Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zero Waste Plus pada Kelompok Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rupang, Maya Sari; Adrianus, Adrianus; Daoed, Denvy Meidian; Fredy, Fredy; Suriani, Wa Ode; Timba, Yohanes Onaltus; Nongtit, Nikodemus; Kolewora, Riez Kifli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23152

Abstract

ABSTRAK Pertanian berkelanjutan menuntut penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif dari bahan kimia sintetis. Namun, di Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya, Kampung Jaya Makmur, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian, peternakan, dan rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis konsep Zero Waste Plus. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahapan yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, kotoran hewan dan tanaman pertanian sebagai pupuk organik, 3) Pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair dan  4) Monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman konsep zero waste dari 60% menjadi 90%, serta kemampuan membuat pupuk organik padat dan cair meningkat dari rata-rata 40% menjadi 85%. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan hasil pelatihan secara mandiri pada kegiatan budidaya sayuran dan tanaman obat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat khusus kelompok TK-PPEG Jaya Makmur dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai pupuk organik padat dan cair. Kata kunci: Zero Waste Plus, Pupuk Organik, Kebun Sehat ABSTRACT Sustainable agriculture requires the use of organic fertilizers to maintain soil fertility and reduce the negative impacts of synthetic chemicals. However, the TK-PPEG Mekar Jaya group in Jaya Makmur Village still faces limited knowledge and skills in producing organic fertilizers. This community service activity aims to improve the community’s capacity and skills in utilizing agricultural, livestock, and household waste to produce solid and liquid organic fertilizers based on the Zero Waste Plus concept. The program was implemented through four main stages: (1) initial activity socialization, (2) socialization and counseling on the use of household, livestock, and agricultural waste as organic fertilizers, (3) training on the production of solid and liquid organic fertilizers, and (4) program monitoring and evaluation. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills, with understanding of the zero waste concept rising from 60% to 90%, and the ability to produce solid and liquid organic fertilizers increasing from an average of 40% to 85%. In addition, participants were able to independently apply the training outcomes in vegetable and medicinal plant cultivation activities. This community service activity successfully enhanced the capacity of the TK-PPEG Mekar Jaya group in utilizing agricultural waste as solid and liquid organic fertilizers.  Keywords : Zero Waste Plus, organic fertilizer, healthy garden
Keanekaragaman Arthropoda Pada Area Pertanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Di Merauke Sembiring, Jefri; Ekowati, N. Yuni; Sulle, V. Yanti; J Panga, Nurhaya; Mendes, J. Anike; Yusuf, Mani; Anwar, A; Endrawati, Tri
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1868

Abstract

Kestabilan ekosistem, terutama pada lahan pertanian yang dikelola petani, sangat dipengaruhi oleh tingkat keanekaragaman artropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman artropoda pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui tiga jenis perangkap-perangkap kuning, perangkap tanah, dan perangkap jaring-serta melalui pengamatan langsung pada tanaman. Data keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi, serta pengukuran intensitas serangan dan populasi hama Spodoptera exigua. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 11 ordo dan 22 famili artropoda dengan total 4.682 individu. Ordo yang paling dominan ialah Diptera, khususnya lalat buah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,0431), indeks kemerataan tinggi (E = 0,9243), dan indeks dominansi sedang (D = 0,5561). Intensitas serangan larva S. exigua pada umur 14 hari tergolong rendah (21%), meningkat pada umur satu bulan (33%), dan menurun kembali pada umur 1,5 bulan (24%). Interaksi antara artropoda dan tanaman bawang daun bersifat timbal balik, meskipun beberapa jenis serangga berpotensi menimbulkan kerugian bagi tanaman
The Effect of Variations in Sago Dregs Compost Dosage on the Growth and Productivity of Cucumber (Cucumis sativus L.) Plants on Marginal Land Musdalifah, Nurul; Rupang, Maya Sari; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Anwar; Mani Yusuf; Johana Anike Mendes; Rizki Al Khairi Barus
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v5i2.14730

Abstract

This study aimed to determine the effect of applying sago waste compost on the growth and yield of cucumber (Cucumis sativus L.) cultivated in marginal land. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with one factor and five levels of compost dosage: B0 (0 tons/ha), B1 (5 tons/ha), B2 (10 tons/ha), B3 (15 tons/ha), and B4 (20 tons/ha), each replicated three times. Observed parameters included leaf number, stem diameter, plant dry weight, fruit number, fruit weight, and yield. Data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test at a 5% significance level. The results showed that the application of sago waste compost had no significant effect on the number of leaves, stem diameter, and plant dry weight. However, the 20 tons/ha treatment (B4) significantly affected fruit weight and yield at 52 days after planting, producing the highest yield of 23.687 tons/ha. The effect was not significant at 45 and 59 days after planting. These results suggest that sago waste compost can enhance cucumber productivity during the fruit-filling phase, even though it has no significant effect on vegetative growth.).
Keanekaragaman Cendawan Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis MULL. ARG.) Berdasarkan Pola Tanam Di Kabupaten Bulukumba Musdalifah, Nurul; Mukrimin, Mukrimin; Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Barus, Rizki Al Khairi; Endrawati, Tri; Yusuf, Mani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1909

