p-Index From 2021 - 2026
10.008
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Asupan Vitamin K terhadap Stabilitas Rasio Normalisasi Internasional dan Efektivitas Terapi Warfarin Ilmi, Yuniar Fathil; Fitriana, Nariyyah; Mulki, Munir Alinu; Hilmi, Indah Laily
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26889

Abstract

Warfarin memiliki indeks terapi sempit dengan variabilitas respons tinggi. Fluktuasi asupan vitamin K dapat menyebabkan ketidakstabilan INR, namun hubungannya masih kontroversial. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh asupan vitamin K terhadap stabilitas INR dan efektivitas terapi warfarin. Tinjauan sistematis mengikuti PRISMA 2020 melalui PubMed (2010-2025). Dari 6.573 artikel, 9 studi di sertakan (4 RCT, 5 observasional) dengan penilaian kualitas menggunakan Cochrane RoB 2 dan Newcastle-Ottawa Scale. Hasil menunjukkan konsistensi asupan vitamin K lebih penting dibanding jumlah absolut dalam menjaga stabilitas INR. Suplementasi dosis rendah (150 mcg/hari) efektif menurunkan fluktuasi ekstrem INR. Pemberian vitamin K untuk INR tinggi (≥4) aman dan efektif menurunkan risiko perdarahan serta mortalitas tanpa meningkatkan tromboembolisme. Dapat disimpulkan bahwa konsistensi konsumsi vitamin K merupakan faktor kunci efektivitas terapi warfarin. Edukasi harus menekankan konsistensi daripada pembatasan ketat. Diperlukan RCT berskala besar dengan tindak lanjut lebih panjang dan integrasi data genetik.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang Menggunakan Metode MMAS-8 Tsani Arsy Mura; Indah Laily Hilmi; Salman Salman
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14075

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu problematika di bidang kesehatan di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Jawa Barat sebanyak 55,12% rutin minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit Dewi Sri Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik sampling purposive sampling dengan pendekatan prospektif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang dalam jangka waktu Februari – April 2022. Pada penelitian ini diperoleh hasil 137 sampel pasien hipertensi dengan  tiga kategori kepatuhan konsumsi obat anti hipertensi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 90 pasien. Karakteristik pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung wanita sebanyak 54%, usia 41-50 tahun sebanyak 46,0%, dan pekerjaannya sebagai karyawan sebanyak 35%. Tingkat kepatuhan penggunaan obatnya beragam, di mana 90 pasien (65,7%) berada pada tingkat kepatuhan sedang, 40 pasien (29,2%) pada tingkat kepatuhan rendah, dan 7 pasien (5,1%) pada tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang berada di kategori kepatuhan sedang. Kata Kunci: Konsumsi Obat, Hipertensi, MMAS-8, Tingkat Kepatuhan, Kardiovaskular Hypertension is a health problem worldwide and is a major risk factor for cardiovascular disease. The prevalence of hypertension continues to increase, it is estimated that people with hypertension in 2025 will reach 29% of the number of adults worldwide. In West Java, hypertension sufferers reached 39.60%, which is the province with the second largest percentage of hypertension cases, with a compliance rate of 55.12% of patients taking the medication regularly. While in Karawang itself, based on data obtained from the West Java Health Office, the number of people with hypertension for ages over 15 years in 2019 reached 606,946 people. The purpose of this study was to evaluate the compliance level of hypertensive patients in consuming antihypertensive drugs at Dewi Sri Hospital, Karawang. This study uses a descriptive-analytic method with a prospective purposive sampling technique. This research was conducted at Dewi Sri Karawang Hospital in the period from February to April 2022. In this study, the results of 137 samples of hypertensive patients were found in three categories of adherence to antihypertensive drug consumption. A total of 90 patients (65.7%) had moderate adherence, 40 (29.2%) had low adherence, and 7 patients (5.1%) had high adherence. Based on the results of the study, it can be concluded that patients at Dewi Sri Karawang Hospital are in the category of moderate compliance.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Penggunaan OAINS dalam Mengatasi Nyeri secara Swamedikasi di Masyarakat Imel Ramelia Hudaya; Indah Laily Hilmi; Salman Salman
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14596

