p-Index From 2021 - 2026
8.838
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Inspiratif Pendidikan Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Perseptual INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Jurnal Psikologi Mandala International Journal of Science and Society (IJSOC) Psyche 165 Journal Journal of Social And Economics Research YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Riwayat: Educational Journal of History and Humanities PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Jurnal Kesehatan Republik Indonesia El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Merpsy Journal journal of social and economic research Jurnal Serina Abdimas Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Work Passion dengan Professional Quality of Life Guru Anak Berkebutuhan Khusus Lianna, Amanda; Sahrani, Riana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13388

Abstract

Professional Quality of Life (ProQOL) atau kualitas hidup profesional merupakan indeks yang digunakan untuk menganalisa kualitas hidup profesional individu yang memiliki profesi sebagai penolong. ProQOL memiliki dua aspek yaitu aspek positif ProQOL adalah compassion satisfaction (CS) dan aspek negatif ProQOL adalah compassion fatigue (CF) yang terdiri dari burnout dan Secondary Traumatic Stress (STS). Guru anak berkebutuhan khusus (ABK) termasuk salah satu profesi penolong dan dinilai memiliki resiko tinggi untuk mengalami kelelahan emosional karena tuntutan pekerjaan yang banyak dan tekanan mental dalam pekerjaan. Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat apakah ada hubungan antara work passion di dalam diri individu dengan ProQOL guru ABK. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian ini adalah 121 guru ABK. Penelitian ini menerima hipotesis dan menunjukan korelasi yang positif antara work passion dan CS, korelasi yang negatif antara work passion dan burnout dan korelasi yang negatif antara work passion dan STS.
MENGIDENTIFIKASI PERAN CELEBRITY WORSHIP TERHADAP IDENTITAS DIRI REMAJA AKHIR PENGGEMAR K-POP DI JABODETABEK Farren Septania Audrey; Riana Sahrani; Bianca Marella
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.149

Abstract

Fenomena Korean Wave/Hallyu bertumbuh secara signifikan beberapa tahun terakhir, khususnya di kalangan generasi muda. Sebanyak 56% penggemar k-pop menghabiskan waktu 1-5 jam, 28% bahkan menghabiskan lebih dari 6 jam di internet melalui berbagai Sosial media untuk mempelajari segala hal terkait idola mereka. Celebrity Worship adalah segala tindakan atau emosi yang timbul oleh kebutuhan untuk mengagumi seorang idola demi kesenangan, kepuasan atau mengisi kekosongan dalam diri. Sangat umum bagi remaja ketika memiliki seseorang idola, karena cenderung masih dalam pencarian jati diri dan melihat selebriti sebagai sosok role model selain orang tua mereka. Identitas Diri adalah pengakuan dan kesadaran yang memerlukan waktu dan proses pemikiran untuk mendapatkan ciri khas, peranan, komitmen, orientasi dan tujuan hidup sehingga membuat diri kita berbeda dengan orang lain. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi peran Celebrity Worship terhadap Identitas Diri. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling serta memakai alat ukur Celebrity Attitude Scale (α=900) dengan 34 butir item, dan The Social and Personal Identities Scale (α=.957) dengan 16 butir item. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui Sosial media Instagram dan mendapat 462 responden yang sesuai dengan kriteria. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada peran Celebrity Worship terhadap Identitas Diri.
SELF-COMPASSION DAN SELF-ESTEEM PADA EMERGING ADULTHOOD YANG PERNAH MELAKUKAN SELF-HARM Sharron Dharmawati; Riana Sahrani
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.213

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan antara self-compassion dan self-esteem pada emerging adulthood yang pernah mengalami self-harm. Self-compassion merupakan perasaan tersentuh atas penderitaan yang dialaminya sendiri namun tidak berusaha untuk menghindarinya, sehingga memunculkan rasa untuk menyembuhkan diri sendiri. Pengertian dari Self-esteem adalah penilaian pribadi terhadap kemampuan dirinya sendiri yang menghasilkan harga diri. Self-harm merupakan perilaku yang disengaja untuk melukai diri sendiri, namun tidak ditujukan untuk mengakhiri hidup sendiri atau bunuh diri. Emerging adulthood adalah istilah yang digunakan untu menujuk masa transisi dari remaja menuju dewasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional dengan jumlah partisipan sebanyak 112 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur Self-harm inventory, self-compassion scale dan Rosenberg’s self-esteem sscale. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan antara self-compassion dengan self-esteem pada remaja yang pernah mengalami self-harm dengan nilai korelasi sebesar 0,758. Jadi jika self-compassion tinggi akan membuat self-esteem juga tinggi pada orang yang pernah melakukan self-harm.
Peranan Empati Sebagai Mediator dalam Hubungan Antara Burnout dan Self-Efficacy pada Guru Sekolah Dasar di Jakarta Margaretha, Ineke Putri; Sahrani, Riana; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.5912

