p-Index From 2021 - 2026
6.491
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in Insurance Company Workers Laksana Putri, Nur Afifah Dwi; Purnamawati, Dewi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i1.24571

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are a common occupational health problem experienced by office workers, particularly due to prolonged static work postures and high-intensity computer use. This study aims to identify MSD complaints among workers at Insurance Company  using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). The study was conducted using a descriptive quantitative approach with 35 respondents selected based on inclusion criteria. The results showed that 94.3% of respondents experienced MSD complaints, while 5.7% of respondents did not report any complaints. MSD complaints were most commonly found in body parts vulnerable to exposure to ergonomic risks, namely the neck, shoulders, upper and lower back, and wrists. The high proportion of these complaints indicates that the risk of MSDs in the Insurance Company work environment is at a level that requires serious attention. These findings demonstrate the need for ergonomic interventions as part of efforts to prevent occupational diseases in the office sector through rearranging workstations, implementing microbreaks, providing ergonomic education, and regular monitoring of working conditions to reduce the risk of MSDs and improve work comfort.
PENGUATAN PROGRAM KLIK GITA SEBAGAI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KARIES DINI PADA BALITA DI PUSKESMAS PULOAMPEL Dewi, Erlitha Azhari; Purnamawati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54874

Abstract

Karies dini masih menjadi masalah kesehatan gigi yang dominan pada balita dan merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini berkaitan erat dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Puloampel, capaian program edukasi kesehatan gigi balita belum optimal sehingga diperlukan penguatan intervensi promotive - preventif berbasis keluarga melalui Program KLIK GITA. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal pemeliharaan kesehatan gigi balita, tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua, serta mengidentifikasi hambatan pelaksanaan Program KLIK GITA sebagai dasar perumusan strategi penguatan promosi kesehatan gigi balita di tingkat puskesmas. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods) melalui pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi kegiatan, dan telaah dokumen program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97% responden melaporkan masih tingginya keluhan gigi pada balita, disertai rendahnya praktik menyikat gigi sesuai anjuran dan keterlibatan orangtua dalam kegiatan edukasi kesehatan gigi. Pelaksanaan Program KLIK GITA belum berjalan secara sistematis akibat keterbatasan sumber daya manusia, media edukasi, dan frekuensi kegiatan. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi Program KLIK GITA melalui edukasi terstruktur, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan strategi komunikasi dengan orangtua sebagai dasar pengembangan intervensi promosi kesehatan gigi balita yang berkelanjutan.
Pengaruh Self Efficacy , Stress Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Job Burnout Pada Tenaga Kesehatan di Klinik Probest Medical Center Pangestu, Prasetyo Tri; Ernyasih, Ernyasih; Purnamawati, Dewi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56073

Abstract

Job burnout pada tenaga kesehatan menjadi masalah penting karena berdampak pada kesejahteraan individu dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai faktor psikologis dan lingkungan kerja, seperti self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja, diduga berperan dalam terjadinya job burnout, khususnya pada lingkungan kerja klinik dengan tuntutan pelayanan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 110 karyawan Klinik Probest Medical Center yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-efficacy, stres kerja, beban kerja, dan job burnout. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden mengalami job burnout pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap job burnout (p = 0,007) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 10,8%, yang berarti variabel independen dalam model mampu menjelaskan 10,8% variasi job burnout. Self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat burnout pada karyawan. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Walaupun stres kerja dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial, keduanya tetap berkontribusi terhadap burnout ketika dianalisis secara bersama-sama.
Relationship between stunting status and parental parenting patterns with the incidence of dental caries in toddlers in the working area of the bugel public health center Dessylindra, Herningrum; Fauziah, Munaya; Purnamawati, Dewi; Dihartawan, Dihartawan
Science Midwifery Vol 14 No 1 (2026): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v14i1.2334

