Claim Missing Document
Check
Articles

Law Enforcement Implementation Against Domestic Violence I Dewa Made Sarwa Mandala; Sri Endah Wahyuningsih
Law Development Journal Vol 2, No 2 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.868 KB) | DOI: 10.30659/ldj.2.2.187-194

Abstract

In essence, domestic violence is not only contrary to Pancasila as a source of law in Indonesia, it is also against the 1945 Constitution of the Indonesian State. The formulation of the problem in this research is: the causes of the Crime of Domestic Violence (DV) which hinders the Criminal Law Policy in tackling the Crime of Domestic Violence (DV) and the Implementation of Law Enforcement of the Crime of Domestic Violence (DV). The method used is a sociological juridical legal approach and the specifications in this study include descriptive analytical. The sources and types of data in this study are primary data. And secondary data obtained from literature studies related to theory of Law Enforcement and Legal System. Based on the results of that research A patriarchal culture that places men as superior beings and women as interior creatures; Incorrect understanding of religious teachings so that men can dominate women; The imitation of a boy who lives with a beating father will usually imitate his father's behavior. Different understandings between law enforcers on Domestic Violence (DV); The length of time between the incident and the post mortem, so that the post mortem results are less supportive of the legal process; Cases reported by victims are often not followed up, because victims are doubtful or do not understand that what is being reported is a criminal act. By means of preemptive efforts, carried out by the police to prevent criminal acts. Preventive measures are also carried out as follow-up efforts to pre-emptive efforts that are still at the level of prevention before the occurrence of crimes. As well as repressive measures are carried out when there has been a crime / crime in which the action is law enforcement by imposing a sentence.
TINGKAT LOYALITAS MAHASISWA ATAS JASA PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Wahyuningsih, Sri Endah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 36, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v36i2.536

Abstract

A loyalty is needed for the survival of study program or department in a highereducation as a service industry. The loyalty of students can give a positiverecommendation to other parties to motivate prospective customers to use the service.It is more effective as a means of promotion and reduces the marketing cost. Theobjective of the study is to describe the students’ loyalty to the Department of ServiceProduction Technology of the Faculty of Engineering of Semarang State University.The research is descriptive. The subjects of the research were students of Departmentof Service Production Technology of the Faculty of Engineering of Semarang StateUniversity. The students are undergraduate students majoring in Family WelfareEducation concentrating on Fashion and Culinary. Another group of students wereDiploma Tree students of Service Production Technology concentrating on Fashionand Culinary. The number of the sample was 150 determined by iteration formula.The data were collected with a questionnaire and analyzed with descriptivepercentage. The result showed that 76% was moderately loyal, 22% highly loyal, andonly 2% were not loyal. Based on the result of the research, it is suggested that theDepartment improve moderately loyal students into highly loyal through a betterservice such as: building, practicum tools, empathy, and awareness.Kata kunci: loyalitas, mahasiswa, jasa pendidikan Perguruan Tinggi
The Concept of Justice in the Reconstruction of Legal Protection Regulations for Doctors and Patients in Health Services through Telemedicine Rinna Dwi Lestari; Gunarto Gunarto; Sri Endah Wahyuningsih
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 6, No 1 (2023): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v6i1.7493

Abstract

Development of technology affects health services known as telemedicine. Health services through telemedicine have many benefits and high risks, so legal protection is needed. The purpose of this study is to describe, analyze and examine the regulation of legal protection for doctors and patients in health services through telemedicine has not been based on the value of justice, the obstacles to the regulation of legal protection for doctors and patients, as well as the regulation of legal protection for doctors and patients based on the value of justice Pancasila. This research method is juridical sociological, with a constructivism paradigm; the research specifications are descriptive analytical. The results of this study explain that first, the regulation of legal protection for doctors and patients in health services through telemedicine has not been based on the value of justice, because there is no legal protection that regulates considering that health services through telemedicine have a high risk. Second, the weaknesses of legal protection regulations for patients in health services by doctors through telemedicine can currently be seen from the aspects of legal substance, legal structure and legal culture. Third, the reconstruction of legal protection regulations for doctors and patients in health services through telemedicine based on the value of Pancasila justice, in terms of: aspects of legal substance can be done through strengthening legal instruments, the establishment of laws on telemedicine; then aspects of legal structure can be done through improving communication infrastructure, improving the quality and quantity of health workers, as well as synergy and understanding of health organizations and related parties. The legal culture aspect can be done through increasing the legal awareness of health workers and the public, and counseling and guidance for the public about the importance of telemedicine.
REGULASI PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN MALPRAKTIK MEDIS (MEDICAL PRACTICE) DITINJAU DARI PERSPEKTIF UU NO. 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DAN UU NO. 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN Abdur Rokhim; Sri Endah Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.853 KB)

