Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN AIR KOLONG SIMPUR KECAMATAN PEMALI Akbar Syah; Fadillah Sabri
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 2 No 1 (2014): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.531 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v2i1.265

Abstract

Kolong Simpur adalah salah satu kolong yang terletak di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Air Kolong Simpur direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku oleh PDAM Tirta Bangka. Untuk itu perlu dilakukan analisis ketersediaan dan pemanfaatan air pada Kolong Simpur agar air Kolong Simpur dapat dimanfaatkan secara optimum. Estimasi aliran masuk kedalam kolong didapat dengan melakukan analisis ketersediaan air dengan model NRECA berdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi selama 10 tahun (2004-2013). Untuk mengetahui ketersediaan air pada Kolong Simpur 15 tahun (2014-2028) kedepan dilakukan simulasi debit bangkitan dengan model Markov untuk musim ganda. Selanjutnya data debit bangkitan digunakan sebagai data aliran masuk pada simulasi Standard Operating Rule (SOR) dalam mengetahui keandalan kolong untuk 15 tahun kedepan. Dari simulasi SOR didapatkan nilai debit optimum air kolong yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali 15 tahun kedepan. Hasil penelitian menunjukan rerata debit yang masuk kekolong maksimum adalah 0,262 MCM dan debit minimum 0,042 MCM. Debit bangkitan rerata bulanan maksimum 0,250 MCM dan minimum 0,078 MCM. Keandalan kolong 99% terjadi pada target pelepasan 52% dengan debit pengambilan maksimum 26 liter/detik. Analisis terhadap kebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali dengan proyeksi 15 tahun kedepan sebesar 38,13 liter/detik, maka dapat disimpulkan bahwa debit optimum tidak mampu memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali pada tahun 2028 (Qkeb>Qket) atau debit optimum hanya bisa memenuhi 68% kebutuhan air domestik penduduk Pemali pada tahun 2028.
ANALISIS KINERJA SISTEM DRAINASE KELURAHAN KUTO PANJI KECAMATAN BELINYU Esi Restiani; Fadillah Sabri
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 3 No 2 (2015): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.237 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v3i2.1215

Abstract

Kelurahan Kuto Panji merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Belinyu yang memiliki permasalahan pada sistem drainase. Hal ini dikarenakan sering terjadinya banjir saat musim penghujan. Kapasitas tampang saluran tidak mampu menampung air hujan sehingga menyebabkan banjir yang mengganggu aktifitas masyarakat serta arus lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja sistem drainase Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu. Dalam analisis kapasitas tampang saluran, perhitungan dilakukan berdasarkan debit rencana, sedangkan penilaian indikator fisik berdasarkan bobot yang telah ditentukan. Data yang digunakan adalah data curah hujan, peta administrasi, peta kontur, peta tata guna lahan dan outline plan drainase Kota Belinyu. Berdasarkan perhitungan dan kondisi eksisting di lapangan diperoleh hasil bahwa ada beberapa saluran sekunder yang tidak mampu menampung debit rencana yaitu saluran sekunder S2, S3, S4, S6, S8, S11, S12. Sedangkan tingkat kinerja sistem drainase terhadap indikator fisik yang dinyatakan dalam score adalah kurang (diperoleh total pengalian nilai dengan bobot sebesar 6015 ≤ 6100) menurut Kementrian Pekerjaan Umum. Diperlukan solusi terhadap permasalahan banjir antara lain dengan cara pembersihan dan pemeliharaan saluran drainase dari semak, diperlukannya saringan sampah dan normalisasi saluran berupa pengerukan secara berkala serta sumur resapan pada bangunan di pinggir saluran.
PENGARUH DIAMETER SERAT POLYMER ETILENE BRAID TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON MUTU TINGGI FENNIL BUANA; INDRA GUNAWAN; FADILLAH SABRI
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.532 KB)

Abstract

Beton mutu tinggi mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik belah rendah dan bersifat getas. Salah satu cara mengatasi tegangan tarik adalah dengan penambahan serat-serat pada adukan beton . Pada penelitian ini campuran beton diberi bahan tambah serat polymer etilene braid. Serat yang digunakan berdiameter 0,8 mm panjang 72 mm, diameter 1,0 mm panjang 90 mm, diameter 1,2 mm panjang 108 mm, sehingga diperoleh aspek rasio l/d=90. Pengujian beton meliputi kuat tekan dan kuat tarik belah yang dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder. Benda uji terdiri dari 126 silinder, konsentrasi serat untuk masing-masing beton adalah 0,3% dan 0,4 %. Dari pengujian slump test dapat disimpulkan bahwa penambahan dan semakin besarnya diameter serat menurunkan workability campuran beton. Pada pengujian kuat tekan, penambahan dan semakin besarnya diameter serat tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kuat tekan, kuat tekan tertinggi di peroleh pada campuran serat diameter 0,8 mm proporsi 0,4% dengan nilai kuat tekan sebesar 62,49 MPa. Pada pengujian kuat tarik belah beton, penambahan dan semakin besarnya diameter serat menghasilkan kuat tarik belah yang lebih tinggi dari beton tanpa serat, kuat tarik belah tertinggi pada campuran serat 1,20 mm persentase serat 0,4% dengan nilai kuat tarik belah sebesar 7,06 MPa.
KAJIAN KEANDALAN TAMPUNGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) AIK MEMBADIN KECAMATAN SIJUK Selly Meiliani; Fadillah Sabri
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.331 KB)

