Claim Missing Document
Check
Articles

Garam Gunung Asal Krayan sebagai Zat Aditif untuk Menstabilkan Klorofil Sayuran Herman Herman; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.45

Abstract

Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat dari perubahan kadar klorofilnya dengan beberapa perlakuan. Klorofil diukur absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Didapatkan hasil waktu penyimpanan sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan yang masih mendekati klorofil sayuran segar adalah pada saat selesai pengolahan (0 jam) yaitu sebesar 22,11 ppm. Perubahan warna pada sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan lebih lambat dibandingkan dengan garam biasa. Kata Kunci : Garam gunung Krayan, sayuran, klorofil
Potensi Tumbuhan Kerokot (Lygodium microphylum) dalam Bidang Kefarmasian Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.46

Abstract

Tumbuhan Kerokot (Lygodium microphylum) di Kalimantan Timur masih dianggap sebagai gulma karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan meluas kesegala arah pada suatu lahan sehingga mengganggu lahan petani jika tumbuh pada lahan perkebunan/ladang petani. Telah dilakukan skrining beberapa potensi kefarmasian terhadap ekstrak Herba Kerokot (Lygodium microphylum) dan terbukti memliki potensi sebagai antioksidan, penumbuh rambut, larvasida untuk nymuk Culex sp dan Aedes aegypty, dan obat luka. Potensi terbaik dari hasil-hasil penelitian tersebut adalah sebagai penumbuh rambut yang telah dilakukan pada hewan uji. Kata Kunci: Lygodium microphylum, potensi kefarmasian
Potensi Herba Tumbuhan Balsem (Polygala paniculata Linn) sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i2.55

Abstract

Tumbuhan balsem (P. paniculata) merupakan tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa selama 4-5 bulan. Tumbuhan ini berbau balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem oleh masyarakat di Kalimantan Timur. Manfaat tradisional tumbuhan ini tidak banyak dikenal kecuali akarnya dipercaya dapat meningkatkan stamina. Belum banyak hasil penelitian ilmiah tumbuhan ini sehingga diperlukan informasi ilmiah untuk pemanfaatannya. Potensi biologi tumbuhan Balsemadalah mudah tumbuh dengan skilus hidup pendek yaitu 4-5 bulan. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik. Potensi herba balsem juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid. Keragaman metabolit sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan masih memiliki potensi kefarmasian lainnya. Kata Kunci: Herba Balsem (Polygala paniculata), sumber bahan farmasi potensial. ABSTRACT Plant balm (P. paniculata) is an annual plant that grows from the seed and will die after reaching mature for 4-5 months. This plant is so named smelling balm balm plant communities in East Kalimantan. Traditional benefits of this plant is not widely known but its roots are believed to increase stamina. Not many plants is the result of scientific research that is necessary for the utilization of scientific information. Potential biological plant is easy to grow with skilus Balsemadalah short life is 4-5 months. Several studies have proved the balsam plant potential in the field of pharmacy such as cytotoxic or anticancer, antibacterial, and antimycotic. Potential herbal balm is also illustrated through the content of secondary metabolites that contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Illustrate the diversity of secondary metabolites may still have potential for other pharmacy. Key Words: Antioxidant, Ageratum conyzoides L., Captosapelta Tomentosa V., Lepisanthes amoena, Acanthus ilicifolius L., DPPH
Potensi Tumbuhan Libo (Ficus variegata, Blume) sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.63

Abstract

Libo (Ficus varieagata) merupakan tumbuhan liar yang belum termanfaatkan dalam bentuk apapun, termasuk secara tradisional karena tumbuhan ini memiliki latex pada buah dan kulit batangnya dan jika latex tersebut mengenai kulit menimbulkan gatal-gatal bahkan terjadi iritasi. Sifat ini yang menyebabkan tidak disukai hewan pemakan buah sehingga buahnya terpelihara dengan baik. Buah Libo yang telah matang di pohon akan jatuh ke tanah lalu tumbuh menjadi pohon Libo dewasa.Potensi tumbuhan Libo berbuah terus menerus dan buahnya tidak disukai hewan pemakan buah sehingga populasi tumbuhan Libo terpelihara dan terus berkembang. Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap buah Libo kaitannya dengan potensi kefarmasian dan terbukti berpotensi sebagai sumber bahan antioksidan, sitotoksik atau antikanker, pembasmi larva A. aegypti, dan sebagai antibakteri. Potensi-potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengawet, obat antikanker, dan sumber antibiotik jika penelitiannya dilakukan secara detail. Buah Libo juga mengandung golongan metabolit sekunder yang sangat bervariasi sehingga masih memungkinkan untuk kegunaan-kegunaan lainnya dalam bidang farmasi. Kata Kunci: Tumbuhan Libo (Ficus variegata), bahan farmasi potensial ABSTRACT Libo ( Ficus varieagata ) is a wild plant that has not been utilized in any form , including traditional because it has latex plant fruit and bark , and if the latex on the skin cause itching occurs even irritation . The nature of that cause undesirable fruit so that the fruit -eating animals are well maintained . Libo ripe fruit on the tree will fall to the ground and grow into a tree Libo Libo dewasa.Potensi plant fruiting and fruit continuously disliked fruit -eating animals that populations of plants Libo maintained and continues to grow . Has conducted numerous studies on fruit Libo relation with potential pharmaceutical and proven potential as a source of antioxidant , cytotoxic or anticancer , exterminator larval A. aegypti , and as an antibacterial . These potentials can be used as a preservative , an anticancer drug , and a source of antibiotics if the research is done in detail . Libo fruit also contains a group of secondary metabolites are highly variable so it still allows for other uses - uses in the pharmaceutical field . Key Words: Tumbuhan Libo (Ficus variegata), bahan farmasi potensial
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Pindo Hardika P.A.N; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.64

