Claim Missing Document
Check
Articles

Between Stigma and Survival: The Role of Digital Backstage and Selective Disclosure in MSM Health Navigation in Palu, Indonesia Fitri Sulistiyani; Nurdin Rahman; I Made Tangkas; Ahmad Sinala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i11.8303

Abstract

Introduction: In this study, we aimed to explore how Men Who Have Sex with Men (MSM) in post-disaster Palu, Indonesia, manage their sexual identities under religious conservatism, patriarchal norms, and heightened moral surveillance following the 2018 earthquake. Within this religiously conservative and disaster-affected context, our objective was to understand how MSM employ impression-management strategies to navigate visibility, stigma, and safety, and to analyze their implications for mental health, healthcare-seeking behavior, and overall well-being. This study addresses gaps in the literature by situating MSM experiences within Indonesia’s sociocultural and religious frameworks, thereby contributing to regional and cross-cultural analyses of LGBTQ+ identity negotiation in Southeast Asia. Methods: This qualitative phenomenological study employed in-depth interviews, photo-elicitation, and digital ethnographic observation over six months in Palu. A total of twenty-five MSM participants aged 18–40 were purposively recruited to ensure diversity of experience and social background. Sampling continued until thematic saturation was reached, meaning no new themes emerged during ongoing analysis. Data collection included semi-structured interviews and analysis of interactions on online platforms (e.g., Telegram, BlueD, and Instagram). Visual materials contributed to the coding framework by illustrating non-verbal expressions of impression management, later integrated into thematic synthesis. Ethical approval was obtained from the Institutional Review Board (IRB) of the Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Palu, following the British Psychological Society (BPS) and American Anthropological Association (AAA) ethical codes. Participants provided verbal and written informed consent, and all identifying details were anonymized. Results: The primary outcome of the study was an understanding of how MSM in Palu adaptively navigate identity, stigma, and safety through impression management. Key findings revealed that MSM maintain dual personas—performing heteronormativity in public (front-stage) while expressing their authentic identities within digital backstage spaces. Selective disclosure of sexual orientation was governed by contextual trust, relational safety, and fear of institutional stigma. Digital platforms functioned as crucial psychosocial and health-navigation spaces, enabling solidarity and access to information. However, overreliance on digital interactions sometimes intensified isolation and reproduced inequalities linked to digital literacy and class. While these adaptive strategies ensure survival under moral surveillance, they inadvertently reinforce structural stigma by normalizing concealment and restricting public visibility. Conclusion: In conclusion, this study contributes to understanding how Men Who Have Sex with Men (MSM) in Palu construct survival and well-being through impression management under conditions of religious-patriarchal stigma and disaster-induced moral tightening. It illustrates that dual personas, selective disclosure, and digital backstage practices function both as protection and as mechanisms that perpetuate invisibility. These findings inform the design of culturally sensitive, confidentiality-centered health interventions, emphasizing peer navigation, digital outreach, and faith-inclusive stigma reduction. Future studies should investigate the long-term mental health impacts of sustained concealment and digital dependency, advancing inclusive policies and provider training across Indonesia’s public health systems and the broader Southeast Asian region.
KEBIASAAN SARAPAN PAGI, ASUPAN ZAT GIZI, DAN STATUS GIZI MURID SDN INPRES 3 TONDO, KOTA PALU rahman, nurdin; dewi, nikmah utami; bohari, bohari
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i1.77

Abstract

Kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah gizi kronis dan akut yangmengancam anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaansarapan pagi, asupan zat gizi, dan status gizi anak usia sekolah dasar. Jenis penelitian inimerupakan analitik observasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas 4 SDNInpres 3 Tondo yang berjumlah 40 murid. Teknik sampling adalah total sampling. Besarsampel yang berhasil dikumpulkan adalah 30 murid, dan 10 murid tidak hadir selamapenelitian. Variabel penelitian yaitu kebiasaan sarapan pagi, asupan energi dan zat gizi,dan status gizi. Intrumen penelitian adalah form food recall 24 jam, food model,microtoise. Analisis data menggunakan aplikasi Nutrisurvey, WHO Antro Plus, danSPSS. Hasil penelitian yaitu asupan gizi yang kurang dari AKG yaitu energi (80,0%),karbohidrat (76,6%), lemak (70,0%), dan protein (63,3%). Kebiasaan sarapan pagisebesar 86,2%. Status gizi (IMT/Umur) kurus (13,3%), gizi lebih (20,0%) dan normal(66,7%). Kesimpulan yaitu murid telah memiliki kebiasaan sarapan pagi namun kualitasasupan gizinya masih kurang dari AKG dan murid memiliki masalah kekurangan dankelebihan gizi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Armawaty, Fitra
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i1.82

