Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPRESI INSULIN PADA PANKREAS MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN STREPTOZOTOCIN BERULANG Erwin E; Etriwati E; Muttaqien M; Tri Wahyu Pangestiningsih; Sitarina Widyarini
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.123 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ekspresi insulin pada pankreas mencit (Mus musculus) yang diinduksi streptozotocin berulang dengan pewarnaan imunohistokimia yang berguna sebagai hewan model diabetes melitus. Tiga puluh ekor mencit jantan galur Balb-C, umur 12-14 minggu dengan bobot badan 30-40 g dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor. Kelompok 1 (K1) diberikan pelarut streptozotocin, sedangkan kelompok 2 (K2) diberikan streptozotocin dengan dosis 40 mg/kg bobot badan dalam 50 mM natrium sitrat bufer pH 4,5 secara intraperitoneal sebanyak 0,5 ml selama 5 hari berturut-turut. Hewan percobaan dari masing-masing kelompok dieutanasia sebanyak 2 ekor pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 setelah perlakuan, selanjutnya mencit diperfusi dan dinekropsi untuk mengambil jaringan pankreas sebagai sampel pemeriksaan imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase menggunakan antibodi mouse anti-insulin (1:300). Berdasarkan uji statistik menggunakan analisis varian, ekspresi insulin pada sel beta Langerhans pankreas K1 lebih tinggi dibandingkan K2 (P0,05). Waktu pengamatan dan interaksi antara kelompok dan waktu pengamatan menunjukkan perbedaan yang signifikan (P0,05). Induksi dosis rendah streptozotocin secara berulang dapat menurunkan jumlah ekspresi sel beta Langerhans pankreas yang imunoreaktif terhadap insulin.
KARAGENIN SEBAGAI MODEL INFLAMASI PADA KULIT MENCIT: GAMBARAN MAKROSKOPIK DAN HISTOPATOLOGIS Sitarina Widyarini; Sugiyono Sugiyono; Yuli Purwandari Kristianingrum; Bambang Sutrisno
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.62689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model inflamasi kulit pada punggung mencit betina galur Swiss dengan menggunakan karagenin dengan berbagai konsentrasi. Pada penelitian ini akan digunakan 45 ekor mencit  betina galur Swiss umur 2 bulan yang dibagi dalam tiga kelompok secara acak. Kelompok I diberi karagenin  1%. Kelompok II diberi karagenin 2%, dan kelompok III diberi karagenin 4%. Induksi inflamasi dengan karagenin dilakukan melalui injeksi sub kutan karagenin dengan volume 0,1 mL pada kulit punggung mencit.  Sebelum dilakukan injeksi karagenin tebal lipat kulit (skin-fold thickness) diukur dengan menggunakan jangka sorong digital. Selanjutnya setiap jam setelah injeksi sampai dengan jam ke- 6 pasca injeksi. Hewan coba selanjutnya dietanasi dengan cara dislokasi servikalis pada akhir jam ke-6. Organ kulit diambil dengan memotong kulit pada area dimana injeksi karagenin dilakukan dan selanjutnya diawetkan dengan formalin 10% untuk pemeriksaan histopatologis dengan pewarnaan hematoxylin eosin. Analisis data tebal lipat kulit dianalisis dengan Two Ways Anova dan diikuti dengan post hoc test Tukey test. Hasil penelitian memperlihatkan  ada perbedaan bermakna pada tebal lipat kulit antar kelompok perlakuan (p<0,05). Injeksi subkutaneuos karagenin 1%, 2% dan 4% meningkatkan tebal lipat kulit sebesar 35%, 50% dan 60% pada jam pertama pasca injeksi (p<0,05). Inflamasi mild dan moderate  pada bagian dermis ditemukan pasca injeksi karagenin 1% dan 2%. Infamasi severe pada bagian dermis dan panikulus ditemukan pasca injeksi karagenin 4%. Karagenin  dapat dipakai sebagai model inflamasi akut pada kulit punggung mencit. 
Putative Mechanical Asphyxiation and Cerebral Cyst in a Sudden Death Changeable Hawk Eagle (Nisaetus chirratus) Hardian, Andreas Bandang; Nugrahani, Warih Pulung; Rahmawati, Irhamna Putri; Widyarini, Sitarina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.3.220-227

