Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Adanya Literasi Digital terhadap Menurunya Sikap Sosial di Lingkungan Masyarakat Evi Setianingsih; Fani Widia Putri; Tin Rustini; Yona Wahyuningsih
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1026

Abstract

In the millennial era and technological advances as it is today, the use of digital media is increasingly becoming the most important thing. All groups have started using technology, teachers and students are the most active in the use of this digital media. Research on the influence of digital literacy associated with social attitudes tends to be less done. The subject of this research is the community, ranging from teachers, students and even the general public. This study uses a qualitative method with a case study approach. The findings obtained in this study are the influence of digital literacy on social attitudes that arise, whether these social attitudes tend to increase or even have a negative impact, namely they tend to decrease in social attitudes after digital literacy. Therefore, the influence of digital literacy in the community must be considered, so that it can be known whether or not digital literacy affects the decline in social attitudes in the community.
Efektivitas Kunjungan Lapangan untuk Materi Berbagai Pekerjaan di Pelajaran IPS Kelas 4 Alifia Mutsla Fakhruddin; Putri Rizqi Tanzila Sudirman; Tin Rustini; Yona Wahyuningsih
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1028

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of field visits in various jobs in social studies learning, because they should acquire knowledge in understanding different social environments at different places and times, both individually and in groups to find their interests which can ultimately form a good community environment. And harmonious. There are three objectives for the achievement of social studies learners, namely; The first is the development of students’ intellectual abilities, the second is the development of the ability to sense responsibility as members of the community and citizens, and the third is as a student’s personal developer
Role of Social Science Learning in Overcoming Lazy Students to Learn Mustika Khoirunnisa Kholillah; Iga Ghufrani Juniarti; Tin Rustini; Muh. Husen Arifin
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v6i2.628

Abstract

A process whose results can be shown directly or indirectly is called education. Students as students are one of the inputs that determine the success of the educational process. Without students, it means that there will be no teaching process. That's because students or students who need teaching and not teachers, teachers only try to meet the needs that exist in students. At school, social studies is a subject that combines basic concepts from various social sciences that are compiled through educational and psychological approaches as well as their feasibility and meaning for students and their lives. Social Studies is formulated on the basis of social realities and phenomena that embody an interdisciplinary approach from aspects and branches of social sciences (sociology, history, geography, economics, politics, law, and culture). For elementary schools, social studies is a blend of history, geography, economics, sociology and anthropology subjects. Parenting patterns play a role when students are at home, while teachers only monitor and provide guidance during the learning process. Often found students who are bored in the teaching and learning process that is carried out in the classroom. His characteristics include daydreaming, unfocused, and often playing games to annoy his friends. It should be the teacher's job when meeting students who feel bored so that they can change the student's perspective so that they are enthusiastic about learning and the importance of education for their own future. In addition to teachers, students or students must also be aware of education which will be very important for their future. The role of parents of students or students is also needed in the continuity of education in the school and home environment.
Relevansi Kebijakan Kurikulum Merdeka Dengan Pendidikan Abad 21 Pada Pembelajaran IPS di SD Ai Nurul Nurohmah; Dewi Kartini; Tin Rustini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.433 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7594483

Abstract

The purpose of this study is to find out whether there is relevance to the independent curriculum policy with 21st century education in social studies learning. During the Covid 19 pandemic, learning became less effective due to distance learning (PJJ). That's why there was a learning crisis or commonly known as learning loss and also a learning gap which is commonly referred to as the learning gap. Efforts to overcome this, the Ministry of Education and Culture officially launched a new curriculum, namely the independent curriculum. This independent curriculum has begun to be implemented in schools. In social studies learning in elementary schools in the independent curriculum there is a change, namely the enactment of natural sciences, namely the combination of science and social studies subjects. Education currently requires students to have 21st century competencies, namely communication, creativity and innovation, critical thinking and problem solving, and collaboration. Researchers use qualitative methods in answering problems, this research is also supported by literature studies such as books, scientific articles and sources that can be accounted for. The results of this study state that the independent curriculum in social studies learning in elementary schools is relevant to 21st century education, because it fulfills the principles of 21st century learning and can develop 21st century skills in accordance with the objectives of the independent curriculum, namely forming a profile of Pancasila students
PERAN PELAJARAN IPS DALAM PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI Mei Nur Rusmiati; Siti Aisyah Nurfatimah; Tin Rustini
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol 7, No 2: Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v7i2.39934