Abstract

Regulasi pertanggungjawaban pidana terhadap tenaga kesehatan yang melakukan malpraktek medis ditinjau dari perspektif Undang - Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan di atur di dalam pasal 190 sedangkan regulasi pertanggungjawban pidana di tinjau dari perspektif Undang - Undang No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan. diatur dalam Pasal 84, Pasal 85, Pasal 86. Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian yuridis normatif. Kemudian pembuktian Malpraktik medis (Medical malpractice) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan metode secara langsung dengan membuktikan adanya kelalaian memakai tolak ukur adanya 4 D, yaitu Duty of Care (kewajiban), Dereliction of Duty (penyimpangan dari kewajiban), Direct Causation (penyebab langsung), Damage (kerugian). Dan tidak langsung merupakan cara pembuktian yang mudah bagi pasien, yakni dengan mengajukan fakta-fakta yang diderita olehnya sebagai hasil layanan perawatan (doktrin res ipsa loquitur), apabila fakta-fakta yang ada memenuhi kriteria. Fakta tidak mungkin ada atau terjadi apabila tenaga kesehatan tidak lalai, Fakta itu terjadi memang berada dalam tanggung jawab tenaga kesehatan dan Fakta itu terjadi tanpa ada kontribusi dari pasien dengan perkataan lain ada contributory negligence. Kata Kunci : Regulasi, Pertanggungjawaban Pidana, Tenaga Kesehatan, Malpraktik Medis.
Tinjauan Yuridis Peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Dalam Melindungi Saksi Tindak Pidana Korupsi Muhammad Rifky Aji Fauzi; Sri Endah Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.703 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi saksi dan korban tindak pidana khususnya tindak pidana korupsi dan untuk mengetahui hambatan yang dialami oleh LPSK dalam melindungi saksi dan korban. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Yaitu jenis bahasan hukum mencakup bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum non hukum. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan yaitu teknik pengumpulan bahan hukum kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dihasilkan kesimpulan, yaitu: tanggung jawab LPSK, yang dituangkan dalam Pasal 5, 6, dan 7 UU No. 31 Tahun 2014, yang mengubah UU No. 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban, masing-masing: a. Tawarkan jaminan keamanan fisik. b. Memberikan kepastian hukum tentang penyelenggaraan peradilan pada setiap tahapan proses hukum. c. Tawarkan bantuan keuangan. d. Memberikan hak reparasi dan memfasilitasinya. Sistem pengamanan yang sah oleh LPSK merupakan cara paling umum dalam memberikan jaminan kepada saksi dan korban oleh LPSKproses pemberian perlindungan terhadap saksi dan korban oleh LPSK sebagai berikut : pengajuan permohonan, pemeriksaan formal atau administrasi, rancangan rapat pleno anggota, dan bantuan dan perlindungan LPSK, Hambatan-Hambatan yang dihadapi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menyebabkan kurang maksimalnya pemenuhan hak yaitu: a. Hambatan regulasi. b. Pemberian bantuan yang masih terbatas. c. Kebutuhan Peguataan internal LPSK. d. Surat keterangan atau status sebagai saksi dan korban. e. Penentuan bantuan medis yang mendasarkan pada rekomendasi dokter atau ahli psikologi. f. mengenai jangka waktu penentuan dapat diberkannya bantuan. g. Pendampingan korbandalam proses permohonan bantuan. h. informasi bantuan kepada korban. i. Kerjasama dan dukungan dari Lembaga pendamping korban. Kata Kunci: Perlindungan Saksi dan Korban
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KENDIL DENGAN SUMBER IDE TUMBUHAN PAKU TANDUK RUSA (PLATYCERIUM BIFURCATUM) Galuh Tiara Rini; Sri Endah Wahyuningsih
Fashion and Fashion Education Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v12i2.71140