Abstract

Aik Membadin merupakan salah satu air tampungan yang memiliki kualitas air yang cukup baik digunakan sebagai sumber air baku oleh SPAM yang terletak di Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Untuk itu perlu dilakukan kajian Keandalan Tampungan SPAM Aik Membadin Kecamatan Sijuk . Optimasi aliran yang masuk ketampungan sebagai ketersediaan air dianalisis menggunakan model NRECA dari tahun 2006-2015 dan menunjukan rerata debit maksimum dan minimum yang masuk ke tampungan dengan model NRECA adalah 0,060 MCM dan 0,010 MCM. Aliran yang masuk ke tampungan dibangkitkan dengan model Markov musim ganda selama 10 tahun (2016-2025) dan didapatkan debit bangkitan yang masuk ketampungan dengan rerata maksimum dan minimum adalah 0,047 MCM dan 0,016 MCM. Selanjutnya data debit yang dibangkitkan digunakan sebagai data aliran masuk ketampungan dalam pengaturan pola operasi standar (SOR) untuk mengetahui keandalan tampungan 10 tahun kedepan (2016-2025) didapatkan debit optimum pengambilan 0,004 m3/d dengan keandalan tampungan 99% terjadi pada target pelepasan 40%. Kebutuhan air domestik dan non domestik Kecamatan Sijuk adalah 0,0588 m3/d. Maka dapat disimpulkan bahwa debit optimum tidak mampu memenuhi kebutuhan air domestik dan non domestik masyarakat Kecamatan Sijuk pada tahun 2025 (Qkeb>Qket) atau debit optimum hanya mampu melayani 6,8% kebutuhan air masyarakat Sijuk pada tahun 2025.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BATU PECAH GRANIT PULAU BANGKA TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON BERPORI SEBAGAI BAHAN PENUTUP HALAMAN Elysa Dwita; Donny Fransiskus Manalu; Fadillah Sabri
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 5 No 2 (2017): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.726 KB)

Abstract

Perkembangan penggunaan beton sebagai bahan penutup halaman mengakibatkan makin berkurangnya daerah resapan air. Diperlukan penerapan bahan penutup halaman yang mampu meloloskan air yaitu seperti perkerasan berupa beton berpori. Benda uj dibuat berdasarkan perencanaan campuran beton dengan menghilangkan penggunaan agregat halus. Digunakan agregat kasar batu pecah granit lokal dengan ukuran agregat 10mm–20mm. Variasi proporsi campuran semen:agregat 1:3, 1:4, 1:5, 1:6 dan faktor air semen (fas) sebesar 0,3, 0,35, dan 0,4. Benda uji kuat tekan dibuat dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan benda uji porositas dibuat dengan ukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7 hari dan 28 hari, sedangkan pengujian porositas dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton berpori umur 7 hari kuat tekan tertinggi terjadi pada proporsi semen:agregat 1:3 dengan fas 0,4 yaitu sebesar 4,38 MPa, dan beton berpori umur 28 hari kuat tekan tertinggi terjadi pada proporsi semen:agregat 1:3 dengan fas 0,4 yaitu sebesar 5,24 MPa. Nilai porositas terbesar terjadi pada proporsi semen:agregat 1:3 fas 0,35 dan fas 0,4 sebesar 11%. Campuran beton berpori dengan proporsi semen:agregat pada penelitian dapat diaplikasikan sebagai bahan penutup halaman yang mana masih mampu difungsikan untuk peresapan, namun tidak disarankan untuk dilalui oleh kendaraan atau beban berlebih.
KESESUAIAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK TERHADAP HIDROGRAF SATUAN TERUKUR(STUDI KASUS SUB SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI PEDINDANG BAGIAN TENGAH) Gustama Gustama; Fadillah Sabri; Donny Fransiskus Manalu
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 6 No 1 (2018): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.018 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v6i1.1263

