Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Edukasi Mengenai Penggunaan KB Sebagai Upaya Mengatur Jarak Kehamilan yang Sehat pada Pasangan Usia Subur Wardati, Jumadiah; Marbun, Meyana; Friani, Sri Rahma; Herawati, Noni; Handayani, Putri; Yolanda, Yolanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i1.6400

Abstract

Ledakan penduduk dapat terus meningkat akibat penambahan angka kehamilan. Bahkan beberapa keluarga mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran. Keluarga berencana merupakan suatu cara yang memungkinkan seseorang untuk mencapai jumlah anak yang diinginkan dan menentukan jarak kehamilan, dimana hal ini dapat dicapai melalui penggunaan metode kontrasepsi. Pasangan Usia Subur (PUS) adalah pasangan yang berada dalam rentang usia dimana wanita mampu untuk hamil dan melahirkan, umumnya antara 15 hingga 49 tahun. Sedangkan program keluarga berencana (KB) adalah suatu upaya untuk membantu pasangan dalam menentukan jumlah anak yang diinginkan dari jarak kelahiran. Pada umumnya PUS  harus mengikuti program KB karena sebagian besar aktivitasnya dilakukan di rumah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan mengatur jarak kehamilan sehingga dapat mengurangi ledakan penduduk akibat penambahan angka kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para peserta mengenai cara penggunaan kontrasepsi yang baik dan benar. Selain itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk memilih metode kontrasepsi yang cocok dan sesuai dengan kondisi mereka. Pendekatan yang dilakukan yaitu metode partisipatif dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat untuk mendapat perizinan dan dukungan dalam memberikan edukasi kepada sasaran kegiatan yaitu Pasangan Usia Subur (PUS).  Kegiatan ini juga meliputi pemberian edukasi berupa penyuluhan yang menggunakan media seperti video edukasi dan poster. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan.
Dukungan Keluarga Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Sumule, Arsiaty; Nurdian, Rubi; Lily, Cut; Apriana, Lina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10649

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di Indonesia. Kepatuhan minum obat merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pengobatan TB, dan dukungan keluarga dapat memainkan peran penting dalam hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit TK IV 01.07.01 Pematangsiantar Tahun 2024. Menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 70 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang dimodifikasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (60,0%) dan berusia >70 tahun (41,4%). Sebanyak 90,0% responden memiliki dukungan keluarga yang baik dan tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p
Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada NY.T G1P0A0 Trimester I Dengan Morning Sickness Di Praktek Mandiri Bidan Agustina Pematangsiantar 2024 Ginting, Cici Pratiwi; Sijabat, Yulia Wandani; Habeahan, Emika Yesi; Marbun, Meyana
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10617

Abstract

Berdasarkan data Provinsi Sumatera Utara angka kejadian hiperemesis gravidarum sebesar 59% dan di Kota Medan hiperemesis gravidarum masih mencapai 35%. Dampak mual dan muntah apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan gejala yang lebih berat (intracable) serta persisten yang terjadi pada awal kehamilan sehingga mengakibatkan dehidrasi, gangguan elektrolit atau defisiensi nutrien yang dikenal sebagai hyperemesis gravidarum. Tujuan : Untuk mengaplikasikan asuhan kebidanan pada Ny.T dengan kasus morning sickness di Praktek Bidan Mandiri Agustina Pematangsiantar. Metode : Metode yang digunakan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir yaitu pengumpulan data dasar, interprestasi data, indentifikasi diagnosa atau masalah potensial, identifikasi dan penetapan kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Metode yang digunakan dalam penulisan laporan adalah dengan berpedoman pada tujuh langkah Harley Varney dan didokumentasikan menggunakan SOAP. Hasil : Berdasarkan asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny.T didapatkan berhasil dengan melihat perubahan yang telah dirasakan ibu baik dari keluhan, berat badan ibu dan kehamilan berlangsung normal dari hasil pemberian suplemen vitamin B6 yang di berikan selama 25 hari. Didapatkan hasil peningkatan selama 25 hari yaitu ibu dikatakan aman bagi pasien yang mengalami Morning Sickness. Setelah di tinjau oleh penulis, terdapat kesenjangan antara teori dengan asuhan kebidanan yang diberikan oleh penulis terhadap Ny.T. Saran : Diharapkan bidan mampu mengidentifikasi tanda bahaya Morning Sickness secara dini, untuk masyarakat lebih meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan bagi penderita Morning Sickness, untuk institusi dapat menambah referensi buku tentang Morning Sickness dalam kehamilan, untuk penulis agar dapat menggali ilmu pengetahuan lebih dalam dan meningkatkan mutu pelayanan
Perbandingan Defined Daily Dose Antibiotik : Studi Retrospektif Resep Rawat Inap Pasien Dewasa Di Rumah Sakit Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Thowilla, Lailan; Lestari, Vika Ayu; Saputri, Agnes; Sari, Awanda Fusvita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10684

