Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUKURAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix lyrata) DI PANTAI AMAL LAMA PULAU TARAKAN S, Suhelmi; Syam, Mulyadi; ., Ahmadi; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.169 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i2.87

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui indeks kondisi (bentuk tubuh) dari kerang kapah (meretrix lyrata) yang terdapat di daerah Pantai Amal Lama Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel kerang kapah menggunakan purposive sampling dengan pengambilan di tiga stasiun yaitu pantai Amal Lama, Binalatung dan PAntai Amal Baru. Hasil penelitian didapatkan di stasiun pantai amal lama Kota Tarakan, secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah kategori bentuk tubuh kurus sebesar 56,25% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 40,275% sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh gemuk yaitu sebesar 3,45%. Pada stasiun pantai binalatung Kota Tarakan secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah yang didapatkan adalah kategori bentuk tubuh kurus sebesar 69,825% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 30,175% ,sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh gemuk tidak ditemukan sama sekali.  Pada stasiun pantai amal Baru Kota Tarakan secara keseluruhan untuk persentase tertinggi untuk bentuk tubuh dari kerang kapah yang didapatkan adalah kategori bentuk tubuh gemuk sebesar 69,7% dan untuk persentase selanjutnya bentuk tubuh dari kategori sedang sebesar 30,3%, sedangkan untuk persentase terkecil didapatkan pada kategori bentuk tubuh kurus tidak ditemukan sama sekali.  Kata kunci : Kerang kapah (Meretrix lyrata) ; Indeks Kondisi ; Pantai di Pulau Tarakan
UJI VARIABEL INDEKS KONDISI GELOINA COAXANS YANG BERASAL DARI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN ,, Ahmadi; ,, Rosmianto; ,, Ferdinandus; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.116 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i2.109

Abstract

Tarakan has a diversity of marine life that live in the west coast city of Tarakan, from the phylum Molusca species of kerang Kapah is Geloina coaxans. The purpose of this study was to determine the quality of the meat from the kerang kapah (Geloina coaxans) by measuring the condition index (body shape and know the environmental habitat of kerang Kapah (Geloina coaxans) in terms of water quality (physical and chemical parameters).Methods of research used descriptive method. Sampling using purposive sampling method on two different stations. Station 1 in the area of 9 ha KKMB and Station 2 in the expansion area of 13 Ha KKMB. Sampling using a plot 15m x 15m x 10 cm. Sampling was done at the time of sea water in low tide conditions.The results in the condition index obtained station 1 is the highest percentage in the form of the body is at 72.9 % and the smallest percentage in the form of lean body shape at 1.4 % and the percentage of body fat obtained form by 25.7 %. The results of the analysis of the condition index at station 2 obtained the highest percentage of body shape are at 60.4 % and the smallest percentage of lean body shape by 1% and the percentage of body fat obtained form by 38 % . In addition there is a 1 piece Geloina itupula coaxans that there is no meat (error). Habitats Geloina coaxans in the area KKMB 9 Ha is salinity the value range of 26,9555+0,205 ppt ; DO of 4,97+0,89 ppm ; pH of 7,51+0,27 ; temperatures of 28,35+0,21 0 C ; TDS at 17,46+3,76ppm. Habitats Geloina coaxans in the area KKMB 13 Ha is salinity has a value range of 27,07+0,17ppt ; DO of 4,38+0,25 ppm, pH of 7,39+0,1 ; temperatures of 28,68+0,17 0C ; TDS amounting to 21,155+0,215ppm.keywordsCondition index , Kerang Kapah , Geloina coaxans , KKMB , Tarakan 
ANALISIS IDENTIFIKASI HASIL KOMPOSISI TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG HANYUT (Drift Gill Net) DI SEKITAR PULAU BUNYU, KALIMANTAN UTARA Gazali, Salim
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.748 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.194