Abstract

Perilaku makan adalah suatu keadaan yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan, dan pemilihan makanan. Konsumsi zat gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Bila konsumsi zat gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang, sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Konsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan terbagi atas faktor eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 921 orang dan jumlah responden sebanyak 91 orang, menggunakan teknik proportional random sampling. Data penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan orang tua (ρ= 0,004) dan pengetahuan gizi (ρ = 0,000) dengan perilaku makan. Dengan pendapatan yang diperoleh, keluarga dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti tahu, tempe, ikan, sayur-sayuran yang harganya relatif terjangkau. Melalui pengetahuan gizi, responden menjadi tahu bahwa kesehatan berhubungan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam penelitian ini ditemukan pula tidak ada hubungan antara teman sebaya (ρ= 1,000) dengan perilaku makan. Mayoritas responden masih tinggal bersama orang tua sehingga orang tua masih memegang peranan penting dalam membentuk perilaku makan anak.
RISK FACTORS OF PNEUMONIA IN INFANTS AT PUBLIC HEALTH CENTER OF KAMONJI Frini, Merlinda; Rahman, Nurdin; herman, Herman
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i1.90

Abstract

ackground & Objective: Pneumonia is one cause of leanding cause of death in children wordwide, as it isone of the most serious respiratory infections that mostly affect children and high case makes pneumonia thesecond leading cause of death after diarrhea on children. The number of cases of pneumonia at KamonjiPublic Health Center Palu City in 2015 amounted to 495 cases and in 2016 increased to 536 cases. Theobjective of this research is to find out the risk factors of Pneumonia at the working area of Kamonji PublicHealth Center Palu. Material and Method: The research type was analytic observational with case controldesign. Sampling used were accidental sampling and purposive sampling with ratio 1: 2 where case samplecounted 80 people and control sample counted 160 people. The data collected through questionnaires byconducting interviews to respondents and performing direct measurements. Result: The results of theresearch with OR analysis show that nutritional status (OR = 3.857; 95% CI 2.182-6.818), exclusivebreasfeeding (OR = 3.039; 95% CI 1.652-5.592) and vitamin A intake (OR = 2,105; 95% CI 1.209 -3,665),is a risk factor of pneumonia occurrence. Gender (OR = 1,357; 95% CI 0,787-2,339) there is no significantrelationship. Conclusion: Nutritional status, exclusive breastfeeding and intake of vitamin A are risk factorsof pneumonia in infants in the Kamonji Public Health Center Palu City
INTAKE OF NUTRIENTS, STUNTING AND ANEMIA IN THE ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN TRADISIONAL GOLD MINING POBOYA, PALU bohari, bohari; rahman, nurdin; indriany, indriany
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v8i2.99

Abstract

Background & Objective: School-aged children are a group of children who are vulnerable to unbalancednutritional intake so that the risk of high rates of growth failure in children. To analyze the correlation ofprotein, essential amino acids, folic acid and iron intake with z-score height according to age andhemoglobin level. Material and Method: A quantitative research using cross-sectional research design. Thepopulation is all elementary school students class I - V at SDN Poboya is 220 students. The sample sizeobtained by Slovin formula calculation is 69 students. Data of protein, amino acids, folic acid and iron intakewere measured using SQ-FFQ questionnaire. Stunting is measured using a height measuring instrument andWHO Anthro application, hemoglobin levels using the GCHb EasyTouch tool. Analysis data of univariateand bivariate. Results: Average protein intake (66.3 ± 1.6 g), amino acid (isoleu-cine = 3.1 ± 0.7; leucine =5.3 ± 1.3; lysine = 4.4 ± 1.2; methio-nine = 1.5 ± 0.4), iron (7.7 ± 2.1), and folic acid (150.6 ± 45.4). Theincidence of stunting is 15.9% and anemia is 33.3%. Intake of proteins, amino acids, iron, and folic acid hadno significant correlation with the value of Z-Score Height According to Age (p> 0.05) whereas withhemoglobin levels have a significant correlation (p < 0,05). Conclusion: Intake of nutrients that are still lessthan the AKG in children are amino acids, folic acid and iron. The intake of nutrients that correlatedpositively with hemoglobin levels were proteins, amino acids, folic acid, and iron.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU rahman, Nurdin; hermiyanty, hermiyanty; Fauziah, Lilis
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i2.107