Abstract

Stunting and dental caries are two common child health problems that often occur simultaneously and influence each other. Parental care patterns, education level, knowledge, and socioeconomic status play important roles in dental caries occurrence in stunted children. To analyze the relationship between stunting status and parental care patterns with dental caries occurrence in children under five, as well as the factors underlying dental caries. Cross-sectional study on 162 children under five (81 stunted and 81 normal) at Bugel Public Health Center. Data collected through questionnaires and examinations. Analysis used Chi-Square test and multiple logistic regression (α=0.05). Prevalence of stunting and caries were each 90.1%. Significant relationships found between stunting and caries (p=0.001; OR=17.25), parental care and caries (p=0.002; OR=18.61), education and caries (p=0.035; OR=4.42), knowledge and caries (p=0.047; OR=4.30). Socioeconomic status was not significantly associated (p=0.433). Multivariate analysis showed stunting (OR=5.59; p=0.032) and parental care (OR=4.80; p=0.040) as significant factors. Stunting status and parental care are significant factors of dental caries in children under five. Integrated intervention programs are needed to address stunting and dental health, parenting education, and routine monitoring.
Co-Authors - Zulkifli A'Sentana, A'an Dwi AA Sudharmawan, AA Agus Triyono Agustianti, Erika Akaputra, Risky Almaududi, Abul A’la Amalia, Karina Amin, Ahmad Farid Andriyani Andriyani Aning Subiyatin Anom, Ngurah Antasyia, Nur Lailia Aragar Putri Ardiani, Kristi Ariani, I Gusti Ayu Devi Arip, Moh Arip, Moh. Ashar Prima Aswani, Yan Hadi Kustomo Atlantic, Mia Auliany, Diah Awaliah, Awaliah Baktiansyah, Abdul Burmanajaya, Bram Cembun, Cembun Damailita, Keumala Kusuma Dessylindra, Herningrum Dessylindra, Herningrum Dewi, Erlitha Azhari Dihartawan, Dihartawan Djauharoh, Siti Nur Aisyah Endah, Tria Astika Ernawati, Any Ernyasih, Ernyasih Erwin Erwin Fadhilah Fadhilah Fajrini, Fini Fauziyah, Munaya Fitrijaningsih, Fitrijaningsih Hamdah, Hamdah Hamid, Irfany Nurul Hamidah . I Putu Suiraoka Iwan Ariawan Jansen Parlaungan Januar Ariyanto Jumaiah, Wati Jumaiyah, Wati Laksana Putri, Nur Afifah Dwi Mardian, Okbi Mas'adah, Mas'adah Masithoh, Dewi Masykur Khair MAWADDAH, ELY Mayangsari, Denny Novita Meidora, Alfiani Hana Moh. Heri Kurniawan Mufida, Nur Aini Mufidah, Nur Aini MUHAMMAD HASBI Muhasidah, - Muhtar Muhtar Munaya Fauziah Ningrum, Amelia Pebria Nurfadhilah , Nurfadhilah Nurfadhilah, Nurfadhilah Nursanah, Nursanah Nursardjan, Nursardjan Oktavina, Risa Olyvia, Novy Pangestu, Prasetyo Tri Pratama, I Nyoman Wirya Pujawarnis W, Gusti Ayu Sri Purwana, Eka Rudy Purwandani, Ruri Putri, Linda Wahyuni Qolbah, Hayuning Ramadhan, Muhammad Rafli Ramadhan, Sahrir Ritonga, Yusniar Robalais, Ailla Nur Rowi, Armein Sjuhary RUSMINI Salman, Nani Ewi Sari, RD Yunina Endang Sembiring, Rinawati Sentana, Aan Dwi Sepriyanti, Yuke Siswahyudianto Siti Nurfadhilah, Siti Sitti Rusdianah Jafar Sofyani, Yani Soraya, Apriliana Kartini Srisantyorini, Triana Sugiatmi, Sugiatmi Sulaeman, Ridawati Sulistiyowati, Heppy Sumartini, Ni Putu Sumedi Sumedi Tambunan, Sulastri GP. Thaha, Ahmad Razak Toha Muhaimin Tria Astika Endah Permatasari Ulfah, Rona Ulina Sitepu, Yunita Sri Utomo, Muhammad Wiji Viga, Renjistian Wati, Aprillia Erni Wijayanti, G. A Sri Puja Warnis Wijayanti, Gusti Ayu Sri Pudja Warnis Wulandari Wulandari Wulandari, Reny Yulita Yani Sofiani Yuliarti Yuliarti Yuliawati, Suci Yunus, Muhammad Iqbal Zahrani, Azura Zuliatika, Pratiwi Zulkifli Zulkifli