p-Index From 2021 - 2026
10.414
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA PEDAGOGI Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) JURNAL PAUD AGAPEDIA JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD Jurnal Pelita PAUD EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Tunas Siliwangi : Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PAUD STKIP Siliwangi Bandung COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Jurnal Pendidikan dan Konseling Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Journal of Early Childhood Education (JECE) MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Journal of Education Research Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Civic Edu: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal ABDI MERCUSUAR Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Mutiara Pendidikan JS (Jurnal Sekolah) Jurnal Pendidikan West Science Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Pelita : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Cendikia Pendidikan Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Bagaimana Kompetensi Profesional Guru RA Ditinjau dari Kualifikasi Sesuai Regulasi di Kota Tasikmalaya? Elan Elan; Taopik Rahman; Elfana Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2959

Abstract

Kompetensi profesional menjadi suatu syarat yang harus dipenuhi oleh guru serta menjadi modal utama dalam meningkatkan kualitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kompetensi profesional guru Raudhatul Athfal (RA) ditinjau dari kualifikasi sesuai regulasi di Kota Tasikmalaya. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan melalui kuesioner dengan 20 sampel guru RA menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan persentase dibantu program IMB SPSS versi 24.0 for Windows. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masih terdapat guru RA yang belum menguasai aspek mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Dalam hal ini kompetensi profesional perlu dimiliki oleh guru untuk membentuk guru yang berkualitas dalam mencetak pendidikan yang bermutu.
Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Strategi Pembelajaran Supportive Climate Elan Elan; Sumardi Sumardi; Lucky Maharani Dewi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.064 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5967

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana penelitian ini akan membahas : (1) bagaimana perkembangan sosial-emosioanal anak, (2) Pembelajaran Supportive Climate. Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting bagi anak. Dalam pengembangannya butuh stimulasi yang tepat dan baik. Salah satunya ialah dengan merancang atau menciptakan suatu lingkungan yang aman,nyaman atau bisa disebut dengan lingkungan kondusif bagi anak. Lingkungan yang kondusif sangat membantu dalam memgembangkan berbagai aspek perkembangan pada anak, salah satunya ialahperkembangan aspek sosial-emosional. Aspek sosial dan aspek emosional merupakan satu kesatuan yang saling berkesinambungan. Dalam menggunakan metode pembelajaran Supportive Climate, guru terlebih dahulu harus memahami aspek perkembangan, mengenal bagaimana emosi anak, bagaimana cara anak belajar, bagaimana cara anak besosialisasi, bagaimana tingkah laku anak ketika dihadapkan pada suatu permaslahan, hal ini bertujuan agar guru dapat menciptakan situasi pembelajaran yang menarik bagi anak dan cenderung tidak membosannkan atau membuat anak tertekan yang menyebabkan anak akan menjadi tidak fokus dalam pembelajaran dan anak akan memberontak. Kata Kunci: Perkembangan Sosial Emosional, lingkungan pembelajaran, Suppotive Climate.
Deteksi Dini Perkembangan Emosional Anak Usia 3-4 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Sindi Azyyati Rahmat; Edi Hendri Mulyana; Elan Elan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.136 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran capaian perkembangan emosional anak usia 3-4 tahun berdasarkan standar pendidikan nasonal pendidikan anak usia dini tentang standar tingkat pencapaian perkembangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif dengan subjek penelitian 2 anak. data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan bebapa stimulus untuk mendukung muculnya respon pencapaian perkembangan yang hendak diukur yakni perkembangan emosional anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua subjek sudah mampu melakukan beberapa indikator pencapaian yang terdapat dari beberapa 3 aspek yang termasuk ke dalam perkembangan emosional anak diantaranya kesadaran diri, tanggung jawab diri sendiri dan orang lain, dan sikap prososil.
Pemahaman Orang Tua Terhadap Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Sharina Ridwanayati; Elan Elan; Sumardi Sumardi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.544 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6185

