p-Index From 2021 - 2026
8.328
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : LOKABASA

PEMBENTUKAN PELESAPAN DALAM KALIMAT BAHASA SUNDA LISAN DI PASAR PADAYUNGAN KOTA TASIKMALAYA (Pendekatan Tata Bahasa Transformasi) PARIDAH, AI; SUDARYAT, YAYAT; KUSWARI, USEP
LOKABASA Vol 5, No 1 (2014): Vol.5 No. 1 April 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i1.3152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan unsur-unsur fungsional klausa yang mengalami pelesapan dengan menggunakan pendekatan transformasi kalimat yang terdapat dalam interaksi di pasar Padayungan Kota Tasikmalaya. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, tehnik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan tehnik sadap rékam. Pengolahan data menggunakan analisis teks. Sumber data adalah percakapan atau interaksi di pasar Padayungan kota Tasikmalaya. Seluruh transformasi kalimat dan pelesapan unsur-unsur fungsional klausa dijadikan populasi atau sampel total. Ragam bahasa Sunda lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.Transformasi ialah proses pembentukan unsur bahasa dari struktur dasar ke struktur turunan. Dalam transformasi, terdapat pelesapan atau yang disebut elipsis. Kalimat elipsis adalah kalimat tidak sempurna yang terjadi karena penghilangan bebrapa bagian dari klausa, dan diturunkan dari kalimat tunggal. Melalui penelitian ini, maka anggapan tentang pelesapan dalam bentuk bahasa Sunda lisan di masarakat pasar Padayungan kota Tasikmalaya, terbukti benar adanya. This research aims to describe and analyze elements of clausal functionsthat undergo elision by using a transformation approach on sentences from communal interactions at Padayungan Market, Tasikmalaya City. This research adopted a descriptive method by way of a tapping record to gather data. Data from communal interactions and conversations at Padayungan Market, Tasikmalaya were analyzed by a textual analysis. The entire sentential transformation and deletion of clausal functions were treated as population or total sampling. Oral language relies on its contexts of use; therefore, ellipsion occurs.Such, however, does not undermine grammaticality. Nevertheless, accuracy in word choice and word form is not characteristic of oral register since the contexts of utterance assist in understanding the meaning. Transformation is a process of constructinglanguage features from underlying structure to derivative structure. In transformation, there is deletion or also known as ellipsis. Elliptical sentencesare incomplete sentences because of elimination of several clausal parts, derived from a single sentence. This research proves that ellipsis occurs in Sundanese oral register at Padayungan Market, Tasikmalaya.
LIRIK TEMBANG SUNDA CIANJURAN (Kajian Struktural Dinamik dan Etnopedagogik) MAULIDA, SITI MARYAM; SUDARYAT, YAYAT; ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID
LOKABASA Vol 5, No 1 (2014): Vol.5 No. 1 April 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i1.3163

Abstract

Penelitian yang ini dilatarbelakangi oleh diperlukannya revitalisasi pendidikan melalui kearifan budaya lokal, kualitas Tembang Sunda Cianjuran sebagai salah satu wujud budaya lokal Cianjur yang tidak diragukan baik secara estetis maupun filosofis, menurunnya eksistensiTembang Sunda Cianjuran di kalangan masyarakat, dan berubahnya fungsi tembang Sunda Cianjuran dari yang bersipat sakral menjadi hiburan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur lirik Tembang Sunda Cianjuran, interpretasi isi lirik Tembang Sunda Cianjuran, dan nilai etnopedagogik lirik Tembang Sunda Cianjuran. Sumber data dalam penelitian ini adalah 30 lirik tembang yang diperoleh dari hasil studi dokumentasi, wawancara dan mendengarkan kaset. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman inventaris, dan kartu data. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) lirik Tembang Sunda Cianjuran terdiri dari lirik yang berbentuk pupuh dan lirik yang tidak berbentuk pupuh. Imaji yang paling banyak ditemukan yaitu imaji taktil. Tema yang terdapat dalam lirik Tembang Sunda Cianjuran terdiri atas cinta, agama, sejarah, dan keindahan alam. Rasa yang terdapat dalam lirik Tembang Sunda Cianjuran didominasi oleh perasaan sedih. Nada yang terdapat dalam lirik Tembang Sunda Cianjuran yaitu mengingatkan. Amanat dari lirik Tembang Sunda Cianjuran secara umum mengingatkan manusia agar mengingat Tuhan dalam keadaan apapun, bersyukur terhadap segala yang diberikan Tuhan; (2) Isi lirik Tembang Sunda Cianjuran didominasi oleh ekspresi perasaan yang tersakiti karena perpisahan dan cinta bertepuk sebelah tangan, selain itu isi lirik Tembang Sunda Cianjuran juga menjelaskan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan dengan manusia lainnya; (3) Lirik Tembang Sunda Cianjuran mengandung nilai etnopedagogi seperti Prilaku Nyunda Tri-silas, Catur Jatidiri Insan, Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya), dan Moral Kemanusiaan. This research was motivated by i) the need to revitalize education trough local wisdom, ii) the quality of Tembang Sunda Cianjuran as one of Cianjur local cultures that contains aesthetic and philosophical values, iii) the decline of existence of Tembang Sunda Cianjuran in Sundanese community and iv) the changing function of Tembang Sunda Cianjuran from a sacred function to an entertaining function. The objectives of this research are to describe the structure of the lyrics of Tembang Sunda Cianjuran andto interpretthe ethnopedagogic values of Tembang Sunda Cianjurans’ lyrics. Data of this research are 30 lyrics of tembang (song)obtained from library research, interviews, and from tapes. The methode used is a descriptive method. The instruments used are interview manuals, inventory manuals, and data cards. It can be concluded that (1)the lyrics of Tembang Sunda Cianjuran consist of lyrics in pupuh and non-pupuh forms. The most available image is the tactile image. The themes comprise love, religion, history, and beauty of nature. The feeling in the lyrics is dominated by sadness. The tone is commonly about reminding humans of God in every situation,being gratefulof all God’s gifts. (2)the content of Tembang Sunda Cianjuran is dominated by hard feeling of farewell, and unanswered love. Moreover, the content of the lyrics also describes the connection between human and the God, nature,and other humans. (3) The lyrics contain ethnopedagogic values such as Prilaku Nyunda Tri-Silas, Catur Jatidiri Insan, Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya), and humanism value. 
KONTRUKSI KALIMAT SINGKAT BAHASA SUNDA (Kajian Struktur dan Makna Kalimat dalam Majalah Manglẻ) SETIAWATI, WIWIN; SUDARYAT, YAYAT
LOKABASA Vol 6, No 2 (2015): Vol. 6, No. 2 Oktober 2015
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v6i2.3173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kalimat singkat dalam majalah Manglé. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dengan instrumen kartu data. Untuk mengolah data digunakan teknik analisis unsur langsung. Hasil penelitian menemkan 706 kalimat singkat yang frekuensi pemakaiannya sebanyak 2028 kalimat. Ditemukan enam tipe kalimat singkat, yakni kalimat salam, kalimat seruan, kalimat panggilan, kalimat judul, kalimat motto, dan kalimat inkripsi. Kalimah singkat memiliki pola tertentu, yakni A : Kal Sal  P + S + K; B : Kal Seru  S + P; C : Kal Pangg  Kata Seru; D : Kal Jud  S + O; E : Kal Mot  FP/FS Koor; F : Kal Ins  FB N + FB Mod. Kalimat singkat mengandung sepuluh makna, yakni rasa syukur, ucapan selamat, seruan pengganti dan nama diri, rasa sakit, marah, menerima, kaget, pernyataan, pedoman, dan cita-cita. This study was to identify and to describe simple sentences in Manglé magazine. This study used a descriptive method. The data were collected through library research technique with data card instrument. The data processing employed direct elemental analysis technique. The research found 706 sentences with the use frequency of 2028 sentences. This study found six types of simple sentences. They are the greetings, appeals, callings, titles, motto, and encryptions. A simple sentence has a certain pattern, namely A : Kal Sal  P + S + K; B : Kal Seru  S + P; C : Kal Pangg  Kata Seru; D : Kal Jud  S + O; E : Kal Mot  FP/FS Koor; F : Kal Ins  FB N + FB Mod. The simple sentence contains ten meanings: gratitude, congratulations, calling for a replacement, and the name of self, pain, anger, acceptance, surprise, statements, guidance, and ideals.
