Articles
Peran Konselor dalam Membantu Siswa Mengatasi Hambatan dalam Pemilihan Karier
Murti, Atika Ananda;
Zahri, Triave Nuzila;
Afdal, Afdal;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0981cic
Kesulitan yang dialami oleh siswa dalam merencanakan pilihan karir terjadi karena adanya hambatan yang dirasakan oleh siswa. Hambatan tersebut dapat berasal dari faktor internal antara lain minat, bakat dan arah kecenderungan kemampuan yang dimiliki dengan kesesuaian pilihan karier, kemudia dari faktor eksternal berupa pengaruh dari lingkungan keluarga, perubahan kurikulum, informasi terkait bimbingan karier yang kurang, keadaan ekonomi, pengaruh dari teman sebaya dalam pilihan karier. Pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan dapat membantu siswa menghadapi hambatan yang dirasakannya melalui program atau bimbingan karier yang dilakukan oleh Guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait peran Guru BK dalam melaksanakan bimbingan karier untuk membantu siswa mengatasi hambatan yang dirasakan oleh siswa dalam pemilihan karier. Metode penelitian yang digunakan berupa tinjauan pustaka (study literature) terkait hasil-hasil penelitian yang relevan dan sesuai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Guru BK dapat melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling, berupa melaksanakan bimbingan karier yang sesuai dengan hambatan-hambatan yang dirasakan oleh siswa, dengan merencanakan program-program yang sesuai untuk memudahkan siswa dalam mengatasi hambatan yang dirasakan siswa dalam pemilihan karier.
Hubungan antara Harga Diri dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP yang Dibesarkan Orangtua Tunggal
Oktavia, Siti;
Zikra, Zikra;
Nurfarhanah, Nurfarhanah;
Sukma, Dina
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01109cic
Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya siswa yang dibesarkan orangtua tunggal memiliki kepercayaan diri yang rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah harga diri. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) mendeskripsikan harga diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal; (2) mendeskripsikan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal; (3) menguji hubungan harga diri dengan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa SMPN 1 Lembah Gumanti yang dibesarkan orangtua tunggal, teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling. Temuan dalam penelitian ini adalah: (1) harga diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal pada umumnya berada pada kategori sedang; (2) kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal pada umumnya berada pada kategori sedang; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara harga diri dengan kepercayaan diri siswa SMP yang dibesarkan orangtua tunggal.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Self Efficacy dalam Menyelesaikan Skripsi
Abdussalam, Hazel;
Putriani, Lisa;
Afdal, Afdal;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0984cic
Selama penyusunan skripsi, mahasiswa dihadapkan pada masalah-masalah yang dapat menghambat proses penyelesaian skripsi. Hal ini maka disebabkan oleh ketidakmampuan mahasiswa merangkai kata, kesulitan menentukan topik penelitian dan kesulitan lainnya sehingga munculnya ketidakpercayaan diri yang memperlambat proses penyelesaian skripsi. Keyakinan yang dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu atau kemampuan menghadapi kendala yang dalam hal ini biasanya disebut self efficacy. Salah satu faktor yang mempengaruhi self efficacy mahasiswa yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan sosial teman sebaya dan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi serta hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi. Jumlah populasi penelitian adalah 200 orang mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP yang sedang menyelesaikan skripsi dan sampel penelitian adalah 68 orang mahasiswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket model skala likert dengan penyebaran angket online menggunakan google formulir. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara umum mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP mendapatkan dukungan sosial teman sebaya yang tinggi dengan persentase 63,08% (2) secara umum mahasiswa departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP memiliki self efficacy dalam menyelesaikan skripsi yang tinggi dengan persentase 54,62%, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan self efficacy dalam menyelesaikan skripsi dengan rhitung sebesar 0,414. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, dengan besar korelasi 0,414 yang berarti memiliki tingkat korelasi cukup kuat.
