Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS DI INSTALASI BEDAH RSUD TUGUREJO SEMARANG PERIODE APRIL 2014 Antoni, Priski; Supadmi, Woro
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Antibiotika merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan pada pencegahan infeksi bakteri karena perlakuan bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis dari parameter tepat indikasi, tepat obat, tepat pasiendan tepat dosis dan mengetahui hubungan kerasionalan penggunaan antibiotika dengan lama rawat inap pasien.Metode: Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data restropektif. Subyek penelitian ini adalah semua rekam medik pasien di instalasi bedah RSUD Tugurejo Semarang dengan kriteria inklusi rentang usia 20-60 tahun, mendapatkan terapi antibiotika profilaksis, data rekam medik jelas. Data penggunaan antibiotika dianalisis kerasionalannya berdasarkan Pedoman Penggunaan Antibiotika 2011, Clinical Practice Guidelines for Antimicrobial Prophylaxis in Surgery2008, Antibiotic Guidelines 2014-2015 dan Drug Information Handbook 2010.Hasil: penelitian menunjukkan penggunaan antibiotika cefuroxime 10%, cefazoline 44%, ceftriaxone18%, cefotaxime 15% dan ampisiln 13%. Kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis meliputi tepat indikasi 86%, tepat obat 54%, tepat pasien 54% dan tepat dosis 44%. Tidak terdapat hubungan kerasionalan penggunaan antibiotika dengan lama rawat inap pasien (p>0,05).Kesimpulan: Penggunaan antibiotika rasional sebesar 44%, tidak ada hubungan antara kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis dengan lama rawat inap pasien operasi di RSUD Tugurejo Semarang periode April 2014.
Uji Validitas Kuesioner KDQOL-SFTM versi Indonesia pada Pasien Penyakit Ginjal Terminal di RS PKU Muhammadiyah Bantul Nur Shabrina, Atikah; Supadmi, Woro
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.65

Abstract

Penyakit ginjal terminal adalah kerusakan ginjal yang irreversible sehingga mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pada pengukuran kualitas hidup diperlukan instrumen, salah satunya kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form KDQOL-SFtm ) versi Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia sebagai instrumen alat ukur kualitas hidup pasien penyakit ginjal terminal.Rancangan penelitian ini yaitu observasional diskriptif dengan pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian adalah pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisa. Proses validitas meliputi validitas konvergen, validitas diskriminan, known group validity dan uji floor and ceiling effect. Kuesioner memenuhi validitas jika nilai person correlation > 0,40, dan reliabilitas jika nilai cronbach alpha > 0,70. Hasil validitas kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia terdapat 5 item pertanyaan tidak valid secara konvergen dan diskriminan, 3 item pertanyaan tidak valid secara konvergen dan 5 item tidak valid secara diskriminan. Hasil reliabilitas diperoleh 8 domain dengan nilai cronbach alpha ≤ 0,70. Hasil uji Known Group Validityantara responden laki-laki dengan perempuan pada domain fungsi fisik diperoleh nilai ρ value < 0,05 dan responden usia 41-50 tahun dengan usia 51-60 tahun menunjukkan nilai ρ value ≥ 0,05. Hasil uji floor and ceiling effect pada 8 domain diperoleh selisih persentasenya < 20%. Kesimpulannya adalah kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia secara keseluruhan dinyatakan valid dan reliabel. Meskipun ada beberapa nomor yang tidak valid dan reliabel, sehingga perludilakukan modifikasi terhadap pertanyaan pada kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia tersebut.
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE MARET 2015 Endah Karuniawati; Woro Supadmi
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.73 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.00190

Abstract

The adherence holds an important role that can affect the success rate of the therapy and increase the life quality of the patients. Quality of life is an ability to reflect the health in the term of physically, psychology, and socially and the satisfaction of the patients functional and control level. Research aims to understand relations compliance treatment with the quality of life can be measured by MMAS and WHOQOL questioners. The research applied descriptive, non experimental and cross-sectional methods. The aim of the research was to find out the relationship between the medication adherence and the life quality of the hemodialysis patients. The medication adherence data was gathered by MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) and the life quality was gathered by WHOQOL (World Health Organization Quality of Life) of hemodialysis patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. The research results showed that from 101 respondents the medication adherence in the level of high 58,42 %, level moderate 8 , 91 % and low 32 , 67 %.) .The quality of life of patients of the domain physical, mental, social and environmental at a high rate and low. Relations adherence the use of a drug with the quality of life of significant (p 0,005) in all the domain. Compliance the use of drugs associated with the quality of life of hemodialysis patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital.
Pharmaceutical Care Training Increases the Ability Pharmacists to Reduce the Incidence of Medication Error Akrom Akrom; Budiyono Budiyono; Woro Supadmi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 4, No 2: June 2015
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.283 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v4i2.4721