Abstract

Antimicrobial Resistance (AMR) adalah penyebab utama terjadinya ancaman kesehatan global. Penggunaan antibiotik yang baik dan rasional dapat mengurangi beban penyakit khususnya penyakit infeksi. Karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penggunaan antibiotik di RS Efarina Etaham Pematangsiantar berdasarkan jenis dan kuantitas penggunaan yang dihitung dalam satuan DDD/100 patient days. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional dan desain retrospektif menggunakan data peresepan antibiotik pasien rawat inap dewasa periode Januari – Juni 2023. Ceftriaxone merupakan antibiotik yang paling sering digunakan untuk terapi pasien rawat inap dewasa di RS Efarina Etaham Pematangsiantar, dan pesialisasi Penyakit Dalam merupakan spesialisasi yang terbanyak meresepkan Ceftriaxone. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di rumah sakit demi mengurangi laju resistensi antimikroba.
Polifarmasi Aman Untuk Kasus Hipertensi ? Studi Retrospektifi Di Unit Rawat Jalan Sumule, Arsiaty; Nababan, Octavian; Marbun, Meyana; Fricilia, Dini; Fairu, Nur Love Suci; Saputri, Retno Esti; Tambunan, Morina Tiara
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10686

Abstract

Polifarmasi atau penggunaan banyak obat dalam satu resep, sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi, dan berpotensi meningkatkan risiko interaksi obat yang signifikan. Penelitian ini berupa penelitian retrospektif dengan menggunakan data resep polifarmasi dan non-polifarmasi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Perdagangan selama periode Januari hingga Juni 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 200 resep antihipertensi pasien rawat jalan yang terbagi atas 100 resep polifarmasi dan 100 resep non-polifarmasi, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Interaksi obat di cek melalui Micromedex, Drugs.com Interaction Checker, dan Medscape. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk melihat hubungan antara variabel dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi lebih tinggi (89%) dibandingkan dengan resep non-polifarmasi (50%). Namun, dari hasil analisis statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara polifarmasi dan non-polifarmasi dengan potensi interaksi obat antihipertensi serta tingkat keparahannya berdasarkan signifikansi klinis (p-value > 0,05). Kesimpulannya, polifarmasi tidak selalu memiliki dampak pada peningkatan potensi interaksi obat dan tingkat keparahan interaksinya.
KESESUAIAN PENGELOLAAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PADA PERIODE 2024 DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM KOTA PEMATANGSIANTAR Tampubolon, Reni Oktavia; Oktadiana, Isma; Nababan, Octavian A.; Marbun, Meyana
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11663

Abstract

Pengelolaan obat perlu dilakukan dengan baik, karena pengelolaan obat yang baik akan menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat yang Efisiensi, Efektif dan Rasional. Pengelolaan perbelakan farmasi yang baik khususnya obat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat kesalahan pada tata kelolanya yang meliputi proses perencanaan kebutuhan obat, Pemilihan, Perencanaan Kebutuhan, Pengadaan/Permintaan, Penerimaan/Pemeriksaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pemusnahan Dan Penarikan, Pengendalian, Administrasi (Pencatatan Dan Pelaporan). Berdasarkan Indikator Standar Pengelolaan Obat yaitu Pudjaningsih (1996) dan Indikator Kemenkes (2010). Pengelolaan obat yang meliputi Perencanaan Kebutuhan, Pengadaan/Permintaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Administrasi (Pencatatan dan Pelaporan) merupakan salah satu tugas dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar. Pengelolaan obat yang buruk akan memberikan dampak negatif terhadap mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan obat pada bulan Januari-Juni Tahun 2024 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli- Agustus Tahun 2024. Penelitian ini bersifat Deskriptif dengan Data Kuantitatif yang diperoleh secara Retrospektif (Sugiyono, 2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan Kebutuhan, Pengadaan/Permintaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Administrasi (Pencatatan dan Pelaporan) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar sudah sesuai dengan standar kefarmasian.
The Relationship Between Health Education and Knowledge Elderly People About Hypertension at the Sayur Matua Elderly Posyandu, Saran Padang Village, Simalungun Regency Marbun, Meyana; Purba, Yeni Trisna; Febiola, Marcellyn
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 2 (2023): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i2.1517

