Claim Missing Document
Check
Articles

Nutrient Intake Profile Among Children Aged 6–24 Months in Indonesia: A Descriptive Analysis Nurdina, Nazlah; Chandra, Dian Novita; Mudjihartini, Ninik; Sekartini, Rini
World Nutrition Journal Vol. 9 No. S1 (2025): Vol. 9 No. S1 (2025): Selected conference proceedings of the Nutri Symposium 2
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V09.S1.0024

Abstract

Background: Adequate nutrient intake in early childhood is critical for growth, cognitive development, and immune function. The first two years of life are a sensitive period where nutritional deficiencies may lead to long-term consequences. However, many children in low- and middle-income countries fail to meet dietary needs due to limited diversity and poor feeding practices. Objectives: To describe the intake of energy, macronutrients, and key micronutrients among Indonesian children aged 6–24 months
KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 6-9 BULAN DI JAKARTA Herwanto, Herwanto; Sekartini, Rini; Batubara, Jose; Yusra; Kekalih, Aria; Lestari, Hesti; Andraini, Trinovita
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35276

Abstract

Gangguan tidur dapat memengaruhi kondisi kesehatan seorang bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi kualitas tidur bayi usia 6-9 bulan di Jakarta dengan menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire-Revised (BISQ-R). Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan pendekatan deskriptif analitik, data didapatkan melalui kuesioner BISQ-R untuk menilai kualitas tidur bayi berdasarkan pola tidur bayi, persepsi orang tua, dan kebiasaan pada orang tua yang terkait dengan tidur pada Bayi. Data dianalisis untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kualitas tidur bayi dan hubungan antar variabel. Sebanyak 88 subjek, yang terdiri dari 33 bayi perempuan dan 55 bayi laki-laki dengan rata-rata usia 7,76 bulan, terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas bayi memiliki kualitas tidur yang tergolong menengah serta menunjukkan bahwa faktor "jumlah waktu terbangun di malam hari" memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap kualitas tidur bayi (r = -0,258, p = 0,015), menunjukkan bahwa semakin sering bayi terbangun pada malam hari, semakin berkurang kualitas tidurnya. Kebiasaan orangtua merespons kebutuhan tidur dan tempat tidur bayi juga turut memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini menunjukkan pentingnya mengurangi frekuensi bayi terbangun di malam hari untuk meningkatkan kualitas tidurnya serta perlunya menjaga konsistensi rutinitas tidur dan menciptakan lingkungan tidur yang mendukung guna memastikan kualitas tidur bayi yang optimal.
Peran Screen Time pada Kesiapan Bersekolah Anak Usia Prasekolah Fathan, Fariz Dwi; Sekartini, Rini
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.349-55

Abstract

Latar belakang. Kesiapan bersekolah merupakan hal yang sangat penting karena berpengaruh positif terhadap kemampuan anak untuk lulus dari sekolah dasar. Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan bersekolah adalah screen time. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat asosiasi antara peningkatan screen time dan kesiapan bersekolah anak. Tujuan. Penelitian ini betujuan untuk menentukan hubungan antara screen time dan kesiapan bersekolah pada anak usia prasekolah.Metode. Desain penelitian potong lintang digunakan pada siswa Taman Kanak-kanak Negeri Menteng 01 dan Negeri Cilacap untuk mencari hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilakukan dengan membandingkan jumlah screen time subjek per hari menggunakan kuesioner Small Q (Surveillance of digital media habits in early childhood questionnaire) dengan hasil pemeriksaan kesiapan bersekolah anak menggunakan kuesioner Brigance Early Childhood Screens III untuk anak 3-5 tahun.Hasil. Penelitian ini memperoleh 69 subjek, 16 subjek berusia empat tahun (23,18%) dan 53 subjek berusia lima tahun (76,81%), 33 orang subjek berkelamin laki-laki (47,82%) dan orang subjek 36 berkelamin perempuan (52,17%). Mayoritas memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SMA (50,84%) dan S1 (30,5%). Hasil menunjukkan bahwa 37 dari 69 subjek memiliki screen time yang lebih (53,62%) dan 19 dari 69 subjek belum siap bersekolah (27,53%). Hasil analisis hubungan antara screen time terhadap kesiapan bersekolah tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik (p=0,328).Kesimpulan. Screen time tidak berhubungan langsung dengan kesiapan bersekolah pada anak usia prasekolah karena masih terdapat banyak faktor lainnya yang turut berperan dalam kesiapan bersekolah.
Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Kesiapan Bersekolah pada Anak Usia Prasekolah Prastya, Reza Wahyu Dwi; Sekartini, Rini
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.297-304