Abstract

The objective of the study was to know the potential incidence of medication errors before and after the training of pharmaceutical care in the Outpatient Pharmacy Unit of general privat hospital in rural area of Yogyakarta. The observational studi used to describe the potential medication errors in prescribing phase and dispensing phase and to determine its completion. This research was conducted prior to the training of pharmaceutical care that is in May and after the training of pharmaceutical care that was in June 2014 at the Outpatient Unit of general privat hospital in rural area Yogyakarta. The data was taken from a book review of prescriptions in outpatient units for the month. The results showed that the number of potential medication errors before the training of pharmaceutical care in prescribing phase (prescribing errors) found 17 cases or 0.21% and the dispensing phase (dispensing error) as many as 36 cases or 0.45%. While the potential for medication errors after the training phase of pharmaceutical care in prescribing phase (prescribing error) is found as many as 115 cases or 1.45% and the dispensing phase (dispensing error) is found as many as 165 cases or 2.10%.
Quality of life in cancer outpatients using the EORTC QLQ-C30 questionnaire at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital Fitri Ayu Wahyuni; Woro Supadmi; Endang Yuniarti
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v5i2.15219

Abstract

Cancer is a disease characterized by the uncontrolled growth of abnormal cells in the body, which can be treated using chemotherapy as one of the therapies. However, some of chemotherapy's main side effects, such as nausea, vomiting, and pain, are associated with decreased quality of life. The patient's quality of life is measured from several dimensions: dimensions of physical health, psychological well-being, social and environmental relationships. This study aims to describe the quality of life of cancer patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. This study used a cross-sectional design with all cancer patients undergoing chemotherapy during the study period who had met the inclusion criteria. The patient's quality of life was measured using the EORTC QLQ-C30 questionnaire. The results showed the quality of life of cancer patients based on a functional scale from the domain of the social function (84.55 ± 24.54), emotional function (79.20 ± 24.08), cognitive function (77.23 ± 27.82), role function (73.98 ± 31.85), and physical function (69.43 ± 29.09), the symptom scale shortness of breath (9.75 ± 18.62), diarrhea (11.38 ± 25.39), financial constraints (23.57 ± 24.99), constipation (25.20 ± 33.15), pain (25.61 ± 30.29), nausea and vomiting (33.33 ± 28.13), insomnia (8.21 ± 41.87), fatigue (45.79 ± 29.93), and loss of appetite (48.78 ± 37.34). The highest score on the functional scale was the social function, and the lowest score was in the physical function. The highest score on the symptom scale was appetite loss, and the lowest score was the shortness of breath.  
KAITAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTI INFLAMASI NON STEROID DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSU PKU MUHAMMADYAH YOGYAKARTA Woro Supadmi; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 9 No. 2 (2012): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol9.iss2.art2

