Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Korban Kekerasan Seksual Pada Anak Pelajar Perempuan di Jakarta Timur Mayangsari, Denny Novita; Awaliah, Awaliah; Purnamawati, Dewi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15193

Abstract

ABSTRACT Sexual violence is the most common type of violence experienced by children and has physical and psychological impacts.  The impact of sexual violence if not handled properly can threaten the future. The purpose of the study was to obtain in-depth information about the experiences of victims of sexual violence on female students in East Jakarta. This research uses a qualitative approach with a phenomenological design. Informants were selected by purposive sampling with a total of 5 informants with in-depth interviews analyzed by content analysis. The results showed that sexual violence has a psychological impact and social relationships. Lack of sex education information, inequality of power relations and low family economy are factors that trigger sexual violence. The active role of teachers, communities and health workers is needed to provide education about sex education and the impact of sexual violence as a preventive measure. Keywords: Girls, Sexual Violence, Power Relations, Sex Education Information  ABSTRAK Kekerasan seksual merupakan jenis kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak dan memberikan dampak fisik serta psikologis.  Dampak kekerasan seksual jika tidak ditangani dengan baik dapat mengancam masa depan. Tujuan penelitian mendapatkan informasi yang mendalam tentang pengalaman korban kekerasan seksual pada anak pelajar perempuan di Jakarta Timur. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 5 informan dengan wawancara mendalam dianalisis secara content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual memberikan dampak psikologis dan hubungan sosial. Kurangnya informasi pendidikan seks, ketimpangan relasi kuasa dan ekonomi keluarga yang rendah merupakan faktor pemicu kekerasan seksual. Perlu peran aktif  guru, masyarakat dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi tentang pendidikan seks serta dampak kekerasan seksual sebagai tindakan pencegahan. Kata Kunci:  Anak Perempuan, Kekerasan Seksual, Relasi Kuasa, Informasi Pendidikan Seks
Maternal Mortality During the Corona Virus Disease-19 (COVID-19) Pandemic Purnamawati, Dewi; Andriyani, Andriyani; Wulandari, Wulandari
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (Januari 2023 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v6i1.257

Abstract

The COVID-19 pandemic poses a risk of increasing morbidity and mortality in pregnant women. Pregnant women have a higher case fatality rate and more complications than non-pregnant women due to COVID-19 infection. This study aims to look in depth at maternal deaths during the COVID-19 pandemic at the Karawang District Hospital. This study used a qualitative approach with a case study design. Cases were defined as the deaths of pregnant women during the COVID-19 pandemic period recorded at the Karawang District Hospital as many as 5 cases. involving 13 informants consisting of 5 case family information and eight midwife informants. Data were collected using in-depth interviews, which were carried out by applying health protocols. Data were analyzed descriptively using thematic analysis. This study resulted in four themes: case characteristics, antenatal examination, referral process, and causes of maternal mortality. The results showed that all cases had risk factors in pregnancy. Almost all cases do not undergo regular antenatal checks due to fear and posyandu services that were not available during the COVID-19 pandemic. All cases have delayed conditions in the referral process, such as early detection, decision-making, and delayed arrival at health facilities due to road access and transportation. Another thing that causes delays is waiting for the results of the rapid test to come out of the primary healthcare facility. The cause of maternal death during the COVID-19 pandemic at the Karawang District Hospital does not seem different from before the COVID-19 pandemic, which is complications in pregnancy. It is necessary to increase efforts for early detection of complications by increasing public knowledge and capacity of midwives and improving the referral flow system, especially during the COVID-19 pandemic.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Flashcard Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasien DM Tipe 2 Tentang Perawatan Kaki Wati, Aprillia Erni; Sumartini, Ni Putu; Arip, Moh; Cembun, Cembun; Purnamawati, Dewi
Bima Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1648