ASPEK PSIKOLINGUISTIK SOSIAL DALAM PERIBAHASA SUNDA (Tinjauan Gambaran Watak Orang Sunda) PERTIWI, SISKA; SUDARYAT, YAYAT; SOLEHUDIN, O.
LOKABASA Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v4i2.3142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek psikolinguistik sosial dalam babasan dan paribasa (peribahasa) Sunda dan gambaran karakter orang Sunda yang ada dalam peribahasa Sunda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan teknik telaah pustaka pada buku kumpulan peribahasa Sunda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat enam aspek psikolinguistik dalam peribahasa Sunda, yaitu aspek: (1) gotong royong; (2) saling menolong; (3) saling menghargai; (4) tali persahabatan; (5) kekeluargaan; dan (6) harmonis. Selain itu, hasil penelitian ini membahas 59 gambaran watak orang Sunda yang terdapat dalam peribahasa Sunda, yang terbagi dalam lima tipologi watak berdasarkan kebudayaan, watak campuran tipologi, watak khusus, dan watak yang terdapat dalam peribahasa Sunda. Setelah itu, penelitian ini membahas tentang hubungan antara peribahasa Sunda dan aspek psikolinguistik sosial dalam menggambarkan watak orang Sunda. Hasil temuan ini direkomendasikan untuk menjadi referensi tambahan dalam khazanah ilmu psikolinguistik. The research aims to describe the aspect of social psycholinguistics in Sundanese proverbs and the description of the characteristics of Sundanese people embedded in the proverbs. An analytical descriptive method was used coupled with literature review of a compilation book of Sundanese proverbs. Results indicate that Sundanese proverbs contain six psycholinguistic aspects, namely (1) mutual aid; (2) mutual help; (3) mutual respect; (4) partnership; (5) kinship; and (6) harmony. In addition, 59 descriptions of the characteristics of Sundanese people were delineated. These fall into five typology of characteristics based on culture, mixed typology, special characteristics, and characteristics contained in the Sundanese proverbs. Furthermore, the research explores the relationship between Sundanese proverbs and aspects of social psycholinguistics that illustrate the characteristics of Sundanese people. These results are recommended to serve as supplementary reference in psycholinguistics.
FUNGSI GRAMATIKAL DAN SEMANTIS SUFIKS -EUN DALAM BAHASA SUNDA SUDARYAT, YAYAT
LOKABASA Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v4i1.3132

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan sufiks -eun dalam bahasa Sunda yang dikaji dari segi fungsi gramatikal dan semantik. Deskripsinya mencakup bentuk kata, fungsi gramatikal dan semantis, perilaku sufiks -eun, fungsi gramatikal sufiks -eun, dan fungsi semantis sufiks -eun. Dalam kajian ini digunakan metode deskriptif. Sumber data kajian ini berupa ragam bahasa Sunda lisan dan tulis. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik teks, intuisi atau introspeksi, dan teknik elisitasi. Untuk mengolah data digunakan metode distribusional dengan analisis unsur langsung sebagai teknik dasar, yang diikuti teknik subsitusi sebagai teknik lanjutan. Kajian ini menyimpulkan bahwa sufiks -eun memiliki perilaku mandiri dan gabungan dengan sufiks lain serta reduplikasi. Sufiks -eun membentuk kata turunan dari bentuk dasar. Baik sufiks -eun mandiri maupun gabungan memiliki fungsi inflektif dan fungsi derivatif seperti fungsi verbal, fungsi adjektival, fungsi nominal, dan fungsi numeral. Sebagai akibat hubungannya dengan bentuk dasar, sufiks -eun memiliki makna gramatikal seperti ‘orang III ada dalam keadaan BD’. This study aims to describe the suf􀂿x-eun in Sundanese are assessed in terms of grammatical and semantic functions. Includes a description of the form of words, grammatical and semantic functions, behavior-eun suf􀂿x, suf􀂿x-eun grammatical functions and semantic functions of suf􀂿xeun. In this study used a descriptive method. The study of data sources in the form of the languagevariety spoken and written. Techniques used to collect data text, intuition or introspection, and elicitation techniques. To process the data used distributional methods with direct elemental analysis as the basic techniques, followed by a substitution technique as advanced techniques. The study concluded that the suf􀂿x-eun has independent behavioral and combined with other sufixes and reduplication. Suf􀂿x-eun forming a derivation of the basic form. Either independently or suf􀂿x-eun has combined function and derivative function such in􀃀ectional verbal function, the function adjektival, nominal function, and the function of the numerals. As a result to do with the basic form, the suf􀂿x-eun has grammatical meanings such as ‘third person is in a state of BD’.