Abstract

Pohon karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) adalah tanaman yang telah berhasil dikembangkan, terutama di dunia industri. Kebun karet tersebar luas di berbagai provinsi di Indonesia, misalnya di Kabupaten Bulukumba, dengan pola tanam monokultur dan agroforestri. Pertumbuhan karet dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti air, iklim, tanah, hama, dan penyakit. Penyakit pada tanaman karet meliputi bintik-bintik hitam kecokelatan pada batang, jamur akar putih, dan gugur daun akibat jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus jamur yang terkait dengan tanaman karet berdasarkan pola penanaman dan status pemanenan. Tahap isolasi pada jaringan tanaman menggunakan metode langsung (sterilisasi permukaan), sedangkan sampel tanah menggunakan pengenceran berlapis. Hasil isolasi menunjukkan perbedaan signifikan antara jumlah isolat berdasarkan pola penanaman, sementara berdasarkan status penyadapan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Keanekaragaman vegetasi dapat mempengaruhi jumlah isolat yang diisolasi. Indeks Keanekaragaman Jamur (H') pada tanaman karet menunjukkan nilai 1.97 dengan kriteria sedang. Jumlah koloni yang diisolasi sebanyak 101 isolat yang termasuk dalam 10 genus, yaitu Penicillium sp., Trichoderma sp., Aspergillus sp., Cunninghamella sp., Gliocladium sp., Gongronella sp., Paecilomyces sp., Cylindrocladiella sp., Rhizoctonia sp., dan Mucor sp.
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Peternakan di Lima Kecamatan di Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke Irba Djaja; Daud Andang Passali; Mani Yusuf
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.688-695

Abstract

Kabupaten Merauke adalah Kabupaten penghasil beras utama dan sebagai penghasil ternak untuk wilayah Provinsi Papua Selatan. Produksi Beras di tahun 2022 sebesar sebesar 349.588ton dan ternak sebanyak 69.524 ekor yang didominasi 60 persenya adalah sapi potong. Secara nasional, total penghasil gas rumah kaca CH4 dan N2O adalah 10-12 % di sektor pertanian dan 18-51% di sektor peternakan.  Tujuan penelitian adalah menganalisis beban gas rumah kaca terhadap emisi gas CH4 dan N2O dari kegiatan peternakan di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah IPCC 2006 dan penyempurnaan 2006 (IPCC 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke terhadap gas rumah kaca sebesar 59.0618 CO2-e Gg/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah Kecamatan Semangga yaitu 24,52% dan Kabupaten Tanah Miring 24,21%. Emisi gas CH4 dari fermentasi enterik 28,24 Gg CH4/tahun, emisi CH4 dari pengelolaan pupuk kandang 2,081 Gg CH4/tahun, emisi N2O langsung dari pengelolaan pupuk kandang 28,74Kg N2O/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah jenis hewan, daging sapi dan kambing yaitu sebesar 75,04% dan 10,575%. disusul kambing sebesar 10,57 %. Peternakan sapi berkontribusi terhadap pemanasan global, baik dari fermentasi enterik maupun dari CH4 dan NO2 dari pengolahan kotoran hewan.
Perkembangan Populasi Hama Utama pada Tanaman Padi di Kabupaten Merauke Papua Selatan Sembiring, Jefri; Mendes, Johana; Kusumah, Rangga; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Susanti, Diana Sri
Jurnal Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67859