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya ikan yang terdapat di perairan Bunyu mempunyai berbagai macam spesies bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan kurau (P.taeniatus) yang memiliki harga kisaran yang cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 150.000,00 dan katung udara berharga Rp.5,2 juta tiap kilogram. Tujuan penelitian yaitu identifikasi dan komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantatif dan literatur buku identifikasi.  Metode tempat pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana dalam pengambilan sampel berdasarkan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Data sekunder berupa data yang didapat dari hasil wawancara dengan nelayan dan berdasarkan literatur.  Teknik pengumpulan data menggunakan desain penelitian survei.  Pengambilan Sampel sebanyak 4 (kali) selama 3 bulan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti nelayan sebagai daerah Fishing ground.  Hasil penelitian di dapatkan identifikasi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) sebanyak 12 spesies dengan didominasi spesies  ikan kurau (P.taeniatus) sebanyak 281,2 kg dengan persentase sebesar 56,04%.  Komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) di dominasi oleh ikan kurau (Polynemus taeniatus) sebesar 281,2 kg dengan persentase hasil tangkapan utama sebesar 56,04%.  Kata kunci : Identifikasi ; Komposisi hasil tangkapan ; Drift gill net ; Jaring insang hanyut ; Pulau Bunyu. ABSTRACT Resources fish that is in waters bunyu have many different species economically valuable high which is fish of kurau (P.taeniatus) having prices high a range of Rp.150.000,00 and Ose fish of P.taeniatus valuable Rp.5,2 million each kilogram.  Research objectives such as identifying and composition of the fish fishermen jarring drift gill net.  Method of the research uses research methodology descriptive kuantatif and literature book identification.  Method of place the sample collection use purposive sampling, where in the sample collection based on the results of fish catch used a get jarring drift gill net.  Secondary data in the form of obtained from the results of interviews with fishermen and based on literature.  Technique data collection use design research survey.  The samples from 4 (times during the three months.  The sample collection done by following fishermen for areas fishing ground.  Research results obtained identification fish catch jarring gills drifting (drift gill net) as many as 12 species with dominated species of kurau (P.taeniatus) about 281,2 kg with the percentage of 56,04 %.  Composition fish catch jarring drift gill net dominated fish kurau (P.taeniatus ) of 281,2 kg with the main catch of 56,04 %. Keywords: identification; composition of the fish; drift gill net; gill nets drifting; bunyu island.
PENERAPAN SISTEM PROGRAM INTRODUKSI COASTAL CLEAN-UP DI EKOWISATA PANTAI BINALATUNG KOTA TARAKAN Cahyadi, Jimmy; Salim, Gazali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.239 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.514

Abstract

Tarakan memiliki sumberdaya hayati Pantai yang sesuai dengan ecological preference dari biota laut di Patai Binalatung yaitu kerang kapah, ikan, kepiting dan sebagainya. Besarnya potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi harus di imbangi dengan melindungi habitat ekosistem biota tersebut terutama di daerah pantai Binalatung Kota Tarakan. Perlindungan habitat sangat penting bagi kelangsungan hidup biota laut sehingga biota laut sangat perlu dijaga kelestariannya dalam hal bersih-bersih lingkungan pantai terutama di daerah ekowisata pantai binalatung.  Bersih-bersih pantai atau Coastal Clean-up merupakan kegiatan internasioal yang di kembangkan di daerah pantai untuk keberlangsungan dan perlindungan habitat ekosistem di daerah pantai. Kegiatan coastal clean-up telah dilaksanakan di daerah ekowisata Pantai Binalatung Kota Tarakan didapatkan 4 jenis sampah yang di sortir yaitu sampah dari masyarakat/warga, sampah dari budidaya rumput laut, sampah dari wisatawan, sampah dari alam. Sampah dari hasil bersih pantai sepanjang Kawasan Ekowisata Pantai Binalatung didapatkan sampah sebanyak 418,2 kg dengan komposisi distribusi jenis sampah berasal dari wisatawan sebesar 34,2 kg dengan persentase sebesar 8,2 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari rumput laut sebesar 138 kg dengan persentase sebesar 33,0 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari alam sebesar 237 kg dengan persentase sebesar 56,7% dan distribusi jenis sampah berasal dari industri sebesar 9 kg dengan persentase sebesar 2,2 %. Banyak masyarakat berminat dan tertarik dengan kegiatan ini karena merupakan salah satu bagian dari kesadaran dalam diri dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
PENGENALAN COASTAL CLEAN-UP DI KAWASAN EKOWISATA PULAU DERAWAN, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Zainuddin, Zainuddin; Salim, Gazali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.884 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.521