WACANA IKLAN DALAM MEDIA MASSA SUNDA (Analisis Sintaksis dan Pragmatik) Sandiansyah, Sandri; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14202

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakagi fakta bahwa wacana iklan merupakan informasi yang disampaikan ke masyarakat. Tujuannya untuk mendeskripsikan wacana iklan bahasa Sunda dikaji dari jihat sintaksis dan pragmatisnya. Mengumpulkan data menggunakan studi bibliografi dan sadap rekam selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan. Data terkumpul sebanyak 201 wacana. Dikaji dari struktur sintaksisnya mencakup kohesi (gramatikal dan leksikal), konjungsi (koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat), dan koherensi (referensial dan tekstual). Dikaji dari jihat pragmatis mencakup deiksis (eksoforis dan endoforis), presuposisi (eksistensial, faktif, leksikal, struktural, dan konterfaktual), implikatur, tindak tutur (komisif, impositif, ekspresif, dan asertif), dan struktur koversasi (prinsip kerja sama dan kesopanan).AbstractThis paper is based on the fact that the advertising discourse is the information communicated to the public. This study aims to describe the Sundanese advertisements discourse studied from syntactic and pragmatic perspective. The data collecting techniques are bibliographic studies and tapping records that is analyzed and described. Data collected are 201 discourses. The books of the syntactic structure include cohesion (grammatical and lexical), conjunctions (coordinative, subordinate, correlative, and inter-clause), and coherence (referential and textual). The judgments of pragmatic jurisprudence include deixis (exophoric and endophoric), presuppositions (existential, factive, lexical, structural, and counterfactual), implicatures, speech acts (commissive, impositive, expressive, and assertive), and the conversation structure (principle of cooperation and modesty).