Abstract

Kemajuan zaman dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan negara Indonesia harus dapat beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman, serta menginginkan adanya perubahan dari negara berkembang ke negara maju. Untuk mewujudkan harapan tersebut, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang mampu mengubah keadaan saat ini. Selaras dengan UU Sindiknas No. 20 Tahun 2003 menambahkan bahwa nasional merupakan proses dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter, tidak hanya cakap dalam keilmuannya saja melainkan juga harus memiliki nilai-nilai karakter yang mampu mengubah masa depan menjadi lebih baik. Selanjutnya,tujuan dari penelitian ini diharapkan bahwa dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi dalam proses pembelajarannya mampu memperkuat nilai karakter peserta didik, sehingga dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan artikel ini, yaitu dengan menggunakan metode kualitatif. Pada metode penulis ini mengumpulkan data yang telah didapat melalui kajian buku, artikel, serta karya ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini menambahkan bahwa pembelajaran IPS di kelas tinggi mampu memperkuat nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik.Sehingga dengan disajikannya artikel ini mampu membantu para pendidik dalam proses pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi. sehingga dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan artikel ini, yaitu dengan menggunakan metode kualitatif. Pada metode penulis ini mengumpulkan data yang telah didapat melalui kajian buku, artikel, serta karya ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini menambahkan bahwa pembelajaran IPS di kelas tinggi mampu memperkuat nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik.Sehingga dengan disajikannya artikel ini mampu membantu para pendidik dalam proses pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi. sehingga dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan artikel ini, yaitu dengan menggunakan metode kualitatif. Pada metode penulis ini mengumpulkan data yang telah didapat melalui kajian buku, artikel, serta karya ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini menambahkan bahwa pembelajaran IPS di kelas tinggi mampu memperkuat nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik.Sehingga, dengan disajikannya artikel ini mampu membantu para pendidik dalam proses pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi. Pada metode penulis ini mengumpulkan data yang telah didapat melalui kajian buku, artikel, serta karya ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini menambahkan bahwa pembelajaran IPS di kelas tinggi mampu memperkuat nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik. Sehingga, dengan disajikannya artikel ini mampu membantu para pendidik dalam proses pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi. Pada metode penulis ini mengumpulkan data yang telah didapat melalui kajian buku, artikel, serta karya ilmiah lainnya.Hasil dari penelitian ini menambahkan bahwa pembelajaran IPS di kelas tinggi mampu memperkuat nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik. Sehingga dengan disajikannya artikel ini mampu membantu para pendidik dalam proses pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPS di kelas tinggi. 
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP MULTIKULTURALISME SOSIAL BUDAYA ANAK SEKOLAH DASAR Sulistiawati ,; Tin Rustini; Yona Wahyuningsih
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 29, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v29i1.40800

Abstract

Pendidikan saat ini terus mengalami banyak perubahan dari segi perkembangan teknologi sering berjalannya waktu. Dalam pendidikan, pembelajaran dituntut untuk mengalami perubahan yang inovatif dan kreatif untuk daya tarik siswa dalam belajar. Tujuan penelitian adalah penggunaan media pembelajaran sebagai sarana pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, efektif dan menarik. Media pembelajaran interaktif menciptakan pembelajaran yang mana guru sebagai fasilitas untuk menyediakan pembelajaran dari bahan ajar, media dan lainnya. Pembelajaran interaktif untuk pembelajaran ilmu pengetahuan sosial sangat cocok digunakan untuk muatan pembelajaran multikulturalisme sosial budaya yang beragama dengan menyajikan materi dengan menggunakan media pembelajaran, agar siswa dapat mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran lebih bervariatif dan menyenangkan siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, yang mana dengan menggunakan metode deskriptif serta model pembelajaran interaktif. Penggunaan metode deskriptif yakni bentuk penggambaran maupun analisis pada suatu penelitian untuk mendapatkan pengetahuan terhadap implementasi pembelajaran interaktif melalui pendidikan ilmu pengetahuan sosial untuk multikulturalisme sosial budaya di sekolah dasar. Keberagaman multikultural dari suku, bangsa, budaya, sosial, agama dan lainnya. Dengan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial siswa akan diajarkan mengenai karakteristik yang baik antar sesama dengan adanya perbedaan serta toleransi yang baik dengan memanfaatkan media pembelajaran sebagai implementasi proses belajar.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MODEL ASSURE Hikmah Salsyabila Aulia; Tin Rustini; Yona Wahyuningsih
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 29, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v29i1.41734

