p-Index From 2021 - 2026
7.607
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika Bulletin of Scientific Contribution : Geology El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam IJOG : Indonesian Journal on Geoscience Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan Journal of Degraded and Mining Lands Management Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Jurnal Penelitian Karet Jurnal Penelitian Sains Inklusi Journal of Disability Studies Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) IJoLE: International Journal of Language Education Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Jambura Geoscience Review JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Sastra Indonesia KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Jurnal Pena Indonesia Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Indonesian Journal on Geoscience Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Indonesian Journal on Geoscience Jurnal Cahaya Mandalika Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Language Education, Linguistics, and Culture MINERAL Jurnal Indonesia Sosial Teknologi JAGE Innovative: Journal Of Social Science Research GMPI Conference Series Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development International Proceedings of Nusantara Raya Indonesian Journal of Environment and Disaster OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Calvaria Medical Journal Bulletin of Geology Geo-Image Journal Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran ANUFA
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization re-digging waste dump on exploitation Air Laya coal mine in South Sumatera, Indonesia Pebrianto, Rosihan; Setiawan, Budhi; Ibrahim, Eddy; Sutriyono, Edy
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 4 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.124.7953

Abstract

In doing slope design, paying attention to slope geometry and soil shear strength is necessary. Determination of slope geometry design also considers the balance between height and slope and production benefits. Research was conducted to analyze slope stability by testing physical and mechanical properties, limit equilibrium, and probabilistic Monte Carlo methods. The surface area of the Overburden stripping area in the 2024 RKP design amounted to 8,172.79 ????2. The production target is 2,000,000 tons of coal with a volume of overburdened material that must be stripped of 29.00, and a Stripping Ratio was obtained with a value of 14.5. The results of the overall slope evaluation of the Old Dump material with an overall slope height of 66.582 m, a slope width of 447.69 m, an overall slope of 8.32? and a bench width of 25 m, a bench height of 6 m with a ratio of 1:3 and a single slope angle of 18.43?. Then, the redesign was carried out and obtained recommendation results of 64.799 m overall slope height, 303.33 m slope width, 1,3.02? overall slope, and 25 m bench width, bench height at elevation 131-110 of 8 m with a comparison ratio of 1:2, single slope 26.57? and at elevation 110-50 of 8 m with a comparison ratio of 1:1.5, single slope 33.69.
Rekonstruksi Sejarah Geologi dengan Analisis Stratigrafi Daerah Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Pranata, Ridho; Setiawan, Budhi; Rochmana, Yogie Zulkurnia
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.1022

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Secara geologi terletak pada Cekungan Sumatera Selatan dengan batuan penyusun berupa batuan sedimen klastik dan batuan piroklastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, merekonstruksi, dan memodelkan kondisi geologi daerah penelitian berdasarkan aspek stratigrafi. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi, analisis paleontologi, penampang dan pembuatan model geologi. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari enam Formasi dari yang tertua hingga termuda, yaitu Formasi Talang Akar (Tomt) dengan litologi batupasir karbonat dan batulanau yang mencirikan lingkungan pengendapan fluvial - delta, kemudian terjadi fase transgresi sehingga diendapkan Formasi Gumai (Tmg) dengan litologi batulempung, selanjutnya terjadi fase regresi yang menyebabkan diendapkannya Formasi Air Benakat (Tma), pada saat terjadi regresi atau penurunan muka air laut, terjadi perubahan arah pengendapan ke arah darat (progradasi) dan sifat karbonatannya berkurang mengikuti lingkungan pengendapan darat sehingga mengendapkan Formasi Muara Enim (Tmpm) yang dicirikan dengan adanya endapan batubara, kemudian diendapkan Formasi Kasai (Qtk) yang mengisi lembah sinklin pada daerah penelitian dengan ciri litologi Tuff, dan terakhir diendapkan Formasi Gunungapi Muda (Qhv) secara tidak selaras. Aktivitas sedimentasi dimulai pada masa Oligosen hingga Holosen. Proses pengendapan masa lalu di lingkungan Neritik didominasi oleh aktivitas transgresi-regresi yang disertai dengan aktivitas vulkanisme pada kondisi Holosen.
Analisis Pengaruh Struktur Berdasarkan Lineament Terhadap Zona Kerawanan Longsor Daerah Cihaur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Rizki, Kurnia Rahma; Setiawan, Budhi
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i2.1003