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman orang tua terhadap deteksi dini tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei dengan cara menyebar kuesioner yang berisi 10 pertanyaan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Pengolahan data dari hasil survei yaitu menggunakan Skala Gutman. Hasil dari penyebaran kuesioner diperoleh 46 responden yang sesuai dengan kriteria penelitian, yaitu orang tua yang memiliki anak usia 0-6 tahun dan berdomisili di kabupaten dan/atau kota Tasikmalaya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, sebanyak 17 responden masuk dalam kategori Sangat Tinggi (90%- 100%), 10 responden masuk dalam kategori Tinggi (70%-80%), 9 responden masuk dalam kategori sedang (50%-60%), 9 responden masuk dalam kategori rendah (30%-40%), dan 1 responden masuk dalam kategori Sangat Rendah (0%-20%). Secara keseluruhan, persentase pemahaman orang tua terhadap deteksi dini tumbuh kembang anak yaitu sebesar 71,3% yang berarti masuk dalam kategori Tinggi.
Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Pembelajaran Tari Kijang di TK IT Al-Wasiilah Nisa Dzurun Gola; Elan Elan; Rosarina Giyartini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.824 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun melalui pembelajaran tari kijang. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun di TK IT Al-Wasiilah yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model desain Kemmis dan MC Taggart yang memiliki empat tahapan penelitian yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan kinestetik anak tahap siklus I ada pada kategori mulai berkembang (MB) dengan presentase 64,71 %. Tahap siklus II ada pada kategori mulai berkembang (MB) dengan presentase 70,58 % dan kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dengan presentase 29,41 %. Tahap siklus III ada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dengan presentase 41,18 % dan berkembang sangat baik (BSB) dengan presentase 58,82 %. Kemampuan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun melalui pembelajaran tari kijang sudah optimal terlihat dari kemampuan anak dalam gerakan terkontrol, lincah, seimbang, dan koordinasi mata-tangan-kaki-kepala.
Penanaman Nilai Moral Dan Nilai Pancasila Anak Usia Dini Malavini Nur Hasanah; Elan Elan; Budi Rachman
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2022): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.6.2.65-71

Abstract

Penanaman nilai moral dan nilai pancasila bagi anak usia dini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan baik oleh orang tua, guru, maupun lingkungan masyarakat. Pondasi moral anak di era modern ini banyak terdegredasi oleh pengaruh budaya luar dan terasa pesatnya di era modern ini melalui media informasi seiring dengan perkembangannya internet . Ketika anak berada di usia dini orang tua harus mendidik dan mengajarkan tentang banyak hal salah satunya adalah penanaman moral dan nilai pancasila untuk membantu dan mendukung kehidupan anak di masa yang akan datang. Pendidikan nilai dan moral pancasila sejak usia dini di harapkan mampu membentuk anak agar tau mana yang baik buruk , benar salah sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal anak jika sudah dewasa nanti agar tidak terjerumus ke hal yang negatif dan ke norma kehidupan berbangsa. Metode yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa, penelitian dengan menggunakan metode studi literatur adalah sebuah penelitian dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber.
Penanaman Nilai-Nilai Keimanan Untuk Anak Usia Dini Ade Christien; Elan Elan; Risbon Sianturi
Tunas Siliwangi Vol 8, No 2 (2022): VOLUME 8 NO 2, OKTOBER 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v8i2p101-107.3311