Abstract

Hypertension is the leading cause of heart failure, stroke, and kidney failure. Hypertension is a risk factor for morbidity and mortality, influenced by emotional disturbances, obesity, excessive alcohol consumption, excessive coffee consumption, and heredity. The majority of respondents were aged 65–70 years (38.4%), while a minority were aged over 70 years (30.3%). The majority of respondents were female (67.7%), while a minority were male (32%). The majority of respondents have jobs as retired civil servants, namely 23 people (23.2%), traders/entrepreneurs, namely 23 people (23.2%), farmers, namely 23 people (23.2%), while the minority are private employees, namely 12 people (12.2%). The majority of respondents have junior high school education, namely 36 people (36.4%), high school education, namely 36 people (36.4%), while the minority have college education, namely 13 people (13.1%). The majority of respondents have received health education, namely 54 people (54.5%), while the minority have never received health education, namely 45 people (45.5%). The majority of respondents have sufficient knowledge, namely 44 people (44.4%), while the minority have insufficient knowledge, namely 20 people (20.2%). From the results of the chi-square test of the cross-table of health education with knowledge, the p value is 0.000. It can be concluded that health education has a relationship with the knowledge of the elderly about the relationship of health education with the knowledge of the elderly about how to prevent hypertension at the Sayur Matua Elderly Posyandu, Saran Padang Village, Dolok Silau District, Simalungun Regency in 2020, because the p value <0.05.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU HAMIL DALAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SINGOSARI, KECAMATAN SIANTAR BARAT, KOTA PEMATANG SIANTAR Marbun, Meyana; Br Barus, Rovina; Purba, Yeni Trisna; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.6315

Abstract

Kehamilan adalah momen yang dinantikan setiap wanita sebagai awal peran menjadi seorang ibu. Namun, kehamilan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kegelisahan, dan kehati-hatian dalam beraktivitas karena kondisi kandungan yang harus dijaga. Menurut UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya peningkatan kesehatan ibu bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengurangi angka kematian ibu. Salah satu bentuk pelayanan kebidanan adalah kelas ibu hamil, di mana para ibu belajar bersama, berdiskusi, dan berbagi pengalaman seputar kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singosari pada bulan Oktober s/d Desember. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang memeriksakan kehamilan di UPTD Puskesmas Singosari dan seluruh populasi menjadi sampel (total populasi) yaitu 38 responden. Hasil penelitian bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000, ada pengaruh dukungan suami dengan pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000. Rekomendasi agar suami terus mendampingi istri dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dan rutin mengikuti senam hamil sehingga persalinan ibu lancar dan ibu merasa nyaman dengan kehamilannya.
Implementation of Health Counseling on Diarrhea in Children at Sdn 08982 Batu Dua Puluh, Panei District, Simalungun Regency Br Saragih, Jumadiah Wardati; Marbun, Meyana
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 1 No. 2 (2022): IJCS: International Journal of Community Service
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v1i2.1548

Abstract

Diarrhea is a very common condition. It can affect both children and adults. The highest incidence is found in children under 2 years of age, where viruses are the most common cause. Diarrhea is defined as an increase in the frequency and looseness of bowel movements. A normal frequency of bowel movements is 1-3 times per day and a volume of 200-300 ml. 250 grams a day. If it exceeds that amount, then a person can be said to have diarrhea. There are several terms for diarrhea, namely: Acute diarrhea if it lasts less than 1 week; Persistent diarrhea is diarrhea that lasts more than 14 days and is caused by an infection, for example, diarrhea caused by a virus due to poor implementation so that it continues for more than 14 days, dysentery that is not treated so that it lasts more than 14 days, or diarrhea caused by bacteria that are resistant to a number of antibiotics so that it lasts more than 14 days; Chronic diarrhea is diarrhea that lasts more than 14 days and is not caused by a virus, for example due to impaired intestinal function in digesting food, the presence of a food substance that cannot be absorbed by the body, and so on; Dysentery is diarrhea accompanied by mucus and blood. Dysentery is caused by the Shigella bacteria or the Entamoeba histolotica parasite; Cholera is watery diarrhea in which almost no stool residue can be found at all (watery diarrhea). Cholera often causes epidemics and very quickly causes dehydration which causes the sufferer to die. Cholera is caused by the bacteria Vibrio cholerae.
EDUKASI DAN PELATIHAN PIJAT BAYI UNTUK OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA Meyana Marbun; Keysha Iszmi Erhan; Amanda Sahfitri
Jurnal Pengabdian Bukit Pengharapan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengarapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/jurdian.v2i1.904