Abstract

An adult changeable hawk eagle (Nisaetus chirratus) was found dead with no significant lesion. Previous health examination showed no abnormality suggesting that the bird underwent sudden death. Necropsy resulted no significant findings except intact living prey stuck at the upper digestive tract and nodular lesion accompanied with cerebral cyst in the cerebrum. Intact lizard body was found in the proventriculus suggesting that the bird showed odd feeding behaviour of failing to macerate the lizard. Thus, mechanical asphyxiation due to proventricular content compression was highly expected as the cause of this sudden death event. A cerebral cyst with nodular masses was present and might become space-occupying lesion in the cerebrum which distorted the cerebral parenchyma and affected the centre of neural response. Histopathology revealed that there were no proliferative reaction and neoplastic growth present. Hence, we presumed that the nodular masses came from outwards compression during the cyst formation.
Evaluation of the Antithrombotic Activity of Acmella oleracea L. Flower Ethanol Extract Tiaravista, Amanda Gita; Putri, Laras Widawaty; Nurrochmad, Arief; Widyarini, Sitarina; Fakhrudin, Nanang
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol 4, No 1 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v4i1.19055

Abstract

Acmella oleracea L. (hereinafter abbreviated as AOE) is one of the plants with the potential for antithrombosis, one of the deadliest cardiovascular diseases in Indonesia. The antithrombotic activity test on AOE leaf extract revealed that it could lyse blood clots. However, no information regarding the AOE flower as an antithrombosis is provided. This study, thus, aims to determine the chromatography profile and the antithrombotic activity of the AOE flower ethanol extract. To identify the AOE chemical profile, thin-layer chromatography was carried out. Antithrombotic testing was performed on male rats of the Sprague-Dawley strain. Then, the antithrombotic activity was tested using the FeCl3-induced rat method, with the observed parameter being total occlusion time. The test animals were also divided into six groups: normal, solvent (CMC-Na 0.9%), comparator drug (clopidogrel 8.67 mg/kg), and AOE (doses 125, 250, and 375 mg/kg). The data obtained were then analyzed statistically using Kruskal-Wallis, followed by Tukey's. The TLC profile results confirmed the presence of the alkaloid compound in AOE. The authors also found that AOE at doses of 125, 250, and 375 mg/kg significantly prolonged the occlusion time comparable to that of clopidogrel at 8.67 mg/kg (p 0.05). This finding indicates that AOE has antithrombotic activity in FeCl3-induced rats.
Spike Glycoprotein 1 Partial Gene Analysis of GI-19 (QX-like) Infectious Bronchitis Virus Isolated and Propagated from Breeder, Broiler, and Layer Chickens in Java Region Santoso, Ferdinand Prayogo Cahyo; Widayanti, Rini; Widyarini, Sitarina; Wibowo, Michael Haryadi
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 3 (2024): May 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.3.414-424