Abstract

Diabetes meningkat dari tahun ketahun dan menimbulkan ancaman bagi kesehatan global, dengan prevalensi diabetes tipe 2 mencapai 90% dari semua diabetes, salah satu prevalensi tertinggi di dunia. Diabetes melitus adalah suatu gangguangan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak akibat dari ketidak seimbangan antara ketersediaan insulin dengan kebutuhan insulin. Gangguan tersebut dapat berupa defisiensi insulin absolut, gangguan pengeluaran insulin oleh sel pankreas, ketidakadekuatan atau kerusakan pada reseptor insulin, produksi insulin yang tidak aktif dan kerusakan insulin seblum bekerja. Diabetes melitus merupakan penyakit kronik, progresif yang dikarakteristikan dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein awal terjadinya hyperglikemia (kadar gula yang tinggi dalam darah) Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media flashcart terhadap pengetahuan dan sikap pasien DM Tipe 2 tentang perawatan kaki di puskesmas cakranegara Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang yang diambil dengan teknik puposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media flashcard diperoleh hasil bahwa 21 orang (60%), memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan kaki, 11 orang (31%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan kaki, 3 orang (9%) memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan kaki, 22 orang (63%) memiliki sikap negatif (Unfavorable) dan 13 orang (37%) memiliki sikap positif (favorable) tentang perawatan kaki. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media flashcard diperoleh hasil bahwa 28 orang (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan kaki, 7 orang (20%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan kaki dan 35 orang (100%) memiliki sikap positif (favorable) tentang perawatan kaki. Hasil uji statistik diperoleh hasil ρ value 0.000 < 0.05 sehingga menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media flashcard terhadap pengetahuan dan sikap tentang perawatan kaki di puskesmas cakranegara.
PENGARUH EDUKASI DAN PENDAMPINGAN SELF EFFICACY IBU SETELAH PEMBERIAN TELUR 1 BUTIR SETIAP HARI TERHADAP STATUS GIZI BALITA WASTING Auliany, Diah; Thaha, Ahmad Razak; Purnamawati, Dewi; Fauziah, Munaya; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.8539

Abstract

Latar belakang: Gizi buruk anak dan balita menjadi kondisi kesehatan darurat akibat tidak seimbangnya pemberian gizi salah satunya protein hewani telur, daging/ikan selain pemberian asi. Menurut data BPS tahun 2023 dinyatakan bahwa konsumsi telur penduduk Indonesia hanya 10 butir perbulan sedangkan berdasarkan anjuran 1 butir telur dikonsumsi setiap harinya.Tujuan: Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dan pendampingan Self efficacy dengan tambahan pemberian telur 1 butir perhari terhadap status gizi balita gizi kurang.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dan uji yang dilakukan adalah uji univariat, bivariat dengan T-Test Independen two tail dan T-Test Dependen.Hasil: Edukasi dan pendampingan self efficacy ibu pada pretest kelompok intervensi maupun kontrol menunjukkan dimana pernyataan nomor 18 tentang “Saya akan membuat jadwal makan yang konsisten” memiliki hasil terendah sedangkan pada posttest pernyataan nomor 21tentang “Saya yakin dapat memberikan MP-ASI pada anak saya setelah berusia 6 bulan” tidak terjadi peningkatan. Kedua kelompok ini menunjukkan adanya peningkatan status gizi pada balita gizi kurang, tetapi kenaikan status gizi kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Penurunan angka balita wasting pada kelompok intervensi terlihat sebanyak 10 anak (33,33%), sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 8 anak (26,67%).Kesimpulan: terjadi kenaikan status gizi dengan pendampingan self-efficacy dan juga dengan pemberian 1 telur setiap harinya namun kenaikannya tidak terlalu signifikan tidak signifikan pada kelompok intervensi terhadap kontrol.Saran: mungkin penelitian selanjutnya dapat dilakukan pendampingan setiap minggu dan waktu yang lebih dari 28 hari sehingga akan menghasilkan hasil yang lebih baik.Kata kunci: gizi kurang, balita , telur, self-efficacy
Deteksi Dini Perkembangan Anak BATITA (Bawah Tiga Tahun) untuk Mencegah Stunting melalui KPSP (Kuisioner Pra Screning Perkembangan) Jafar, Sitti Rusdianah; Pujawarnis W, Gusti Ayu Sri; Purnamawati, Dewi; Mufidah, Nur Aini; Anom, Ngurah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9418

