Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KAPASITAS TOKOH AGAMA DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI WILAYAH KECAMATAN ROTE BARAT LAUT, KABUPATEN ROTE NDAO Picauly, Intje; Tira, Deviarbi Sakke; Wahyuni, Maria M. D.
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.508

Abstract

The problem of stunting has a significant impact on the development of human resource quality. SSGI data (2024) states that NTT Province in 2024 contributed the highest prevalence of stunting (37.9%) in Indonesia (19.8%). Rote Ndao Regency is one of the regencies that also contributed a lot of stunted children (18.8%) among the 22 regencies/cities in NTT. This community service activity was carried out with the aim of 1). improving the perception and perspective of religious leaders regarding food, nutrition and health including stunting, 2). religious leaders are able to assess the nutritional status of individuals or community groups and are able to prepare a Diverse, Nutritious, Balanced and Safe (B2SA) menu using counseling and simulation methods in the Busalangga Village Service Area, Northwest Rote District, Rote Ndao Regency in July 2025. The results showed that there was a change in the level of knowledge and attitudes about food, nutrition and health including stunting and its determinants, religious leaders were able to prepare a B2SA menu and use nutrition discs properly. It is recommended that the Rote Ndao district government support the formation of the behavior and perspectives of religious leaders so that they are able to play a perfect role as good partners of the government suzuyatogel
STUDI EPIDEMOLOGI KONSUMSI DAGING IKAN PAUS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA LAMALERA KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2024 Agun, Archangela Rom Ose; Lewi Jutomo; Deviarbi Sakke Tira; Imelda F. E. Manurung
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.342

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, dikenal dengan tradisi berburu paus sperma (Physeter macrocephalus) sejak abad ke-17 untuk dikonsumsi, dijual, atau ditukar. Praktik ini merupakan tradisi masyarakat Desa Lamalera, mereka umumnya mengonsumsi daging paus yang diawetkan, dengan preferensi daging paus yang diawetkan karena daya simpannya yang lebih lama. Hipertensi merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/≥ 90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pola konsumsi daging paus (frekuensi, jumlah, dan jenis) dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Lamalera A dan B dengan sampel sebanyak 225 keluarga, dengan satu sampel per keluarga dengan usia 15–64 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jumlah konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jenis konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,535 p > 0,05. Dapat disimpulkan Pola konsumsi daging ikan paus tidak berakibat terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi daging ikan paus dapat mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi. ABSTRACT The Lamalera Village community, Lembata Regency, is known for its tradition of hunting sperm whales (Physeter macrocephalus) since the 17th century for consumption, sale, or exchange. This practice is a tradition of the Lamalera Village community, they generally consume preserved whale meat, with a preference for preserved whale meat because of its longer shelf life. Hypertension is a symptom of a disease characterized by increased blood pressure ≥ 140/≥ 90 mmHg. The purpose of the study was to determine the relationship between whale meat consumption patterns (frequency, quantity, and type) with the incidence of hypertension in the Lamalera Village community. The type of research was quantitative research with a cross-sectional design. The study was conducted in Lamalera Village A and B with a sample of 225 families, with one sample per family aged 15–64 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of the statistical test showed no relationship between the frequency of whale meat consumption and the incidence of hypertension (p-value= 0.555 > 0.05), there is no relationship betweenthe amount of whale meat consumption with the incidence of hypertension (p-value =0,555 > 0.05), there is no relationship between the type of whale meat consumptionwith the occurrence of hypertension (p-value= 0.535 p > 0.05. It can be concluded that the patternConsumption of whale meat does not result in the occurrence of hypertension inLamalera Village community. This study proves that consumption of fish meatWhales can prevent non-communicable diseases such as hypertension.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Analisis Faktor Risiko Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Oelaba Kabupaten Rote Ndao Tahun 2024 Wina Jensisca Muda; Soleman Landi; Indriati Tedju Hinga; Deviarbi Sakke Tira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3291