Abstract

A widely used method for analyzing river flow for flood forecasts is hydrograph unit. The hydrograph unit is a direct runoff hydrograph that can be created when there are AWLR record data, debit measurements and rainfall data. Synthetic Unit Hydrograph (SUH) is a unit hydrograph derived based on river data in the same watershed or nearby watershed but has the same characteristics, ie HSS Gama I, HSS Nakayasu, Limasan HSS, HSS Snyder and HSS SCS. Of the two hydrographs, there will be suitability of the hydrograph form that is going to be made. Sub territory of Pedindang River Basin has four flood incidents, namely, date 23-24 February 2016; March 2-3, 2016; March 3-4, 2016; and date 5-6 March 2016. In the analysis of each flood event, the peak discharge of synthetic unit hydrograph is very different from the peak discharge of the measured unit hydrograph. The average peak discharge of synthetic unit hydrograph occurs in the range of 2 or 3 hours, while the measured unit hydrograph of Pedindang River occurs in the range of 7 or 8 hours. In four flood events it is stated that, HSS Gama I approaches RMSE value (validation <10%) to HST form of Pedindang River with value: RMSE incidence I (23,601%); RMSE incidence II (16.315%); RMSE incidence III (50,400%); RMSE incidence IV (22.322%). With this result, it is stated that there is no synthetic unit hydrograph model that has compatibility with the measured unit hydrograph of Pedindang River.
KAJIAN KEANDALAN KULONG RETENSI KACANG PEDANG SEBAGAI PENGENDALI BANJIR KOTA PANGKALPINANG Mega Tresnanda; Fadillah Sabri; Donny Fransiskus Manalu
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 5 No 1 (2017): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.963 KB)

Abstract

Sebagai daerah hilir dari DAS Baturusa dengan pusat kota berbentuk cekungan, salah satu hal yang bisa dilakukan Kota Pangkalpinang dalam upaya pengendalian banjir adalah melakukan pengaturan debit banjir dengan kulong retensi. Namun pada banjir Februari 2016 lalu, Kulong Retensi Kacang Pedang Kota Pangkalpinang meluap. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap keandalan Kulong Retensi Kacang Pedang sebagai pengendali banjir. Analisis dilakukan pada wilayah kajian Sub Sub DAS Rangkui. Tahapan analisis yaitu analisis debit banjir, analisis penelusuran aliran, analisis keandalan kulong, dan analisis pengendalian banjir. Analisis debit banjir HSS Gama I menggunakan data hujan Februari 2016 dan hujan rancangan Distribusi Probabilitas Log Normal kala ulang 2, 5, 10, 25, serta 50 tahun. Analisis penelusuran aliran digunakan untuk mengetahui debit outflow. Analisis keandalan dilakukan dengan membandingkan volume tampungan akhir terhadap volume tampungan maksimum kulong. Analisis pengendalian yang dilakukan berupa penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan normalisasi kulong. Hasil analisis kondisi eksisting dengan volume tampungan 1.173.330 m3 menunjukkan bahwa Kulong Retensi Kacang Pedang andal untuk menampung volume aliran banjir kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan banjir 8 Februari 2016. Namun, pada kala ulang 25 tahun keandalan 92,68%; kala ulang 50 tahun keandalan 83,87%; dan banjir 9 Februari 2016 keandalan 82,54%. Setelah dilakukan normalisasi kulong dengan pengerukan sedalam 2,222 m dari elevasi rata-rata eksisting 5,843 m sampai rata-rata elevasi 3,621 m maka diperoleh volume tampungan menjadi 1.800.005 m3. Pada kondisi pengendalian ini Kulong Retensi Kacang Pedang mampu menampung seluruh volume aliran banjir rancangan dan volume banjir Februari 2016.
EVALUASI KINERJA BUNDARAN BATU SATAM BELITUNG Rian K E Siahaan; Fadillah Sabri; Ormuz Firdaus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 5 No 1 (2017): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.176 KB)

Abstract

Bundaran Batu Satam Belitung terletak di CBD (Central Business District) pada Kota Tanjungpandan yang menjadi pusat bangkitan dan tarikan kegiatan. Kondisi arus lalu lintas Bundaran Batu Satam Belitung dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan jumlah kendaraan, dan pariwisata. Akibat faktor-faktor tersebut akan terjadi peningkatan volume lalu lintas khususnya yang melewati Bundaran Batu Satam Belitung yang berpengaruh terhadap efektifitas kinerja bundaran. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kinerja Bundaran Batu Satam Belitung pada kondisi eksisting dan proyeksi lima tahun kedepan. Metode penelitian yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi dan pencatatan secara langsung di lapangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil instansui terkait. Sebagai dasar analisa data digunakan rumusan yang terdapat pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Kinerja Bundaran Batu Satam Belitung kondisi eksisting masih dapat dikatakan ideal meskipun satu dari empat lengan pada bundaran ada yang tidak ideal. Hasil perhitungan derajat kejenuhan pada jalinan AB sebesar 0,869 dan tundaan sebesar 7,12 detik. Kinerja Bundaran Batu Satam Belitung proyeksi lima tahun kedepan masih dapat dikatakan ideal meskipun pada jalinan AB mencapai DS>1 dan jalinan DA mencapai DS>0,75 dari empat lengan lengan tidak ideal dan kinerja bundaran meningkat dari kondisi eksisting. Hasil perhitungan derajat kejenuhan pada jalinan AB sebesar 1,062 dan derajat kejenuhan jalinan DA sebesar 0,937.
KAJIAN PEMANFAATAN POTENSI KULONG DI KABUPATEN BANGKA TENGAH Fadillah Sabri; Reza Wijayanto
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 7 No 2 (2019): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.922 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v7i2.1626