MEDIA E-LEARNING DENGAN APLIKASI EDMODO DAN SKYPE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Rabiussani, Rani; Kuswari, Usep; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedudukan e-learning dalam meningkatkan minat dan kemampuan menulis puisi Sunda siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo dan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung. Metode yang digunakan adalah studi eksperimen melalui desain penelitian Alternatif Treatment Post test Only with Non-equivalent Group Design. Sumber data penelitian adalah siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes, observasi, dan angket. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan analisis t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, rata-rata nilai hasil belajar menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung yang menggunakan aplikasi Edmodo adalah 76,48 dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Hal tersebut membuktikan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi. Sedangkan rata-rata nilai yang menggunakan aplikasi Skype adalah 70,83, yang artinya siswa belum mampu menulis puisi. Setelah dilaksanakan analisis t-test terbukti bahwa  ttabel dari df (58) dengan kepercayaan 95%, 2,004, serta jumlah thitung adalah 7,19. Berdasarkan hasil uji hipotesis bisa disimpulkan bahwa thitung ≥ ttabel, atau 7,19  ≥ 2,004 yang berarti hipotésis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya bahwa media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo lebih unggul dibandingkan dengan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMKN 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. AbstractThis research is motivated by the importance of e-learning in improving the interest and ability to write Sundanese poetry of class XI SMK Negeri 13 Bandung students in 2016-2017academic year. This study aims to determine the implementation of e-learning media by using Edmodo and Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMK Negeri 13 Bandung. The method used is experimental study through Alternative Treatment Post Test Only with Non-equivalent Group Design research design. The data source is the students of class XI Computer Network Engineering (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instruments used to collect the data are test instruments, observations, and questionnaires. The data obtained were analyzed by using t-test. Based on the research results, the average score of students’writing poetry is 76.48 from Minimum Criterion (KKM) 75. It proves that students have been able to write poetry. While the average score using the Skype application is 70.83, which means students have not been able to write poetry. After conducted t-test analysis, the results proved that ttable of df (58) with 95% degree of confidence, 2.004, and tcount is 7.19. Based on hypothesis, test result can be concluded that tcount≥ ttable, or 7,19 ≥ 2,004 which mean alternative hypotesis (H1) is accepted and null hypothesis (H0) is rejected. This means that the e-learning media by using Edmodo application is more benefited than the Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMKN 13 Bandung in academic year 2016-2017.
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi) Nurlatifah, Eva; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14197

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggapan bahwa seluruh kosa kata bahasa Sunda yang digunakan oleh penutur dalam berkomunikasi sehari-hari merupakan bahasa asli. Padahal sebagian dari kosa kata tersebut merupakan kata serapan dari bahasa lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kata serapan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif, dengan teknik mengumpulkan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data berupa majalah Manglé nomor 2517 yang terbit bulan Maret 2015. Pengolahan data menggunakan teknik analisis unsur langsung dengan pendekatan etimologi, morfologi, dan grafologi. Hasil dari penelitian ini ditemukan lima hal, diantaranya adalah (1) ditemukan 12 asal kata serapan, kata serapan terbanyak berasal dari bahasa Arab yaitu sejumlah 61 kata; (2) ada lima bentuk kata serapan bahasa Sunda, jumlah data terbanyak adalah bentuk kata dasar (63,81%); (3) proses pembentukan kata pada kata serapan bahasa Sunda terdapat 12 proses penyerapan, kebanyakan dari data yang telah ditemukan mengalami proses adaptasi sebanyak 32 data; (4) ditemukan 41 pola penulisan kata serapan, delapan pola memiliki kesamaan dengan pola yang terdapat dalam bahasa Indonesia, delapan pola lainnya memiliki pola yang berbeda dalam penulisan fonem kata serapan, sedangkan 29 pola lain merupakan pola baru yang ditemukan dalam proses penyerapan; dan (5) perbandingan makna kata serapan bahasa Sunda dan makna pada kata asal ditemukan lima pola yang berbeda. AbstractThis research is motivated by the assumption that all Sundanese vocabularies used by speakers in everyday communication are the original language. However, some of the vocabularies are borrowing words of other languages. The purpose of this study is to describe the Sundanese borrowing words. The method used in this research is descriptive method, and documentation technique is used as data collecting technique. The data source is Manglé magazine number 2517 which was published in March 2015. Data processing used direct element analysis technique with etymology, morphology and graphology approach. The results of this study found five things, i.e. (1) there are 12 original borrowing words, the borrowing words come from the Arabic word are 61 words; (2) there are five forms of Sundanese borrowing word, the largest amount of data is root word (63,81%); (3) the process of word formation in the Sundanese borrowing words consisted of 12 borrowing processes, most of the data found that have adaptation process are 32 data; (4) there are 41 borrowing word writing patterns, eight patterns have similarities to the patterns contained in the Indonesia language, eight other patterns have different patterns in the writing of phonemes of the borrowing words, whereas 29 patterns are new patterns found in the borrowing process; and (5) the comparison between Sundanese borrowing word meaning and the meanings in the original word found five different patterns.