Abstract

This study aims to identify and characterize receptor binding sites (RBS) and antigenic sites (HVR-I and II) of the S1 gene fragment of the infectious bronchitis virus (IBV) isolated and propagated from commercial chickens in Java Region to monitor recent circulating virus. The samples in this study were the organs which indicated infectious bronchitis infection. The stages of this research consisted of making virus suspensions, isolation, and propagation, as well as molecular detection and characterization of viruses. Virus isolation and propagation were carried out on chicken embryonated eggs aged 11 days via the allantoic route. Culture confirmation was performed by RT-PCR of the S1 gene fragment, followed by sequencing and bioinformatics analysis. The 168-hour propagation was observed in both dwarfed and curled embryos of two isolates from 11 isolates detected as IBV-positive. Phylogenetic tree construction resulted in all isolates being grouped as GI-19 genotype (QX-like). Amino acid identity among QX-like strains was calculated at 87–100%. A total of 210 predicted amino acid residues were observed, including 31 substitutions and 2 deletions. Conclusions of this study were identified and characterized as GI-19 genotype (QX-like) IBV with amino acid changes on S1 fragment from breeder, broiler, and layer chickens in Java Region.
Hyperlipidemia Preventing Activities of Standardized Ethanolic Extract of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.): An In Vivo Study in Male Sprague-Dawley Rats Pradana, Dimas Adhi; Apriani, Lalily; Widyarini, Sitarina
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 8, NOMOR 2, AGUSTUS 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v8i2.349

Abstract

Lipid metabolism disorders can lead to hyperlipidemia that triggers atherosclerosis. This study aimed to identify the potential of standardized ethanolic extract of red spinach (Amaranthus tricolor L.) to prevent hyperlipidemia by referring to the reduction of triglyceride level and total cholesterols in male Sprague-Dawley rats. A total of 30 experimental animals was put into 6 groups, including normal, positive control (0.9 mg/kgBW of simvastatin), negative control, treatment I (200 mg/kgBW of extract), treatment II (400 mg/kgBW of extract), and treatment III (800 mg/kgBW of extract). Preventive therapy and positive control were administered from day 1 to day 67. Hyperlipidemia was induced by feeding pure lard and duck yolk to the rats twice daily from day 8 to day 67. Determination of triglyceride level and total cholesterols was conducted on day 0 and day 67. The findings revealed that the treatment groups with ethanolic extract of red spinach at doses of 200 mg/kgBW, 400 mg/kgBW, and 800 mg/kgBW had statistically significant differences (p
Uji Sitotoksik dan Uji Kombinasi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack.,) dan Doksorubisin pada Sel Limfosit Laela Hayu Nurani; Sitarina Widyarini; Ahmad Mursyidi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.100

Abstract

Uji efek sitotoksik dan uji kombinasi fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack.,) dan doksorubisin telah dilakukan terhadap sel normal limfosit secara in vitro. Fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan kombinasinya dengan doksorubisin diuji dengan metode MTT. Prinsip kerja metode MTT adalah dengan mengukur aktivitas dehidrogenase mitokondria pada sel-sel hidup yang memiliki kemampuan untuk mengkonversi MTT menjadi formazan. Pengujian sitotoksik ekstrak fraksinasi dilakukan pada konsentrasi 2000; 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25 μg/mL dan doksorubisin pada konsentrasi 4; 2; 1; 0,5; 0,25; 0,125; 0,0625 μg/mL. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh nilai IC50 fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan doksorubisin terhadap sel limfosit masing-masing 44 μg/mL dan 1,1 μg/mL. Hasil uji kombinasi diperoleh nilai CI (combination index) tertinggi adalah pada konsentrasi kombinasi 22 μg/mL (fraksi etil asetat ekstrak etanol APB) dan 0,5547 μg/mL (doksorubisin) yaitu sbesar 73,282 (CI>1=antagonis). Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi memiliki toksisitas yang lebih rendah dibandingkan doksorubisin dan dapat digunakan untuk kombinasi pada kemoterapi dengan doksorubisin.Kata Kunci : Akar pasak bumi, doksorubisin, uji sitotoksik, uji kombinasi, sel limfosit.ABSTRACTThe cytotoxicity and combination test of ethyl acetate fraction of ethanolic extract of Pasak bumi roots (Eurycoma longifolia Jack.) and doxorubicin have been made to the normal lymphocyte cells in vitro. The tests were carried out by using MTT method. Principle of the MTT method is to measure the mitochondrial dehydrogenase activity in living cells that have the ability to convert MTT into formazan. Cytotoxicity test for fraction performed at concentrations of 2000;1000;500;250;125;62,5;31,25 μg/mL and the concentrations of doxorubicin at 4;2;1;0,5;0,25;0,125;0,0625 μg/mL. From the tests IC50 values obtained ethyl acetate fraction of ethanolic extract of pasak bumi roots and doxorubicin against lymphocyte cells each 44 μg/mL and 1.1 μg/mL. The results of combination index (CI) value is 73,282 (CI>1= antagonist) at concentration of the combination 22 μg/mL for ethyl acetate fraction and 0,5547 for doxorubicin. The Results showed ethyl acetate fraction of ethanolic extract of the pasak bumi roots has lower toxicity than doxorubicin and it can be used for the combination chemotherapy with doxorubicin.Keywords : Pasak bumi roots, doxorubicin, Cytotoxicity test, combination test, lymphocyte cells
Pemberian Ko-Kemoterapi Fraksi Etil Asetat Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) terhadap Ekspresi Protein NF-K? pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi DMBA Kony Putriani; Laela Hayu Nurani; Sitarina Widyarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.49