Abstract

Lineament memiliki beragam implikasi dan aplikasi dalam geologi, hidrogeologi, dan geomorfologi. Fokus dari studi ini adalah pada lineament geologis dan implikasi strukturalnya. Daerah penelitian secara geografis terletak di Desa Cihaur, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ni untuk menganalisis kelurusan yang terbentuk kemudian disebandingkan dengan hasil analisis data struktur di lapangan pada daerah Cihaur dan Sekitarnya. Pengolahan analisis didukung oleh DEMNAS dan kemudian diproses menggunakan aplikasi seperti ArcGIS, MapSource, dan PCI Geomatica. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis lineament digunakan data berupa data lapangan dan data spasal. Dari analisis lineament dengan mengaitkan data struktur geologi, teramat bahwa wilayah studi menunjukan variasi densitas dari rendah hingga tinggi, serta membentuk pola strktur lipatan antiklin Rajamandala menunjukkan arah dominan Timurlaut-Baratdaya, sementara sesar Sukamanah cenderung ke arah Barat-Timur. Hasil analisis lineament dari daerah penelitian menunjukkan adanya pola umum struktur yang berorientasi Barat-Timur, Baratlaut-Tenggara, Utara-Selatan, dan Baratdaya-Timurlaut. Interpretasi ini didasarkan pada citra Digital Elevation Model (DEM). Korelasi antara data analisis lineament dan observasi lapangan menunjukkan adanya hubungan yang erat diantara keduanya.
Pemodelan Geologi Penyebaran Ketebalan Batubara dan Perhitungan Sumberdaya Batubara Pada Tambang SBJ Di PT. Bukit Asam Tanjung Enim, Sumatera Selatan Farahdila, Silvie; Setiawan, Budhi
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.866

Abstract

Batubara termasuk ke dalam pada dari bahan galian berupa energi terindikasi di Indonesia dan yang berpotensi sangat besar, diketahui pada salah satunya berada di Pulau Sumatera seperti PT. Bukit Asam (PTBA). Berdasarkan hasil pemodelan geologi dengan menggunakan aplikasi MineScape dapat diketahui estimasi sumberdaya batubara dengan menggunakan metode polygon. Dengan mengukur ketebalan batubara dari awal hingga akhir, dapat ditentukan nilai sumber daya tersebut. Pada pengambilan data di lapangan menggunakan metode measuring section dimana mengambil ketebalan batubara seam a1 dan seam a2, data kedudukan, data slope, dan data pendukung lainnya. Well logging adalah pengukuran pada sumur bor dan perekaman atau yang dilakukan dalam memperlihatkan karakteristik dari suatu batuan. Log kepadatan, sinar gamma, dan kaliper semuanya digunakan untuk menentukan ketebalan dan bagian batubara. Ketebalan rata-rata pada well logging seam A1 dan A2 berkisar 8.24-11.68 m. Berdasarkan SNI 5015 – 2011, kondisi geologi yang dikaji dari aspek tektonik, proses sedimentasi, dan variasi kualitas termasuk ke kondisi geologi sederhana. Setelah dimodelkan geologi didapatkan estimasi sumberdaya batubara menggunakan Metode Polygon, estimasi sumberdaya batubara seam A1 adalah 1.795.725,52 ton dan seam A2 adalah 8.173.539,78 ton. Total sumberdaya batubara secara keseluruhan adalah 9.969.265,3 ton.
Studi Mikrofasies dan Diagenesis Sebagai Penentu Lingkungan Pengendapan Batuan Karbonat Formasi Ledok Daerah Kenduran, Tuban, Jawa Timur Setiawan, Budhi; Marswati, Ceria
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.931