Abstract

Perkembangan populasi hama padi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu, kelembapan, dan ketersediaan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika populasi hama utama tanaman padi berdasarkan umur tanaman dan musim tanam di Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah dataran rendah di Distrik Merauke, Semangga, Tanah Miring, dan Kurik yang secara geografis berada pada 7°–8° LS dan 140°–141° BT dengan ketinggian 0–10 m dpl. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–September 2023 yang mencakup dua musim tanam. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan observasi lapangan menggunakan desain longitudinal (repeated measures). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan pendekatan cluster sampling pada empat Distrik. Pada setiap Distrik ditetapkan dua kampung, dan pada setiap kampung dipilih lima petak sawah (20 × 20 m) yang menggunakan varietas padi yang sama. Setiap petak dibagi menjadi lima subplot (2 × 2 m) secara diagonal sebagai unit pengamatan, sehingga total unit pengamatan sebanyak 200 subplot pada setiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama berbeda nyata antar musim tanam dan umur tanaman, dengan populasi lebih tinggi pada musim tanam kedua. Hama dominan pada fase vegetatif adalah wereng batang coklat dan penggulung daun (28–42 HST), sedangkan pada fase generatif didominasi oleh penggerek batang dan walang sangit (56–70 HST). Wereng punggung putih Sogatella furcifera menunjukkan peningkatan populasi secara bertahap dari fase awal hingga generatif, dengan populasi tertinggi pada umur 56–70 HST dan lebih tinggi pada musim tanam kedua. Populasi wereng hijau cenderung menurun seiring bertambahnya umur tanaman, sedangkan populasi wereng batang coklat menunjukkan pola fluktuatif. Fase kritis tanaman terjadi pada umur 28–42 HST dan 56–70 HST pada setiap musim tanam.
Penyuluhan dan Pendampingan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Sistem Tanam Hidroponik Bagi Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Merauke Diana Susanti; Johana Mendes; Mariana Resubun; Jefri Sembiring; Mani Yusuf; Abdullah Sarijan; Amelia Limbongan; Nurul Musdalifah; Rizki Al Khairi Barus
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.3027

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi guna meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT) pada sistem hidroponik bagi kelompok wanita tani di Kabupaten Merauke. Kelompok wanita Tani Papua yang mengelola hidroponik sederhana berskala rumah tangga, memiliki permasalahan yaitu serangan hama sehingga membutuhkan informasi tentang pengendalian yang tepat serta ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang hama tanaman dan pengendaliannya serta pelatihan membuat perangkap kuning dan pestisida nabati untuk meningkatkan ketrampilan mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi mitra dalam kegiatan dan peningkatan kemampuan dalam menerapkan PHT secara mandiri. Data dikumpulkan dari hasil post-test, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan mitra dalam mengelola serangan hama pada sistem hidroponik. Sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya, meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT ORANG ASLI PAPUA (OAP) MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Abdul Rizal; Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Anwar Anwar; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Nurcholis Nurcholis; Irine Ike Praptiwi; Yosehi Mekiuw; Johana Anike Mendes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37281

Abstract

Yasa Mulya merupakan salah satu kampung di Distrik Tanah Miring yang sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak. Kampung Yasa Mulya memiliki masyarakat didominasi oleh masyarakat transmigrasi, namun terdapat dusun yang ditempati oleh Orang Asli Papua. Masyarakat lokal ini bekerja sebagai petani, tetapi pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pupuk organik masih rendah. Yasa Mulya memiliki banyak sumber daya yang digunakan sebagai pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat OAP di Kampung Yasa Mulya dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan limbah organik yang ada di lingkungan sekitar sebagai pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Yasa Mulya Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke pada tanggal 4 Oktober 2024. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif aktif oleh Masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan yaitu sosialisasi awal, penyuluhan, demonstrasi dan monitorong dan evaluasi (Monev). Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari Universitas Musamus, Pemerintah Kampung, Dinas Peternakan dan kelompok tani OAP di Kampung Yasa Mulya. Hasil dari program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya lokal sebagai pupuk organik. Kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, di mana pupuk organik yang dihasilkan dapat dijual atau digunakan secara langsung serta mendorong terciptanya praktik pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pengaruh Inokulasi Bacillus subtilis Terhadap Dinamika Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis Pada Tanah Salin Dengan Aplikasi Pupuk NPK Dosis Seragam Di Kabupaten Merauke Anwar Anwar; Mani Yusuf; Jefri Sembiring; Nurhening Yuni Ekowati
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14824