Abstract

Kanker payudara terjadi karena adanya paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Drug of choice untuk kanker payudara adalah Doxorubicin, namun menimbulkan efek samping dan toksik pada sel normal maka diperlukan penelitian ko-kemoterapi dalam hal ini digunakan fraksi etil asetat akar pasak bumi yang dapat bersifat sebagai antiinflamasi dan apoptosis. Penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko-kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap ekspresi protein NF-K? pada Tikus SD yang diinduksi DMBA. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivo terhadap 5 Kelompok tikus galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1 hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia analisis data Kolmogorof Smirnof, uji Levene, uji ANOVA atau Kruskal Wallis. Hasil nilai rata-rata % ekspresi protein NF-K? adalah (6,64± 11,28)%, (39,53± 16,49)%, (18,10± 15,08%, (16,66± 12,51)% dan (15,39± 8,76)%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan Doxorubicin dapat menurunkan ekspresi protein NF-K? dan terhadap tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi DMBA.
Pemberian ko-kemoterapi Fraksi Etil Asetat Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Terhadap Ekspresi Protein Ki-67 pada Tikus Model Kanker Payudara yang diinduksi DMBA Suhrah Febrina Karim; Laela Hayu Nurani; Sitarina Widyarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i1.94

Abstract

Kanker payudara dapat terjadi karena paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Drug of choice untuk kanker payudara adalah Doxorubicin, namun menimbulkan efek samping dan toksik pada sel normal maka diperlukan penelitian ko-kemoterapi dalam hal ini digunakan fraksi etil asetat akar pasak bumi yang dapat bersifat sebagai antiproliferasi. penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko-kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap aktivitas proliferasi protein Ki-67 pada Tikus SD yang diinduksi DMBA. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivo terhadap 5 Kelompok tikus galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1 hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia analisis data Kolmogorof Smirnof, uji Levene dan uji Kruskal Wallis. Hasil nilai rata-rata % ekspresi protein Ki-67 juga terjadi penurunan pada kelompok ko-kemoterapi DMBA + Doxorubicin + APB (8,89±3,20)% dibandingkan kelompok DMBA+Doxorubicin (12,73±3,37)% dan kelompok DMBA+APB (11,37±5,16)%, dan terdapat perbedaan yang bermakna dengan kelompok DMBA+Doxorubicin dengan nilai signifikansi 0,020 (p<0,05) namun tidak berdeda bermakna dengan DMBA+APB dengan nilai signifikansi 0,114 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ko-kemoterapi fraksi etil asetat akar pasak bumi dapat menurunkan ekpresi protein Ki-67 pada tikus model kanker payudara yang diinduksi DMBA
Kristaluria disertai Azotemia dan Uremia pada Kucing Purnamaningsih, Hary; indarjulianto, Soedarmanto; Yunitasari, Maria; Ahmadi, Maulidina; Santika, Luh Putu Nadya; Widyarini, Sitarina; sugiyono, Sugiyono
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.83220

