Claim Missing Document
Check
Articles

Mewujudkan Pembangunan SDGs sebagai Desa Tanggap Budaya Melalui Pendampingan Sanggar Kantong Bolong Desa Jatirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Sabri, Indar; Sadhana, Senyum; Jatmiko, Tutur; Nugraha, Testa Adi; Setyawan, Katon Galih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.499

Abstract

Kolaborasi antara Program PKM Desa Binaan Unesa dengan Program KKN-T sangatlah strategis dan siknifikan untuk mencapai tujuan. Desa Jati Rejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu desa binaan Unesa. Desa jatirejo memiliki aset yang luar biasa di bidang seni budaya seperti: sanggar seni campur sari dan karawitan Kantong Bolong, sanggar seni dan produksi gamelan Mustika laras, sekolah, serta karangtaruna yang aktif dalam berkesenian. Melalui program PKM desa binaan unesa serta dibantu oleh mahasiswa yang menjalankan program KKN-T bersama pemerintah desa mewujudkan pembangunan SDGs (Suistainnable Development Goals) yang berkuwalitas sebagai desa tanggap budaya melalui pendampingan Seni Tari dan pelatihan Campursari di sanggar Seni Kantong Bolong. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam pemberdayaan masyarakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dimana pemberdayaan masyarakat yang didasarkan pada aset lokal yang terdapat di suatu wilayah, aset tersebut dikembangkan sehingga dapat memecahkan masalah-masalah yang terdapat diwilayah lokasi pemberdayaan yang dilakukan. Hasil dari Pengabdian kepada masyarakat program desa binaan unesa ini adalah terciptanya karya tari kreasi baru milik desa Jatirejo yang diberi nama Tari “GUMREGAH JATIREJO” dimana tari tersebut Merupakan tari penyambutan untuk para tamu yang datang ke desa Jatirejo. Gumregah memberikan arti semangat para pemuda untuk membangun Jatirejo yang lebih hebat. Selain menghasilkan tarian PKM kali ini juga memberi pelatihan Perekaman musik dari musik karawitan secara live kemudian dijadikan musik karawitan digital. Seni budaya merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan desa, sebab kebudayaan menjadi penciri atau identitas suatu bangsa. terwujudnya pembangunan SDGs (Suistainnable Development Goals) yang berkuwalitas sebagai desa tanggap di Desa Jati Rejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk tidak terlepasa dari Partisipasi masyarakat dan pemerintah desa.
Sanggar Seni Matoh Mime as A Non-Formal Education Forum: Increasing Creativity and Developing Community Potential Sabri, Indar; Kusuma, Rizqi Fajar; Alfarisi, Salman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.5169

Abstract

This study addresses the challenges educational institutions face in fostering students' interest and skills, particularly in the field of pantomime. A major hurdle is the lack of structured extracurricular activities dedicated to this performance art. This research examines the innovative training techniques employed by Sanggar Seni Matoh Mime as a model of non-formal education aimed at enhancing creativity and developing community potential. The study's objective is to analyze the role of Sanggar Seni Matoh Mime as a non-formal educational platform, focusing on how its pantomime programs contribute to creativity and community development. Utilizing a qualitative case study approach, the findings demonstrate that Sanggar Seni Matoh Mime effectively enhances children's creativity and achievements in pantomime. Since 2019, the Sanggar has provided free pantomime training at Bojonegoro Regency's square, with 32 participants, including one kindergarten student, 28 elementary school students, and three junior high school students. Notably, eight participants won at the Bojonegoro Regency level of the National Student Art Competition Festival. These results highlight the significant contribution of Sanggar Seni Matoh Mime to fostering creativity and artistic potential in the community through non-formal education. In conclusion, this research provides new insights into non-formal education methods and their impact, while encouraging further investigation into the broader effects of non-formal education on community development.
Pelatihan Manajemen Pementasan pada Siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur untuk Meningkatkan Kemampuan Penciptaan Pagelaran Pementasan Seni Pertunjukan Indar Sabri; Trisakti, Trisakti; Eko Wahyuni Rahayu; Karoso, Subiyanto; Syaiful Qadar Basri
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v3i4.4518

Abstract

The main role of education for the younger generation abroad is to promote and preserve the nation's cultural heritage in the context of Malaysian society. The Performance Management Training Activity for Indonesian School Kuala Lumpur (SIKL) Students aims to improve students' ability to create performing arts performances, as a solution to the less than optimal management of performing arts at the school. This PKM activity is expected to be able to bridge the needs of traditional arts in Malaysia as a means of introducing traditional arts to be promoted in Malaysia. The main objectives of this activity include training in performance management, designing performances with participants as a production team, and implementing art performances with students as a production team. The training was conducted through workshop, mentoring, project, and empowerment methods with a micro approach, which emphasized structured tasks and grouping of students for performance preparation. As a result, students were able to form a production team, work together according to their respective tasks and functions, and successfully organize the performance. However, similar activities with more interesting and effective packaging are still needed to improve the ability of SIKL students in the future.
KREATIVITAS JAJULAIDIK DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI BANYUWANGI Anggraini, Estu Candra; Rahayu, Eko Wahyuni; Yuwana, Setya; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly
Joged Vol 23, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v23i2.14161