Abstract

Pulau Derawan memiliki habitat sesuai ecological preference salah satunya adalah kawasan Wisata PulauDerawan. Yang terletak di Kecamatan Pulauan Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.Besarnya potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi harus di imbangi dengan melindungi habitat ekosistembiota tersebut terutama di Ekowisata Pulau Derawan. Perlindungan habitat sangat penting bagi kelangsunganhidup biota laut sehingga biota laut sangat perlu dijaga kelestariannya dalam hal bersih-bersih di kawan PulauDerawan. Bersih-bersih pantai atau Coastal Clean-up merupakan kegiatan internasioal yang di kembangkandi daerah pantai untuk keberlangsungan dan perlindungan ekosistem. Kegiatan coastal clean-up telahdilaksanakan di daerah ekowisata Pulau Derawan didapatkan 3 jenis sampah yaitu dari rumah tangga, sampahdari alam dan sampah wisatawan. Total keseluruhan sebanyak 157 kg dengan komposisi distribusi jenissampah berasal dari wisatawan sebesar 2 kg dengan persentase sebesar 1 % kemudian distribusi jenis sampahberasal dari alam sebesar 60 kg dengan persentase sebesar 38 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dariwarga/rumah tangga sebesar 95 kg dengan persentase sebesar 61 %.
INTRODUKSI DAN PENERAPAN SISTEM PROGRAM COASTAL CLEAN-UP Salim, Gazali; Simanjuntak, Ricky Febrinaldy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.098 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.420

Abstract

Sektor wilayah pesisir pantai menjadi daya tarik berupa ekowisata di Pantai Amal Kota Tarakan. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola kelestarian wilayah pesisir masih menjadi problema utama dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir pantai dengan program bersih pantai di Pantai Amal di Kota Tarakan.  Berdasarkan aksi nyata coastal clean up masyarakat Pantai amal diperoleh berbagai jenis sampai baik organik maupun anorganik. Adapun persentase kelimpahan sampah organik maupun anorganik yang diperoleh selama kegiatan coastal clean up. Hasil pengabdian kepada masyarakat di dapatkan ada empat jenis sampah yang terdapat di Pantai Amal Lama yaitu Sampah dari warga/masyarakat setempat sebanyak 60,5kg dengan persentase sebesar 18,3% ; sampah dari wisatawan sebanyak 75,5kg dengan persentase sebesar 22,8% ; sampah dari Alam sebanyak 102kg dengan persentase sebesar 30,8% dan Sampah dari rumput laut sebanyak 93kg dengan persentase sebesar 28,1%.
ANALISIS HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN TEMPAKUL (Periopthalmus barbarus) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Gazali, Salim; Firdaus, Muhammad; Heriyana, Heriyana
Jurnal Harpodon Borneo Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.983 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v12i1.782

Abstract

Conservation Mangrove and Bekantan Bakantan Mangrove conservation territory in Tarakan East Borneo built as located bakantan conservation and mangrove Education. For more manage grown as tourism destination. Purpose of this research know it analysist relationship between length and weight, and than conditions index of tempakul fishes (Periopthalmus barbarus) at Conservation mangrove and bekantan in Tarakan City.  Researched as long as three months, on September to Desember 2018. This research used descriftif method from research founded tempakul tempakul fishes male and female. Negative allometric performel in factor of condition of tempakul fishes it?s about 0,01-0,49 it showed that bodies of the fishes wash very slim
POTENSI RUMPUT LAUT SEBAGAI BAHAN DASR KOSMESEUTIKAL Rahmadi, Puji; Pangestuti, Ratih; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.315 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v4i1.66

Abstract

Nowadays we were facing to the global warming which is causing climate changes. Global warming also promote by environmental degradation. Increment of human population and development on industrial realm are the main cause of environmental degradation. Wetland is one of environmental bufferwhich could enhance the environmental stress. Doing the wetland restoration is an effort to enhance ecological degradation. In this paper were discusses about wetland definition, functions, wetland restoration, effect of restoration and also some study cases of wetland restoration published by some researcher. Tidal Wetland Restoration itself could be defined as an actions taken in a converted or degraded natural wetland that result in the reestablishment of ecological processes, functions, and biotic/abiotic linkages and lead to a persistent, resilient system integrated within its landscape (Lewis, 1989). It must expect restoration could bring the better effluence to the ecology, however some time it?s not just happen like ideally. Some of the restoration activity could promote and lead the ecological degradation in the neighbor habitat from which restoration activity was conducted. Therefore to enhance the sustainability, restoration and good management should be applied in order and in good monitoring.  Keywords :  wetland, ecological, restoration, sustainability.
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KELIMPAHAN GASTROPODA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Gazali, Salim; Rachmawani, Dori; Agustianisa, Rahmah
Jurnal Harpodon Borneo Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.799 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v12i1.781