Abstract

Kendal merupakan salah satu daerah di Jawa Tengan yang memiliki suatu karya batik khas tersendiri, salah satu motifnya berupa kendil yang menjadi ikon dari kota Kendal sendiri. Pengembangan motif batik Kendal yang terinspirasi dari batik motif kendil dan tumbuhan paku tanduk rusa sebagai motif baru guna memperbarui atau mengembangkan motif yang telah ada dan berkembang di Kendal sebelumnya. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui kelayakan ptngrmbangan motif batik kendil dengan sumber ide tumbuhan paku tanduk rusa. Penelitian ini menggunkan jenis penelitian reserch and development (R&D) model ADDIE dengan Teknik pengumpulan data observasi tersusun menggunakan lembar pengamatan instrument yang di analisis validitas dan reliabilitasnya. subjek validitas dari penelitian ini terdiri dari 4 ahli instrumen. Validitas dari ahli instrumen mendapat data sebesar 87,5% dengan katagori layak untuk digunakan. Validasi produk menggunakan teknik analisis data deskriptif presentase dengan dinilaikan kepada 6 panelis ahli produk dan 15 panelis terlatih produk. Produk desain satu mendapatkan presentase rata rata sebesar 81,6 % dari penilian panelis ahli dan mendapatkan rata-rata presentase sebesar 90,8% dari penilaian panelis terlatih. Untuk produk desain dua mendapatkan rata-rata presentase sebesar 86,6% dari panelis ahli, dan rata-rata presentase sebesar 89,8% dari panelis terlatih. Produk mendapat rata-rata presentase vliditas dengan katagori “Sangat Layak”
Perbedaan Kualitas Kemeja Pria Menggunakan Pola Sistem Soekarno dan Sistem Winifred Aldrich Ruth Riefdayantika; Sri Endah Wahyuningsih; Musdalifah Musdalifah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan sistem pola Soekarno dan sistem Winifred Aldrich. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui perbedaan hasil dan tingkat kenyamanan kemeja yang dibuat dengan sistem polatersebut menggunakan ukuran paspop pria S, M, dan L. Analisis data menggunakan uji Anava untukmengetahui perbedaan hasil kemeja sedangkan analisis deskriptif persentase untuk mengetahuitingkat kenyamanan kemeja. Hasil uji Anava menunjukkan Fhitung 4,89 > Ftabel 2,28 yang berarti bahwaada perbedaan hasil kemeja antara sistem Soekarno dan sistem Winifred Aldrich. Hasil analisistingkat kenyamanan kemeja yang menggunakan sistem pola Soekarno ukuran S dan M serta kemejasistem Winifred Aldrich ukuran S berada pada interval 81,28-100, termasuk dalam kriteria sangatnyaman. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ada perbedaan kualitas kemeja pria menggunakan polasistem Soekarno dan sistem Winifred Aldrich, dan kemeja sistem Soekarno memperoleh hasil yanglebih baik dibandingkan dengan kemeja sistem Winifred Aldrich.
Proses Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Yang Dilakukan Oleh Mahasiswa Di Wilayah Hukum Polrestabes Semarang Lailatul Kurniyawati; Sri Endah Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimasa sekarang ini hamil diluar nikah sering terjadi, ada awalnya para anak muda tersebut hanya berpacaran biasa, akan tetapi setelah cukup lama berpacaran mereka melakukan hubungan seksual. Ketika hubungan mereka membuahkan janin dalam kandungan, timbul masalah karena mereka belum menikah dan kebanyakan masih harus menyelesaikan sekolah atau kuliahnya, maka ditempuh aborsi untuk menghilangkan janin yang tidak dikehendaki tersebut. Tujuan penilitian adalah untuk mengetahui proses penyidikan dan kendala serta solusi pada proses penyidikan terhadap pelaku tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, yang bertujuan memaparkan perolehan pengetahuan secara empiris dengan cara terjun lansung ke lapangan untuk menggambarkan kenyataan atau kegiatan yang dilakukan oleh obyek-obyek yang diteliti, berdasarkan asas-asas hukum, kaidah-kaidah hukum, atau perundang-undangan yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti dan menggunakan penelitian pustaka. Analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif, yaitu data yang diperoleh akan digambarkan dan disampaikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Proses penyidikan terhadap pelaku tindak pidana aborsi dilakukan dengan (a); menindak lanjuti dengan laporan dari warga dengan melakukan tindakan menutup tempat kejadian dengan mengamankan barang bukti, melakukan pemotretan, dan mencari saksi; (b) melakukan penyidikan dengan memeriksa saksi dan pemeriksaan secara laboratoris terhadap bukti yang tertinggal di TKP; (c) pembuatan Berita Acara Acara oleh penyidik. Kendala dan solusi pada proses penyidikan yaitu kurangnya kemampuan petugas penyidik maka petugas harus meningkatkan kemampuan penyidik, sulitnya mencari saksi maka petugas harus melakukan penyamaran dan pendekatan kepada masyarakat. Kata Kunci : Penyidikan, Tindak Pidana, Aborsi, Mahasiswa
WHAT’S THE MATTER WITH THE ASSESSMENT OF THE IMPLEMENTATION OF THE PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) IN TEACHERS? Rini Kurniawati; Tri Rahayu Budiarti; Yulia Indrawati; Sri Endah Wahyuningsih; Wirastri Setyorini; Lubna Al Jufri; Nita Priyanti; Chandra Apriyansyah
International Conferences on Early Childhood Education Proceedings Vol 1 No 2 (2023): International Conference on Early Childhood Proceeding
Publisher : Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51714/icec.v1i2.123