Abstract

Latar belakang. Usia prasekolah merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan anak. Keterlambatan perkembangan umumnya terjadi pada masa prasekolah dan dialami oleh 10-15% anak prasekolah. Gangguan perkembangan pada anak prasekolah membuat anak memiliki performa lebih rendah dari temannya yang dapat memengaruhi kesiapan bersekolah. Penelitian kesiapan bersekolah pada anak usia prasekolah masih terbatas di Indonesia. Pola asuh orang tua dapat memengaruhi kesiapan bersekolah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kesiapan bersekolah, gambaran pola asuh orang tua, dan hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesiapan bersekolah pada anak usia prasekolah. Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Data kesiapan bersekolah diperoleh melalui kuesioner BRIGANCE Early Childhood Screens III dan pola asuh orang tua melalui kuesioner Parenting Styles and Dimension Questionnaire. Penelitian dilaksanakan di Taman Kanak- kanak Negeri Menteng 01 dan Negeri Cilacap, Jakarta. Penelitian ini melibatkan 18 anak (23,7%) berusia empat tahun dan 58 anak (76,3%) berusia 5 tahun dengan mayoritas anak perempuan. Hasil. Hasil skrining menunjukkan bahwa 20 anak (26,3%) tidak siap masuk sekolah. Rerata usia ibu adalah 34,92 tahun dan usia ayah 37,48 tahun. Pola asuh orang tua yang umum diterapkan adalah otoritatif (86,8%), diikuti permisif (11,8%), dan otoriter (1,3%). Temuan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan kesiapan bersekolah (p<0,001). Pola asuh permisif lebih umum diterapkan pada anak laki-laki, sedangkan anak perempuan lebih sering dididik dengan pola asuh otoritatif. Pola asuh otoriter ditemukan pada keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih rendah. Kesimpulan. Pola asuh dan kesiapan bersekolah memiliki hubungan signifikan secara statistik. Anak yang dididik dengan pola asuh otoritatif memiliki tingkat kesiapan sekolah yang lebih tinggi.
The Importance of Iron To Support Optimum Cognitive Development Sekartini, Rini
World Nutrition Journal Vol. 5 No. S1 (2021): Special Issue : The role and importance of iron
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V05.S1.0004

Abstract

The fetal brain anatomy development starts during the last trimester of pregnancy and continue in early months of life. This critical process makes it vulnerable to insufficient nutrition, while brain growth continues into adulthood, micronutrient status can affect functioning beyond childhood. Iron is an important nutrient for the production and growth of cells in the immune and neural systems. Iron deficiency (ID) is the most common nutrient deficiency in the world, affecting about half of all pregnant women and their offspring. Iron deficiency anemia has long been believed to have an effect on the central nervous system. Iron deficiency in late trimester and in newborn leads to abnormal cognitive function and emotional control that may continue in adulthood. In summary, despite some evidence that iron supplementation enhances cognitive performance. Evidence of the role of iron in brain development and the effect of iron deficiency or iron supplementation on early development is uncertain.
Experts’ Opinion on Immunity and Nutrition to Support Key Cognitive Functions Sekartini, Rini; Surapsari, Juwalita; Oktarina, Molly Dumakuri; Wiguna, Tjhin; Pasiak, Taufiq Fredrik; Basrowi, Ray Wagiu; Kartjito, Melissa Stephanie; Wasito, Erika
World Nutrition Journal Vol. 6 No. S2 (2023): Special Issue : expert perspectives on the interconnections between immunity,
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V06.S2.0001

Abstract

The interaction of micronutrients and macronutrients has been shown to have a significant impact on children's cognitive development. Furthermore, proper nutrition helps a child's immune system avoid infection and disease, which can impair nutrient absorption and lead to deficiency. Microbiotas in the gut play critical roles in body physiology, including nutrient absorption, infection resistance and immune system development. Furthermore, it is known that the gut microbiota influences immune cell maturation. Finally, these three factors are thought to influence neurogenesis and cognitive development. A virtual meeting was held with five invited experts to gain a better understanding of the relationship between nutritional factors, the immune system and cognitive development.
Immunity as key factors that influence cognitive development on children Oktarina, Molly Dumakuri; Sekartini, Rini; Wasito, Erika; Kartjito, Melissa Stephanie
World Nutrition Journal Vol. 6 No. S2 (2023): Special Issue : expert perspectives on the interconnections between immunity,
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V06.S2.0003

