Articles
Peranan Papagon Hirup Pamali dalam Menumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan Anak Usia Sekolah Dasar di Kampung Naga
Aziz Muhammad Lutfhi;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.573 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32740
Berbagai problematika yang terjadi berkaitan dengan lingkungan hidup pada dasarnya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang semakin meninggalkan identitas budayanya (cultural identity). Sehingga mereka tidak memiliki falsafah hidup (papagon hirup) yang mampu menjadi sistem kontrol terhadap nilai dan norma yang ada di masyarakat. Jika kita lihat di Kampung Naga memiliki falsafah hidup “pamali” mampu menjadi sistem kontrol perilaku berupa budaya dan kepercayaan yang diwariskan secara turun temurun. Selain itu, Papagon hirup pamali memiliki fungsi menumbuhkan karakter cinta lingkungan pada masyarakat Kampung Naga bahkan sejak usia sekolah dasar. Penelitian ini mengkaji tentang peranan kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan khususnya pada anak usia sekolah dasar di Kampung Naga. Metode yang digunakan adalah Mini - Ethnography Case Study. Subjek penelitian adalah tokoh adat, masyarakat, dan lingkungan alam Kampung Naga. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan : 1). Papagon hirup pamali merupakan budaya dan tradisi yang dijadikan pedoman bagi masayarakat Kampung Naga dalam kehidupan yang harmoni bersama alam. 2). Pantangan dan larangan pada papagon hirup pamali dapat menciptakan masyarakat yang memiliki karakter cinta lingkungan. 3). Papagon hirup pamali dapat diinternalisasikan ke dalam konsep dasar pendidikan karakter cinta lingkungan di Sekolah Dasar.
Pengaruh Media Kartu Permainan Uno Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Membandingkan Pecahan Sederhana
Novita Dwi Lestari;
Yusuf Suryana;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.788 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7143
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa tentang materi membandingkan pecahan sederhana. Siswa masih kesulitan untuk memahami mana pecahan “lebih besar”, “lebih kecil” atau “sama dengan”. Selain itu, siswa juga masih kurang paham dengan tanda pertidaksamaan yang menunjukkan perbandingan pecahan. Hal ini disebabkan kurang adanya media pembelajaran dalam proses pembelajaran membandingkan pecahan sederhana. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya media pembelajaran. Berdasarkan studi literatur, media kartu permainan uno cocok digunakan pada materi membandingkan pecahan sederhana. Melalui media kartu permainan uno, maka siswa akan belajar matematika lebih mudah dan menyenangkan. Rumusan masalah secara umum dalam penelitian ini mengangkat bagaimana pengaruh media kartu permainan uno terhadap hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana. Sedangkan, tujuan penelitian secara umum adalah mendeskripsikan pengaruh media kartu permainan uno terhadap hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas III-A dan III-B SDN 1 Lewo Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana menggunakan media kartu permainan uno lebih baik daripada hasil belajar siswa tanpa menggunakan media kartu permainan uno. Kata kunci: Media kartu permainan uno; hasil belajar siswa; membandingkan pecahan sederhana.
PENGGUNAAN GADGET DALAM PROSES PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR
Gin Gin Ginanjar;
Kosasih Kosasih;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.548 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7386
Penelitian ini dilandasi adanya penggunaan gadget dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial oleh siswa kelas V, dengan tujuan meningkatkan proses pembelajaran siswa dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan penggunaan gadget dalam proses pembelajaran IPS siswa kelas V SDN II Panumbangan Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan sebanyak 17 siswa kelas V SD Negeri II Panumbangan. Pengumpulan data melalui lembar observasi, wawancara dan angket, pengolahan data diselesaikan melalui pendekatan data kualitatif,. Frekuensi penggunaan gadget pada siswa kelas V SDN II Panumbangan rata-rata tergolong sedang. Proses pembelajaran IPS siswa kelas V SDN II Panumbangan rata-rata tergolong sangat baik. Upaya guru dalam meningkatkan proses pembelajaran IPS siswa kelas V SDN II Panumbangan dengan menggunakan gadget adalah melalui peningkatan personal sosial siswa, optimalisasi pengaruh teman dekat, memberikan gambaran positif dan negatif, menyusun langkah dan Jadwal kegiatan. Kata kunci: Gadget, Proses Pembelajaran IPS.Siswa.
