p-Index From 2021 - 2026
8.838
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Inspiratif Pendidikan Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Perseptual INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Jurnal Psikologi Mandala International Journal of Science and Society (IJSOC) Psyche 165 Journal Journal of Social And Economics Research YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Riwayat: Educational Journal of History and Humanities PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Jurnal Kesehatan Republik Indonesia El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Merpsy Journal journal of social and economic research Jurnal Serina Abdimas Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Menggali Makna Hidup Influencer Inspiratif di Media Sosial Fidrian, Natasha Febriani; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggambarkan makna hidup influencer yang menginspirasi generasi muda di media sosial. Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda yang sering menggunakan platform ini untuk mencari informasi, hiburan, dan inspirasi. Influencer memiliki peran besar dalam membentuk pandangan, nilai, dan perilaku pengikutnya melalui konten yang mereka bagikan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran makna hidup Influencer yang dapat berdampak positif terhadap generasi muda. Penelitian ini dilakukan pada 5 Influencer yang memiliki pengikut di media sosial minimal 10.000 berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 17 sampai 40 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan hasilnya menunjukkan bahwa makna hidup para influencer berakar pada kegiatan berbagi pengalaman, memberikan inspirasi, serta memotivasi audiens mereka. Faktor-faktor yang berperan penting dalam pembentukan makna hidup ini meliputi pengalaman pribadi, dukungan sosial, dan tujuan hidup. Para influencer merasa bahwa aktivitas mereka di media sosial tidak hanya berdampak pada audiens tetapi juga memberikan kepuasan pribadi karena mampu membantu orang lain. Studi ini menyoroti peran penting influencer sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif terhadap generasi muda, khususnya dalam membantu mereka menemukan arah dan tujuan hidup yang bermakna.
Impostor Syndrome Resiliensi dan Motivasi: Perspektif Mahasiswa Berprestasi Anyelir, Nanda Putri; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Impostor Syndrome sebagai moderator dalam hubungan antara resiliensi dengan motivasi pada mahasiswa berprestasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan sebanyak 385 mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,5. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan alat ukur Resiliensi Akademik, Work Extrinsic and Intrinsic Motivation Scale (WEIMS), dan Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS). Analisis data dilakukan dengan regresi Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, sedangkan impostor syndrome memiliki pengaruh negatif terhadap motivasi. Sebagai moderator, impostor syndrome memperlemah hubungan antara resiliensi dengan motivasi. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa berprestasi dengan impostor syndrome tinggi cenderung mengalami penurunan motivasi meskipun memiliki resiliensi yang kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori psikologi pendidikan, khususnya dalam memahami dinamika resiliensi, motivasi, dan impostor syndrome pada mahasiswa berprestasi.
Peranan Pet Attachment dan Social Support terhadap Psychological Well-Being Pada Individu Dewasa Jessica, Jessica; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan individu yang bahagia, tentram, merasa positif, dan dapat menyelesaikan masalahnya secara sehat. Dalam penelitian ini, keterikatan hewan peliharaan dan dukungan sosial akan menjadi peranan kesejahteraan psikologi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 386 orang yang memiliki hewan peliharaan mulai dari anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya. Intstrumen yang digunakan mencakup Psychological Well-Being Scale (PWBS), Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki peranan signifikan terhadap kesejateraan psikologis dalam meningkatkannya. Selain itu, keterikatan hewan peliharaan memberikan peran yang sangat kuat, di mana keterikatan emosional dengan hewan peliharaan mampu meningkatkan rasa nyaman, dukungan emosional, dan penerimaan diri. Kedua variabel ini bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Dalam penelitian ini, kesejahteraan psikologis dengan keterikatan hewan peliharaan memperoleh nilai (p=0.00; p<0.05) dan nilai r=0.555, sedangkan kesejahteraan psikologis dengan dukungan sosial memperoleh nilai (p=0.00; p<0.05) dan nilai r=0.018. Artinya peranan keterikanan hewan peliharaan lebih tinggi di bandingkan dengan dukungan sosial.