Abstract

Kulong merupakan cekungan akibat penambangan timah di darat yang terisi air. Berdasarkan data BPDASHL Baturusa Cerucuk tahun 2018, terdapat 1.731 Kulong dengan luas total 2.535.090 ha di Kabupaten Bangka Tengah. Karakteristik Kulong adalah ciri khas kulong berdasarkan proses kejadiannya, lokasi dan aksesibilitas, dimensi berupa luas tangkapan air, luas permukaan, dan kedalaman kulong. Untuk itu perlu dilakukan analisis karakteristik dan pemanfaatan potensi kulong pasca penambangan di Kabupaten Bangka Tengah. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penetapan potensi kulong dilakukan dengan analisis ketersediaan air dengan model NRECA berdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi selama 10 tahun (2008-2018), analisis SWOT untuk memetakan dan menentukan pemanfaatan kulong. Terdapat sembilan kulong yang dijadikan objek penelitian, yaitu Kulong Jeruk, Kulong Air Kerasak, Kulong Muis, kulong Tebat, Kulong Ali, Kulong Jarak, Kulong Air Rumbia, Kulong Blok 1 dan Kulong Mentabak. Hasil analisis karakteristik kulong berupa ketersedian air (debit dan volume) sangat dipengaruhi oleh luas permukaan kulong, luas daerah tangkapan air (DTA), dan kedalaman kulong. Kulong Jeruk yang terletak di Desa Jeruk Kecamatan Pangkalan Baru memiliki debit aliran masuk maksimum terkecil (3,03 l/s), sedangkan Kulong Ali yang berada di Desa Jungkong Kecamatan Koba memiliki potensi debit aliran masuk maksimum cukup besar (109,36 l/s). Rata-rata kualitas air baik, dan cukup baik, hanya Kulong Jeruk kualitas airnya buruk. Pemetaan pemanfaatan potensi kulong didominasi untuk air baku, perikanan, dan wisata air. Selain itu khusus untuk Kulong Ali berpotensi juga untuk dimanfaatkan sebagai wisata pendidikan.
Analisis Erosi pada Daerah Aliran Sungai Baturusa Aghata Christin Natalia; Roby Hambali; Fadillah Sabri
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (Juni 2022)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.088 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v2i1.26

Abstract

DAS Baturusa merupakan DAS terbesar urutan keempat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah DAS Mancung, DAS Linggang, dan DAS Kurau. Maraknya aktivitas tambang ilegal disinyalir menjadi penyebab kerusakan DAS di Kepuluan Bangka Belitung, salah satunya DAS Baturusa. Kerusakan yang umum terjadi pada DAS yaitu erosi lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju erosi, persebaran tingkat bahaya erosi (TBE), besar sedimen yang dihasilkan oleh erosi lahan dan penurunan erosi setelah dilakukan simulasi konservasi tanah pada DAS Baturusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode USLE, dan data yang digunakan adalah data curah hujan (R), peta jenis tanah (K), peta kemiringan lereng (LS), peta tutupan lahan (C), serta pengelolaan dan konservasi tanah (P). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan metode USLE, diperolah laju erosi tertinggi pada DAS Baturusa sebesar 4.777,083 ton/ha/tahun dan masuk dalam kategori sangat berat, sedangkan laju erosi terkecil adalah 12,571 ton/ha/tahun, masuk dalam kategori sangat ringan. DAS Baturusa didominasi oleh TBE sangat berat dengan luas 54.624,19 Ha atau 86,028% dari luas total DAS. Besaran sedimen yang dihasilkan oleh erosi pada DAS Baturusa yaitu 2.058.970,298 ton/tahun. Dengan dilakukannya arahan konservasi tanah pada beberapa satuan unit lahan, terjadi penurunan erosi sebesar 18.501.265,83 ton/tahun (76,206%), dari laju erosi semula 24.277.889 ton/tahun menjadi 5.776.623,649 ton/tahun.