LEKSIKON ANYAMAN BAMBU DI KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG (Kajian Etnolinguistik) Setiani, Puspa Endah; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 9, No 1 (2018): Vol. 9, No. 1, April 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i1.15673

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempertahankan tradisi, adat-istiadat, dan bahasa daerah yang merupakan kekayaan suatu bangsa. Anyaman bambu merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan saat ini dalam himpitan kehidupan modern sangat penting untuk dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui leksikon anyaman bambu yang ada di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah para pengrajin anyaman bambu di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis berdasarkan kajian etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, terdapat 19 leksikon anyaman bambu yang ada di kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Leksikon anyaman bambu tersebut diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, yaitu (1) alat dapur, (2) alat rumah tangga, (3) alat pertanian, (4) alat perikanan, dan (5) alat bangunan rumah. Sedangkan berdasarkan kajian etnolinguistik, terdapat istilah-istilah anyaman awi yang mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi yang erat hubunganna sistem kepercayaan yang ada pada masyarakat. AbstractThis research is motivated by the importance of maintaining traditions, customs, and regional languages, which constitute national property. Bamboo woven, one of the traditions that still survive today though under the pressure of modern life is very important to be preserved. This study aims to find out bamboo woven lexicon in Pacet of Bandung district. The method used was the descriptive method with a qualitative approach. The source of the research data is bamboo woven craftsmen in Pacet, Bandung District. The instrument used to collect data was interviews and observations. The data obtained was analyzed based on ethnolinguistic studies. Based on the results of the research, there are 19 woven bamboo lexicons. The lexicon of woven bamboo is classified based on its functions, i.e. (1) kitchen utensils, (2) household appliances, (3) agricultural tools, (4) fishing equipment, and (5) house building tools. Whereas based on ethno-linguistic studies, there are woven terms that contain high cultural values that are closely related to the belief system that exists in society.
TATAKRAMA BAHASA SUNDA DALAM KOMUNIKASI LISAN MASYARAKAT KAMPUNG JEMO KABUPATEN SUMEDANG Wulandari, Sri Rizki; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 5, No 2 (2014): Vol. 5, No. 2, Okt 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i2.15958

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tatakrama dalam komunikasi lisan masyarakat yang berada di Kampung Jémo, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan tatakrama bahasa Sunda, dalam komunikasi lisan masyarakat Kampung Jémo Desa Nagrak Buahdua Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Tehnik yang digunakan adalah tehnik observasi dan wawancara. Adapun instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dengan dilengkapi alat perekam berupa ponsel. Hasilnya: (1) sebagian besar masyarakat Kampung Jémo mengetahui tentang tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak menggunakannya dalam percakapan sehari-hari; (2) kontéks situasi dalam pemakaian tatakrama bahasa Sunda, dilakukan dalam situasi santai dan formal. Jika diberi pertanyaan mengunakan bahasa Sunda, umumnya (42,10%) menjawab menggunakan bahasa Sunda yang halus; dan (3) tahapan kata yang dipakai oleh masyarakat Kampung Jémo, lebih banyak menggunakan bahasa kasar (41,1%). Hal ini menunjukan jika masyarakat mengetahui tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak digunakan dalam pembicaraan sehari-hari, dan lebih banyak menggunakan bahasa kasar.AbstractThe