Abstract

Abstrak Pijat bayi telah diakui secara luas memiliki berbagai manfaat, tidak hanya untuk relaksasi tetapi juga untuk stimulasi tumbuh kembang balita. Namun, masih banyak orang tua, khususnya ibu di komunitas, yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai teknik dan manfaat pijat bayi yang benar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu/pengasuh balita di [nama lokasi/desa] tentang pijat bayi sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang balita. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik mandiri dengan pendampingan. Kegiatan ini melibatkan [jumlah] ibu/pengasuh balita. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan praktik pijat bayi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rekomendasi mencakup keberlanjutan program edukasi dan pembentukan kelompok pendukung pijat bayi di komunitas.
Co-Authors Adrian K Tarigan Afriyanti Sihombing Alijah, Alijah Amanda Sahfitri Amanda Sahfitri Andreas Andreas Anggraini, Sry Apriana, Lina Arsiaty Arsiaty Arsiaty Arsiaty Sumule Arsiaty Sumule Arthauly Gracia Sinaga Astri Ulina Saragih Beta Hanindiya Beta Hanindiya Boas Nicoyono Pasaribu Br Barus, Rovina Br Saragih, Jumadiah Wardati Caroline Tambunan, Bionitha Deswidya Hutauruk Deswidya S Hutauruk Devi Yuliani Luming Dian Permata Nasution Dian Permata Nasution Dilla Sastia Mara Dilla Sastia Mara Dilla Sastri Mara Dilla Sastri Mara Diyah Ayu Anggriani Eka Saudur Renaldi Sihombing Eka Saudur Sihombing Elsida Aritonang Emi Sugesti Emi Sugesti Emi Sugesti, Emi Fairu, Nur Love Suci Febiola, Marcellyn Febiola, Marcelyn Febriani, Winda Friani, Sri Rahma Fricilia, Dini Ginting, Cici Pratiwi Habeahan, Emika Yesi Haloho, Elia Hekdin Marsius Sipayung Hendri Kurniawan Herawati, Noni Ida Widiawati, Ida Indri Nurhabibah Irwandi Isma Oktadiana Ismi Noer Fadilah Ismi Noer Farida Ismi Noer Farida Jesita Pratiwi Siagian Juliana Siboro Jumadiah Wardati Jumadiah Wardati Br Saragih Keysha Iszmi Erhan Keysha Iszmi Erhan Lestari, Vika Ayu Lily, Cut Marbun, Lilis Oktavia Marolop Parlindungan Napitu Marolop. P. Napitu Marsius Sipayung, Hekdin Maswan Daulay Muharti Sanjaya Muharti Sanjaya Muliati Muliati Muliti Muliti Mustaruddin Mustaruddin Mustaruddin Nababan, Octavian Nababan, Octavian A. Nikmatul Khasanah Novida Ariani Nur Masdalifah Nurdian, Rubi Nurun Nisa Octavian Ashindo Nababan Oktadiana, Isma Oktafiana Manurung Purba, Desi Marliani Putri Handayani Ria Lusi Utami Riada Pasaribu Riada Pasaribu Romauli Pakpahan Romauli Sihaloho Salim Efendi Salim Efendi, Salim Samosir, Wilson Santy Widya Purba Saputri, Agnes Saputri, Retno Esti Sari, Awanda Fusvita Setianto, Rony Shofian Syarifuddin Siagian, Jesita Pratiwi Sijabat, Yulia Wandani Sipayung, Hekdin Situmorang, Dorlan Sondang Sidabutar Sri Rahma Friani Sri Rahma Friani Sri Wahyuni Tarigan Srirahma Friani Sumule, Arsiaty Sumule, Arsiyati Syahfitri, Latifah Tambunan, Morina Tiara Tampubolon, Reni Oktavia Tarigan, Adrian K Taufik Hidayat Thowilla, Lailan Titin Wahyu Toberni S. Situmorang Tri Sanjaya Ummi Umayyah Wilson Samosir Wilson Samosir Wilson Samosir Yeni Trisna Purba Yolanda Yolanda, Yolanda Yulia Delfahedah Yulia Delfahedah Yunda Pita Sari Simbolon Zendrato, Ferawati