Abstract

Dengan semakin majunya jaman di era globalisasi yang terjadi saat ini, semakin tinggi juga krisis moral dan agama yang terjadi khususnya pada anak dari usia dini bahkan sampai ke orang dewasa. Kenakalan-kenakalan yang terjadi di kalangan anak usia dini sampai orang dewasa berbagai macam. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya komitmen, ajaran atau didikan yang diberikan, serta disebabkan pendidikan nilai-nilai keimanan yang kurang efektif yang ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Maka dari itu, penanaman nilai keimanan kepada anak sejak usia dini sangatlah penting sebagai fondasi karena sangat berpengaruh kepada perilaku ataupun kepada kehidupan selanjutnya. Setelah melakukan studi pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa, dalam menerapkan/menanamkan nilai yang dilakukan disekolah dalam proses pembelajaran maupun diluar pembelajaran di kelas, guru yang sangat inovatif dan juga kreatif dalam memberi pengajaran efektif dalam menanamkan nilai keimanan, peran guru dan orangtua yang sangat terlihat dalam menanamkan nilai keimanan tersebut kepada peserta didik. Dalam penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: mengetahui nilai-nilai keimanan yang diterapkan/ditanamkan kepada peserta didik, cara guru serta orangtua dalam menanamkan nilai keimanan, peran guru dan orangtua dalam menanamkan nilai keimanan kepada anak usia dini serta mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam menanamkan nilai keimanan kepada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus – kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi dengan guru, orangtua dan peserta didik yang kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) nilai-nilai keimanan sangat penting diberikan/ditanamkan kepada anak sejak usia dini sebagai dasar fondasi untuk menghadapi kelanjutan kehidupannya, (2) urgensi dalam menanamkan nilai keimanan kepada anak usia dini dalam bentuk tanggung jawab orangtua dan guru untuk mempersiapkan diri anak menghadapi kehidupannya, (3) metode dalam penanaman nilai keimanan yang sudah diterapkan kepada anak baik itu dari orangtua maupun guru di sekolah.
KARAKTER TANGGUNG JAWAB ANAK USIA 4-5 TAHUN DENGAN PENGASUHAN YANG MELIBATKAN AYAH Elan Elan; Sumardi Sumardi; Nosyanti Adya Safitri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52008

Abstract

involvement in parenting is important to optimize the child's character development.This study aims to explore the character of the responsibility of children aged 4-5 years who involve fathers in their care. This study uses a qualitative research design with a case study method to children aged 4-5 years in Siti Khadijah Kindergarten, Cihideung District, Tasikmalaya City through observation, interviews and checklists. The results showed that children whose parenting involved their fathers had significant developments in cognitive, social, emotional and positive development.Di masa ini pengasuhan selalu diberatkan kepada ibu. Ayah hanya berperan sebagai pencari nafkah. Namun, keterlibatan ayah pada pengasuhan merupakan hal yang perlu menjadi bahan perhatian untuk mengoptimalkan perkembangan karakter anak.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendalami karakter tanggung jawab anak usia 4-5 tahun yang melibatkan ayah dalam pengasuhannya. Pada penelitian digunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus kepada seorang anak usia 5 tahun di TK Siti Khadijah, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya melalui teknik observasi, wawancara dan daftar ceklis. Hasil penelitian menghasilkan bahwa anak yang dalam pengasuhannya melibatkan ayah memiliki perkembangan yang cukup signifikan pada perkembangan kognitif, sosial, emosional dan perkembangan positif.
PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA DINI YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN DALAM BERBICARA Oktaviani Puspita; Elan Elan; Sima Mulyadi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52014

Abstract

The preschool phase is one of the stages that children will face as a developmental process in children aged three to six years, in this phase the developmental stages that occur include cognitive, language, physical, and psychosocial development. Psychosocial development is a change and stability in emotions, personality, social daily life in establishing a relationship and also interacting with people around. Psychosocial development is a lifelong development that starts from infancy to adulthood. Children can be said to be late in speaking when the child has reached the age of the ability to produce sound and communicate well below the average child of his age. Speech delay can also be called a speech disorder which is a delay in language or speaking. The method used in this research is a qualitative research with a single case study approach using data collection by observation, interviews and documentation. The results showed that the psychosocial development of early childhood experienced various phases from infancy to the age of 3-4 years and the efforts given by the surrounding adults for their psychosocial development.Fase prasekolah merupakan salah satu tahap yang akan dihadapi anak sebagai proses perkembangan pada anak yang berusia tiga sampai enam tahun, pada fase ini juga tahapan perkembangan yang terjadi meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik, dan psikososial. Perkembangan psikososial merupakan perubahan dan kestabilan dalam emosi, kepribadian, keseharian sosial dalam menjalin suatu hubungan dan juga berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Perkembangan psikososial perkembangan sepanjang hayat yang telah dimulai dari masa bayi hingga dewasa nanti. Anak dapat dikatakan terlambat dalam berbicara ketika anak sudah menginjak usia kemampuan produksi suara dan berkomunikasi dengan baik di bawah rata-rata anak sesusianya. Keterlambatan berbicara juga dapat disebut dengan gangguan berbicara yang merupakan adanya suatu keterlambatan dalam berbahasa ataupun berbicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal menggunakan pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan psikososial anak usia dini mengalami berbagai fase dari masa bayi hingga usia 3-4 tahun dan upaya yang diberikan oleh orang dewasa sekitar untuk perkembangan psikososialnya.
KETERAMPILAN SIKAP TOLERANSI SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Kholby Abqorisa; Elan Elan; Gilar Gandana
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52015