Abstract

Gizi kurang merupakan penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun(balita) di dunia. Kelurahan Taipa merupakan salah salah satu kelurahan di Kota Paluyang mempunyai kasus gizi kurang tertinggi dengan prevalensi sebanyak 13,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurang padabalita usia 24-59 bulan di Kelurahan Taipa Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah casecontrolstudy. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita yang berada di Kelurahan TaipaKota Palu yang berjumlah 99 balita yang terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan FFQsemikuantitatif serta pengukuran berat badan. Analisa data dilakukan dengan ujistatistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yangkonsumsi energinya memiliki risiko tinggi berisiko 8,413 kali menderita gizi kurangdibandingkan dengan balita yang konsumsi energinya memiliki risiko rendah (CI:3,036-23,014), balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko tinggi berisiko 6,091kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi proteinnyamemiliki risiko rendah (CI: 2,306-16,094) dan balita dengan pola asuh makan yangmemiliki risiko tinggi berisiko 3,200 kali menderita gizi kurang dibandingkan balitadengan pola asuh makan yang berisiko rendah (CI: 1,293-7,922), sedangkan balita yangpernah menderita penyakit infeksi berisiko 2,250 kali menderita gizi kurangdibandingkan balita yang tidak pernah mengalami penyakit infeksi dan tidak bermaknasignifikan (CI: 0,810-6,252). Sebaiknya para orangtua lebih memperhatikan asupanmakanan balita dan kesehatannya agar zat gizi dapat terpenuhi untuk menunjangaktivitas sehari-hari mereka sehingga dapat terhindar dari gizi kurang.
Perilaku Ibu Menyusui dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu Herman, Herman; Yulfiana, Yulfiana; Rahman, Nurdin; Yani, Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.934 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i3.314

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menghasilkan generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan target pencapaian pemberian ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 80%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan Pukesmas Tawaeli mengalami peningkatan cakupan ASI eksklusif yang signifikan selama empat tahun terakhir dan mengalami keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada tahun 2016 yaitu sebesar 85,49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu menyusui dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu. Jenis ini bersifat kualitiatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu koordinator gizi dan konselor ASI, informan biasa adalah ibu menyusui yang berhasil memberikan ASI secara eksklusif pada tahun 2016 dan informan tambahan adalah suami, orang tua, atau mertua ibu menyusui serta kader posyandu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan informan dikategorikan kurang baik, sikap informan dikategorikan baik, pemanfaatan fasilitas kesehatan yang tersedia dikategorikan baik, dukungan petugas kesehatan dikategorikan kurang baik dan dujungan keluarga dikategorikan baik. Penelitian ini menyimpulkan perilaku ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Tawaeli sudah baik, namun dukungan petugas kesehatan dalam memberikan KIE terkait ASI eksklusif kepada ibu menyusui masih sangat kurang. Disarankan kepada pihak puskesmas agar dapat membuat program tambahan terkait ASI eksklusif yang lebih inovatif dan tidak monoton, agar ibu menyusui lebih sering terpapar dengan yang namanya ASI eksklusif.
Perilaku Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala Herman, Herman; Wibowo, Arie; Rahman, Nurdin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.348 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.524