Abstract

In efforts to enhance the Pancasila student profile in pupils, teachers play a crucial role. The success of the autonomous curriculum's implementation will be measured by the teacher's capacity to manage the curriculum. The Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) implementation of teachers' readiness to use genuine assessments is discussed in this article. The issues faced by kindergarten instructors in the target region 1 IGTKI Duren Sawit, East Jakarta, served as the basis for the research. It was shown that teachers encounter a variety of issues when using authentic assessments, including: (1) the assumption that authentic assessments are too complicated in terms of data collection (2) understanding of the assessment techniques and instruments used in the Pancasila Student Profile Project; (3) there is no training and guidance specifically conducted for making authentic assessment plans. Methods of qualitative research were applied in this study. The study's findings demonstrate that teachers theoretically have a sufficient understanding of authentic evaluations. However, in order to become more proficient and simple to implement, the teacher still needs to learn a lot. Therefore, it might be claimed that the instructor is not prepared to use real assessment. According to the study's findings, instructors' abilities to use diverse techniques for evaluation are enhanced through workshop activities and continued support
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PENGALAMAN DAN MINAT BERBISNIS MAHASISWA Rachmawati, Rina; Wahyuningsih, Sri Endah; Kusumastuti, Adhi; Kriswanto, Hendra Dedi
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 8 (2024)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i8.192