Abstract

Pendahuluan: Berat badan lahir rendah masih menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pada bayi, balita dan anak-anak. Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi NTT menempati urutan ke-5 kasus BBLR tertinggi pada tahun 2023 sebanyak 5.701 kasus dan Kabupaten Rote Ndao menempati urutan pertama pada tahun 2023 yaitu sebanyak 28,3% menurut perempuan yang pernah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian BBLR di wilayah kerja puskesmas Oelaba. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan metode case control menggunakan 76 sampel yang terdiri atas 38 balita BBLR dan 38 balita BBLN. Kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada 10 Juni-10 Juli 2025 menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa umur (p-value 0,002), status gizi (p-value 0,000), antenatal care (p-value 0,000), dan penyakit penyerta (p-value 0,038) merupakan faktor risiko sedangkan jarak kehamilan (p-value 0,050), paritas (p-value 0,066), pendidikan (p-value 0,066) dan status ekonomi (p-value 0,150) bukan faktor risiko kejadian BBLR. Umur (p-value 0,004, OR 6,373) dan status gizi (p-value 0,025, OR 4,671) merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan kontribusi sebesar 50%. Kesimpulan: Umur, status gizi, antenatal care, dan penyakit penyerta merupakan faktor risiko. Umur dan status gizi adalah faktor yang paling berisiko terhadap kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Oelaba tahun 2024 Saran: Edukasi terkait dampak kehamilan usia berisiko, KEK, ANC lengkap, konsumsi TTD dan asupan makanan bergizi sangat penting dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat.
Co-Authors Adang, Dionisia Cacalia Adu, Apris A. Agnes Montolalu Agun, Archangela Rom Ose Agus Setyobudi Agus Setyobudi Agus Setyobudi Agus Setyobudi Alang, Gregorius Rinto Amas, Arias Umbu Amelia B Sir Amelya Betsalonia Sir Amul, Bergita G. J. Andi Suyatni Musyrah Anding, Derse Ndula Andri Y. Hilli Angela Albertin Siki Anita Lontaan Anna Henny Talahatu Antonia Hari Anu, Lusia Faustina arpandjam'an, arpandjam'an Asiyah, Raudhatul Astriani, Astriani Awal, Muhammad Bahar, Astrid Fitria Mulyani Bakri, Burhanuddin Banoet, Malestriani J. Barbier, Tammy Andrea Bata, Sesilia Alfonsa Bebhe, Maria Windriani Bena, Paula Theresia Benu, Novianti Serni M. Bernadina Tena Bili, Adelia F. D. Bonavantura Taco Bria, Febriana Abuk Bungsu, Marwa Ledita Carolin, Afriani Magreth Cathlyn Ivanna Salmon Clareta Monica Oktaviane Teja Dade, Veronika Daniela Boeky Daniela L. A Boeky Dea Putrisna Djawa Gigy Dea Putrisna Djawa Gigy Dealdo, Kresecia Aprillia Putri Diana Apipideli Dodo, Dominirsep Ovidius Doki, Gloria Evaristi Dondo, Lusia Engelina Nabuasa Engglika S Enggllika Remijawa Enos Kabu Ermenilda Poseng Febiola, Febiola Fitria Ningsi Banni Tudu Fransisca Camellia Bunga Wago Fransiskus G. Made Fransiskus G. Mado Gracia, Febrianti Gulo, Stefani Dua Haba, Febrian Trisan Hantip, Paskalis Charvalo Putra Haseli, Katharina Helga Jilvera Nathalia Ndun Hero, Damianus Harlando Hinga, Indriati A. Tedju Honey I. Ndoen Honey I. Ndoen Icha, Florentina Rosina Iksan Kaleb Adu Imelda F. E. Manurung Imelda Februati Ester Manurung Indriati A. Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Indriati Tedju Hinga Irna Kause Jellabing, Agitha Reymusyani Cr Jenau, Priska Lidia Kase, Cindy Kerans, Maria Merai K. Khalid Fredy Saputra, M Kiik, Alexandrina T.A. Koa, Theresna Kurnia Sari Hayon Kusumawardani, Emi Laba, Elfrida Febriyanti Lado, Ervan Dima Lauw, Stenly Yunior Ledoh, Kristiana Lengari, Trinita Y.N Lewi Jutomo Limbu, Ribka Linda Aryanti Mahoklory Logo, Juniadi A. Pe Lorna Lolo, Lestari M. Ihsan Dacholfany Manose, Menti Y. Manurung, Imelda Februati Ester Maria Flaviana Tefa Maria M. Dwi Wahyuni Maria Margarini Leki Maria Marselina Meo Maria Yosefa Ivony Jepapu Marisca Jenice Sanaky Marni Marni Marthen Robinson Pellokila Masae, Viviencia M.A. Masrida Sinaga Mataufina, Maria C. C. Mathilde, Mauricia Keyra Mbate, Welsirefika Merdiana Ones Mesang, Gabriela J. N. Mesang, Gabriela. J. N. Mue, Elvina Muhammad Dawam Jamil Muskananfola, Catherine Elisabeth Mustakim Sahdan Namah, Nikita Martha Dewi Nautu, Ceresentia Apriani Ndoen, Honey I. Ndoen, Honey Ivon Ndolu, Yurihany S. J. Ndun, Elistho Adrianus Neno, Tiara Margareth Nenotek, Kezia Indriani Nordianiwati Novita Scolastica Amsikan Novitasari Novitasari Nufeto, Virliando Nur, Marselinus Laga Pakae, Santaliana A. Pakan, Sikhry Christian Max Pandie, Iquinta I. Pandie, Marshanda Ananda Pati, Riana B.Belinda Umbu Pau, Defristin Pehan, Melania Alpiani Derang Pellondou, Deflin Petrus Gawe Nusa Uran Picauly, Intje Pingak, Meksy S. Pullu, Robertilde Kristy R. B. Pupella, Jeysel D. Purimahua, Shinta L. Purnawan, Sigit Purnawirawan, Sigit Radja Riwu, Yuliana Rahayu Chandranita Rini Rahayu, Elisabeth Tri Rahmi, Hanifatul Rambadeta, Rina Djawa Rebo, Martina Lulu Reke, Sarlintje Rinawati Sirait Rini Aryanti Riwu, Yuliana Radja Robertha Kartini Ronny Syamuel J. P. Ratukore Sabuna, Dwirana Safriza, Hamditya Aulia Sarci M. Toy Sari, Iffah Atiqah Sartono S. Rika Seo, Johandri Leonaldi Silfiana, Andi Siti Masdah Soleman Landi Sumiati Sumiati SUMIYATI SUMIYATI Suprapto Suprapto Susanto, Angelina Kathlen Syamruth, Yendris K. Tadeus A.L. Regaletha Takesan, Wilyam J. Taopan, Qntan Q.P Tedju Hinga, Indriati A. Tedjuhinga, Indriati A. Tino, Pretty Angel Tomico Nasrani Taopan Tri Wijayanti, Yoga Tuan, James Tukan, Helena Antonia Ema Viviencia M. A. Masae Wahyuni, Maria M. D. Weraman, Pius Weto, Yohana Karmilan Wijayanti, Lumastari Ajeng Wina Jensisca Muda Wonlele, Graciella P. I. Yermi A. Suek Yoga Tri Wijayanti Yuliana Timu Yuliany Rahmawati, Endah Yuliawati, Dwi Yunus, Muh Yusak, Cindy Putri Yusuf, Nazwa Nabila