Effectivity of Group Counseling Service with Transactional Analysis Approach to Decrease Difficulty Of Students Interpersonal Communication
Fauziah, Restu;
Ahmad, Riska;
Nurfarhanah, Nurfarhanah;
Ardi, Zadrian
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 4, No 1 (2023): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/005514ijaccs
This research background is based on preliminary study of SMAN 15 Padang students. the first discovery showed there were many students has difficulty in interpersonal communication; in message delivery or unclear information and inproper information receiving, the delivered information hurt other people, and there was also different mind and opinion which caused conflict, and less of attitude implementery while comunicating. this research is aimed to (1) disclose the differences of interpersonal communication difficulty in experimental group students before and after joining group counseling using transactional analysis approach, (2) disclose differences of interpersonal communication difficulties analisis transaksional control grup students before and after joining group counseling, and (3) reveal differences in interpersonal communication difficulties of experimental group students who follow group counseling using a transactional analysis approach with group counseling without special treatment. This research used quantitative approach, with experimental method, while the chosen research design is quasi experimental design with non-equivalent control group design as the model. There were 10 groups of experiment samples and 10 people for group control. The sample used purposive sampling. The instrument that used for the research is a likert scale model, the data was analyzed by using Wilcoxon Signed Ranks Test and Kolmogorov-Smirnov Two Independent Samples with SPSS 26.00 version. The result of research showed that (1) there were significant interpersonal communication difficulties in experimental group of students before and after group counseling treatment by using transactional analysis approach, (2) there were significant differences of interpersonal communication difficulties in experimental students group before and after group counseling treatment without special treatment, (3) there were significant differences of interpersonal communication difficulties in experimental students group which given counseling treatment by using transactional analysis approach and without special treatment. To conclude, group counseling by using transactional analysis approach is more effective to decrease students' interpersonal communication difficulties.
Kebermaknan Hidup Siswa SMAS Adabiah 2 Padang dan Implikasi dalam Pelayanan BK
Putri, Ririn Anggelia;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001065chr2024
Kebermaknaan hidup merupakan konsep psikologis yang penting dalam memahami kualitas hidup siswa. Hilangnya kebermaknaan hidup akan membuat siswa tidak memilki arah dan tujuan hidup yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kebermaknaan hidup siswa SMAS Adabiah 2 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAS Adabiah 2 Padang yang berjumlah 649 orang siswa dengan jumlah sampel sebanyak 247 orang siswa yang dipilih dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket kebermaknaan hidup berupa pernyataan dengan skala model likert. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran kebermaknaan hidup siswa SMAS Adabiah 2 Padang secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. artinya siswa memilki kemampuan dalam mencapai kebermaknaan hidup yang dapat dilihat dari hidupnya yang penuh makna, berharga dan memilki tujuan hidup yang jelas sehingga terbebas dari perasaan hampa dan kosong.
Resiliensi akademik siswa yang berasal dari keluarga broken home
Wulandari, Sri;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/000734chr2024
Resiliensi sangat penting untuk dapat bangkit dan berkembang dengan tekanan yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu resiliensi dibutuhkan oleh siswa yang mengalami broken home untuk dapat mengembangkan orientasi masa depannya yang dapat menunjang hidupnya agar menjadi lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat resiliensi akademik siswa yang berasal dari keluarga broken home di SMP Negeri 16 Padang ditinjau dari aspek: regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, kemampuan melakukan analisa masalah, empati, efikasi diri dan reaching out. Penelitian dilakukan di SMP N 16 Padang, dengan metodologi deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 53 siswa, dengan menggunakan instrumen TIRI (Taufik & Ifdil Resiliensi Inventori) yang dikembangkan dari teori (Reivich & Shatté, 2012). Berdasarkan hasil temuan, disimpulkan tingkat resiliensi akademik siswa yang berasal dari keluarga broken home secara umum berada pada kategori sedang dengan frekuensi 35 dan persentase 66,04% artinya, lebih dari setengah jumlah siswa yang menjadi sampel penelitian sudah bisa dikatakan resilien.