Abstract

Formasi Ledok terbentuk pada saat proses regresi dimana muka air laut mengalami penurunan yang menyebabkan suplai material sedimen darat banyak terendapkan dan terendapkan litologi karbonatan dengan kandungan foraminifera, dan tersusun oleh batupasir karbonatan. Batupasir pada Formasi Ledok cenderung berwarna kehijauan dan bersifat karbonatan.  Analisis mikrofasies dan diagenesis batuan karbonat dilakukan untuk mengetahui lingkungan pengendapan serta proses-proses diagenesis pada batuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan petrografi sampel batuan dalam menentukan karakteristiknya. Sebanyak tujuh sampel batupasir Formasi Ledok dilakukan pengklasifikasian batuan yang didasarkan pada tiga parameter penyusun batuan yaitu lime, mud dan silika menghasilkan jenis batuan argillaceous limestone. Mikrofasies Batupasir Formasi Ledok menunjukkan bahwa fasies ini merupakan grainstone or packestone with abundant foram/algae yang merupakan tipe standar microfasies 18 dan mengalami proses diagenesis berupa fase kompaksi, fase pelarutan, fase sementasi dan terbentuknya mineral autigenik berupa mineral glaukonit berwarna hijua yang berlimpah. Batupasir Formasi Ledok terendapkan di lingkungan open marine yang merupakan facies zone 7 pada kedalaman yang dangkal dan terhubung dengan laut terbuka. 
Analisis Lingkungan Pengendapan Batugamping Pasiran Formasi Wonocolo Berdasarkan Kelimpahan Foraminifera Bentonik Besar Daerah Bamban, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Abimanyu, Gilang; Setiawan, Budhi; Rochmana, Yogie Zulkurnia
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.1021

Abstract

Keterdapatan foraminifera bentonik besar yang melimpah pada daerah penelitian menjadi menarik untuk dilakukan penelitian pada bidang sedimentologi dan paleontologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan pengendapan Formasi Wonocolo dengan menggunakan kandungan foraminifera bentonik besar pada sayatan tipis batuan. Penelititan mengenai lingkungan pengendapan dapat dilakukan karena kelimpahan spesies foraminifera bentonik besar pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis petrografi sayatan tipis sampel batuan dan penarikan diagram lingkungan pengendapan. Analisis petrografi yang telah dilakukan mendapatkan klasifikasi batugamping pasiran Formasi Wonocolo termasuk kedalam packstone. Hasil analisis mengidentifikasi 8 spesies foraminifera bentonik besar yang ditemukan yaitu Streblus sp., Discorbis sp., Palmerinella palmerae, Anomalinoides rubiginosus, Lepidocyclina sp., Nummulites sp., Lagena elongata, dan Cycloclypeus sp. Analisis lingkungan pengendapan dilakukan dengan melakukan plotting pada diagram Hallock. Hasil analisis mendapatkan lingkungan pengendapan daerah penelitian terletak pada lingkungan Backreef tepatnya pada zona Shelf Sands dan Open Shelf, perubahan lingkungan pengendapan tersebut terjadi dikarenakan perubahan muka air laut. Hasil analisis biostratigrafi menunjukkan satuan biostratigrafi daerah penelitian merupakan zona kumpulan Rotaliida. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan lingkungan pengendapan batugamping pasiran dengan memanfaatkan potensi kelimpahan fosil foraminifera bentonik besar pada daerah penelitian.
KONTROL DIAGENESIS TERHADAP POROSITAS BATUPASIR FORMASI BOJONGMANIK ANGGOTA BATUPASIR DAERAH LEUWIDAMAR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Atthoriq, Muhammad Hafidz; Setiawan, Budhi; Rochmana, Yogie Zulkurnia
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 9, No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v9i1.14398