Peranan Self-Efficacy sebagai Moderator dalam Hubungan antara Hardiness dan Career Adaptability pada Karyawan Generasi Milenial Viani, Theresia Patria; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi milenial merupakan generasi yang saat ini memiliki usia 28 hingga 43 tahun. Dalam menghadapi dunia kerja, karyawan generasi milenial menghadapi persaingan dengan generasi X dan Z yang ada dalam usia produktif. Oleh karena itu, penting bagi karyawan memiliki hardiness dan career adaptability yang tinggi untuk menghadapi tantangan, terutama mulai saat individu memulai karir dan beradaptasi dengan dunia kerja. Adapun penting dimiliki karyawan adalah self-efficacy yang merupakan kenyakinan seseorang mengenai kemampuan yang dimiliki untuk bekerja. Penelitian ini memiliki 303 partisipan karyawan milenial dengan usia 28-43 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif degan tiga skala pengukuran, yaitu Career Adapt-Abilities Scale-Short Form (CAAS-SF), Dispositional Resilience Scale (DRS-15), dan New General Self-Efficacy Scale (NGSE). Hasil uji regresi menunjukan interaksi antara variabel hardiness dan self-efficacy dengan dependen career adaptability, diperoleh nilai t=18.366, p= 0.000>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini Self-Efficacy memiliki peran dalam memoderasi hubungan antara Hardiness dan Career Adaptability sebesar 52.8%.
Gambaran Self-Commpassion pada Remaja Wanita yang Pernah Mengalami Kekerasan Dalam Berpacaran Pebrianti, Sarah; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-compassion pada remaja wanita yang pernah mengalami kekerasan dalam berpacaran. Self-compassion merupakan sikap belas kasih kepada diri sendiri yang mencakup self-kindness, pemahaman terhadap kemanusiaan (common humanity), dan keseimbangan emosional (mindfulness). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 212 partisipan wanita berusia 17-24 tahun yang pernah mengalami kekerasan emosional atau fisik dalam berpacaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang terdiri atas Self-Compassion Scale (SCS) dan Dating Violence Questionnaire (DVQ). Hasil analisis menunjukkan mayoritas partisipan memiliki tingkat self-compassion sedang (75,5%). Temuan ini juga mengungkapkan adanya hubungan negatif signifikan antara self-compassion dan intensitas kekerasan dalam berpacaran (r = -0,713, p < 0,001), di mana tingkat self- compassion yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan kekerasan. Partisipan yang mampu memberikan waktu untuk diri sendiri dalam proses penyembuhan cenderung memiliki tingkat self-compassion lebih tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengembangan self-compassion sebagai strategi pemulihan emosional bagi remaja yang mengalami kekerasan, serta mendukung intervensi psikologis yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
The Overview of Mindfulness in Women with Dual Roles Experiencing Burnout Tiofani, Fionelyssa; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mindfulness, yang didefinisikan sebagai kesadaran penuh akan momen saat ini tanpa menghakimi, dianggap sebagai faktor yang dapat membantu individu mengatasi stres dan kelelahan emosional. Perempuan yang mengambil peran ganda seringkali menghadapi tekanan yang lebih besar, sehingga meningkatkan risiko kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat mindfulness pada wanita peran ganda yang mengalami burnout. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) yang bersifat unidimensi. Partisipan terdiri dari 257 perempuan berusia 25–35 tahun yang memiliki peran ganda dan teridentifikasi mengalami burnout melalui kuesioner Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memberikan gambaran umum tentang tingkat mindfulness peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan tingkat perhatian sedang.
Peran Social Support terhadap Digital Stress pada Dewasa Muda yang Aktif Bermedia Sosial Senjani, Dita Permata; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran media sosial tentunya memudahkan individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak adanya batasan dalam penggunaannya akan membawa dampak negatif. Fenomena yang muncul akan menimbulkan kondisi stres karena ada keinginan untuk selalu terhubung yaitu berupa "Digital Stress" yang merupakan ketegangan psikologis dan emosional dikarenakan komunikasi individu terhadap teknologi digital. Dalam penelitian ini melibatkan social support sebagai peranan yang merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki hubungan interpersonal seperti keluarga, teman, pasangan, dan lainnya. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah social support berperan terhadap digital stress pada dewasa muda yang aktif bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu Multidimensional Digital Stress Scale dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil penelitian pada uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan korelasi dengan nilai sig. 0.882 > 0.05 sehingga variabel social support (X) dalam penelitian ini tidak memiliki peranan ataupun korelasi pada variabel digital stress (Y).