Abstract

Immune cells in the central nervous system (CNS) of the fetus are essential for normal neurodevelopment. Innate immunity-related molecules, including cytokines, toll-like receptors and complement family, are known to be expressed in the brain. Microglia, macrophage-like immune cells that reside in the brain and spinal cord, constitute 80% of all immune cells in the brain, making them the most abundant immune cell type. Acquired immunity-related molecules, such as major histocompatibility complex and antibody receptor, are also known to be expressed in the brain. In addition to this, research has demonstrated that they play important functions in the development of the brain. Neurodevelopmental diseases, including schizophrenia, autism spectrum disorders, autism-like obsessive-compulsive behaviours and social impairment, are characterized by a disruption of a wide variety of processes in the developing brain that depend on the normal function of microglia. Enteric infections and malnutrition in the first two years of life are linked to later cognitive impairment. Multiple studies have shown that bacterial and viral illnesses have direct or indirect impacts on cognitive performance in children. The immune system is in constant communication with the central nervous system and participates in the control of behaviour and a range of other essential neurological activities throughout the lifespan.
Biomarker Inflamasi (IL1?, IL6, TNF?, CRP) dan Mikronutrien (Zat Besi, Seng) pada Anak dengan Stunting Usia 6-59 Bulan: Sub Analisis SEANUTS II Ranto, Huminsa; Yuliarti, Klara; Munasir, Zakiuddin; Gunardi, Hartono; Wahidiyat, Pustika Amalia; Satari, Hindra Irawan; Sekartini, Rini
Sari Pediatri Vol 27, No 5 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.5.2026.316-22

Abstract

Latar belakang. Stunting memengaruhi 19,8% anak Indonesia usia di bawah lima tahun, menurut Survei Status Gizi Nasional tahun 2024. Sitokin proinflamasi (IL-1?, IL-6, TNF-?) dan defisiensi mikronutrien (zat besi, seng) diduga berperan dalam terjadinya stunting, terutama di negara berpendapatan menegah ke bawah, karena perannya dalam penghambat pertumbuhan tulang dan fungsi imun.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan kadar sitokin proinflamasi, C-reactive protein (CRP), zat besi, dan seng dengan status stunting pada anak Indonesia usia 6-59 bulan.Metode. Data dikumpulkan dari sampel darah 100 anak Indonesia usia 6–59 bulan, dengan analisis statistik menggunakan uji chi-square, uji t, atau uji Mann-Whitney (p<0,05 dianggap bermakna).Hasil. Dari 100 subjek, 49 mengalami stunting dan 51 memiliki status gizi normal. Tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua lebih rendah pada kelompok stunting (masing-masing p=0,019 dan p<0,001). Kadar median sitokin (IL-1?: p=0,344; IL-6: p=0,121; TNF-?: p=0,213), CRP (p=0,320), serta kadar mikronutrien (feritin: p=0,087; seng: p=1,000) tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara sitokin proinflamasi dan defisiensi mikronutrien yang diteliti dengan kejadian stunting, kemungkinan karena ukuran sampel yang terbatas dan bias perkotaan. Faktor sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap stunting. Diperlukan penelitian longitudinal dengan sampel yang lebih besar untuk memperjelas hubungan tersebut.
Status Nutrisi dan Gangguan Tidur pada Anak Indonesia Alim, Edward Goei; Sekartini, Rini
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.361-70