PENGENALAN LAMBANG GARUDA PANCASILA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA DINI
Rosma Bella Hindayanti;
Elan Elan;
Nuraly Masum Aprily
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/edukids.v19i1.46142
Pancasila merupakan ideologi, landasan, alat pemersatu bangsa dan mengandung cita-cita, harapan dan tujuan bersama yang harus dicapai oleh bangsa dan negara Indonesia. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab pudarnya nilai-nilai Pancasila. Hal ini berdampak buruk bagi generasi muda penerus bangsa. Pengenalan lambang Garuda Pancasila dan penanaman nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila dan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini. Membangkitkan semangat pengamalan Pancasila. Mengatasi pudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur atau kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan lambang Garuda Pancasila melalui media gambar sangat efektif. Pendidik juga dapat menjelaskan makna yang terkandung dalam lambang Garuda Pancasila. Lambang Garuda Pancasila memiliki makna yang sangat kompleks dari mulai kerangka, semboyan, warnam jumlah bulu dan perisai.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS V SDN SINDANGHEULA 02
Uus Agustina;
Elan Elan
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 5, No 3 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (665.509 KB)
|
DOI: 10.24114/js.v5i3.26827
Abstrac : The Influence of Articualte Storyline Learning Media on Cultural Diversity Materials on the Learning Interests of Class V SDN Sindangheula 02. This study aims to determine the effectiveness of Articulate Storyline learning media on Civics subjects, especially on cultural diversity material for class V SDN Sindangheula 02. This study uses quantitative research methods. using The One Group Pretest Posttest research design. The samples taken were 14 students using the Saturated Sampling technique. From the results of research analysis, it shows that there is an effect of using Articulate Storyline learning media. The average value of the experimental class has increased from 70 to 90.Keywoards: Articulate Storyline, cultural diversity, student interest in learning.Abstrak : Pengaruh Media Pembelajaran Articualte Storyline Pada Materi Keragaman Budaya Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V SDN Sindangheula 02. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran Articulate Storyline pada mata pelajaran PKn khususnya pada materi keragaman budaya kelas V SDN Sindangheula 02. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian The One Group Pretest Posttest. Sampel yang diambil adalah 14 siswa dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh. Dari hasil analisis penelitian, menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran Articulate Storyline. Nilai rata-rata kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 70 menjadi 90.Kata Kunci : Articulate Storyline, keragaman budaya, minat belajar siswa.
Pentingnya Peran Pola Asuh Orang Tua untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini
Elan Elan;
Stevi Handayani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.2968
Permasalahan pola asuh menjadi perbincangan yang sangat menarik, karena terdapat banyak jenis pola asuh yang digunakan oleh orang tua. Setiap penerapan pola asuh oleh orang tua memiliki perbedaan dan karakteristik masing-masing. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyajikan informasi terkait pentingnya peran orang tua dalam pemberian pola asuh yang tepat kepada anak untuk mendukung pembentukan karakter bagi anak usia dini. Pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti terkait penerapan jenis pola asuh oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur terutama yang berasal dari artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan judul penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap jurnal yang dijadikan sumber data penelitian, menunjukkan bahwa setiap orang tua dapat menerapkan beberapa jenis pola asuh. Akan tetapi, terdapat jenis pola asuh yang lebih dominan digunakan oleh orang tua dalam proses pengasuhan anak
GAYA PENGASUHAN ORANG TUA MILITER TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK
Winka Tirsa Aulia;
Heri Yusuf Muslihin;
Elan
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61290/gm.v14i2.557
Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam menerapkan berbagai gaya pengasuhan untuk menumbuhkan karakter mandiri pada anak. Berfokus pada orang tua militer dengan asumsi awal, dengan menggunakan alat bantu wawancara sederhana, ditemukan bahwa gaya pengasuhan otoriter selalu diterapkan oleh sebagian besar keluarga dengan latar belakang militer. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang tua militer menggunakan pola asuh ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua militer dalam upaya menumbuhkan kemandirian anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif menghasilkan data yang bersifat naratif dan deskriptif melalui alat bantu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di TK Kartika yang berlokasi di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada keluarga berlatar belakang militer, pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang diterapkan orang tua dengan tujuan untuk membentuk karakter pribadi anak, terutama dalam hal pembentukan sikap mandiri.
Analisis Penggunaan Flashcard Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini
Elan Elan;
Gilar Gandana;
Dinny Eka Fauziah
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/ceria.v12i1.9023
Latar belakang penelitian ini yaitu pentingnya meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Mengingat bahasa reseptif merupakan modal awal untuk anak dapat mengembangkan perkembangan bahasa lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di KB Nurul Huda, ternyata belum menggunakannya media pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan reseptif pada anak. Untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak, tentu saja harus ada media relevan yang dapat membantunya, yaitu salah satunya media flashcard berbasis digital yang bisa digunakan dimana dan kapan saja. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara yang dilakukan di KB Nurul Huda dan guru kelas A2. Adapun analisis data kualitatif yang digunakan yaitu menurut Miles dan Huberman seperti: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa penggunaan media flashcard berbasis digital pada tema binatang bisa meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Kata kunci: anak usia dini, bahasa reseptif, flashcard digital
Mengatasi Keterlambatan Interaksi Sosial Melalui Permainan Balok
Elan Elan;
Edi Hendri Mulyana;
Annisa Putria Ariana
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/ceria.v12i1.9025
Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya keterampilan interaksi sosial pada anak usia dini. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang berlokasi di TK Kemala Bhayangkari 24 Kota Tasikmalaya, ternyata media yang dapat digunakan untuk strategi dalam pemberian stimulus untuk mengatasi keterlambatan interaksi sosial yaitu melalui media permainan balok. Media permainan balok merupakan permainan yang menggunakan media yang berbentuk bangun ruang tiga dimensi yang mempunyai enam sisi, dua belas rusuk dan delapan titik sudut. Bermain balok disebut sebagai bermain bebas atau open ended play yang dimana pada permainan ini dapat memberikan ruang kepada anak untuk berimajinasi secara bebas dan tidak terikat pada aturan – aturan dalam bermainnya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis yaitu yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan melalui data atau sampel yang diperoleh sebagaimana adanya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi dan wawancara pada guru kelas B di TK Kemala Bhayangkari 24 Kota Tasikmalaya. Untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis media, peneliti menarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan permainan balok dalam mengatasi keterlambatan interaksi sosial pada anak usia 5 – 6 tahun.Kata kunci: Interaksi Sosial, Permainan Balok, Anak Usia DiniÂ