MENJADI ORANG TUA BIJAK DI ERA DIGITAL: PSIKOEDUKASI ORANG TUA SISWA SEKOLAH KRISTEN YUSUF Sahrani, Riana; Mursalim, Tania; Imanuel , Dastin
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6590

Abstract

The challenges of parenting children and adolescents in the digital era are becoming increasingly complex, particularly regarding the use of digital technology, which is not matched by adequate parenting literacy among parents. Parents often struggle to decide between being a “good” or a “right” parent when dealing with their children's digital behavior. This community service program aimed to enhance parents' capacity to establish healthy, adaptive, and empathetic digital parenting practices. Unlike similar programs that focus solely on device control and screen-time limitations, this activity introduced a reflective and comprehensive psychoeducational approach by integrating digital literacy, empathetic communication, emotional regulation, and stress management strategies. The seminar was delivered by lecturers and graduate students from the Faculty of Psychology, Tarumanagara University, through three stages: pre-test, material delivery, case discussion, and post-test. The pre-test results from 27 participants showed an average score of 86, which increased to 94 in the post-test completed by 10 participants, along with a decrease in standard deviation from 13.34 to 10.75. These results indicate that the reflective psychoeducational approach successfully improved participants’ understanding in a more evenly distributed and in-depth manner. In conclusion, a reflective and case-based psychoeducation model can serve as an effective intervention to better prepare parents to face the challenges of raising adolescents wisely and with digital awareness. ABSTRAK Tantangan pengasuhan anak dan remaja di era digital semakin meningkat, khususnya dalam penggunaan teknologi digital yang belum diimbangi dengan literasi pengasuhan yang memadai di kalangan orang tua. Orang tua sering kali kebingungan dalam menentukan sikap antara menjadi “baik” atau “benar” dalam menghadapi dinamika perilaku anak di dunia digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam membangun pola pengasuhan digital yang sehat, adaptif, dan empatik. Berbeda dari kegiatan sejenis yang hanya menekankan pada kontrol perangkat dan pembatasan waktu layar, kegiatan ini menawarkan pendekatan reflektif dan menyeluruh melalui seminar psikoedukatif yang mengintegrasikan aspek literasi digital, komunikasi empatik, regulasi emosi, dan strategi pengelolaan stres. Seminar dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Tarumanagara dalam tiga tahapan: pre-test, penyampaian materi, diskusi kasus, dan post-test. Hasil pre-test dari 27 peserta menunjukkan skor rata-rata 86, yang meningkat menjadi 94 pada post-test dari 10 peserta, dengan penurunan standar deviasi dari 13,34 menjadi 10,75. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan reflektif dalam psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman orang tua secara lebih merata dan mendalam. Kesimpulannya, psikoedukasi berbasis refleksi dan studi kasus nyata dapat menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan remaja di era digital secara lebih bijaksana dan sadar teknologi.
Hubungan Impostor Syndrome dengan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa Berprestasi Tinggi Hungsie, Olivia Grace; Sahrani, Riana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11405

Abstract

Tahapan perkembangan manusia merupakan tahapan yang kompleks serta terdapat tugas-tugas tertentu pada setiap tahapannya. Tahapan remaja menjadi tahapan krusial karena menjadi tahap persiapan memasuki dunia dewasa khususnya bekerja. Remaja khususnya mahasiswa memiliki tugas untuk memperoleh ilmu dan informasi akademik dengan cara belajar. Capaian akademik yang baik memberikan dampak positif bagi mahasiswa hingga masyarakat umum. Faktor pengaruh seperti resiliensi akademik dan impostor syndrome perlu diteliti lebih lanjut terkait korelasinya dengan capaian akademik mahasiswa yang tinggi. Resiliensi akademik merupakan intensitas ketahanan mahasiswa dalam mencapai potensi akademik terbaik, sedangkan impostor syndrome merupakan kondisi saat mahasiswa merasa kurang pantas mendapatkan potensi akademik terbaiknya. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 379 mahasiswa dengan prestasi akademik tinggi serta tergolong dalam penelitian kuantitatif korelasional. Berdasarkan rangkaian proses penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah negatif antara variabel resiliensi akademik dengan impostor syndrome pada mahasiswa berprestasi akademik tinggi.
Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Kualitas Hidup Pada Remaja Korban Perceraian Muis, Jecika Aprillia; Sahrani, Riana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13340

Abstract

Perceraian adalah peristiwa yang tidak diharapkan, namun terdapat beberapa remaja yang mengalami peristiwa tersebut. Remaja korban perceraian sangat mungkin tidak memiliki kesejahteraan psikologis karena menjadi korban perceraian. Kesejahteraan psikologis merupakan sebuah pencapaian dari potensi psikologis seseorang dimana individu menerima kekuatan dan kelemahan individu apa adanya, memiliki makna dalam hidup, mampu membangun hubungan dengan orang lain, menjadi individu secara mandiri, mampu mengendalikan lingkungan dan terus berkembang secara pribadi. Kualitas hidup adalah gagasan subjektif sebagai contoh beberapa orang mungkin merasa kurang puas saat memiliki barang-barang material yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis remaja korban perceraian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan 209 partisipan yang menjadi korban perceraian. Alat ukur yang digunakan adalah Alat Ukur Kesejahteraan Psikologis Remaja Indonesia dan WHOQOL-BREF versi Indonesia. Dalam penelitian ini, uji yang digunakan adalah uji korelasi dan hasil menunjukkan r = 0.088 dengan p = 0.004 < 0.05 atau adanya hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini berimplikasi pada lingkungan dari anak korban perceraian dapat memperhatikan dan memberikan konseling pada anak tersebut.
Co-Authors Anastasia Putri Leleng Wilis Andri Setia Dharma Anyelir, Nanda Putri Ari Kristiyanto, Andreas Audy, Ervina Aulia Kirana Basel, Wiwin Charolina Putri Bianca Marella Chandra, Callista Christy, Christy Cindy Amelia, Cindy Deasy Suparman Debora Basaria Dewanto, Hajar Dwi Puspita Satriana, Dwi Puspita Dzahabiya, Farras Aisha Edlyn, Jovita Ekawardhani, Nadya Puspita Elizabeth Nasya Fadila, Nurul Farren Septania Audrey Febriani, Oki Kartika Febriyanti, Cindy Fernanda , Brigitta Nicola Fidrian, Natasha Febriani Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Harto, Ivania Rachel Hendra Heng, Pamela Heryanti Satyadi Hody Denilson Hungsie, Olivia Grace Imanuel , Dastin Intania Mutiasari, Argea Iriani Roesmala Dewi, Fransisca Isnaeni Marhani Jessica Jessica Kaseger, Gracia Emmanuelle Venezzia Khou, Meryl Adelyn Kirana, Liuciana Handoyo Koesma, Rismiyati E. Kristiana, Dessy Lahdji, Mona Lianna, Amanda Lidwina Priscilia Listanto, Melvin Lukman, Agnes Victoria Mailani, Indah Mar’at, Samsunuwiyati Marella, Bianca Marfine Margaretha, Ineke Putri Mathilda V. Bolang, Caroline Milleny Caca Mona Lahdji Monika, Sesilia Monty P Satiadarma Muis, Jecika Aprillia Mursalim, Tania Nadine, Nadine Febrina Nelsen, Kevin Leo Novita*, Regina Sharen P. Tommy Y. S. Suyasa Pamela Hendra Heng Pebrianti, Sarah Phung, Mulan Prihardini, Irni Putri, Raisya Anaya Rahmah Hastuti Rasyidi, Ahmad Wahyu Roswiyani Roswiyani, Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Saraswati, Laksmiari Sartica, Tasya Satyadi, Heryanti Senjani, Dita Permata Setiawan, Cherry Delfina Sharron Dharmawati Sholihah, Dinda Nabila Soemiarti Patmonodewo Sri Tiatri Stefanny, Stefanny Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Sulaeman, Budi Tamala, Novi Tasdin, Willy Theodora, Michelle Tiofani, Fionelyssa Tommy Y. S. Suyasa, P. Tumanggor, Raja Oloan Vandhika, Samuel Viani, Theresia Patria Victory, Joan Widiasih, Triani Widiasih Willy Tasdin Willy, Angelina Yantina, Maisi Yohanes Budiarto Yunithree, Meiske