Abstract

Guru saat ini tengah menghadapi transisi sistem pembelajaran online ke pembelajaran tatap muka. Hal ini tentunya membuat guru mengalami stres yang menumpuk sehingga berpotensi besar untuk burnout. Teachers’ burnout adalah respon berkepanjangan terhadap stres emosional di tempat kerja. Situasi ini pada akhirnya akan berdampak negatif kepada teachers’ self-efficacy, yaitu menurunnya keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri. Sementara teachers’ self-efficacy memiliki hubungan positif terhadap teachers’ empathy, dimana teachers’ empathy adalah kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Hal inilah yang mendasari peneliti memilih teachers’ empathy sebagai mediator terhadap hubungan antara teachers’ burnout dan teachers’ self-efficacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi dan non eksperimen dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 121 guru Sekolah Dasar di Jakarta, berusia 21-55 tahun, dan mengajar kelas 1-6 SD. Self-Efficacy Scale digunakan untuk mengukur tingkat self-efficacy guru, kemudian Manual Burnout Assessment Tool (BAT) untuk mengukur teacher burnout, sementara The Basic Empathy Scale in Adults (BES-A) dipakai untuk mengukur empati guru. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga temuan, yaitu terdapat hubungan yang negatif antara burnout kepada self-efficay guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,3216, p = 0,0035), kemudian burnout dapat berpengaruh negatif kepada empathy pada guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,377, p = 0,0032), dan yang terakhir empati berperan sebagai mediator antara burnout dan self-efficacy pada guru sekolah dasar di Jakarta (β = -0,0013, p = 0,9411).
Loneliness dan Binge Watching pada Dewasa Awal: Peranan FOMO sebagai Moderator SAHRANI, RIANA
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v9i1.3075

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kesepian (loneliness) dalam perilaku menonton maraton (binge-watching) pada dewasa awal, dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai moderator. Penelitian ini melibatkan 355 partisipan (28 pria dan 327 wanita) berusia 20-30 tahun yang melakukan binge-watching, yang didefinisikan sebagai menonton dua atau lebih episode serial TV dalam satu sesi selama setidaknya dua jam di platform streaming seperti Netflix, Viu, dan Disney+. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Binge Watching Engagement and Symptoms Questionnaire (BWESQ), UCLA Loneliness Scale, dan Fear of Missing Out Scale (FoMOs). Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Regresi Berganda (MRA) pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara loneliness dan binge-watching, namun FoMO tidak memoderasi hubungan diantara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa loneliness dapat menjadi penyebab orang melakukan perilaku binge-watching, terutama pada orang dewasa awal. Namun FoMO tidak secara signifikan mempengaruhi perilaku ini, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor lain yang mungkin berperan.
GAMBARAN PEMULIHAN KEPERCAYAAN INDIVIDU DEWASA AWAL YANG MENGALAMI PERSELINGKUHAN DALAM HUBUNGAN ROMANTIS Marfine; Riana Sahrani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20637

Abstract

Infidelity in romantic relationships often causes significant damage to trust between partners. Restoring broken trust requires substantial effort, a process known as trust repair. This study aims to explore the trust repair process in early adulthood individuals who have experienced infidelity in romantic relationships. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with five participants who experienced infidelity. The findings show that trust repair involves several stages, including acknowledgment of mistakes, apology, compensation, and forgiveness. Key factors supporting the success of trust repair include honest communication, consistent behavioral change, and commitment to restoring the relationship. This study contributes to a deeper understanding of how to repair trust broken by infidelity in romantic relationships.
PERAN RESILIENSI DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DALAM MEMPREDIKSI KEBIJAKSANAAN IRT PENUH WAKTU YANG MENGALAMI PARENTAL BURNOUT: Wisdom of Full-Time Housewives Experiencing Parental Burnout: Resilience and Subjective Well-Being of Mothers as Predictors Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Kirana, Liuciana Handoyo
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.305