Abstract

Latar belakang. Nutrisi dan tidur sangat memengaruhi kesehatan maupun tumbuh kembang anak. Prevalens stunting nasional Indonesia tahun 2023 (21,5%) masih di atas target pemerintah (14%) dan prevalens gangguan tidur anak menurut beberapa studi cukup tinggi (31%-75,6%). Beberapa studi mengaitkan status nutrisi yang tidak normal dengan gangguan tidur yang lebih tinggi, tetapi penelitian yang sudah ada belum dilakukan dalam skala nasional, cakupan usianya sempit, dan hasilnya bervariasi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status nutrisi dan gangguan tidur pada anak Indonesia usia 6 bulan sampai 12 tahun.Metode. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dari studi South East Asian Nutrition Surveys II (SEANUTS II) yang diambil tahun 2019-2020. Subjek penelitian ini adalah anak usia 6 bulan sampai 12 tahun di 46 kabupaten dari 34 provinsi Indonesia. Penilaian status nutrisi menggunakan pengukuran dan skor z indeks antropometri berat badan terhadap umur (BB/U), indeks tinggi badan terhadap umur (TB/U), dan indeks berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB), dan indeks massa tubuh terhadap usia (IMT/U) sedangkan penilaian gangguan tidur menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) dan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC).Hasil. Besar sampel yang diinklusi adalah 3463 anak. Jumlah anak dengan status nutrisi tidak normal adalah 35,4% (n=1227). Kategori status nutrisi tidak normal dengan persentase total terbesar adalah pendek (stunted), yaitu 21,4% (n=741). Persentase gangguan tidur subjek sebesar 23% (n=485) pada usia <5 tahun dan 40,3% (n=546%) pada usia ?5 tahun, dengan total 29,8% (n=1031). Analisis bivariat melalui uji Chi-Square tidak menunjukkan hubungan signifikan antara status nutrisi dan gangguan tidur, baik pada usia 0,5-2,9 tahun (p=0,312) dan 3-12,9 tahun (p=0,142).Kesimpulan. Status nutrisi tidak normal dan gangguan tidur ditemukan cukup tinggi, tetapi tidak ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara status nutrisi dan gangguan tidur pada anak Indonesia usia 6 bulan sampai 12 tahun.
Internet Gaming Disorder Among Junior High School Adolescents in Jakarta: A Comparative Analysis Between Public and Private Schools Eva Suryani; Tjhin Wiguna; Listya Tresnanti Mirtha; Kristiana Siste; Rini Sekartini; Sabarinah Sabarinah; Alida R. Harahap; Luh Nyoman Alit Aryani
Althea Medical Journal Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v13n2.4784