Abstract

Kurikulum pendidikan mungkin kurang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Hal ini dapat menyebabkan lulusan tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang memadai dalam menghadapi tantangan teknologi dan inovasi di tempat kerja. Tujuan penulisan berupa solusi untuk mempersiapkan wirausahawan berbasis teknologi yang paham tentang teknis, dan mencakup aspek bisnis lainnya, antara lain: pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan bisnis, memahami pemasaran. Model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman adalah model pembelajaran yang tidak hanya memberikan wawasan pengetahuan konsep-konsep saja. Keunggulan dari model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman adalahmeningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbagai hal, antara lain: perencanaan usaha, pemecahan masalah, komunikasi, menumbuhkan tanggungjawab dan memberikan pengalaman yang nyata yang akan membangun keterampilan melalui penugasan nyata tentang wirausaha. Minat berbisnis mahasiswa berupa ketertarikan untuk meningkatkan kemampuan dalam berbisnis dalam usahanya mengatur, mengelola, mengawasi dan melakukan pengendalian pada bisnis. Evaluasi efektivitas model pembelajaran pada mata kuliah technopreneurship mengakomodasi dan memberikan proses umpan balik serta evaluasi antara hasil penerapan berupa model pembelajaran pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman dalam upaya untuk meningkatkan minat berbisnis mahasiswa.
Co-Authors -, Isfandayani A., Annisa Anugrah Abdur Rokhim Actika, Actika Ade Novi Nurul Ihsani Adhi Kusumastuti Ahmad Khalimaya Nugroho Ahmad Muntolib Ailina Rahmanita Fauzi Ainul Hukma, Nabila Fitria Aji Sudarmaji Alfian Faulia Numairi Amaranggana, Ayoedya Amatullah, Dhewi Shofura Aminah, Barokatus Andhika Damascena, Muhammad Reza Andi Zulfa Majida Andri Winjaya Laksana, Andri Winjaya Anggraeni, Nelly Setyowati Anis Mashdurohatun Anny Rosiana Masithoh Aprianto, Rezmi Angga Aprilia Puteri Ningtarich Apriliana, Luthfiyah Apriyansyah, Chandra As'adi M. Al-ma'ruf Asep Supiyanto, Asep Astuti, Dea atika Atika Atika Ayudianisa, Nadhifa Luthfihasna Azzimar Shidqy Pramushinta, Azzimar Shidqy Bambang Purwogandi Dito Ari Legowo Bambang Tri Bawono Bambang Tri Bawono Bayu Dewanto Benseghir, Mourad Cemban Galuh Sambodo Chusna Tsani, Romadhona Danar Setyo Wibowo Darwys, Muhammad Tomy Naufal Delta Apriyani, Delta Denny Saputra Dewani, F.Sekar Hayu Dewi, Anggita Fortuna Diah Wulandari Diding Rahmat Dwi Edy Purnomo Dwi Widjanarko Eko Soponyono Eko Supraptono Erna Budiarti Galuh Tiara Rini Gunarto Gunarto Hamdani Marsiawan Handayani, Sri Hanuring Ayu Haris Wahyu Sunarno Hatnolo Ardi Hendra Dedi Kriswanto, Hendra Dedi Hengki Irawan Herdiningrum, Rinda Resi Herwin Sulistyowati Hutajulu, Andreas Fransiskus Hutajulu, Maria Margaeta I Dewa Made Sarwa Mandala Iin Kamila Iin Khaeriyatun Ni'mah Indah Lestari Insan Al Ha Za Zuna Darma Illahi Ira Alia Maerani Irawan Arief Firmansyah Irda Nur Khumaeroh Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Jawade Hafidz Junaidi Junaidi Kartikasari, Ice Kosasih, Yeny Lailatul Kurniyawati Lailatul Nur Hasanah Lambang, Raden Bimo Dwi Lubna Al Jufri M. Sholeh Sholeh Maria Krisnawati Maria Marghareta Titiek Pudji Angesti Rahayu Merna Buton Miftahul Janah Mohammad Barkah Arrohim Muh Fakhrihun N Muh Fakhrihun N., Muh Fakhrihun Muhammad Khambali Muhammad Rifky Aji Fauzi Muhdlor, Muhdlor Mulyono, Novendra Fajar Mulyono Murahati, Retno Tri Murwatiningsih Murwatiningsih, Murwatiningsih Murwatiningsih, Murwatiningsih Musdalifah Musdalifah Musdalifah Musdalifah Mutiara, Alma Na:am, Muh Fakhrihun Nafiatunnisa, Aisyah Na’am, Muh Fakhrihun Ning, Wulidah Nita Priyanti Nur Cahyo Ari Prasetyo NUR KHOLIFAH Nur Qudus Nur Shabrina, Nur Nurmasitah, Sita Nurul Ihsani, Ade Novi Pandu Buono, Yohanes Krisna Perdana, Lilik Prasetyo, Teguh Purnomo Wulandari Puspita, Rahma Aditia Rahmawati, Nadhifah Ramadhan, Juniawan Ramadhani, Yashinta Ratnaningsih, Griyanti Angga Resdian Wisudya Kharismawan Rico Septian Noor Rina Rachmawati Rini Kurniawati Rinna Dwi Lestari Rodia Syamwil ROFIQODDURI, NAILA Roswati Dewi Roudlotus Sholikhah Ruth Riefdayantika Saeful Bahri Sakdiyah, Fitrah Samsudin Anis Saraya, Sitta Sari, Pebrina Permata Sarwanto Sarwanto Sary Rina Naruvita sary, Feren Novita Sekaring Dyah Ika Wulan Septarina Nur Handayani Setiyawan, Deni Setyo Hartanto Shofi, Amalia Situmeang, Ria Debora Sri Wahyuni Sururi Suwarno Suwarno Tri Rahayu Budiarti Trisnani Widowati, Trisnani Trisni Herayati Ullya Anindita, Ullya Umar Ma'ruf Urip Wahyuningsih Urip Wahyuningsih Widayati WIDOWATI Wijonarko, Ayuning Citra Selaras Wirastri Setyorini Yanuar Dwiyan Putra Yeri Sutopo Yudha Priyo Kuspratomo Yudhi Atmaja Yulia Indrawati Yundari, Yundari Yuni Tri Lestari, Yuni Tri Yustisi Yudhasmara Zulaekah, Dewi