Abstract

Pendidikan seringkali berlangsung di bawah bimbingan para pendidik; Namun, peserta didik juga dapat mendidik diri mereka sendiri. Pendidikan dapat berlangsung dalam pengaturan formal atau informal, dan setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara seseorang berpikir, merasa, atau bertindak dapat dianggap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran IPS pada siswa sekolah dasar melalui penerapan model ASSURE. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan kegiatan belajar mengajar dengan model ASSURE dan konvesional. Penelitian yang dilakukan dalam artikel ini merupakan penelitian kuantitatif dimana penelitian mengambil data dari sumber terpercaya yang sudah ada dan relevan. Simpulan dari penelitian ini adalah model ASSURE dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Pembelajaran IPS menggunakan Metode Storytelling di Sekolah Dasar Melani Khalimatu Sa’diyah; Nandia Kiranti; Tin Rustini; Muh. Husen Arifin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4085

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas mengenai metode digital storytelling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode digital storytelling dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini dikarenakan masihh banyak tenaga pendidik yang kurang memanfaatkan teknologi komputer. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode digital storytelling terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan membuka atau mengawali kegiatan, tahapan saat bercerita, dan tahapan menutup cerita dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siklusnya mengalami peningkatan sehingga bisa memanfatkan teknologi digital. Dan dapat disimpulkan bahwa metode digital storytelling dapat meningkatkan kreatifitas tenaga pendidik.
Pendekatan Berdiferensiasi pada Pembelajaran IPS sebagai Bentuk Internalisasi Konsep Merdeka Belajar Mira Nurazijah; Syaipia Lailla; Tin Rustini
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3158

Abstract

Learning is an interactive process in which a person can acquire knowledge, skills, attitudes, and understanding through instructions or experiences conveyed by educators or from the learning environment itself. This involves the interaction between teachers and students, and students and their surroundings. However, in implementing this learning, it is necessary to understand that each student has different learning style characteristics. One of them is also in the implementation of learning Social Sciences (IPS). To overcome this problem regarding the delivery of these different learning styles, one can use a differentiated approach from internalizing the concept of independent learning which is able to involve students to be independent and free in using their learning styles to acquire knowledge. The method used in this research is literature review or literature review which is obtained by searching for literature sources that are relevant to the research topic. In this case it was found that differentiated learning, one of which is used in social studies learning, is able to create an atmosphere of a learning environment that can enable students to learn according to their own interests and needs. So that through this differentiated learning children can focus on their own potential and skills where the teacher can later facilitate children by fostering and guiding so that children can maximize the potential and skills that exist in them.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis melalui Media Pembelajaran Interaktif Digital melalui Aplikasi Gemar (Game Membaca Lancar) pada Peserta Didik Kelas 2 SDN Cinunuk 01 Azka Aulia Azzahrah; Tin Rustini
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3159