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu di Indonesia sering mengalami parental burnout akibat rutinitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 347 IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Partisipan terdiri dari IRT penuh waktu yang masih dalam ikatan pernikahan dan memiliki setidaknya satu anak di bawah usia 18 tahun. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi Brief Self-Assessed Wisdom Scale untuk mengukur kebijaksanaan, Connor-Davidson Resilience Scale untuk mengukur resiliensi, dan Subjective Well-Being for Mother untuk mengukur kesejahteraan subjektif ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu untuk meningkatkan kebijaksanaan pada IRT yang mengalami parental burnout.
The mediating effect of forgiveness on the relationship between spirituality and psychological well-being in adults with history of childhood bullying Theodora, Michelle; Sahrani, Riana; Roswiyani, Roswiyani
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v8i2.17829

Abstract

The long-term effects of childhood bullying on psychological well-being in adulthood have recently gained attention in research. This study examines the complex dynamics of the phenomenon by investigating the role of forgiveness as a mediator in the relationship between spirituality and psychological well-being among individuals who experienced bullying during their childhood. A purposive sample of 202 participants aged 19-40, who were bullied between the ages of 6-18, were recruited. The measurements used in the study included the Ryff Psychological Well-Being Scale (⍺ = .77) to measure psychological well-being; the Heartland Forgiveness Scale (⍺ = .82) to measure forgiveness; the Daily Spiritual Experiences Scale (⍺ = .94) to measure the spirituality of the participants; and the Olweus Bully/Victim Questionnaire (⍺ = .71) as a screening tool to confirm participants' experiences of bullying. Through mediation regression analysis with 5000 bootstrap samples using Macro PROCESS by Hayes, forgiveness emerged as a significant full mediator (β = .318, p < .05, 95% CI:  .212, .438). The study provides evidence that forgiveness enhances psychological well-being, suggesting that implementing a forgiveness program could reduce the long-term effect of childhood bullying.
Loneliness dan binge watching pada dewasa awal: Peranan FOMO sebagai moderator Fernanda , Brigitta Nicola; Sahrani, Riana
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 3 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa makin banyak bermunculan platform streaming untuk menonton, serta semakin banyak orang menonton film yang memiliki banyak episode dalam satu waktu. Penelitian ini mengkaji peran kesepian (loneliness) dalam perilaku menonton maraton (binge-watching) pada dewasa awal, dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai moderator. Penelitian ini melibatkan 355 partisipan (28 pria dan 327 wanita) berusia 20-30 tahun yang melakukan binge-watching, yang didefinisikan sebagai menonton dua atau lebih episode serial TV dalam satu sesi selama setidaknya dua jam di platform streaming seperti Netflix, Viu, dan Disney+. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Binge Watching Engagement and Symptoms Questionnaire (BWESQ), UCLA Loneliness Scale, dan Fear of Missing Out Scale (FoMOs). Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Regresi Berganda (MRA) pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara loneliness dan binge-watching, namun FoMO tidak memoderasi hubungan diantara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa loneliness dapat menjadi penyebab orang melakukan perilaku binge-watching, terutama pada orang dewasa awal. Namun FoMO tidak secara signifikan mempengaruhi perilaku ini, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor lain yang  mungkin berperan. Implikasi dan kontribusi penelitian ini adalah pentingnya membuat intervensi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, dengan cara mencari kegiatan positif dan mengatur diri. Kata Kunci: Binge-watching, dewasa awal, fear of missing out (FoMO), loneliness
RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM Kirana, Liuciana Handoyo; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Riana Sahrani
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33643

