p-Index From 2021 - 2026
9.714
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biospecies Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Jurnal Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN Jurnal Ilmu Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Vokasi Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Environmental Science and Sustainable Development Jurnal Berdaya Mandiri Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Primer Mitra Raflesia (Journal of Health Science) JOURNAL LA MEDIHEALTICO Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Tropical Health and Medical Research Journal BIOVALENTIA: Biological Research Journal Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) International Journal of Health Science & Medical Research Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Keperawatan Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Profesi Keperawatan Jurnal Kesehatan Primer
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development

Pengaruh Lahan Basah Terhadap Kejadian Schistosomiasis: Literature Review Syarifah, Nahdha; Windusari, Yuanita; Hasyim, Hamzah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1153

Abstract

Schistosomiasis tetap menjadi salah satu penyakit yang ditularkan melalui air yang paling umum di daerah tropis dan lahan basah. Schistosomiasis mempengaruhi 240 juta orang di seluruh dunia dan sekitar 700 juta orang tinggal di daerah endemik di 78 negara dan berisiko terkena schistosomiasis. Artikel ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh lahan basah terhadap schistosomiasis dan cara menanggulanginya. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan total artikel sebanyak 20 artikel menggunakan beberapa kata kunci yaitu “schistosomiasis”, “lahan basah”, “demam keong”, dan lainnya. Pada hasil telaah artikel, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian schistosomiasis di lahan basah yaitu aspek sosial budaya (seperti mandi di permukaan air sebagai kepercayaan spiritual di antara beberapa kelompok), tingkat pengetahuan dan pendidikan, status sosial ekonomi, dan aktivitas domestik termasuk pilihan sumber air minum dan fasilitas sanitasi. Faktor risiko lainnya berupa perilaku personal hygiene anak juga ditemukan masih kurang baik seperti, berenang di air sungai, tidak menggunakan alas kaki, BAB dan BAK sembarangan, dan meminum air sungai atau sumur. Usia rentan untuk terkena infeksi schistosomiasis ada di rentang usia 7-14 tahun. Beberapa faktor yang mempengaruhi hidupnya keong di wilayah lahan basah yaitu suhu, curah hujan, pencahayaan, kekeruhan, kadar DO dan logam berat, kalsium, serta estivasi. Pengendalian keong, pemberantasan cacing secara massal, promosi kesehatan terkait infeksi schistosomiasis merupakan saran bagi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah kecacingan ini. Dosis praziquantel yang sesuai (40 mg/kg) juga dapat diberikan. Penulis menyarankan agar pemerintah daerah dapat meningkatkan penyuluhan dan informasi tentang schistosomiasis serta memfasilitasi obat seperti praziquantel bagi masyarakat yang membutuhkan.
Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah yang Mendukung Kejadian Tuberkulosis Paru di Indonesia Sari, Defa; Windusari, Yuanita; Hasyim, Hamzah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1154