Abstract

Setiap tahun, diperkirakan sebanyak 20% populasi dunia mengalami nyeri. Berdasarkan penelitian pada tahun 2012 di Amerika, setiap harinya terdapat sebanyak 86,6 juta jiwa orang dewasa yang mengalami nyeri akut dan sebanyak 25,5 juta jiwa mengalami nyeri kronis. Terapi menggunakan obat-obatan adalah salah satu upaya yang dapat mengurangi atau mengatasi nyeri. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan dalam tatalaksana nyeri. Penggunaan OAINS yang kurang tepat akan menimbulkan banyak efek samping yang dapat berpotensi berakibat fatal dan justru dapat membuat seseorang mengalami masalah medis akibat efek samping yang lebih berat dibandingkan dengan masalah medis utamanya. Penulisan artikel review ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan OAINS terhadap rasionalitas penggunaannya secara swamedikasi di beberapa populasi masyarakat dengan metode studi literatur yang diambil dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil studi literatur tersebut didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan OAINS secara swamedikasi memiliki hubungan dengan rasionalitas penggunaannya. Kata Kunci: OAINS, Tatalaksana Nyeri, Pengetahuan, Efek Samping, Swamedikasi  It is estimated that 20% of the world's population experience pain every year. Based on American research in 2012, there are 86.6 million adults who experience acute pain every day and as many as 25.5 million people experience chronic pain. Drugs therapy is one of the efforts that can reduce or overcome pain. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are one of the most commonly used drugs in pain management. Inappropriate use of NSAIDs will cause many side effects that can be potentially fatal and can actually make a person experience medical problems due to side effects that are more severe than the main medical problem. This review article was written to see the effect of the level of public knowledge in the use of NSAIDs on the rationality of their use by self-medication in several population groups using the literature study method taken from various national and international journals. Based on the results of the literature study, it was found that the level of public knowledge in the use of NSAIDs independently has a relationship with the rationality of their use.
Interaksi Warfarin dan Aspirin terhadap Risiko Perdarahan pada Pasien Penderita Penyakit Kardiovaskular Firli Reisya Subekti; Zahra Nurhafidah; Jasmine Rahma Saputri; Adhwa'a Kaylla; Jahra Almas Shadrina; Puteri Rahma Maharani; Mukarromah Dita Putri; Hadi Sudarjat; Indah Laily Hilmi
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1196

Abstract

Background: Cardiovascular disease (CVD) remains a leading cause of global morbidity and mortality; therefore, antithrombotic therapy such as warfarin and aspirin plays a crucial role in preventing thromboembolic events. The combination of these two agents provides a synergistic effect in inhibiting thrombus formation but significantly increases the risk of bleeding. Objective: To evaluate the impact of concominant ose of warfarin and aspirin on bleeding risk and its clinical benefits in patients with CVD. Methods: A systematic literature search was conducted using Google Scholar and Pubmed, with eligible studies analyzed. Result: The concomitant use of warfarin and aspirin increases the incidence of major bleeding without providing additional benefits in preventing stroke or myocardial infarction. Moreover, poor anticoagulation control further exacerbates this risk. Conclusion: The combination of warfarin and aspirin should be reserved only for patients with strong clinical indications, while warfarin monotherapy is safer for those with stable conditions. These findings emphasize the importance of individualized therapy evaluation and optimal INR monitoring to balance therapeutic benefits and bleeding risks.
Analisis Utilitas Biaya Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Pada Sistem Jaminan Kesehatan Ellin Rachmawati; Indah Laily Hilmi; Triana Maudy Yulianti Surasa; Dytha Andri Deswati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1555

Abstract

Health insurance systems face growing challenges in determining which interventions should be financed under limited resources, making it necessary to adopt approaches that can assess both health benefits and economic consequences simultaneously. One widely used approach is cost-utility analysis, which relates intervention costs to utility-based outcomes, particularly quality-adjusted life years (QALYs). This review article aimed to examine the role of cost-utility analysis in supporting decision-making within health insurance systems. This study was conducted as a review article through a systematic literature search in the PubMed database using the keyword “cost-utility analysis” AND “decision making”. The article selection process followed the PRISMA framework. Of the 131 records initially identified, 10 articles met the inclusion criteria after screening titles/abstracts (n=116 excluded) and full-text review (n=5 excluded), and were analyzed using a descriptive narrative approach. The review found that cost-utility analysis has been applied to assess various interventions, including palliative care services, antiviral therapies, artificial intelligence-based screening technologies, chronic disease medications, and national immunization programs. Several interventions were found to be cost-effective or even cost-saving, suggesting their potential to support benefit package expansion and improve the efficiency of health financing. However, other interventions were not considered economically feasible due to high prices, substantial budget impact, and limited reimbursement mechanisms. All reviewed studies originated from Thailand, Tiongkok, Vietnam, Colombia, Jepang, Korea Selatan, dan, Taiwan, Province of China; therefore, direct generalization to the Indonesian context requires further adaptation assessment. These findings indicate that cost-utility analysis plays an important role in informing benefit package design, health technology adoption, price negotiation, and more efficient resource allocation in health insurance systems. Therefore, the integration of cost-utility evidence into health financing policy should be strengthened to ensure that health insurance systems operate in a more rational, efficient, and sustainable manner.
Literature Review: Efektivitas Konseling Farmasi Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Literature Review: Effectiveness of Pharmacist Counseling on Compliance with Taking Medication in Diabetes Mellitus Type 2 Patients Fitri Otaviani Nurdin; Indah Laily Hilmi; Hadi Sudarjat; Triana Maudy Yulianti Surasa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.8614