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan, sosial dan ekonomi dengan peningkatan insidensi, prevalensi dan morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kaitan dan nilai odds ratio antara penggunaan analgetik dan OAINS dengan kejadian GGK di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan case control, kelompok kasus adalah pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisa dan kelompok kontrol adalah pasien yang melakukan rawat inap tidak terdiagnosa GGK. Data sekunder diperoleh dari rekam medik pasien, data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan panduan lembar pertanyaan. Data dianalisis dengan tabel 2x2 chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan analgetik tidak berkaitan dengan kejadian GGK (OR 0,1;p>0,05;CI 0,018-0,366). Penggunaan OAINS berkaitan dengan kejadian GGK (OR 4,4; p<0,05;CI 0,906-21,97). Penggunaan analgetik dan OAINS berkaitan dengan kejadian GGK (OR 5,1;p<0,05;CI 1,057-24,78). Lama penggunaan analgetik tidak berkaitan dengan kejadian GGK (OR 1,4;p>0,05;CI 0,307-5,94), jumlah tablet penggunaan analgetik berkaitan dengan kejadian GGK (OR 23;p<0,05;CI 3,981-131). Lama penggunaan OAINS tidak berkaitan dengan kejadian GGK (OR 0,4;p>0,05;CI 0,018-7,29), jumlah tablet penggunaan OAINS berkaitan dengan kejadian GGK (OR 12;p<0,05;CI 0,936-153). Lama penggunaan analgetik dan OAINS tidak berkaitan dengan kejadian GGK (OR 0,6;p>0,05;CI 0,036-6,9), jumlah tablet penggunaan analgetik dan OAINS tidak berkaitan dengan kejadian GGK (OR 1,1;p>0,05;CI 0,138-7,934).Kata kunci : analgetik, faktor risiko, GGK (Gagal Ginjal Kronik), OAINSABSTRACTChronic renal failure is a matter of health, social and economi with increasing incidence, prevalence and morbidity. This study was aimed to observe assosiation between the used of analgesics and NSAIDs and calculate odds ratio of chronic renal failure incidence at PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta. The study used analytical observation with case control desingn,group of case cosisted as chronic renal failure patients who do hemodialysis and group of control who are not diagnosed with chronic renal failure. Secondary data were obtained from patient’s medical records, the primary data were obtained through indepth interview by guided questionnaire. Data analysis was using the 2x2 table and analyzed with chi square test to find out the correlation and the odds ratio between the use of analgesics and NSAIDs of chronic renal failure incidance. The used of analgesics not assosiation of chronic renal failure incidence (OR 0.1;p>0.05;CI 0.018 to 0,366). The used of NSAIDs assosiation of chronic renal failure incidence (OR 4.4;p< 0,05;CI 0.906 to 21.97). The used of analgesics and NSAID assosiation of chronic renal failure incidence (OR 5.1;p<0.05;CI 1.057 to 24.78). Duration of the used of analgesics not assosiation of renal failure incidence (OR 1.4;p>0.05;CI 0.307 to 5.94), the used total tablets analgesics correlation of chronic renal failure incidence (OR 23;p<0.05;CI 3.981 to 131). Duration of the used of NSAIDs was not assosiation of chronic renal failure incidence (OR 0.4;p>0.05;CI 0.018 to 7.29), number of totals tablets NSAIDs assosiation of chronic renal failure incidence (OR 12;p<0.05;CI 0.936 to 153). Duration of the used of analgesics and NSAIDs were not assosiation of chronic renal failure incidence (OR 0.6;p>0.05;CI 0.036 to 6.9), number of totals tablets to the used of analgesics and NSAIDs were not assosiation of chronic renal failure incidence (OR 1.1;p>0.05;CI 0.138 to 7.934).Keywords: analgesics, chronic renal failure, NSAIDs, risk factors
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN AUTIS DI RUMAH SAKIT X KOTA YOGYAKARTA Ruri Renggani Sandra; Della Midi Wardhani; Woro Supadmi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.52

Abstract

Autism spectrum disorders (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf dengan penyebab yang kompleks dari banyak fakor Penggunaan obat pada pasien autis harus dimonitoring untuk mencegah terjadinya drug related problems. Intervensi farmasis dengan mengidentifikasi kejadian drug related problem adalah kegiatan pelayanan asuhan kefarmasian untuk meningkatkan keberhasilan terapi. Penelitian ini adalah observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan data rekam medik. Evaluasi kejadian drug related problems meliputi indikasi yang tidak diterapi, terapi tanpa indikasi, pemilihan obat yang tidak tepat, overdosis, under dosis, adverse drug reactions dan interaksi obat. Literatur yang digunakan sebagai acuan adalah Drug Information Handbook, 18thed, Stockley Drug Interaction, Drugs Interaction Facts 2001, dan Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach 2005 dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian diperoleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki 20 pasien (77%), perempuan 6 pasien (23%). Usia antara 6-11 tahun yaitu 15 pasien (58%), 1-5 tahun terdapat 9 pasien (34%), usia <1 tahun dan 12-17 tahun masing-masing sebanyak 1 pasien (4%). Penyakit penyerta ISPA merupakan kasus yang paling banyak terjadi, terbanyak kedua adalah epilepsi dan gastroenteritis akut (GEA). Kejadian DRPs Indikasi tidak diterapi 9%, Terapi tanpa indikasi 9%, Pemilihan obat tidak tepat 9%, Over dosis 31%, Under dosis 33% dan interaksi obat 9%. Terdapat 24 pasien ( 92,3%) yang mengalami DRPs potensial dan 2 pasien (7,7%) yang tidak mengalami. Kriteria DRPs dengan persentase tertinggi adalah under dosis sebanyak 33% dan over dosis sebanyak 31%.
Uji Validitas Kuesioner KDQOL-SFTM versi Indonesia pada Pasien Penyakit Ginjal Terminal di RS PKU Muhammadiyah Bantul Atikah Nur Shabrina; Woro Supadmi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.65