Abstract

Perkembangan anak merupakan perubahan yang terjdai dalam diri anak, mulai dari perkembangan fisik, motoric, personal sosial, kemampuan bahasa, sosial dan kemandirian. Agar tumbuh kembang anak berkualitas dan tidak terjadi penyimpangan perlu diberikan stimulus. Peran ibu sangat penting untuk meningkatkan perkembangan motoric anak. Perkembangan anak dapat diukur salah satunya dengan menggunakan KPSP (Koesioner Pra Skrining Perkembangan).Tujuan skrining adalah untuk mengetahui perkembangan anak apakah nomal atau terdapat penyimpangan. Pengabdian pada Masyarakat dilkakukan pada Ibu Ibu BATITA stunting sebanyak 25 orang, kegiatan yang dilakukan mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pelatihan menggunakan metode ceramah dan demostrasi, materi disajikan bentuk power point (ppt) dan booklet KPSP. Untuk menghindarkan kejenuhan bagi pesrta sehingga dibuat model permainan yaitu permainan flash card. Kartu flash card berisi gambar dan kata kata yang terkait dengan stimulasi perkembangan anak, sehingga memudahkan ibu ibu untuk dapat mengingat deteksi perkembangan anaknya. Hasil Pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu ibu dari 70% sebelum diberikan edukasi meningkat menjadi 92% setelh diberikan edukasi da pelatihan. Demikian halnya dengan keterampilan terjadi peningkatan keterampilan dari 25% menjadi 81% setelh diberikan pelatihan demosntrasi deteksi dini perkembangan anak menggunakan KPSP. Terdapat penigkatan pengetahuan dan keterampilan ibu ibu BATITA stunting di lingkungan Jempong Timur Keluarahan Jempong setelah diberikan edukasi dan keterampilan pada kegiatan pelatihan dan pendampingan pengabdian masyarakat
MODEL PREDIKSI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL DI LAYANAN PERAWATAN DUKUNGAN PENGOBATAN KOTA BOGOR Amalia, Karina; Purnamawati, Dewi; Ritonga, Yusniar; Endah, Tria Astika; Nurfadhilah , Nurfadhilah
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i4.1138

Abstract

Background: The significant increase in HIV and AIDS cases has made WHO targeted triple 90 by 2030. Triple 90 consists of achieving 90% of diagnosed cases, 90% of HIV cases receiving appropriate treatment and 90% of patients having their viral load depressed. Adherence to taking ARV drugs is one of the key factors to achieve this target. Objective: To create a predictive model of patient adherence to taking anti-retroviral (ARV) drugs in Bogor Care Supporting Therapy. Methods: The research design used in this study was cross sectional, conducted at the Bogor Care Supporting Therapy in July 2022. The sampling technique was random sampling and analyzed with multiple logistic regression. Results: The distribution of the level of compliance with ODHA in the CST Service in Bogor City was 82.69%. The majority of ODHA in Bogor CST services are male (80.7%), aged <40 years (81.73%), have high knowledge (78.81%), receive support from their family (78.85%), receive support from the role of health workers (71.75 %), felt that the test and treat method had a high impact on him (84.62%), only had 1 risk factor (84.72%) and had an undetected viral load (91.35%). Knowledge is able to predict adherence to taking ARV drugs in ODHA by 33.2% after being controlled by variables of age, gender, family support, role of health workers, test and treat methods, risk factors and viral load. Conclusion: ODHA with high knowledge are 25 times more likely to adhere to ARV drugs than those with low knowledge. This model is able to predict patient adherence to ARV drugs by 33.2%, the rest is predicted by other factors not examined in this study. Suggestion: In order to maximize multilevel educational programs for ODHA, maximize the test and treat method in Bogor Care Supporting Therapy and create training programs for health workers in Bogor Care Supporting Therapy
PERAN KADER DALAM EDUKASI KONTAK SERUMAH PENDERITA TBC UNTUK PEMBERIAN TPT DI PUSKESMAS KARAWACI BARU Nursanah, Nursanah; Purnamawati, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45894

