Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan dasar untuk membentuk peserta didik yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu berperilaku sesuai nilai-nilai moral. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian masih ditemukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran guru dalam penguatan karakter siswa melalui disiplin positif di sekolah dasar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru kelas V, dan enam siswa kelas V pada salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, sekolah memiliki kebijakan, program, dan budaya sekolah yang mendukung penerapan disiplin positif. Pada aspek input, guru menunjukkan kesiapan yang baik melalui pemahaman konsep disiplin positif, pengalaman pelatihan, serta dukungan sekolah. Pada aspek process, disiplin positif diterapkan melalui hubungan positif antara guru dan siswa, kesepakatan kelas, penguatan positif, dan restitusi. Pada aspek product, penerapan disiplin positif berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa, terutama pada aspek disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan pembinaan yang berkelanjutan agar perilaku positif dapat berkembang secara konsisten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin positif memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan karakter siswa di sekolah dasar, meskipun hasil penelitian ini terbatas pada konteks sekolah yang diteliti.