Abstract

Penyakit ginjal terminal adalah kerusakan ginjal yang irreversible sehingga mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pada pengukuran kualitas hidup diperlukan instrumen, salah satunya kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form KDQOL-SFtm ) versi Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia sebagai instrumen alat ukur kualitas hidup pasien penyakit ginjal terminal.Rancangan penelitian ini yaitu observasional diskriptif dengan pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian adalah pasien penyakit ginjal terminal yang menjalani hemodialisa. Proses validitas meliputi validitas konvergen, validitas diskriminan, known group validity dan uji floor and ceiling effect. Kuesioner memenuhi validitas jika nilai person correlation > 0,40, dan reliabilitas jika nilai cronbach alpha > 0,70. Hasil validitas kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia terdapat 5 item pertanyaan tidak valid secara konvergen dan diskriminan, 3 item pertanyaan tidak valid secara konvergen dan 5 item tidak valid secara diskriminan. Hasil reliabilitas diperoleh 8 domain dengan nilai cronbach alpha ≤ 0,70. Hasil uji Known Group Validityantara responden laki-laki dengan perempuan pada domain fungsi fisik diperoleh nilai ρ value < 0,05 dan responden usia 41-50 tahun dengan usia 51-60 tahun menunjukkan nilai ρ value ≥ 0,05. Hasil uji floor and ceiling effect pada 8 domain diperoleh selisih persentasenya < 20%. Kesimpulannya adalah kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia secara keseluruhan dinyatakan valid dan reliabel. Meskipun ada beberapa nomor yang tidak valid dan reliabel, sehingga perludilakukan modifikasi terhadap pertanyaan pada kuesioner KDQOL-SFtm versi Indonesia tersebut.
Adherence and Quality of Life of Hypertension Patients in Gunung Jati Hospital, Cirebon, Indonesia Dyah A. Perwitasari; Rinto Susilo; Woro Supadmi; Adrian A. Kaptein
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.045 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2015.4.4.289

Abstract

The treatment effectiveness of hypertension could be influenced by patients’ characteristics and patients’ adherence with medication. Besides reaching the goal of blood pressure decrease after the treatment, their quality of life has become the main concern regarding effectiveness of hypertension treatment. This study aimed to explore the hypertension patients’ adherence and quality of life. In addition, it was studied which factors associated with adherence and quality of life in hypertension patients treated withantihypertensive at Gunung Jati Hospital, Cirebon. We recruited 85 adult hypertension patients who were treated with antihypertensive agents for at least 6 months. The patients’ adherence was measured by Medication Adherence Report Scale and the patients’ quality of life was measured by Indonesian version of Short Form-36 questionnaire. The patients’ adherence was found as 24.03 (SD: 1.98) and there were no significant differences of patients’ adherence using monotherapy and combination therapy. Thepatients’ characteristics such as, age, gender and education level could not predict patients’ adherence (p>0.05). The average of Physical Component Summary (PCS) and Mental Component Summary (MCS) were 43.35 (SD: 9.4) and 52.13 (SD:5.59). Age and gender may predict PCS, however, education and comorbidity may predict MCS (p<0.05). Hypertension patients’ adherence in Gunung Jati hospital is good. The PCS and MCS scores in this study are comparable to the other previous studies. The patients’characteristic could not be the predictor of patients’ adherence.Keywords: Adherence, hypertension, quality of life, MARS, SF-36Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Gunung Jati CirebonEfektivitas terapi pasien hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor karakteristik pasien dan kepatuhan pasien. Selain menurunkan tekanan darah, luaran lain dari terapi hipertensi adalah meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan dan kualitas hidup pasien hipertensi serta memahami faktor prediksi kepatuhan dan kualitas hidup pasien. Sejumlah 85 pasien hipertensi yang telah mengonsumsi obat hipertensi minimal 6 bulan berpartisipasi dalam penelitian ini. Kepatuhan pasien diukur dengan kuesioner Medication Adherence Report Scale versi Indonesia dan kualitas hidup pasien diukur dengan kuesioner Short Formulary-36 versi Indonesia. Kepatuhan pasien hipertensi di RS Gunung Jati Cirebon adalah 24,03 (SD:1,98) dan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kepatuhan pasien hipertensi yang menggunakan monoterapi dan kombinasi terapi. Karakteristik pasien seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan bukan merupakan prediktor kepatuhan (p>0,05). Rata-rata Physical Component Summary (PCS) dan Mental Component Summary (MCS) adalah 43,35 (SD: 9,4) dan 52,13 (SD:5,59). Usia dan jenis kelamin merupakan prediktor PCS dan pendidikan serta komorbiditas merupakan prediktor MCS (p<0,05). Kepatuhan pasien hipertensi di RS Gunung Jati Cirebon cukup baik. Komponen PCS dan MCS cukup baik dibandingkan dengan penelitian lain. Karakteristik demografi pasien bukan merupakan prediktor kepatuhan pasien.Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, kualitas hidup, SF-36, MARS
Quality of Life and Adherence of Diabetic Patients in Different Treatment Regimens Dyah A. Perwitasari; Wirawan Adikusuma; Shoma Rikifani; Woro Supadmi; Adrian A. Kaptein
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.779 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2014.3.4.107