Abstract

Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) adalah suatu keadaaan dimana sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis secara sempurna, tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak timbul gejala sakit TBC.Oleh sebab itu mereka dengan kondisi ini perlu mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah sakit TBC, terutama bagi kelompok berisiko seperti kontak serumah dan orang dengan HIV (ODHIV).Salah satu Upaya untuk meningkatkan cakupan pemberian TPT adalah dengan melakukan investigasi kontak oleh kader TB . Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian peningkatan capaian TPT dengan peran kader (aplikasi SITB) . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . sebagai informan adalah kader TB di puskesmas karawaci baru . Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan focus group discussion (FGD) pada 12 kader TB . Hasil penelitian yaitu : 1. Pemahaman informan  tentang Infeksi laten TBC (ILTB ) . 2.Pemahaman informan  tentang investigasi kontak . 3.Hambatan investigasi kontak 4.Kendala individu dan lingkungan , serta sosial budaya . Hasil penelitian menunjukkan , bahwa sejauh mana kader dapat memberikan edukasi atau pemahaman tentang Infeksi laten TBC (ILTB)  pada kontak serumah untuk pemberian TPT , namun perlu dilakukan peningkatan  pemahaman kader tentang edukasi kontak serumah  penderita TBC untuk pemberian TPT .
TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN TES INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS PASAR BARU Soraya, Apriliana Kartini; Purnamawati, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46012

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia. Tingginya angka kematian ini sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam penegakan diagnosis dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Salah satu metode deteksi dini yang efektif dan terjangkau adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan IVA sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker serviks sejak dini. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) terhadap pemeriksaan IVA di Puskesmas Pasar Baru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh WUS yang datang dan melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Pasar Baru selama periode Januari hingga April 2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22,22% responden memiliki pengetahuan yang baik, 41,67% cukup, dan 36,11% kurang. Kesimpulannya, mayoritas WUS memiliki pengetahuan yang masih tergolong cukup hingga kurang. Edukasi berkelanjutan dan penyuluhan kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong kesadaran dan partisipasi dalam pemeriksaan IVA sebagai langkah deteksi dini kanker serviks.
Determinants of diabetic wound healing in patients at the Cipadu Community Health Center, Tangerang City Ernawati, Any; Purnamawati, Dewi
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1939

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a common chronic disease with serious complications including diabetic wounds. DM complications result in chronic wounds that require specialized care and considerable time. The prevalence of diabetic wounds continues to increase globally, including in Indonesia, where this complication accounts for the majority of lower limb amputation cases. To know the determinants of wound care on the healing of diabetes in patients at Cipadu Community Health Center. This study uses a cross-sectional study design by collecting medical record data from DM patients who underwent treatment or care at Cipadu Community Health Center from January 2022 to December 2022. There are 65 patients in the study population who met the inclusion and exclusion criteria. The data were analyzed descriptively using statistical methods such as the chi-square test and logistic regression to identify relationships between variables. The study results show that a regular wound care schedule and a combination of modern traditional wound care have significant effectiveness in the healing process of diabetic ulcers. Multivariate analysis revealed that wound care is the healing of diabetic wounds while the wound care schedule is a control variable. Factors such as age, gender, and wound stage did not show a significant relationship with wound healing.
Musculoskeletal disorder (MSDS) risk factors in construction workers at PT. Aluphi Hijau Lumina Dhoho Kediri International Airport Project in 2024 Mardian, Okbi; Ariyanto, Januar; Putri, Aragar; Purnamawati, Dewi
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1968