Abstract

RINGKASANProses berkarya seorang seniman tidak akan terpisah dari sebuah proses kreativitas. Jajulaidik merupakan salah satu seniman Banyuwangi yang dikenal akan konsistensi dan kreativitasnya dalam menciptakan karya tari kreasi yang bersumber dari tradisi dan nilai kearifan lokal Banyuwangi. Karya dan sanggar seninya sering mewakili Banyuwangi dan menjuarai berbagai kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Sebagai seniman Banyuwangi yang sudah berpengalaman, menarik minat peneliti untuk mengkaji tentang biografi, prestasi karya tari, proses kreatif, dan konsep kekaryaan Jajulaidik. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini tentunya untuk mendeskripsikan dan menganalisis lebih dalam terkait biografi, prestasi karya tari, proses kreatif, dan konsep kekaryaan dari Jajulaidik. Hal ini akan dikaji menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif beserta pendekatan fenomenologi. Didukung dengan teknik pengumpulan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya yaitu kreativitas dan penghayatannya dalam berkarya telah membawa karyanya memperoleh berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Konsistensi berkaryanya di bidang seni pertunjukan juga membawa Jajulaidik diamanahi untuk mengemban berbagai tanggung jawab di beberapa pertunjukan yang ada di Banyuwangi. Potensi seni yang ada dalam dirinya juga dipengaruhi oleh faktor genetik keluarganya. ABSTRACT Jajulaidik’s Creativity in Banyuwangi Dance Creation. The creative process of an artist cannot be separated from the creative process. Jajulaidik is one of the Banyuwangi artists who is known for his consistency and creativity in creating creative dance works that originate from the traditions and values of local Banyuwangi wisdom. His works and art studios often represent Banyuwangi and win various district, such a provincial and national competitions. As an experienced Banyuwangi artist, it attractedresearcher’s interest in studying Jajulaidik's biography, dance performance, creative process and concept of work. Based on the problem formulation, the aim of this research is of course to describe and analyse more deeply the biography, dance achievements, creative process and concept of Jajulaidik's work. This will be studied using descriptive qualitative research methods along with a phenomenological approach. The data collection techniques in the form are observation, interviews and documentation. The results of his research are his creativity and appreciation for his work, have brought his work to various championships at district, provincial and national levels. The consistency of his work in the field of performing arts has also led to Jajulaidik being entrusted with various responsibilities in several performances in Banyuwangi. His artistic potential is also influenced by his family's genetic factors.
The Paradigm of Ki Hadjar Dewantara's Drama on Education Through Art hari pramono, koko; sabri, indar; Haldini Muhammad , Anbie
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 7 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v7n2.p52-62

Abstract

Questioning the development of theater in Indonesia is certainly still an interesting topic in a research. This is often experienced by a theater activist or researcher who specifically focuses on the field of theater art. The development of modern theater art began to develop in Indonesia in 1926 with the free-to-air script by Rustam Efendi. However, there are interesting and unrevealed things about Ki Hadjar Dewantara's work with the concept of play as a performing art that has its own paradigm. Therefore, this study will focus on the paradigm of Ki Hadjar Dewantara's play with the use of literature study research to reveal the results of research which will later be used as a literature reference for past data about plays.
Kolaborasi seniman dan kecerdasan buatan (AI) dalam membangkitkan gelombang kreativitas di era revolusi seni digital Anggraini, Devi; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni; Suryandoko, Welly; Sabri, Indar
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.69734