Abstract

There needs to be an attitude of tolerance that must be applied by every Indonesian society. To implement and instill good values, the importance of character education starts from early childhood education, one of which is the skill of tolerance. In early childhood education there are several aspects of development, tolerance attitude skills contained in aspects of moral and religious values as well as social emotional. The level of children aged 4-5 years towards religious and moral values, namely: Knowing their religion, imitating worship movements in the right order, saying a prayer before or before doing something, recognizing good, polite and bad behavior, behaving well, greeting and replying. regards. In social-emotional aspects, namely being able to interact with peers and adults, showing self-confidence, being able to express feelings or emotions that are still at a reasonable stage, being able to practice independence, starting to maintain discipline, being able to maintain security, and starting to be responsible. In this study, researchers used a qualitative method with a case study approach. Data were taken from several sources including journals, articles, interviews, documentation, and direct fieldwork and observations carried out at the Nur Assalaam TKIP school. The results in this study are the habits given by the teacher and the behavior displayed by the children.Perlu adanya sikap toleran yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat indonesia. Untuk menerapkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik pentingnya pendidikan karakter dimulai dari pendidikan anak usia dini, salah satunya yaitu keterampilan sikap toleransi. Dalam pendidikan anak usia dini terdapat beberapa aspek perkembangan, keterampilan sikap toleransi ini terdapat dalam aspek nilai moral dan agama serta sosial emosional. Tingkat pencapaian anak usia 4-5 tahun terhadap nilai agama dan moral yaitu: Mengetahui agama yang dianutnya, meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar, mengucapkan doa sebelum atau sesudah melakukan sesuatu, mengenal perilaku baik, sopan dan buruk, membiasakan diri berperilaku baik, mengucapkan salam dan membalas salam. Dalam sosial emosional, yaitu khususnya mampu berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa, menunjukkan rasa percaya diri, mampu mengekspresikan perasaan atau emosi yang masih tahap wajar, mampu melatih kemandirian, , mulai menjaga kedisiplinan, mampu menjaga keamanan,serta mulai bisa bertanggung jawab.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang di ambil dari beberapa sumber diantaranya jurnal, artikel, wawancara, dokumentasi, dan terjun langsung kelapangan dan melakukan observasi yang dilaksanakan di sekolah TKIP Nur Assalaam. Hasil dalam penelitian ini merupakan pembiasaan yang diberikan oleh guru dan perilaku yang ditampilkan oleh anak.
