Program vokasi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan kemandirian hidup peserta didik disabilitas intelektual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pengembangan diri peserta didik disabilitas intelektual melalui implementasi program vokasi, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta dampaknya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi multisitus di SLB Samudra Lavender Bangkalan dan SLB Negeri Sampang Sumenep. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui analisis dalam situs dan lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program vokasi di kedua sekolah bersifat kolaboratif dan berorientasi pada kemandirian peserta didik, dengan perbedaan pendekatan. SLB Samudra Lavender menerapkan model entrepreneurial-ecological berbasis kemitraan eksternal, sedangkan SLB Negeri Sampang mengembangkan model pragmatic-collaborative berbasis optimalisasi sumber daya internal. Pelaksanaan program menekankan pendampingan intensif dan pembelajaran bertahap, dengan variasi model pelatihan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Dampak program vokasi terlihat pada peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan sosial-emosional, dengan perbedaan intensitas pada aspek kewirausahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas program vokasi ditentukan oleh keselarasan desain program berpusat pada peserta didik dengan konteks sumber daya dan ekosistem sekolah.