Abstract

Sweet corn (Zea mays L. var. saccharata) cultivation on saline soils is constrained by osmotic and ionic stress that limits vegetative growth. High salinity disrupts water and nutrient uptake, resulting in reduced plant height, leaf development, stem diameter, and leaf area. The use of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR), particularly Bacillus subtilis, combined with uniform NPK fertilization is considered a sustainable approach to improve plant growth under saline conditions. This study aimed to evaluate the effect of Bacillus subtilis inoculation on the vegetative growth of sweet corn grown on saline soil in Merauke Regency. The experiment was arranged in a randomized block design with seven treatments: control (without Bacillus subtilis), Bacillus subtilis at 5, 10, 15, 20, and 25 ml per plant each combined with 10 g NPK per plant, and NPK alone at 10 g per plant. Observed variables included plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf area. The results showed that Bacillus subtilis inoculation significantly increased all vegetative growth parameters compared with the control and NPK-only treatment. The application of 10 ml Bacillus subtilis per plant combined with 10 g NPK produced the best vegetative growth response. These findings indicate that Bacillus subtilis improves rhizosphere conditions and nutrient uptake efficiency, thereby enhancing sweet corn adaptability to saline soils. Keywords: Bacillus subtilis, sweet corn, salinity, vegetative growth, NPK fertilizer
Sago Management Trade System in Merauke Regency Adrianus; Sajriawati; Mani Yusuf; Reny Sianturi; Yosehi Mekiuw; Fajar Islam; Dewanto Talubun; Suwarjono
JURNAL AGRIMENT Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v11i1.3836

Abstract

Sago is one of the strategic local food commodities in Indonesia that has great potential in supporting food diversification, especially in Merauke Regency. This study aims to find out the trading system of sago management in Merauke Regency. The method used in this study is a descriptive method with qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach is used to describe the sago trading system, the pattern of relationships between business actors, the production process, processing, distribution, and the institutional roles involved. The results of the study show that the sago management business system in Merauke Regency is still dominated by the traditional system with indigenous peoples as the main producers, while distribution and marketing are centered on the local market. Sago processing began to develop from traditional to semi-modern methods so as to increase the efficiency, quality, and selling value of products. Sago has great economic potential as a source of local food and industrial raw materials, but its development still faces technological constraints, market access, capital, unstable prices, and land conversion. Therefore, government support, technological innovation, and strengthening of MSMEs are needed so that sago can become a leading commodity that supports food security and the welfare of the people of Merauke
Co-Authors A Anwar Abdul Madiki Abdul Rizal Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Abdullah Sarijan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Yuni Sahruni Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Aprilius Adryani Moento, Paul Agustan Latif Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Amelia Limbongan Amin Mbusanggo Aminuddin Mane Kandari, Aminuddin Mane Andi Awaluddin Andi Awaluddin Andi Khaeruni Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Apri Irianto Apri Irianto Barus, Rizki Al Khairi Daud Andang Passali David Laiyan David Oscar Simatupang Dewanto Talubun Diana Sri Susanti Diana Susanti EDY H.P. MELMAMBESSY Eka Febrianti Ekowati, N. Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fajar Islam Febri Nur Pramudya, Febri Nur Fredy Fredy Fredy Fredy Gora Guratmana Gusti Ayu Kade Sutariati Haerudin Tao Handaru Jati Hasianna Darmawati Samosir Hasriati Hasriati Herman Dwi Surjono Heru Nugroho Hijria Hijria Hutabarat, Desmina Kristiani I Kadek Pande Prasetia W Irba Djaja Irba Djaja, Irba Irine Ike Praptiwi, Irine Ike J Panga, Nurhaya Jalal, Nur Jefri Sembiring Jefri Sembiring Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Johana Mendes Kusumah, Rangga La Harudin La Karimuna La Malesi LA MUDI, LA Laode Muhammad Harjoni Kilowasid Lilik Sumaryanti Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mariana Lusia Resubun Mariana Resubun Maya Sari Rupang Maya Sari Rupang Rupang Mega Ayu Yusuf Mendes, J. Anike Mendes, Johana Moento, Paul Adryani MUKRIMIN MUKRIMIN Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Natsir Sandiah Nina Maksimiliana Ginting Nini Mila Rahni Nini Mila Rahni Nongtit, Nikodemus Novita Pramahsari Putri Nurcholis Nurcholis Nurcholis Nurcholis Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati Nurhening Yuni Ekowati Nurul Musdalifah Parjono Parjono Parjono, Parjono Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prisca Rosumbre Purwanto, Aldi R Kusumah Rachmawati Hasid Rachmi Hariaty Hasan Rasul Mandia Reny Sianturi Resman Resman Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Rian Arini Rian Arini Riez Kifli Kolewora Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul Rizki Al Khairi Barus Rizki Al Khairi Barus Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Rusmini Sajriawati Sarawa, Sarawa Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - SITTI LEOMO Sitti Leomo Suarni S Sulle, V. Yanti Suriani, Wa Ode Suwarjono Suwarjono Suwarjono Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus Tresjia C Rakian Tresjia C Rakian TRESJIA CORINA RAKIAN Tresjia Corina Rakian Tresjia Corina Rakian Tri Endrawati Untari Untari Vit Neru Satrah Waode Nuraida Waode Nuraida Waode Nuraida Wida, Wa Ode Asryanti Widiastuti, Maria MD Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus Zahrima Zahrima