Abstract

Learning media can be an effective tool in helping overcome delays in reading and writing in grade 2 students, but the learning media developed must be innovative and digital media so that students easily understand and with the latest systems. Data collection techniques, researchers conduct student observations, educator interviews and journal literature studies. Data collection was carried out with the results of interviews with grade 2 educators of SDN Cinunuk 01 who carried out teaching activities. There are delays in reading and writing in these two students, there are several factors experienced. Based on the results of observation, the main cause of this delay in reading writing is environmental and psychological factors. Gemar or Fluent Reading Game is an application that can be accessed by students easily. In this hobby application, students can learn interactively. By using the Gemar digital application, students can easily read and rewrite what has been read by students
Co-Authors Acep Iyan Acil Ridwan Agus Mulyana Ai Mulyati Ai Nurul Nurohmah Alifia Mutsla Fakhruddin Aliya Putri Gunawan Alvira Oktavia Safitri Amalia Rizki Wandani Amanda Ramadhan Firdaus Amelia Putri Wulandari Ani Heryani Anisa Nurhasanah Annasa Nurhalisyah Annisa Anastasia Salsabila Annisa Annisa Annisa Dwi Hamdani Arfi Purnama Nur Indah Asep Rudi Nurjaman Aulia Zahra Ihsani Auliadi Auliadi Ayu Kartini Azka Aulia Azzahrah Belva Saskia Permana Benedicta Dwi Adventyana Bunga Bhagasasih Al-Kansa Chica Awaliyah Dede Sulastri Denis Desfriyati Detania Hidapenta Devyanne Oktari Dewi Kartini Diaz Putri Amelia Dina Amaria Sembiring Dinda Oktaviana Ega Regiani Ella Salsabila Julianti Elza Amalia Salsya Bani Endah Parawangsa Evi Maylitha Evi Setianingsih Fadilah Putri Awaliah Fani Widia Putri Fira Ayu Dwiputri Fitria Nur Auliah Fitria Rayani Rahman Frysca Amanda Putri Fuji Nurul Madaniah Furi Furnamasari, Yayang Galuh Nur Insani Gina Amalia Haldini Reygita Hasna Salsabila Hikmah Salsyabila Aulia Husen Arifin Iga Ghufrani Juniarti Intan Fattimah Intan Oktaviani Agustina Irawati Nuraeni Irna Nurul Ainie Isfi Aulia Septiani Istianti, Tuti Jessica Angeline De Eloisa Tobing Karina Cahyani Karina Nur Safitri Lara Sati Leti Nur Allawiyah Lia Merianti M. Hadi Asykur Mae Afriliani Magdalena Magdalena Marsanda Claudia Parameswara Mei Nur Rusmiati Melani Khalimatu Sa’diyah Mila Lisnadiani Iswanda Mira Mutiara Hanudin Mira Nurazijah Moch Lucky Winandar Mochammad Fahmi Iskandar Mohammad Hadi Asykur Baraka Monica Oktafianti Muh. Husein Arifin MUH. HUSEN ARIFIN Muhamad Farhan Nurdiansyah Mustika Khoirunnisa Kholillah Mutia Ade Syafitri Nabilla Nur Fauziah Nadya Rudianti Putri Najwa Nurhafsah Nandia Kiranti Natasya Febriyanti Neng Serli Nike Amelia Agustin Nishfa Syahira Azima Nofi Anggraeni Novita Dewi Nurul Hidayah Nurul Mutia Ramdhani Nurul Pebriyanti Puji Ayu Handayani Putri Amelia Adhari Putri Indah Pertiwi Putri Rizqi Tanzila Sudirman Rahma Putri Andini Rahma Rahadiana Randita Lestari Ratih Novi Septian Regita Puspitasari Riesma Aulia Salsabila Rifqi Taufiqul Hakim Risfa Khoerunisa Harliani Riski Fauzi Amelia Roziman Roziman Salma Alvira Salma Hefty Sania Amaliyah Selvi Novitasari Serlina Agustin Shafarina Nidaul Aulia Shalwa Rizkya Shalsabila Shofi Nurul Hikmah Silvia Agustini Silviana Lilis Apriliani Siti Aisyah Nurfatimah Siti komala Putri Siti Zahra Al Munawaroh Sofian Abdulatif Suci Aprillia Sulistiawati , Syahla Rizkiya Putri N Syaipia Laila Nur Fitriani Syaipia Lailla Tia Lahera Tsana Nur Faridah Uum Umairoh Vania sasikirana Wahdini Rohmah Jaelani Yessi Vichaully Yohana R. U. Sianturi Yona Wahyuningsih, Yona Yulia Alda Martiana