Abstract

ABSTRAKKristaluria merupakan salah satu gangguan yang sering ditemukan pada kucing, yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Laporan kasus ini menyampaikan diagnosis dan terapi kucing penderita kristaluria disertai Azotemia dan Uremia. Laporan kasus ini menggunakan kucing mixdom, jantan, berumur dua tahun, bobot badan 6 kg, yang diperiksakan  karena kucing tidak dapat urinasi selama 5 hari disertai nafsu makan dan minum menurun. Kucing diperiksa secara fisik dan laboratorik, serta diterapi berdasar hasil diagnosis. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan ekspresi muka waspada, kondisi tubuh sangat gemuk dengan body condition score (BCS) 5/5. Frekuensi nafas 80x/menit; frekuensi pulsus 116x/menit; dan suhu tubuh 38,2°C. Palpasi vesica urinaria (VU) kucing teraba mengalami distensi dan terdapat respon nyeri. Saat dilakukan palpasi VU, urin dapat keluar dan tampak berwarna kemerahan (hematuria).  Pemeriksaan urin di bawah mikroskop terlihat adanya kristal magnesium amonium fosfat (struvite). Urinalisis menunjukkan kucing mengalami leukosituria, proteinuria, glukosuria, dan hematuria. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah menunjukkan kucing mengalami anemia normositik-normokromik, leukositosis dengan neutrofilia dan limfopenia, azotemia, dan uremia. Kucing didiagnosis mengalami kristaluria disertai azotemia dan uremia dengan prognosis dubius-infausta. Terapi yang diberikan adalah pemijatan VU sampai urin keluar dan VU teraba kosong. Pasien diberikan terapi  Amoxicillin 10% dengan dosis 10 mg/kg bb, IM, 1 x pemberian,  diphenhydramine HCl dengan dosis 1 mg/kg bb, IM 1x pemberian. Selanjutnya diberikan amoxicillin secara oral dengan dosis 12,5 mg/kg bb,diberikan 2x sehari. Obat oral Shi Lin Tong 2x sehari sebanyak 2 tablet. Kondisi kucing menurun di hari kedua pengobatan dan berujung kematian. Perubahan makroskopis organ yang teramati yaitu pulmo mengalami edema dan hemoragi, vesica urinaria mengalami distensi dan hemoragi, ginjal mengalami hemoragi pada corticomedullary junction. Hasil pemeriksaan histopatologis menunjukkan adanya perubahan/gangguan pada vesika urinaria berupa nekrosis sebagian epithel mukosa, hemoragi subepithelial, oedema submukosa, infiltasi netrofil dan limfosit di tunika mukosa sampai tunika muskularis secara diffuse Pada ginjal terlihat vakuola berbatas jelas di sitoplasama epithel tubuli derajat berat, masa homogen eosinofilik dalam jumlah sedang di lumen tubuli. Sebagian kecil epithel tubuli mengalami nekrosis. Kongesti kapiler intraglomerular. Ginjal juga terlihat dilatasi lumen tubuli dengan epithel yang memipih. Urethra terlihat hemoragi (ekstravasasi eritrosit) di subepithelial tunika mukosa disertai infiltrasi limfosit dan neutrophil di tunika mukosa sampai submucosa Gambaran nekropsi pada organ vesica urinaria, ginjal dan urethra mendukung diagnosis berdasar pemeriksaan antemortem.  Kata-kata kunci: kristaluria, azotemia, uremia, struvit 