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menimbulkan gangguan saluran nafas atau MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis). Gejala yang dirasakan oleh pasien tuberkulosis paru, seperti batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, kejadian TB di dunia menjukkan sebanyak 10 juta kasus yang meliputi 5,6 juta terjadi pada pria, 3,3 juta terjadi pada wanita, dan pada anak-anak sebanyak 1,1 juta kasus. Terjadi peningkatan 600.000 kejadian TB pada tahun 2021 (6 juta kasus pada pria, 3,4 juta kasus pada wanita, dan pada anak-anak sebanyak 1, 2 juta kasus). Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang jumlah kasusnya cukup tinggi di dunia. Indonesia sendiri merupakan negara urutan ketiga untuk penderita Tuberkulosis tertinggi di dunia. Data Kemenkes tahun 2020 ditemukan kasus TB sebesar 393.323 kasus di Indonesia. Meningkat sebesar 443.236 kasus ditahun 2021. Semakin meningkat hingga mencapai 824.000 kasus pada tahun 2022. Faktor kondisi fisik rumah seperti tingkat pencahayaan, kepadatan hunian, luas ventilasi, dan jenis tanah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis paru. Resistensi bakteri penyebab tuberkulosis paru di dalam rumah tergantung pada keberadaan sinar matahari, jenis tanah dan kepadatan apartemen. Selain itu, tinggal atau bekerja di lingkungan yang padat penduduk, tingkat insiden tinggi, dan ventilasi buruk dapat meningkatkan risiko paparan Mycobacterium tuberculosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, Penelitian ini menggunakan data dari hasil penelitian yang sudah diedarkan pada jurnal online dari tahun 2017 – 2023. Peneliti melakukan pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan diinternet menggunakan Google Scholar dan Research Gate. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 10 jurnal (sepuluh) jurnal yang dianalisis ditemukan bahwa 9 (Sembilan) jurnal menyatakan terdapat hubungan antara pencahayaan, kelembaban, kepadatan hunian rumah, suhu, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian TB Paru. dari 10 jurnal (sepuluh) jurnal yang dianalisis ditemukan bahwa 7 (Tujuh) jurnal menyatakan tidak ada hubungan antara ventilasi, pencahayaan, jenis lantai, kepadatan hunian, jenis dinding, dan suhu dengan kejadian TB Paru. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dengan metode literature review Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah seperti kepadatan hunian rumah, pencahayaan yang kurang, kelembaban rumah yang tinggi, ventilasi yang tdak memadai, jenis dinding rumah, jenis lantai rumah, dan suhu ruangan sangat mendukung kejadian Tuberkulosis Paru.
Co-Authors ., Veniranda Abda Abda Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Adila, Najwa Adriansyah, Fikri Aetin, Entin Nur Affandi, Ashar Kholik Affandi, Azhar Kholiq Agustianto, Nicko Aini, Intan Nurul Aisyah Umayah, Siti Al Abid, Giang Alam Fajar, Nur Aldyirwansyah, Muhammad Ali Djamhuri Amayu, Rizka Amelia Fitriani, Amelia Andries Lionardo, Andries Anggara, Arie Anggun Budiastuti Anita Camelia Anita Rahmiwati Ardhan, Jery Ardila, Yustini Arista, Dini Arum Setiawan Asmiani Astari, Dea Widya Ayu Safitri Ayu Shintya, Ratri Azwinfadhlan, Ahmad Bin Yusof, Muhammad Safwan Cahyaningrum, Putri Casmita, Khansa Shafa Cynthia Cynthia Dahlan, HM. Hatta Daniel, Risyad Aldian Desheila Andarini, Desheila Desri Maulina Sari Dessi Irmala Sari, Dessi Irmala Dinta, Nadya Ariba Doni Setiawan Dwi Septiawati, Dwi Dwi Setyawan Elvi Sunarsih Fajar , Nur Alam Fauzia, Rasyiqa Fitriani, Hidiyati Fitriani, Novi Fitriani, Ranty Fuadi, Asrul Garmini, Rahmi Haerawati Idris, Haerawati Haidir, Hala Hakim, Dwi Ratnawaty Hamzah Hasyim Harry Cahya Maulana, Harry Cahya Haryanti, Neny Hasanah, Putrie Uswatun Hermansyah . Hilda Zulkifli Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Idris, Haerawari Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Purnama Sari Indra Yustian Inoy Trisnaini Intan Permatasari Irmeilyana Juliska, Shelly Juniarti Juniarti Khairil Anwar Khairiyah, Muthiah Komalasari, Febrianti Kumalasari, Intan Laila Hanum Lestari, Amelia Sefti Lestari, Peggy Ayu M. Hatta Dahlan, M. Hatta Maretasari, Giri Margareta Sri Lestari, Margareta Sri Martha, Elsusi Martinus, Ali Maryanto, Hendri Mawarni, Fahruniza Meiga misnaniari, Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Moriskha, Moriskha Mufarikha, Muhimatul Muhammad Alamsyah Muharni Muharni Muntiah, Afifah Nabila, Sri Aisyah Nandini, Rizka Faliria Netta Permata Sari, Netta Permata Ngudiantoro . Novia, Ade Noviadi, Pitri Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Novrikasari, N Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Amalia, Risa Nur AP Sari Nur Hayati Nurhayati Damiri Nuri Aslami Nuriessa Aputri, Farah Oktari, Vivi Oktarizal, Hengky Pirnanda, Dafid Pitaloka, Rolla Poppy Fujianti, Poppy Pragustiandi, Guntur Priyadi Priyadi Pujiati, Puput Rahmat Pratama, Rahmat Rahmatillah Razak, Rahmatillah Ramadhan, Arizky Ramadhani, Indah Rico Januar Sitorus Rizma Adlia Syakurah Romadhoni Romadhoni, Romadhoni Rostika Flora Sari, Defa Sari, Novela Sari, Novrika Sari, Siti Nabila Sarno Sarno Septiawati , Dwi Shabira, Rayya Sherti Agusti, Mona Sitanggang, Jhon Wesly Sopianti, Maya Sri, Dwi Irma Mayang Sucirahayu, Citra Afny Sukamto, Ika Sumiyarsi Syafaruddin Syafaruddin Syafhira, Adinda Syafrina Lamin, Syafrina Syakurah, Rizma Adila Syarifah, Nahdha Verianti, Tety Wahyuni, Inda Wati, Desi Mustika Welnita, Welnita Wike Ayu Eka Putri Yenni, Ririn Afrima Yuliastuti, Mariaeka Yustini Ardillah, Yustini Zulhanda, Dicky Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, M Zulkarnain, Mohamad Zulkarnain, Mohammad Zulkifli Dahlan