Solihin Syamsul Bachri Thalib, Syamsul Bachri Syamzan Syukur Tenribali, Dewani Thohirah, Mursyidah Dianti Tri sulastri, Tri Trijanutami, Andi Anggita WIDYASTUTI Widyastuti Widyastuti Wijaya, Citra Adelia Wiwin Hendriani