Abstract

Mangrove forests are one of the natural ecosystems that make a large contribution to the population as a food source, one of which is gastropods. The purpose of this study was to determine the density of mangroves, the abundance of gastropods and the discussion between the density of mangroves and the abundance of gastropods. This research was carried out in September - November 2018 in the area of 12 ha KKMB. The research method used was a survey method by conducting direct research on 12 plot points with a plot size of 10 x 10 meters were in each plot there were 3 sub-plots made 1 x 1 meter randomly carried out in the plot to take gastropod samples. The collected data are grouped by type variable, mangrove density as a variable (X) and gastropod abundance as a variable (Y). The results showed that the mangrove yields in the area obtained by KKMB belonged to the very solid (good) category with a value of 11.700 ind / ha. The highest gastropod abundance is dominated by the type of Cassidula aurisfelis with the number of 79 individuals  and the lowest abundance of the type Littoraria scabra with the number of 14 individuals . The low level of gastropod abundance is reduced due to the low density of mangrove species and the low food source in the mangrove area. The relationship of mangrove density with gastropod abundance using simple linear regression analysis obtained the value of determination coefficient (R2) of 0.227, while the coefficient value was 0.4766 which means that it is positively correlated.
ANALISIS MODEL SIFAT PERTUMBUHAN DAN INDEKS KONDISI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) YANG BERASAL DARI PERAIRAN ESTUARIA KOTA TARAKAN Salim, Gazali; Rachmawani, Dori; Septian, Doddy
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.919 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i3.929