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) are a major contributor to disability worldwide, being the leading cause of disability in 160 countries. A review of 9,482 workers in 12 regions found that MSDs were the leading impact on workers in 16%. To analyze the most important factors on the risk of MSDs in construction workers of PT. Aluphi Hijau Lumina at the Dhoho Kediri International Airport Project in 2024. Analytical observational research with a cross-sectional study approach. aims to see the relationship between independent variables and dependent variables, namely individual characteristics (age, length of service, BMI/body mass index, smoking), ergonomic factors such as work posture (Total Back Exposure Static, Total Back Exposure Moving, Shpulder Arm Exposure, Wrist & Hand Exposure, Neck Exposure, Driving Exposure, Vibration Exposure, Work Pace Exposure, & Stress Exposure), workload, and duration of work time on complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). The results of the study showed no relationship between individual characteristics (Age, Length of Service, BMI and Smoking Status) with MSDs complaints in Construction workers with P Value of age = 0.110; length of service = 0.597; BMI = 0.228; smoking status = 0.451. There was no relationship between ergonomic factors of body posture (Total Back Exposure Static, Total Back Exposure Moving, Total Wrist Hand Exposure, Total Driving Exposure, Total Vibration Exposure, Total Work Pace Exposure, Total Stress Exposure) & duration of work of construction workers with MSDs complaints in Construction workers of PT. Lumina Green Aluphi with p value Total Back Exposure Static = 0.960; Total Back Exposure Moving = 0.286, Total Wrist Hand Exposure = 0.344; Total Driving Exposure = 0.512; Total Vibration Exposure= 1,000, Total Work Pace Exposure= 1,000, Total Stress Exposure= 0.316. There is a significant relationship between Total Shoulder Arm, Total Neck Exposure, & Workload of construction workers with MSDs complaints in construction workers of PT. Aluphi Hijau Lumina with Total Shoulder Arm p value= 0.005, Total Neck Exposure p value= 0.040, & Workload p value= 0.005. The most influential variable on MSDs complaints is neck exposure with a P value of 0.026, OR = 6.9. The risk of experiencing pain complaints in construction workers' activities with neck positions is 7 times more at risk of experiencing MSDs complaints. There is a need to be modified of work equipment with a working position with a bent neck condition, which can be done with engineering control on changes to work stations or work methods or setting the time for work exposure with an awkward position that is too long.
Co-Authors - Zulkifli A'Sentana, A'an Dwi AA Sudharmawan, AA Agus Triyono Agustianti, Erika Akaputra, Risky Almaududi, Abul A’la Amalia, Karina Amin, Ahmad Farid Andriyani Andriyani Aning Subiyatin Anom, Ngurah Antasyia, Nur Lailia Aragar Putri Ardiani, Kristi Ariani, I Gusti Ayu Devi Arip, Moh Ashar Prima Aswani, Yan Hadi Kustomo Atlantic, Mia Auliany, Diah Awaliah, Awaliah Baktiansyah, Abdul Burmanajaya, Bram Cembun, Cembun Damailita, Keumala Kusuma Dessylindra, Herningrum Deviyanti, Luckyana Dewi, Erlitha Azhari Djauharoh, Siti Nur Aisyah Endah, Tria Astika Ernawati, Any Ernyasih, Ernyasih Erwin Erwin Fadhilah Fadhilah Fajrini, Fini Fauziyah, Munaya Fitrijaningsih, Fitrijaningsih Hamdah, Hamdah Hamid, Irfany Nurul Hamidah . I Putu Suiraoka Iwan Ariawan Jansen Parlaungan Januar Ariyanto Jumaiah, Wati Jumaiyah, Wati Mardian, Okbi Mas'adah, Mas'adah Masithoh, Dewi Masykur Khair MAWADDAH, ELY Mayangsari, Denny Novita Meidora, Alfiani Hana Moh. Heri Kurniawan Mufida, Nur Aini Mufidah, Nur Aini MUHAMMAD HASBI Muhasidah, - Muhtar Muhtar Munaya Fauziah Ningrum, Amelia Pebria Nurfadhilah , Nurfadhilah Nursanah, Nursanah Nursardjan, Nursardjan Oktavina, Risa Olyvia, Novy Pratama, I Nyoman Wirya Pujawarnis W, Gusti Ayu Sri Purwana, Eka Rudy Putri, Linda Wahyuni Qolbah, Hayuning Ritonga, Yusniar Robalais, Ailla Nur Rowi, Armein Sjuhary RUSMINI Sari, RD Yunina Endang Sembiring, Rinawati Sentana, Aan Dwi Sepriyanti, Yuke Siswahyudianto Siti Nurfadhilah, Siti Sitti Rusdianah Jafar Sofyani, Yani Soraya, Apriliana Kartini Srisantyorini, Triana Sugiatmi, Sugiatmi Sulaeman, Ridawati Sulistiyowati, Heppy Sumartini, Ni Putu Sumedi Sumedi Tambunan, Sulastri GP. Thaha, Ahmad Razak Toha Muhaimin Tria Astika Endah Permatasari Ulfah, Rona Utomo, Muhammad Wiji Viga, Renjistian Wati, Aprillia Erni Wijayanti, G. A Sri Puja Warnis Wijayanti, Gusti Ayu Sri Pudja Warnis Wulandari Wulandari Wulandari, Reny Yulita Yani Sofiani Yuliarti Yuliarti Yuliawati, Suci Yunus, Muhammad Iqbal Zahrani, Azura Zuliatika, Pratiwi Zulkifli Zulkifli