Abstract

The diabetic patient’s quality of life and adherence should be a concerned by health care providers. This study aimed to explore the diabetic patient’s quality of life and medication adherence into account. We recruited 88 subjects in a cross-sectional design. The research subjects were out-patients with type 2 diabetes mellitus in a private hospitals in Yogyakarta City who had taken single or combination of oral anti diabetic and insulin at least six months prior to quality of life measurement. Patients were classified into three groups (monotherapy, oral combination therapy, and oral-insulin combination group). The domains of physical function, energy, satisfaction treatment, and treatment effect were significantly different among the three groups. There were significant associations between treatment satisfaction domain and adherence in monotherapy and oral-insulin combination groups, the health pressure domain and adherence in oral-insulin combination group, the treatment satisfaction domain with adherence in first two groups, and health pressure domain with adherence in oral-insulin combination group. In conclusion, the quality of life of the diabetic patients was good and their medication adherence was at a moderate level.Key words: Adherence, diabetes, Indonesia, quality of life Kualitas Hidup dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus dengan Pengobatan yang BerbedaKualitas hidup dan kepatuhan pasien diabetes melitus (DM) sebaiknya mendapat perhatian dari pemberilayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM dan hubungannya dengan kepatuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan potong lintang. Subjek penelitian ini adalah 88 orang pasien DM tipe 2 di suatu rumah sakit swasta di Yogyakarta yang memperoleh pengobatan baik tunggal maupun kombinasi antara antidiabetes oral dan insulin minimal enam bulan sebelum pengambilan data kualitas hidup. Pasien dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok monoterapi, kombinasi oral antidiabetes, dan kombinasi oral-insulin. Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok ini pada domain fungsi fisik, energi, kepuasan terhadap terapi, dan efek pengobatan. Terdapat hubungan signifikan antara domain kepuasan pasien dengan kepatuhan pada kelompok monoterapi dan terapi kombinasi oral, domain tekanan kesehatan dengan kepatuhan pada kelompok terapi kombinasi oral-insulin, serta domain kepuasan pasien dan tekanan kesehatan dengan kepatuhan pasien pada ketiga kelompok terapi. Kualitas hidup pasien DM pada penelitian ini cukup bagus dengan kepatuhan pada tingkat moderat.Kata kunci: Diabetes, kepatuhan, kualitas hidup, Indonesia