background of this research is to know and describe the etiquette of the society live in Jemo village in Nagrak, the district of Buahdua in Sumedang regency, in spoken communication. The purpose of this research is to know and describe the etiquette of sundanese language in spoken language used by Jemo villagers in Nagrak, the village of Sumedang regency. This research paper uses descriptive method and the data were gained through observation and interview. The instrument of this research was in the form of interview that was recorded through cellular phone. The results are: (1) The majority of Jemo villagers know the etiquette of Sundanese language, but they do not use it in their daily conversation; (2) the context of Sundanese language etiquette is applied in the formal and informal situation. If they are asked by using Sundanese language, generally (42,10%) they answer it in polite Sundanese language.; and (3) the word’s phase used by jemo villagers are rude utterance. In the data analysis, there are (41,1%) of the rude utterance spoken by them. So, the result shows that people know the etiquette of Sundanese language, but they do not apply it in their daily conversation, They tend to speak the rude utterance
Co-Authors , R.Didi Djadjuli A Rustamsyah A Rustamsyah, A ADE SUTISNA, ADE Afifah Rahmawati Agus Suherman Ahmad Juliarso AI PARIDAH, AI Ainun Nadhifah, Ainun Alaida Maharani, Nazwa Andika Putra, Hanif Akbar Ardi Rustamsyah Ardi Rustamsyah Ayu Puspitasari, Annisya Dyah Ayuni, Rhea A’dhawiah, Ira Robbaitul Baharsyah, Sang Balakosa, Zhafif Belliny Manullang, Tryastuti Irawati Citra Ratu Pelangi Citra Ratu Pelangi, Citra Ratu Dadan Rohdiana Dadang Sunendar Danan Darajat Dea Widiari, Ni Kadek Dede Farhan Mubarok Dede Kosasih Dedi Koswara Deni Abdul Ghoni Dhani Rahman, Mahendra Rama Dharmawan, Aliefki Pradithya Dicki Bakhtiar Purkon Dingding Haerudin Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia Eet Saeful Hidayat Elvi Trinovani, Elvi Faizah Min Fadhlillah Fatimah, Cucu Fitriah, Nurul Aeni Ghoni, Deni Abdul Haq, Razzan Dhiya Ul Hendrayana, Dian Herawati, Auliana Herdiana, Irfan Herlina, Yeni Hermawan Hermawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hidayat, Neng Tanti Septiani Hotimah, Alni Khusnul I Gusti Bagus Wiksuana Imas Diana Aprilia Iskandar, Muhammad ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Isti Agnia Lutfiah Isti Agnia Lutfiah, Isti Agnia Kusumah, Raden Minda Lina Marliani Maigoda, Tonny Cortis Maria Immaculata Iwo Maryanika, Leni Mimin Kusmiyati, Mimin Mohammad Roseno Mulyani, Noni Nainggolan, Aurelya Veny Kurnia Nia Kurniasih nia kurniasih Ningsih, Padmasari Diah Ayu Kumala Noni Mulyani Nonong Rowiyah Novelia, Chelsy Nugraha, Triya Nunuy Nurjanah Nurhadi, Jatmika Nurhuda, Denny Adrian Nursolah, Mila Nurwansah, Illam O. SOLEHUDIN, O. Pratama, Krisna Setya Prawira, Naufal Lukita Putri, Shafa Shafira Adinda Rabiussani, Rani Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa Rahmah, Firda Aulia Rahman Rahmatuloh, Gani Raihan Fadhilah, Sania Rama Kurnia Santosa Retty Isnendes Rhamadianto, Muhamad Iqbal Riky Taufik Afif Rila Muspita Roseno, Mohammad Rostika Srihilmawati RUHALIAH Dr., RUHALIAH Salma Atsriya Setiani Sandiansyah, Sandri Sandya, Cathleen Setiani, Puspa Endah Shakina, Intan Nazla SISKA PERTIWI, SISKA SITI MARYAM MAULIDA, SITI MARYAM Soemardji, Adreanus Andaja Sofia, Poppy Sofyan, I Wahyudi Sondari, Dea Srihilmawati, Rostika Srinati, Ine Sufa, Hafizah Ilmi Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tanika Miatul Hadid Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti TIANAWATI, YANTI Tri Agustini Gandaresmi Tri Indri Hardini Tri Widyastuti Tryastuti Irawati Belliny Manullang Usep Kuswari Wafi, Abdurrahman Widyastiwi Widyastiwi Wikramaditya, I Made Phalguna Winci Firdaus Wiwin Setiawati Wulandari, Sri Rizki YANTI TIANAWATI Yogi Yogaswara Yosa Fiandra Yulianeta Zahra Anggraeni Zaini Ramdhan Zuhdi, Hafidz Ali