Abstract

The role of a mother has a big influence in creating family happiness and prosperity. Most highly educated women are willing to leave office jobs and decide to become full-time mothers. However, as time went by, this full-time moms experienced parental burnout because of the new routine. Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in carrying out one's role. This is caused by household work and childcare that are never completed in everyday life. As a result, full-time moms will feel physically and psychologically bored and exhausted. Resilience is resilience in facing challenges. Full-time moms who have resilience will be able to face parental burnout and achieve family well-being. Family well-being includes emotional and physical well-being within a family. The intervention in the form of a psychoeducational webinar with the theme "RESILIENCE: THE KEY TO FULL-TIME MOM SUCCESS" aims to open insight and provide knowledge to full-time moms who can have resilience in dealing with feelings of parental burnout and become strong mothers. Full-time moms will be equipped with the concept of self-resilience to increase resilience using the online webinar method via zoom media. The results of the difference test between pre-test and post-test scores show a high significant comparison, so it can be concluded that the psychoeducational webinar in Community Service is said to be effective because of the high percentage difference in the knowledge that participants have between before and after attending this webinar. ABSTRAK Peran seorang ibu sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu. Namun seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru. Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan oleh stres kronis berlebihan dalam menjalankan peran. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian. Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan serta kelelahan secara fisik dan psikologis. Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi tantangan. IRT penuh waktu yang memiliki resiliensi maka akan dapat menghadapi parental burnout dan mencapai kesejahteraan keluarganya. Kesejahteraan keluarga mencakup kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga. Intervensi dalam bentuk webinar psikoedukasi dengan tema “RESILIENSI: KUNCI SUKSES FULL-TIME MOM” bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan bekal pengetahuan kepada IRT penuh waktu dapat memiliki resiliensi dalam menghadapi perasaan parental burnout dan menjadi ibu yang tangguh. IRT penuh waktu akan diperlengkapi dengan konsep resiliensi diri untuk meningkatkan daya lenting dengan metode webinar secara daring melalui media zoom. Hasil uji perbedaan terhadap skor pre-test dan post-test menunjukkan perbandingan yang signifikan tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa webinar psikoedukasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dikatakan efektif karena perbedaan presentase yang tinggi tentang pengetahuan yang dimiliki peserta antara sebelum dan setelah mengikuti webinar ini.
Co-Authors Anastasia Putri Leleng Wilis Andri Setia Dharma Anyelir, Nanda Putri Ari Kristiyanto, Andreas Audy, Ervina Aulia Kirana Basel, Wiwin Charolina Putri Bianca Marella Chandra, Callista Christy, Christy Cindy Amelia, Cindy Deasy Suparman Debora Basaria Dewanto, Hajar Dwi Puspita Satriana, Dwi Puspita Dzahabiya, Farras Aisha Edlyn, Jovita Ekawardhani, Nadya Puspita Elizabeth Nasya Fadila, Nurul Farren Septania Audrey Febriani, Oki Kartika Febriyanti, Cindy Fernanda , Brigitta Nicola Fidrian, Natasha Febriani Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Harto, Ivania Rachel Hendra Heng, Pamela Heryanti Satyadi Hody Denilson Hungsie, Olivia Grace Imanuel , Dastin Intania Mutiasari, Argea Iriani Roesmala Dewi, Fransisca Isnaeni Marhani Jessica Jessica Kaseger, Gracia Emmanuelle Venezzia Khou, Meryl Adelyn Kirana, Liuciana Handoyo Koesma, Rismiyati E. Kristiana, Dessy Lahdji, Mona Lianna, Amanda Lidwina Priscilia Listanto, Melvin Lukman, Agnes Victoria Mailani, Indah Mar’at, Samsunuwiyati Marella, Bianca Marfine Margaretha, Ineke Putri Mathilda V. Bolang, Caroline Milleny Caca Mona Lahdji Monika, Sesilia Monty P Satiadarma Muis, Jecika Aprillia Mursalim, Tania Nadine, Nadine Febrina Nelsen, Kevin Leo Novita*, Regina Sharen P. Tommy Y. S. Suyasa Pamela Hendra Heng Pebrianti, Sarah Phung, Mulan Prihardini, Irni Putri, Raisya Anaya Rahmah Hastuti Rasyidi, Ahmad Wahyu Roswiyani Roswiyani, Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Saraswati, Laksmiari Sartica, Tasya Satyadi, Heryanti Senjani, Dita Permata Setiawan, Cherry Delfina Sharron Dharmawati Sholihah, Dinda Nabila Soemiarti Patmonodewo Sri Tiatri Stefanny, Stefanny Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Sulaeman, Budi Tamala, Novi Tasdin, Willy Theodora, Michelle Tiofani, Fionelyssa Tommy Y. S. Suyasa, P. Tumanggor, Raja Oloan Vandhika, Samuel Viani, Theresia Patria Victory, Joan Widiasih, Triani Widiasih Willy Tasdin Willy, Angelina Yantina, Maisi Yohanes Budiarto Yunithree, Meiske