Co-Authors . Harjadi . Muttaqien Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Rohman Achmad Mursyidi Achmad Mursyidi Adrenalin, Sruti Listra Agnes Nora Iska Harnita Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni Agung Endro Nugroho Agung Giri Samudra Agustina Dwi Wijayanti AGUSTINUS YUSWANTO Ahmad Mursyidi Ahmadi, Maulidina Alfarisa Nurrurozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Ana Sahara Anandita Nurwijayanti Andayana Puspitasari Gani Anna Ekawati Apriani, Lalily Arief Nurrochmad Asmarani Kusumawati Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Bambang Sutrisno Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Charles Rangga Tabbu Claude Mona Airin Deasy Wulan Dwiratna Devi Usdiana Rosyidah Devita Anggraeni Dewajani Purnomosari Dewajani Purnomosari Dhasia Ramandani, Dhasia Dhirgo Adji Dimas Adhi Pradana Dwi Priyowidodo Edy Meiyanto Eka Kumalasari Endang Dwi Wulansari Erma Yunita Erwin . Erwin E Eryl Sri Rohayati Eti Nurwening Sholikhah Etriwati E Fajar Slamet Riana Fara Azzahra Fara Azzahra FARIDA HAYATI Fauziah, Ima Frans J.M. Harren Galih Dwi Mulyati Gede Bayu Suparta Gemini Alam Gemini Alam Geovani Meryza Oka Putra Caesar Gharsina Ghaisani Yumni Hady Anshory Hardian, Andreas Bandang Harjadi Harjadi Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuty Hayati, Farida Helmina Wati Hizriah Alief Jainudin Ign Edi Santosa Ika Tidariani Imanjati, Lynda Nugrahaning Indwiani Astuti Indwiani Astuti Irianiwati Irianiwati Irianiwati Widodo Iwan Sahrial Hamid Joko Prastowo Jumina Jumina Kintoko, Kintoko Kony Putriani Kurniasih . Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Laksono Trisnantoro Lalily Apriani Laras Widawaty Putri Lintang Cahya Saputri Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Marchaban Marchaban Mega Cahya Nalasukma Michael Haryadi Wibowo Milla, Yunita Apriana Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Muttaqien M Nanang Fakhrudin, Nanang Nemay Anggadewi Ndaong Neni Tri Anggraini Ngatidjan Ngatidjan Ni'ma, Neli Syahida Nina Salamah Noor Ardhi Pratomo Novrita Padauleng Novrita Padauleng Nugrahani, Warih Pulung Nura Ustrina Nurlely Nurlely Nurman Haribowo Permana, Rief Ghulam Satriya Pramono, Suwidjiyo Puspa Wikan Sari R Wasito R Wasito Rahmawati, Irhamna Putri Ramadhani, Mungky Ema Ranita Tri Budi M Rifqi Ferry Balfas Rini Widayanti Risfah Yulianty Risfah Yulianty Risfah Yulianty Riska Nufika Riska Nufika Riska Nufika Rose, Zita Xena Xaviera Ruslin Hadanu Rusmihayati Rusmihayati Santika, Luh Putu Nadya Santoso, Ferdinand Prayogo Cahyo Sardjiman S Sardjiman S Siti Salma Yusuf Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Sri Herwiyanti Sri Herwiyanti, Sri Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Sudarsono Sudarsono Sudibyo Martono Sugiyanto - Sugiyanto . Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto, Sugiyanto Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sultan Suhrah Febrina Karim Suwidjiyo Pramono Suwidjiyo Pramono Suwidjiyo Pramono Suwidjiyo Pramono Tiaravista, Amanda Gita Tri Untari Tri Untari Tri Untari Tri Wahyu Pangestiningsih Tria Zakinah Vembriarto Jati Pramono Vinsa Cantya Prakasita Wahyu Widiyaningsih Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Widhihastuti, Endah Winarsih, Sugi Yanuartono . Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono yanuartono, yanuartono - Yeremia Yobelino Sitompul Yuli Purwandari Kristiangingrum Yuli Purwandari Kristianingrum Yuli Purwandari Kristianingrum, Yuli Purwandari Yunitasari, Maria Yustina Sri Hartini Yusuf, Siti Salma