Abstract

Dunia seni telah berubah secara signifikan akibat dari kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI). Seniman melihat teknologi sebagai alat yang dapat membantu dalam proses kreatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana dampak kehadiran AI dalam membangkitkan gelombang kreatif di era revolusi seni digital, ditinjau dari algoritma yang digunakan AI, pemanfaatan AI sebagai pendukung munculnya kreatifitas, hingga pemanfaatan AI sebagai media seniman dalam proses kreatif. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan analisis data dari berbagai literatur yang relevan terkait seniman dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seniman dan AI telah berkolaborasi untuk menghasilkan gelombang kreatif yang mengubah dunia seni. Misalnya, AI dapat membantu seniman memahami preferensi audiens, menganalisis tren seni, atau bahkan membuat karya seni yang dapat berinteraksi dengan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi modern seperti AR atau VR. Kolaborasi ini memberikan akses seniman untuk mengeksplorasi konsep dan ekspresi yang sebelumnya belum atau sulit dicapai. Dengan adanya AI, proses kreatif menjadi lebih mudah, dan memungkinkan seniman untuk melihat seni dengan cara yang lebih kontekstual serta berkelanjutan. Seniman dapat menciptakan karya yang relevan dan resonan di tengah dinamika masyarakat digital dengan merespons secara dinamis terhadap perubahan budaya dan sosial berdasarkan algoritma dan data.Kata kunci: Kecerdasan buatan (AI), kreativitas, seniman, seni digital Collaboration between Artists and Artificial Intelligence (AI)in Generating a Wave of Creativity in the Era of Digital Art Revolution AbstractThe art world has changed significantly as a result of technological advancements, particularly in the field of artificial intelligence (AI). Contemporary artists see technology as a tool that can assist in the creative process. The purpose of this research is to analyze the impact of AI in generating creative waves in the era of the digital art revolution, in terms of the algorithms used by AI, the use of AI as a support for the emergence of creativity, and the use of AI as a medium for artists in the creative process. The research method uses a literature study with data analysis from various relevant literature related to artists and AI. The results showed that artists and AI have collaborated to produce creative waves that change the art world. For example, AI can help artists understand audience preferences, analyze art trends, or even create artworks that can interact with society by utilizing modern technologies such as AR or VR. This collaboration gives artists access to explore concepts and expressions that were previously unattainable or difficult to achieve. With AI, the creative process becomes easier, and allows artists to look at art in a more contextualized and sustainable way. Artists can create work that is relevant and resonant in a dynamic digital society by responding dynamically to cultural and social changes based on algorithms and data.Keywords: Artificial Intelligence (AI), creativity, artists, digital art
Exploring Artistic Creativity: A Psychological Review Sumarsono, Sony; Handayaningrum, Warih; Sabri, Indar; Suyandoko, Welly
Journal of English Language and Education Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i1.646

Abstract

Creativity in the arts offers a profound exploration of the intricate interplay between creative expression and psychological dimensions, examining how emotions, thoughts, and personal experiences shape artistic output. This article analyzes the psychological stages of idea formation, obstacles encountered, and strategies to enhance creativity, highlighting the role of psychology in shaping unique works of art. It also explores artistic creativity as a tool for mental health, emphasizing its therapeutic potential and contribution to emotional well-being. Additionally, it examines the connection between creative expression and personal development, demonstrating how art fosters self-awareness and individual growth. By adopting a multidimensional perspective, the article provides a comprehensive understanding of artistic creativity as both a profound form of expression and a reflection of human psychology, offering insights into its broader psychological and developmental impacts.
Seni Mural Sebagai Media Pendidikan Seni Rupa: Mendorong Kreativitas dan Penyampaian Ekspresi Siswa. Fahmi, Khairul; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5567

Abstract

ABSTRAKSeni mural telah menjadi elemen penting dalam pendidikan seni rupa, bukan hanya sebagai karya seni yang mempercantik ruang fisik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang berdaya. Penelitian ini menjelaskan mengapa seni mural memiliki peran vital dalam pendidikan seni rupa, menguraikan tujuan, manfaat, dan kerangka penelitian yang digunakan. Mural adalah bentuk seni rupa yang menggunakan dinding atau permukaan bangunan sebagai medianya, dan memiliki persyaratan khusus terkait dengan arsitektur, desain, usia, perawatan, dan kenyamanan.Seni mural memiliki sejarah panjang yang mencakup zaman prasejarah, dan eksistensinya masih berlanjut di Indonesia. Mural memiliki beragam tujuan, mulai dari ekspresi artistik hingga penyampaian pesan sosial, ideologi, atau branding produk. Penelitian ini memfokuskan pada peran seni mural dalam pendidikan dan bagaimana siswa terlibat dalam proses kreatif.Metode penelitian ini adalah kualitatif dan melibatkan siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, guru seni rupa, dan seniman yang terlibat dalam proyek seni mural di sekolah. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan analisis karya seni mural siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni mural mempengaruhi positif siswa dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi pribadi, pemahaman estetika, dan keterampilan sosial. Mural juga membantu siswa menyuarakan pesan sosial dan lingkungan serta memperkuat ikatan dengan sekolah.Penelitian ini mempertegas pentingnya seni mural dalam konteks pendidikan seni rupa, tidak hanya sebagai medium ekspresi visual, tetapi juga sebagai alat yang memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik. Seni mural berperan dalam memadukan estetika, ekspresi pribadi, dan pemahaman seni rupa dalam proses pendidikan. 
MEMBANGUN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI DAN ANALISIS KURIKULUM DI SANGGAR TARI KRANS SITUBONDO Cristina Handayani; Indar Sabri; Welly Suryandoko; Warih Handayaningrum; Martadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21909