Abstract

Diagenesis dapat mempengaruhi nilai porositas pada batupasir Formasi Bojongmanik Anggota Batupasir. Studi terkait kontrol diagenesis di daerah Leuwidamar belum dilakukan secara detail, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol diagenesis terhadap porositas pada Formasi Bojongmanik di daerah Leuwidamar. Metode yang digunakan adalah analisis petrografi, analisis diagenesis dan analisis porositas. Analisis petrografi untuk mengetahui karakteristik batuan dilihat secara mikroskopis, Analisis diagenesis untuk penentuan fase diagenesis beserta tahapan diagenesis di lokasi penelitian dan analisis porositas untuk mengetahui tingkat kualitas porositas batuan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu fase diagenesis diantaranya fase kompaksi, fase pelarutan, fase sementasi dan fase autigenesis yang kemudian akan menentukan tahapan diagenesis. Pada tahapan diagenesis terdapat dua tahap yaitu tahap mesogenesis dan telogenesis. Pada tahap mesogenesis terjadi proses kompaksi, pelarutan, sementasi dan authigenesis pada kedalaman 2,5 sampai 6 km dan suhu yang berkisar antara 80o hingga 220oC. Pada fase telogenesis terjadi pengangkatan akibat adanya aktivitas tektonisme pada kala miosen akhir yang mengakibatkan terbentuknya sesar normal, lipatan antiklin dan liptaan sinklin di daerah Leuwidamar. Hal tersebut mengakibatkan lapisan batupasir terangkat ke permukaan dan terkena air meteorit sehingga terbentuknya oksidasi besi. Batupasir Formasi Bojongmanik Anggota Batupasir di daerah penelitian memiliki tingkat kematangan yang bervariasi yaitu Mature A, Mature B dan Super Mature. Daerah Leuwidamar memiliki tingkat porositas cukup hingga istimewa (12,8% hingga 30,1%).
KONTROL DIAGENESIS TERHADAP POROSITAS BATUPASIR FORMASI BOJONGMANIK ANGGOTA BATUPASIR DAERAH LEUWIDAMAR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Atthoriq, Muhammad Hafidz; Setiawan, Budhi; Rochmana, Yogie Zulkurnia
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 9, No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v9i1.14398

Abstract

Diagenesis dapat mempengaruhi nilai porositas pada batupasir Formasi Bojongmanik Anggota Batupasir. Studi terkait kontrol diagenesis di daerah Leuwidamar belum dilakukan secara detail, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol diagenesis terhadap porositas pada Formasi Bojongmanik di daerah Leuwidamar. Metode yang digunakan adalah analisis petrografi, analisis diagenesis dan analisis porositas. Analisis petrografi untuk mengetahui karakteristik batuan dilihat secara mikroskopis, Analisis diagenesis untuk penentuan fase diagenesis beserta tahapan diagenesis di lokasi penelitian dan analisis porositas untuk mengetahui tingkat kualitas porositas batuan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu fase diagenesis diantaranya fase kompaksi, fase pelarutan, fase sementasi dan fase autigenesis yang kemudian akan menentukan tahapan diagenesis. Pada tahapan diagenesis terdapat dua tahap yaitu tahap mesogenesis dan telogenesis. Pada tahap mesogenesis terjadi proses kompaksi, pelarutan, sementasi dan authigenesis pada kedalaman 2,5 sampai 6 km dan suhu yang berkisar antara 80o hingga 220oC. Pada fase telogenesis terjadi pengangkatan akibat adanya aktivitas tektonisme pada kala miosen akhir yang mengakibatkan terbentuknya sesar normal, lipatan antiklin dan liptaan sinklin di daerah Leuwidamar. Hal tersebut mengakibatkan lapisan batupasir terangkat ke permukaan dan terkena air meteorit sehingga terbentuknya oksidasi besi. Batupasir Formasi Bojongmanik Anggota Batupasir di daerah penelitian memiliki tingkat kematangan yang bervariasi yaitu Mature A, Mature B dan Super Mature. Daerah Leuwidamar memiliki tingkat porositas cukup hingga istimewa (12,8% hingga 30,1%).
NILAI HUMANISME DALAM CERITA RAKYAT KIAI JEGOT PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Hermawan, Muhammad Alfian; Setiawan, Budhi; Anindyarini, Atikah
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2025): BAHTERASIA VOLUME 6 NO 2 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v6i2.24269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai humanisme dalam cerita rakyat Kiai Jegot Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan content analysis. Objek penelitian adalah Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional yang ditulis oleh Dhanu Priyo Prabowo. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada cerita rakyat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat disimpulkan cerita rakyat Kiai Jegot, memuat nilai-nilai humanisme. Nilai humanisme yang termuat yaitu nilai kebebasan, nilai kerja sama, nilai rela berkorban, nilai peduli, nilai tolong menolong (gotong-royong), dan nilai solidaritas. Nilai-nilai tersebut tergambarkan melalui lakuan tokoh dalam cerita. Dalam cerita rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta tokoh selaku pemeran dalam cerita memiliki sikap-sikap humanisme yang meninggikan derajat dan martabat manusia.
ANALISIS KEBUTUHAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN BERBICARA BERBASIS TEORI KOGNITIF SOSIAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Safrihady, Safrihady; Suwandi, Sarwiji; Setiawan, Budhi; Rohmadi, Muhammad
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i1.31718