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi DM adalah tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Ketidakpatuhan ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman pasien tentang pentingnya pengobatan jangka panjang. Tujuan: mengevaluasi efektivitas konseling farmasis dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap artikel yang membahas dampak konseling terhadap kepatuhan pasien. Hasil: Analisis 10 artikel memperlihatkan konseling oleh farmasis secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengobatan, menurunkan kadar gula darah, serta memperbaiki hasil klinis secara keseluruhan. Kesimpulan: konseling farmasis merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kontrol glukosa darah, yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
Co-Authors Adhwa'a Kaylla Aditia Putra Tama Adzkia, Muhammad Adit Affandhy, Adhwa'a Kaylla Ahsanal Kasasiah Aisha K. Nur Aisiyah, Adella Al Qindy, Wildan Hidayah Aliya Azkia Zahra Alya Nafis Alya, Rahma Ananda, Meisya Dwi Angga Prawira Kautsar Annajla, Fathina Annisa, Windy Aprida, Cantika Dewi Berliana Aryani, Ajeng Nita Audi Ichsani Ariwibowo Bunga Nur Annisa Cartas Cartas Cindhy Maulida Nurawaliah Devi Ratnasari Devi Ratnasari Deviana Farhani Dika Ramadhani Dinda Shafira Diniarti, Fuji Ayu Dytha Andri Deswati, Dytha Andri Dzannuba, Fadya Laila Dzannuba Laila Ellin Rachmawati Ellin Rachmawati Fatharani, Adelia Firli Reisya Subekti Fitri Otaviani Nurdin Fitriana, Nariyyah Fuji Ayu Diniarti Gun Gun Gumilar Gun Gun Gumilar Hajar Hartati Herdiana Verliani Herlaesa, Shofiatulfuadah Retnaningrum Hermawan, Deri Hermosaningtyas, Anastasia Aliesa Ibnu Mukti, Galih Ilham, Febrian Dzikri Ilmi, Yuniar Fathil Imel Ramelia Hudaya Ineke Rossa Caroline Irene Virda Sakina Irvan Yoga Pardistya Irwansyah, Silvana Lestari Ita Novianti Izzati, Maulia Jahra Almas Shadrina Jaja Muhammad Zakaria Jasmine Rahma Saputri Jekmal Malau Jekmal Malau Khaerunisa, Aulia Khuriyah . Lala Komala Sari Lely Sulfiani Saula Lestari, Sepiyani Ayu Maharani, Dhavina Mahardika Urbaningrum, Lestari Mally Ghinan Sholih Marisah Marisah Marsah Utami Maula, Kholida Atiyatul Meilani, Nanda Diva Mochammad Wahyudin Zarkasyi Muhammad Naufal Nurhadi Hidayat Muhareva Raekiansyah Muini, Chantiara FM Mukarromah Dita Putri Munir Alinu Mulki MUTIARA ISKANDAR, PUTRI Nadia Andriani Nailuvar, Regita Nico Nico Nisrina, Hasna Nurdin, Fitri Oktaviani Nurhafidah, Zahra Nurlaela Nurlaela Oktavianti, Alfina Piantara, Seia Piantara Prasetyo, Fajar Puteri Rahma Maharani Putra, Hasan Etanov Putri, Meisya Diffa Amalia Putri, Mukarromah Dita Putria, Devy Kasih Putriyani, Shalum Rachmawati, Ellin Rahmasari, Ratika Rahmi Indian Rahmi Indiani Rahmi Zubaedah Rahmi Zubaidah Ramadhani, Rima Putri Ratnasari, Devi Rizky Abdulah Salman Salman Salman Salman Salman Salman Salsabila, Isyana salsabilla, Diva rizqi Sekar Ayu Maharani Septi, Annisa Frastica Septiani, Dia Shadrina, Jahra Almas Sholih, Mally Ghinan Siti Komariah Siti Rohmah Sophy Wulandari Sophy Wulandari Sridevi Anggraini Sudarjat, Hadi Sulastri Sulastri Supryatno, Adi Triana Maudy Yulianti Surasa Tsani Arsy Mura Valensia, Rika Vina Luthfiana Hasna Wahyudin Wahyudin Wardani, Aulia Wildani Zakiyah Windari, Welly Wulandari, Sophy Wulandari, Yulia Eka Yuli Yuliani Yulianti Surasa, Triana Maudy Zahra Nurhafidah Zahra, Aliya Azkia Zahro, Aurora Fatimatuz