Abstract

Tarakan memiliki potensi yang cukup tinggi pada sumberdaya hayati salah satunya adalah kepiting bakau (Scylla cerrata). Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis model pertumbuhan allometri dan indeks kondisi serta rasio kelamin dari kepiting bakau (S.serrata) yang berasal dari perairan Estuaria disekitar kota Tarakan. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel kepiting bakau (S.serrate) bersifat purposive sampling dengan mengikuti nelayan yang biasa menangkap kepiting S.serrate di habitatnya.  Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 periode yaitu saat pasang dan surut dengan menggunakan alat tangkap ambau kurung sebanyak 35 unit beserta umpan ikan belut yang dikeringkan. Hasil Penelitian mengenai model pertumbuhan allometri berdasarkan antara dimensi karapas (panjang, lebar dan tebal karapas) denganb berat total dari kepiting bakau (Scylla serrata) jenis kelamin jantan dan betina memiliki pertumbuhan bersifat allometri negatif.  Indeks kondisi antara dimensi cangkang (panjang karapas) dengan berat total untuk jantan dan betina di dominasi bentuk tubuh gemuk sedangkan untuk indeks kondisi antara dimensi cangkang (lebar dan tebal karapas) dengan berat total untuk jantan di dominasi bentuk tubuh kurus dan untuk betina didominasi bentuk tubuh gemuk. Rasio kelamin betina lebih banyak dibandingkan dengan jantan.
Co-Authors ,, Ahmadi ,, Ferdinandus ,, Rosmianto ., Halidin ., Herliantos ., Manahan ., Rosmianto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Jabarsyah Abdul Jabarsyah, Abdul Abdul Latif, Adil Abdul Muis Prasetia, Abdul Muis Abdur Rahman Achyani, Ratno Adil Abdul Latif Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Winarna Agustianisa, Rahmah Ahmadi , Ahmadi . Aksono HP., Eduardus Bimo Al arif, Mohammad Anam Alfreste Kalalo Alfretse Kalalo Ambariyanto Ambariyanto Andi Izza Naafilah Andi Putra Luwu Annas Salleh Anwar, Syahferi Arief, Mochamad Candra Wirawan Ariel E San Jose Arif Fadllullah Asbar Laga, Asbar Asriadi Asriadi Awaludin, Awaludin Ayu Tri Fatma Ayu Tri Fatma Ayu Tri Fatwa Balqis Nurmauli Damanik Brian Bonte, Stenly BUDI PRAMONO Budi Pramono cahyadi, jimmy Chandra, Tomy Christine Dyta Nugraeni Christine Dyta Nugraeni Darliah, Lilis Daruti Dinda Nindarwi Dena Pramita Dewi Dena Pramita Dewi Dewi, Nina Nurmalia Dhimas Wiharyanto Dita Wisudyawati Doddy Septian Dori Rachmawani Dori Rachmawani Ermawaty - Maradhy Erwin . Erwin . Fahrizal Amir Ferdinandus , Firman Firman Gabriel Choirul Alman GS , Achmad Daengs Guntur Eko Saputro Haetami, Haetami Halidin . Hariyadi Hariyadi Hartati Hartati Haryono, M Gandri Haryono, M. Gandri Heni Irawati Heriyana Heriyana Herliantos . Hermawan Susanto Ilman, Muhamad Indra Perdana Indra Perdana Ira Maya Abdiani Ira Maya Abdiani Iranda, Rama Jamiludin Jamiludin Julian Ransangan Julian Ransangan Julian Ransangan Juliana Juliana Kalalo, Alfreste Kalalo, Alfretse Kartina Kase, Ardy Andreas Bernard Kelen, Pius Bae Kristiani Rani Mathius Kun Retno Handayani Kuncorojakti, Suryo Laurha Annisa Linting Luwu, Andi Putra M.Aslan, La Ode Manahan . Marhamah Marhamah Masayu Rahmia Anwar Putri, Masayu Rahmia Anwar Mathius, Kristiani Rani Mazlan Meiryani Miska Sanda Lembang Mochammad Imron Awalludin Mohammad Noor Amal Azmai Muchammad Yunus Mufrida Zein Mufrida Zein Muhammad Fajar Alvian Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Roem Muhammad Yusuf Awaluddin Muhtar, Dian Islamia Mujiyanto Mujiyanto Mulyadi Syam Mulyani Mulyani Mursidi Mursidi N. Nurjanah Nabila Nabila Nano Saputra Nasrul Nawir, Daud Ngungut Noor Zuhry, Noor Nugraeni, Christine Dyta Nurwijayanti Pangestuti, Ratih Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Pius Bae Kelen Prakoso, Lukman Yudho Prasetio, Heri Prayogi Aprilianto Puji Rahmadi Puji Rahmadi Putri Desi Wulan Sari Rachmawani, Dori Rachmawani, Dori Rachmawanti, Dori Rahmadania, Sabrina Nourramzy Rahmadi, Puji Rahmadi, Puji Rahmahani, Jola Rahmawati, Dwi Ulan Ransangan, Julian Rasi, Moh. Ratih Pangestuti Ratih Rachma Kurnia Retno Hartati Rezkyana Rezkyana Ridwan Shabir Riky Rizky Rita Rita Roem, Muhamad Romdoni, Taufiq Ahmad Rona, Rona Rose Dewi Rosmianto , Rosmianto . Rozi Rozi Rozi Rozi, Rozi Rukisah, Rukisah Rusli S, Suhelmi Salim, Nasiatul Aisyah Sampe, Yakob San Jose, Ariel E Santanumurti, Muhammad Browijoyo Saputra, Nano Saputri, Resti Amelia Sartika, Linda Septian, Doddy Setiyawan, Muhammad Dicky Simanjuntak, Ricky Febrinaldy Sitti Hartinah DS Stenly Brian Bonte Stephanie Bija Stephanie Bija Suci Wulandari Suhelmi S Supriadi Supriadi Suriyanti Suriyanti Suriyanti Suryanti Susiyanti Susiyanti Susiyanti Susiyanti Sutrasna, Yudi Suwarno Suwarno Syahrun - Syam, Mulyadi Syamsidar Gaffar Tamrin Toha Taqwa, Amrullah Taufiq Ahmad Romdoni Theresia Theresia Thonas Indra Maryanto Tommy Chandra Tommy Chandra Tomy Chandra Tri Paus Hasiholan Hutapea Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Wahyu Hidayat Weliyadi, Encik Wiwiek Tyasningsih Woro Hastuti Setyantini Yakob Sampe Yayuk Sugianti Yen Thi Hong Pham Yen Thi Hong Pham Yulma Yulma Yulma, - Yulma, Yulma Yushra, Yushra Yusuf, Muhammad Yusfi Zahidah Zahidah, Zahidah Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zunianto, Anang