Abstract

Background: The increasing availability of mobile games and expandinng access to devices have contributed to the growing prevalence of Internet Gaming Disorder (IGD), particularly among adolescents. The IGD is associated with impaired well-being and functioning, including sleep, psychological, academic, and social problems. However, evidence regarding effective school-based interventions remains limited. This study aimed to explore the prevalence of IGD among junior high school students in public and private schools in Jakarta, Indonesia. Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 2,320 junior high school students from January to August 2025. Demographic data were collected using a basic questionnaire, and IGD was assessed using the Internet Gaming Disorder Test-10 (IGDT-10). Data were analyzed using the Chi-square test and Mann–Whitney test with SPSS version 23.0Results: The prevalence of Internet Gaming Disorder (IGD) among junior high school adolescents in Jakarta was 2.2%. In private school, IGD was significantly associated with duration of gaming ≥4 hours/day and male gender, whereas in public school, IGD was significantly associated with the use of multiple gaming devices.Conclusions: The prevalence of IGD among junior high school students in Jakarta was 2.2%. Factors associated with IGD varied between public and private schools, suggesting that prevention strategies should be tailored to the school context. Early identification of excessive gaming behaviors may support adolescent well-being and healthy development.
Co-Authors Abdul Latief Achmad Ushuluddin Adam Adam Adantio Rashid Santoso Adelina Haryono Aditia Reza Aditya, Clarissa J. Ahmad Suryawan Ali Alhadar Ali Sungkar Alia Arianti Alida R. Harahap Alim, Edward Goei Almitra Rindiarti Amalia Setiawati Aman B. Pulungan Aman B. Pulungan Amin Soebandrio Anandika Pawitri Andintia Aisyah Santoso Andry Juliansen Andy Martahan Andreas Angela BM Tulaar Anindya, Isti Annisa R. Yulman Ardi Findyartini, Ardi Ardita Puspitadewi Ari Prayitno Ari Prayogo Aria Kekalih Ariani Dewi Widodo Ariyanto, Ibnu Agus Armeilia, Rilie Asmoko Resta Asrawati Nurdin Astri Adelia Astri Dewina Ayu Sasmita Rany Bambang Supriyatno Bambang Tridjaja AAP, Bambang Tridjaja Barkah Triatmoko Basrowi, Ray Wagiu Batubara, Jose Benjamin Ngatio Bernie E. Medise Bernie Endyarni Medise Besral . Bintang Pratiwi Catharina Sambo Cathrine Cathrine Centauri Centauri Chandra, Dian Novita Christine Natalita Christopher Silman Citra Aryudi Clarissa Josephine Aditya Corrie W. Wawolumaja Corrie Wawolumaja Corrie Wawolumaya Corrie Wawolumaya Corry Wawolumaya Corry Wawolumaya Cynthia Cynthia Daisy Widiastuti Damara Andalia Daniel Nugraha Aji Darmawan, Anthony C. Dave Anderson Desi Astari Dewi Friska Diah Pitaloka DMP Dian Kusumadewi Dian Milasari Dian Novita Chandra Diana Adriani Banunaek Diana Sunardi Dwi Putro Widodo Dyah Arum Kusumaningtyas Dyah Tunjungsari Eleonora Mitaning Christy Elina Waiman Elisa Harlean Elizabeth Melina Erick Wonggokusuma Erika Wasito Erwin Hendrata Eva Devita Harmoniati Eva Suryani Evan Regar Faisal Adam Fathan, Fariz Dwi Ferdi Afian Fijri Auliyanti Fikry Hamdan Yasin Fitri Primacakti, Fitri Ghifari Nurullah Gunawan, Talitha Dinda Hanifah Oswari Hannisa Rizka Setiawati Hardiono D Pusponegoro Hardiono Poesponegoro Harningtyas Jasmin Hartono Gunadi Hartono Gunardi Haryanti Fauzia Wulandari Helda Helda Helda Khusun Helda Khusun Henry Riyanto Herwanto Herwanto Hesti Lestari Hesti Lestari Hindra Irawan Satari Ika Citra Dewi Ikhsan Johnson Ikhsan Johnson Imam D Imam N Indriya Laras Pramesthi Intan Tumbelaka Irawan Mangunatmadja Irene Audrey Davalynn Pane Irene Yuniar, Irene Jeane Roos Ticoalu Jenni Kim Dahliana Jose RL Batubara Jusuf Kristianto Juwalita Surapsari Kartjito, Melissa Stephanie Kristiana Siste Kuntjoro Harimurti Levina Chandra Khoe Lily Rahmawati Listya Tresnanti Mirtha Luh Nyoman Alit Aryani M. Triadi Wijaya Maelissa P. Ririmasse Marsella Dervina Amisi Martin Hertanto Matahari Harumdini Maulina Rachmasari Medise, Bernie E. Melani Kumala Melissa Stephanie Kartjito Melyarna Putri MF Conny Tanjung Mirtha, Listya T. Muhammad Ade Rahman Muhammad Aini Muhammad Arvianda Kevin Kurnia Munasir, Zakiuddin Murti Andriastuti, Murti Nadya, Ruth Nahla Shihab Nashrul Ihsan Ninik Mudjihartini Ninik Mudjihartini Noorwati Sutandyo Nur Handayani Utami Nurdina, Nazlah Nuri Indahwati Nuri Purwito Adi Nycane Nycane oedjatmiko oedjatmiko Oktarina, Molly Dumakuri Olfriani, Ciho Partini Trihono Pasiak, Taufiq Fredrik Praevilia M Salendu Prastya, Reza Wahyu Dwi Pustika Amalia Pustika Amalia Wahidiyat, Pustika Amalia R.A. Deta Hanifah Rafli, Achmad Ranto, Huminsa Ratna Djuwita Ratna Djuwita Ray Wagiu Basrowi Ray Wagiu Basrowi Ray Wagiu Basrowi Renno Hidayat Resyana P. Nugraheni Retnaningdyah, Windri Retno Asti Werdhani Ria Andreinie Rini Andriani Rini Mulia Sari Ririn Hariani Risatianti Kolopaking Rismala Dewi Robert Sinto Ronny Suwento, Ronny Sabarinah Prasetyo Salindri Dara Rizkita Salma Oktaria Salsabila Yasmine Dyahputri Salsabila Yasmine Dyahputri Saptawati Bardosono Saptawati Bardosono Sarah Listyo Astuti Sari, Novika Purnama Setyanto, Darmawan Budi Siti Mirdhatillah Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Sri Hartati R. Suradijono Sri Rezeki Hadinegoro Sri Sukmaniah Sudigdo Sastroasmoro Sudiyanto Darmosubroto Sudung O Pardede, Sudung O Sudung Pardede Sukamto Koesnoe Surapsari, Juwalita Suzy Maria Taufiq Fredrik Pasiak Tazkya Amany Thjin Wiguna Titi S. Sularyo Tjhin Wiguna Tjhin Wiguna Tjhin Wiguna Tonny Sundjaya Trevino Pakasi Tri Juda Airlangga Trinovita Andraini Tutik Ernawati Vella Ananda Wahyuni Indawati Wahyuni Indawati, Wahyuni Wangke, Lydia Wasito, Erika Widjaja, Melanie William Cheng Wirahmadi, Angga Yoga Devaera Yogi Prawira Yulia Wigoeno Yulianti Wibowo Yulianti Wibowo Yuliarti, Klara Yusra Zakiudin Munasir