Co-Authors . Fitriyani Adnan Adnan Adnan, Adnan Adrian A. Kaptein Adrian A. Kaptein Afifa, Shafira Diestra Ahmed, Bilal Ajeng Diantini Ambar Yunita Nugraheni Anak Agung Gede Sugianthara Ananda Ayu Chandra Andriana Sari Andriana Sari Anisa Devi Kharisma Wibowo Antoni, Priski Ardhiani, Menit Ardiansyah, Ryan Ari Kristina, Susi Arini Salsabila Ariska Wigatiningtyas Aristia, Bella Fevi Atikah Nur Shabrina Aulia Kurniapuri Auliya A. Suwantika Azis Ikhsanudin Bambang Purwoko Basuki, Adriyanto Rochmad Boisi, Cici Feronika Budiyono Budiyono Cahya Putri, Ardana Candradewi, Susan Fitria Chong, Rockie Cut Fatia Ulfa Cut Fatia Ulfa Damayanti, Elok Della Midi Wardhani Dewi, Masita Sari Dwi Hastuti Dwi Utami Dyah A. Perwitasari Dyah A. Perwitasari Dyah Ariani Perwitasari Dyah Aryani Perwitasari Ela Fadilah Pramsa Endah Karuniawati Endang Darmawan Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Esty Elvinda Fahrian Hipmi, Ahmad Farid, Yandira Mifta Fasyir, Syaima’ Rihan Fatkhiya, Musa Fitri Fatma Nuraisyah, Fatma Feangi, Yanti Fitriani Firman Firman Fitri Ayu Wahyuni Fitri Nur Mahmudah Fitri Qoriawaty Fitriana, Elinda Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fitriyani Gailea, Astrimulyana Giatna, Sifak Ginanjar Zukhruf Saputri Gita Husna Rahmadani Gustinanda, Rizky Haafizah Dania Hadiq, Shabran Hanindia Riyani Hariadi Wijaya, Made Hasniah Hasniah Hasniah Hasniah Hendra Darmawan Hendy Ristiono, Hendy Herjanti Ratnawiningsih Hesty Riza Oktastika Hidayah Apriliawan Hidayati, Ana Iin Ike Ardiani Ilham Bintang Agung Ilham Sasena Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Izzah, Fiya Nailil Joko Sudibyo Kaptein, Adrian A. Kartikasari, Ayu Lifia Nur Khairi, Sabiah Kristina, Susi Ari Kristina Kurniawan, Rendy Kurniyati, . Kurniyati, . Lalu Muhammad Irham Lolita Lukman Hakim Maharani, Fadya Bella Suci Malihi, La Mashita, Siti Masita Sari Dewi Ma’ruf, Muhammad Monica, Lia Mufidah, Syarifatul Muh Muhlis Muh Muhlis, Muh Muhammad Muhlis Muhammad Muhlis Muhammad MuMuhlis Muhammad Ridwan Muhammad Thesa Ghozali Muhartati, Sri Aisyah Muhlis, Muh Murwiningsih Murwiningsih Naguib Ahmed Osman, Ahmed Mohamed Yehia Novita, Sisri Nugraha, Media Fitri Isma Isma Nur P, Kanindya Nur Rahmatiya Abas, Siti Nur Shabrina, Atikah Nurfadilasari, Ulfa Mustofa Nurul Qomariyah Nuzulan, Moh. Aji Zulfan Perwitasari, Dyah A. Pranata, Satria Prita Anggraini Kartika Sari Prita Anggraini Kartika Sari Purwanto , Barkah Djaka Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Puspitasari, Kartini Qarriy 'Aina Urfiyya Qifari Nasrun, Rahmar Rahayu, Ade Rahmawati Rahmawati, Priska Ardya Rahmiati, Siti Rahmmawati, Rini Rassyifa, Aloina Jean Ratna R. Ratna, R Restu Pranandari Riat El Khair Rikifani, Shoma Rizky Budi Santoso Rizky Maulana, Nafta Rumambi, Tita Yulianti Ruri Renggani Sandra Saputri, Ginanjar Zukhruf Sari, Prita Anggraini Kartika Sari, Tri Purma Sary, Mega Indah Seseray, Yuliana Ludia Shoma Rikifani Siswanto, Lalu Muhammad Harmain Siti Anisya Rahayu Siti Rahmiati Siti Rahmiati Sri Aisyah Muhartati Sri Aisyah Muhartati Sri Awalia Febriana Sri Sulistyorini Stefy Muliyani Muljabar Sudibyo, Joko Sugiyarto Surono, Sugiyarto Sulastri Sulastri Sulastri Sulastri Supadmi, Woro Supadmi Susi Ari Kristina Susilo, Rinto Suwantika, Auliya Abdurrohim Tina Rostinawati Triandika, Rifaldy Trisna , Yulia Trisna, Yuliana Triyo Nova Wahyuni, Fitri Ayu Wijaya, Made Hariadi Wirawan Adikusuma Yulia Indah Widianti Yuni Lestari Yuptarol Mujahidah Zukhruf Saputri, Ginanjar