Abstract

Non-formal education is important as a complement to formal education, in order to support, strengthen and develop the learning process. In the implementation of education both formal and formal education in the implementation of learning cannot be separated from the curriculum to achieve educational goals. One of the non-formal education is dance studio. Krans Dance Studio is a dance studio located in Situbondo. The purpose of this study is to describe and analyze more deeply the planning and implementation of the dance learning curriculum at Krans Dance Studio. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection of observation, interviews, and documentation. The data were analyzed by reducing, presenting data, and drawing conclusions. The conclusion of this research shows that non-formal education, especially in dance learning at Krans Dance Studio Situbondo, plays an important role in developing creativity, preserving local culture, and shaping the character of students. Dance learning in this studio combines dance techniques with exploration of cultural values, which builds students' expressive abilities and innovation. The curriculum implemented is designed to balance the teaching of traditional arts with the times, using structured methods and periodic evaluations. Overall, Krans Dance Studio has succeeded in creating a space that supports the development of young people's creative skills and the preservation of traditional dance.
Media Flashcard sebagai Suplemen Pembelajaran Rhythm Musik Anak Usia Dini Indyana, Luth; Suryandoko, Welly; Sabri, Indar
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.54041

Abstract

Rhythm atau ritmis merupakan pembelajaran penting dalam dunia musik. Kesulitan anak usia dini dalam berhitung menyebabkan pembelajaran ritmis menjadi kompleks dan kurang memahami makna ritmis itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pembelajaran ritmis melalui penggunaan flashcard dengan materi ritmis silabel sebagai media yang dapat mempermudah pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian didapatkan bahwa flashcard mampu menjadi alternatif media karena memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana belajar interaktif dengan berbagai aktivitas menyenangkan seperti game dan komposisi musik mandiri.
Co-Authors Abdillah , Autar Agista, Yoga Adhi Agista, Yogha Adhi Alhaqqi, Soumi Aulia Alif Sukma Muclisin Anbie Haldini Muhammad Anggraini, Estu Candra Anik Juwariyah Anik Juwariyah Anisaluh, Anisaluh_1999 Arif Hidajad Autar Abdillah Autar Abdillah Autar Abdillah Autar Abdillah AUTAR ABDILLAH Autar Abdullah Basri, Syaiful Qadar Cindy Wahyuningsih Cristina Handayani Damayanti, Dwi Yuningtyas Devi Anggraini Didik Nurhadi Dimas Bagus Setiyawan Dinata, Riki Rahmat Djatirambudi, Djuli Djuli Djatiprambudi Eko Wahyuni Rahayu Eko Wahyuni Rahayu Eko Wahyuni Rahayu Estu Candra Anggraini Faradila, Nita Dian Gemilang, Victor Bintang Hari Pramono, Koko HENDRATNO Indyana, Luth Istiq'faroh, Nurul jamila, roro Joko Saputra, Joko Joko Winarko Juwairiyah, Anik Karoso, Subiyanto Khairul Fahmi Kusuma, Rizqi Fajar Kusuma, Rizqi Fajar Larashati, Bunga Widiya Mahendra, Andika Agustino Wella Maria Prisilya Purnamalon MARTADI Martadi, Martadi Martadi, Martadi Mellany Octa Salsabila Sugiarto Meta Liana MOH MUJIB ALFIRDAUS Muhammad Jazuli Muhammad Jazuli Niken Ayu Permata Nita Dian Faradila Nugraha, Testa Adi Oktaviani, Nur Azizah Paramacitha, Ni Luh N. Jeylita Pratiwi, Sekti Rahayu, Eko Wahyuni Sadhana, Senyum Salman Alfarisi Sani, Muhammad Budi Zaki Sekti, Retnayu Prasetyanti Setyawan, Katon Galih Setyo Yanuartuti Setyo Yanuartuti SETYO YANUARTUTI Setyo Yanuartuti Shofi Sotya Sinarawatti Siswati Siswati Siti Khoiriyah Subiyanto Karoso Sumarsono, Sony Supeni Saputri Supratno, Haris Suryandoko, Welly Suwarjiya, Suwarjiya Suyandoko, Welly Syaiful Qadar Basri Syina Dalila Tegar, Emil Tika Awalini Totok Sumaryanto Totok Sumaryanto Totok Sumaryanto F Tri Laksono, Yunanto Trisakti Trisakti , Trisakti Trisakti Trisakti Trisakti Trisakti Tutur Jatmiko ULIL AMRI, DEVA Warih Handayaningrum WELLY SURYANDOKO Welly Suryandoko WELLY SURYANDOKO Welly Suryandoko Wicaksono, Bayu Aji Windarti, Wiwik Wulandari, Reny Catur Yanuartati, Setyo Yuwana, Setya