Abstract

Penyalahgunaan narkoba kelompok pelajar di Sulawesi Tengah sejumlah 27,9% (BNN & PUSLITKES UI, 2014). Kabupaten Donggala termasuk dalam 4 besar prevalensi penyalahguna narkoba tertinggi dimana kelompok pelajar sejumlah 1074 orang dari total 3977 orang penyalahguna dengan populasi berusia antara 10-59 tahun (BNN, 2015). BNNK Donggala melalui seksi rehabilitasi menunjukkan ada peningkatan signifikan jumlah pelajar yang menjalani rehabilitasi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan Penelitian sejumlah 12 orang yang ditentukan berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian ini menunjuk-kan pengetahuan informan belum cukup baik karena kurang paham terhadap informasi yang diterima, hal ini ditunjukkan dimana informan bersikap acuh dan memiliki kecenderungan untuk tetap menggunakan narkoba karena sudah mengalami kecanduan. Peraturan/kebijakan sekolah ditujukan pada upaya-upaya pembinaan dan pengawasan melalui kerjasama dengan pihak terkait. Sekolah aktif mengikuti kegiatan penyuluhan baik di internal sekolah maupun di luar sekolah dengan melibatkan seluruh komponen sekolah. Diharapkan sekolah lebih aktif dalam melakukan edukasi mengenai narkoba dan bahaya penyalahgunaann-ya, mengoptimalkan peran Guru Bimbingan Konseling serta merumuskan suatu kebijakan tentang pelanggaran narkoba yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa.
Co-Authors A Fahira Nur A, Madinah Abd Rahman Abd. Rahman Abram, Paulus H. Achmad, Rahim Adhar Arifuddin Afni, Nur' Agustin Tiwow Ahmad Sinala ahmad yani Aldiza Intan Randani Amyadin, Amyadin Anang Wahid M.Diah Andi Mascunra Ami Andi Saifah Andriani Andriani Ariani Ariani Ariani Ariani Ariani Ariani Ariani Arie Wibowo Asmawati Asmawati Aulia Rakhman Aulia Rakhman Baehaqi Baharuddin Hamzah Bahriul, Putrawan Bohari Bohari Bohari Bohari Chaeriah, Siti Chairunnisa Chairunnisa Darmayanti Darmayanti Daud Karel Walanda Devi Nadila Diah Ayu Hartini Fadjriah, Rasyika Nurul Fajaryanti, Desi Eka Fajriah, Rasyika Nurul Fandir, Abdul Fatma Hamid, Fatma Fendi Pradana Fitra Armawaty, Fitra Fitri Sulistiyani Frini, Merlinda Frini, Merlinda Gusman Arsyad Hasanah Hasanah Hayati Hayati Herman Hermiyanti Hermiyanti, Hermiyanti Hermiyanty Hermiyanty Hermiyanty Hermiyanty, Hermiyanty Hijra Hijra Husnul Khatimah I Made Tangkas Imelda Imelda Indriany, Indriany Indriany, Indriany Irawati, Dwi Ardi Irwan Irwan Laida, Marsia Lilis Fauziah, Lilis Linda Ayu Rizka Putri M. Yogi Riyantama Isjoni Madinah A Mahfudz Mangundap, Selvi A Mardia Hi Rahman, Mardia Hi Marsia Laida Masrifah, Masrifah Ma’rifat Ma’rifat Mercy Joice Kaparang Mery Napitupulu Meylan Ratnawati Miftahul Haerati Sulaiman Minarni Rama Jura Mohammad Arif Mufida, Mufida Muhammad Agus Muljanto Muhammad Nur Ali Muhammad Ryman Napirah Muhammad, Nurlaela Munir, Muh Ardi Munir, Muhammad Ardi Ni Luh Cicik Fitriani Nikmah Utami Dewi Ningrum, Arum Sekar Nur Ali, Muhammad Nur, Andi Fahira Nur, Makmur Jaya Nurfadilah Nurfadilah Nurhanifah Muthmainnah Nurdin Nuriadi, Nuriadi NURLIANA NURLIANA Nurulfuadi Nurulfuadi Ofika, Mairet Oksandi Oksandi Pangaribuan, Helena Parmin - Paulus Hengky Abram Pitriya, Ida Ayu Putri, Eska Perdanawati Kahar Radiansah, Roy Ramlan Ratman Ratman Ratman Ratman Resti Agustia Riska Safitri, Riska Rosa Dwi Wahyuni Rosdia Rosdia Rosmala Nur Sada, Nurjayanti Abdullah Salsabila, Unik Hanifah Saprudin, Saprudin Siang Tandi Gonggo Siang Tandi Gonggo Siti Ika Fitrasyah Siti Nuryanti Sri Mariani Sri Mulyani Sabang Sri Nurbaeti Stefiani Bengan Laba Sudirman Sudirman Sulaeha, Siti Sulaiman, Miftahul Haerati Sumarni Sahjat, Sumarni Sunarto, Sunarto Supirno, Supirno Suriati Suryaningsih Suryaningsih Tri Setyawati Try Nur Ekawati Lukman Tutri Aprilia Mellyni Ummu Aiman Veruswati, Meita Vidyanto, Vidyanto Vina Febriyani Vivi Putri Damayanti Wardatul Jannah, Wardatul Wartini, Ni Ketut Yulfiana, Yulfiana Yulfiana, Yulfiana Yundari, Yundari Yusdin Gagaramusu Zulaikha, Nurratri Zulaikha, Nurratri Zulviana, Eva