Abstract

One of the main concerns of most language teachers is to provide solutions for language learners in order to develop language proficiency. In this case, speaking skills have become a major concern of language teachers as well as language learners. These problems in this research include the learning atmosphere that is not yet pleasant, the application of learning models and methods is not yet effective and efficient, students' internal constraints, the assessment process is not yet effective, and there is no motivation and involvement of all students' senses in learning. This study examines students' needs for learning to speak based on social cognitive theory. Data were obtained from class XI students in five senior high schools. The results of the research found that 1) it is necessary to create a pleasant learning atmosphere; 2) the need to choose the right model and method as well as apply it effectively and efficiently in learning because this is related to students' internal problems; 3) There needs to be an improvement process in aspects of the appraisal process; 4) there needs to be motivation and involvement of all student senses in learning. It can be concluded that this problem requires innovation and development of speaking teaching models in order to improve the quality of teaching speaking in class XI senior high school students.
Co-Authors Abdurrahman Hanif Albaihaqi Abimanyu, Gilang Agus Rahman Alamsyah Aldri Frinaldi Alfiati Alfuazri, M. Gilang Ama, Fuad Andayani Andayani Andayani Andili, Agshal Almachzumi Ani Rakhmawati Arief Setyawan Arieffiandhany, Riezal Asof, H. Marwan Atikah Anindyarini Atthoriq, Muhammad Hafidz Bakri Bakri Cahyaningrum, Fitria Chaesar, Ari Suryawati Secio Chafit Ulya Charlos Togi Stevanus, Charlos Togi Dedi Rohendi Dianastiti, Firstya Evi Dyah Hastuti, Endang Wiwik Eddy Ibrahim Edi Riawan Edy Sutriyono Ernawati Faradila, Nanda Argi Noer Farahdila, Silvie Felicity, Felicity Fitriani, Aula Gallant Dwi Pangestu Nugroho Akbar Gurada Capah, Ade Indra Harfiandri, Muhammad Said Harnani Harnani Hartati, Restiana Dwi Haryanti, Rini Dwi Hastuti, Nuri Puji Hermawan, Muhammad Alfian Hibatullah, Kevin Nabil Islam, Muhammad Izzul Ismaryanto, Ismaryanto KAMIL, FADHELLATUL Kartika Ishartadiati Karyadi, Rian Khakim, Mokhamad Yusup Nur Kundharu Saddhono Kurniawan, Deviyanto Landia, Karmila Putri Lusiani Tjandra Marswati, Ceria Masfufatun Masfufatun Muhammad Rohmadi Muhammad Taufik Toha Mukhlis, Muhammad Munib Ikhwatun Iman Murtianingsih Murtianingsih, Murtianingsih Nardi, Rajhi Febri Nugraheni Eko Wardani Oman Abdurahman Pebby Putra Juenda Pebrianto, Rosihan Permana, Lano Adhitya Pranata, Ridho Pratika Yuhyi Hernanda Putri, Atika Nabila Putri, Helen Dwi Putri, Zahrah Belinda RAHARJO, BUDIONO Rahaya, Ivana Septia Raheni Suhita Rahmatullah, Arif Rifki Aditya, Rifki Rio, Ferdinan Rizki, Kurnia Rahma Rizkie, Dania Rosihan, Pebrianto Sabaruddin Sabaruddin Safrihady, Safrihady Santoso, Nugroho Ponco Sari, Fatrina Aprilia Sarwiji Suwandi Setyaningsih, Arinda Oktariski Simanjuntak, Presli Panusunan Slamet Subiyantoro Sumarwati Suyeda, Fadhil D. Utami, Sri Lestari Wahdini, Lisa Wahyu Wardana, Muhammad Aditya Wisnu Wicaksono, M. Dwiki Satrio Wijaya, Wildan Maulana Wulandari, Atik Sri Wulandari, Zhalsa Yogie Zulkurnia Rochmana Yuliningsih, Yuliningsih