The Contribution of Work Values, Career Adaptability, and Willingness to Compromise on Students' Work Readiness during the School-to-Work Transition
Mustika, Humaira;
Afdal, Afdal;
Asnah, Megaiswari Biran;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.29350
Work readiness is a reflection of an individual's quality of life evaluation, viewed from their own perspective. However, in reality, the work readiness of students is still low. This study aims to determine the contribution of work value, career adaptability, and willingness to compromise on students' work readiness during the school-to-work transition. The study uses a descriptive quantitative approach with a correlational method. A total of 210 students were selected through incidental sampling techniques to participate in this research. The instruments used include scales for work value, career adaptability, willingness to compromise, and work readiness. The results of the study indicate that students' work value is in the high category, their career adaptability is in the high category, their willingness to compromise is in the high category, and their work readiness is in the medium category. The findings show that work value, career adaptability, and willingness to compromise significantly contribute positively to students' work readiness. This research implies that future studies should focus on helping students develop work readiness during their school-to-work transition.
The Role of Self-Confidence and Self-Control in Fear of Missing Out (FoMO) Among High School Students
Yadi, Heri Febri;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.29628
Fear of missing out (FoMO) has become a significant issue experienced by internet users. However, research on FoMO has not been extensively explored. Therefore, the current study examines whether there is a relationship between self-confidence and self-control on Fear of missing out. This is a quantitative study with a descriptive correlational design, involving a sample of 164 students. The result show that self-confidence is significantly negatively correlated with fear of missing out. Addictionally, self control is also negatively correlated with Fear of missing out. Hence, in addressing FoMO, counselors need to enhance individuals’ self-confidence and self-control as protective strengths.
Gambaran Self Control Siswa yang Berperilaku Merokok di SMP
Julia, Azmi Sri Wahyu;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 2 No 6 (2024): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/ajisd.v2i6.3964
This research was motivated by the existence of students who smoked in junior high school. Even though there is no direct impact on teaching and learning activities, this smoking behavior needs to be given special attention because students at the junior high school level have the potential to become addicted to consuming cigarettes. Therefore, students are expected to be able to control themselves. Self control is an individual's ability to control and regulate their behavior, emotions and desires with the aim of achieving desired results. The aims of this research are (1) to describe the self-control of students who smoke in junior high school from the behavioral control aspect, (2) to describe the self-control of students who smoke in junior high school from the cognitive control aspect and (3) to describe the self-control of students who smoke in junior high school. from the aspect of decisional control. This research uses a descriptive quantitative approach. The population and sample in this study were male students in grades VII, VIII and IX in junior high school who had a tendency to smoke as many as 85 students. Determination of the sample in this research was total sampling. The instrument used in this research is a self-control instrument with a Likert model scale. The data analysis technique used is descriptive analysis. Based on the results of this research, it shows that (1) student self control seen from the behavior control aspect is in the high category with a percentage of 35.29%, (2) student self control seen from the cognitive control aspect is in the medium category with a percentage of 36.47% and (3) student self-control seen from the aspect of decisional control is in the low category with a percentage of 37.65%.
Gambaran Prokrastinasi Akademik Mahasiswa dan Implikasinya dalam Pelayanan Konseling
Sa’diah, Mifta Alimatul;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
ARZUSIN Vol 4 No 6 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/arzusin.v4i6.3948
This research is motivated by the existence of academic procrastination that occurs among students. Students carry out high academic procrastination because students do not have the ability to manage their time well and prefer to do more enjoyable tasks than completing tasks. This study aims to describe the academic procrastination of curriculum and educational technology students and its effectiveness in counseling services. This type of research is quantitative research with a descriptive method. The population in this study was 436 students with a research sample of 209 students of the Curriculum & Educational Technology Department who were active in lectures in the 2020, 2021, 2022, and 2023 classes of the 2024/2025 academic year. The sampling technique for this study used the Proportional Stratified Random Sampling technique. Data collection was carried out through the use of instruments using a Likert scale, namely using academic procrastination instruments for students. The results of this study indicate that: (1) the level of academic procrastination of students majoring in curriculum and educational technology as a whole is in the moderate category. (2) the level of academic procrastination of students based on aspects of being stuck in starting and completing tasks is in the moderate category. (3) the level of academic procrastination of students based on aspects of being late in completing tasks is in the moderate category. (4) the level of academic procrastination of students based on aspects of time discrepancies between plans and actual performance is in the moderate category. (5) the level of academic procrastination of students based on aspects of doing more enjoyable activities is in the moderate category. Based on the results of this research, counselors can provide assistance to students to reduce the level of academic procrastination of students in the form of: information services, individual counseling services, group guidance services and group counseling services.