Co-Authors Adawiyah, Wasilah Nur Ade Christien Ade Rokhayati, Ade Agus Jamal, Nabil Ahmad Yuniar Akhmad Nugraha Alfanisa, Ilfiani Alifah Dwi Adzani Amanda Salsabila Juandi Andieni, Nitha Andini Rachmawati Anggraeni, Cindy Anggraeni, Indri Annisa Putria Ariana Aprianti, Wenti Apriliani, A Metta Apriliya, Seni Ari Rahayu Asep Iman Nurjaman Atin Pertamasari Aulia Fitri Az-Zahra Sakinah , Serfa Aziz Muhammad Lutfhi Bela Nur Oktavia Budi Rachman Budi Rachman Budi Rachman Christien, Ade Dadan Nugraha Dadan Setiawan Damara Nugraha, Beri Delila Kania, Delila Delistina Desiani Natalina Dewi, Amelia Dewiastri, Agda Rizqan Dian Indihadi Dilla Mifa Fauziah Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dinny Eka Fauziah Elfana Dewi Elis Siti Robiah Elis Solihati Empat Patimah F, Amelia Muliawati Fathy, Manzilatul Fauzi Azhari Fauzi, Rifki Ahmad Fauzian, Mochammad Fiqry Feranis, Feranis Gandana, Gilar Gautami, Mirazein Ghullam Hamdu Gilar Gandana Gin Gin Ginanjar Hadiyanti, Siti Maryam Herdila Meidi Heri Yusuf Muslihin Hidayati, Resa Pusfita Hodidjah Hodidjah Huriyah, Fauziah Syarifatul Husniyyah, Sophia Choirotul Ihlasul Amaliyah Ilfiani Alfanisa Imani, Rifa Auliya Imas Purnamasari Indra Permana Rosady Indri Oktaviani Ira Rahmawati Ismi Nurul Azizah Janah, Vivi Kafilatul Karlimah Karlimah Khayyirah, Ghina Khansa Kholby Abqorisa Kosasih Kosasih Kristina, Tina Loita, Aini Lucky Maharani Dewi Lutfi Nur Luthfillah, Nuruzahra Mahmudah, Rifa Maitsa Munifah Malavini Nur Hasanah Maulana Rizqi, Anggi Mita Safitri Momoh Halimah Mukhlisin, Ois Mulia, Hana Syifatia Mulyana, Edi Hendri Muslihin, Heri Yusuf Mustari, Layli Nana Ganda Nida Hasanatul Faidah Nisa Dzurun Gola Nita Rachmawiarti Cahyany Nosyanti Adya Safitri Novi Handayani Novita Dwi Lestari Nugraha, Mia Uswa Nur, Lutfi Nuraly Ma’sum Aprily Nuraly Masum Aprily Nuraly Masum Aprily Nurlela, Anisa Nursofa, Risma Nurul Fauziah Oktaviana, Neng Eva Oktaviana, Sovia Oktaviani Puspita Pinakesti, Angestiya Purwati Purwati Purwati, Purwati Puspita Asih, Rah Ajeng Putri Prasasti QONITA Qonita, Qonita Rachman, Budi Rahayu, Nur Sri Rahmah, Fadila Rahmanisa, Ina Rahmat, Mohd Khairezan Ramadhanti Ramadhanti Ratna Cahaya Mekarsari Ratna Mega Kurnia Regina Auliani Riska Amelia Rohimat, Rizqi Syahida Rosarina Giyartini Rosma Bella Hindayanti Rosmayanti, Resna Sakinah, Serfa Az-Zahra Salahudin, Rivan Kusnan Haris Saputra, Erwin Rahayu Sarah Fauziah Sharina Ridwanayati Shinta Lestari, Shinta Sianturi , Risbon Sianturi, Risbo Sianturi, Risbon Sima Mulyadi Sima Mulyadi Sima Mulyadi Sima Mulyadi Sima Mulyadi, Sima Sindi Azyyati Rahmat Siti Maryam Hadiyanti Siti Warlina Sofi Mutiara Insani Solihati, Elis Sriayu Anisa Toip Stevi Handayani Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Syarip Hidayat Syifa Faujiyah Syifa Fauziah Taopik Rahman Taopik, Deden Tri Astuti Uus Agustina Wahyuni, Teti Wenti Aprianti Widya Luria Listiana Wijayanti, Ira Winka Tirsa Aulia Yasbiati, Yasbiati Yoga Adi Pratama Yulida Izatusholihah Yusuf Suryana