Abstract

A research has been conducted on the antibacterial activity of the santol leaves extract (S.koetjape Merr.) against S.aureus and E.coli. The santol leaves extracts were prepared by maceration used methanol as solvent and the methanol extract was then fractionated. The antibacterial activity was determined by measured the diameter of inhibition zones in difusi method. The result showed that santol leaves extracts and fractions has antibacterial activity against S.aureus and E.coli. The effective concentration as an antibacterial of methanol extracts is at 10%, and of n-hexane fractions is at 5%. Keywords : S.koetjape Merr, Santol leaves, Antibacteria Abstrak Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kecapi (S.koetjape Merr.) terhadap S.aureus dan E.coli. Ekstrak daun kecapi dibuat secara maserasi dengan pelarut metanol, lalu difraksinasi. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kecapi diukur berdasarkan luas daerah zoa bunuh pertumbuhan bakteri dengan metode difusi agar. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun kecapi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Konsentrasi efektif antibakteri ekstrak metanol adalah 10% dan fraksi n-heksana adalah 5%. Kata Kunci : S.koetjape Merr, Daun Kecapi, Antibakteri
Potensi Tumbuhan Tembelekan (Lantana camara Linn) Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.70

Abstract

Tumbuhan Tembelekan dianggap masyarakat sebagai pengganggu atau gulma karena pertumbuhannya yang dahsyat merambat ke segala arah sehingga mengganggu pada kegiatan pembukaan lahan. Manfaat tradisional daun tumbuhan ini dikenal oleh berbagai suku di Indonesia, tetapi hanya sebagai obat luka yang tidak menarik karena obat luka tergolong obat murah di pasaran. Potensi botani yang tampak terhadap tumbuhan Tembelekan adalah pertumbuhannya yang dahsyat sehingga jika memiliki manfaat ekonomi menjadi sangat potensial ditinjau dari penyediaan bahan baku. Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan terhadap daun dan bunga Tembelekan dan terbuktidaunnya sangat potensial sebagai obat luka yang melebihi obat luka bioplacenton dan bunganya bersifat antioksidan yang sangat kuat.Kandungan metabolit sekunder daun dan bunganya juga sangat bervariasi sehingga masih memungkinkan potensi-potensi lainya dalam bidang farmasi. Kata Kunci: Tembelekan (Lantana camara L), sumber bahan farmasi potensial
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Daun Cempedak (Artocarpus champedan) dan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Fauziah Halimatussa’diah; Victoria Yulita Fitriani; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.71

Abstract

Research has been conducted with a purpose to find out the potential of the extracts of leaves Ageratum conyzoides and Artocarpus champedan as an antioxidant compared with vitamin C. Research was done by infused extraction method, and combination both of them with a partition 1:1, 1:2, 2:1. Keywords: Ageratum conyzoides L, Artocarpus champeden, DPPH, antioxidant ABSTRAK Kombinasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) dan daun cempedak (Artocarpus champeden) memiliki aktivitas antioksidan harga IC50 yang kuat dengan menggunakan kombinasi daun bandotan : daun cempedak perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Kata kunci: daun bandotan (Ageratum conyzoides L), daun cempedak (Artocarpus champeden), DPPH, antioksidan
Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Lada (Piper nigrum L.) pada Mencit (Mus musculus L.) Hardian Hardian; Riski Sulistiarini; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.75

Abstract

A study of pepper leaves (Piper nigrum L.) ethanol extract anti-hyperuricemia activity in mice has been done. The aim of this study was to know the effect of administration, to look for the best dose and to know the potency of pepper leaves ethanol extract in decreasing uric acid level of mice (Mus musculus L,). The method was in vivo anti-hyperuricemia activity using potassium oxonate-induced hyperuricemia mice. The mice were divided into 5 groups, i.e negative control, positive control, extract dose of 12.5 mg/kg BW, extract dose of 25 mg/kg BW and extract dose of 50 mg/kg BW. Each group consisted of 3 mice. The test substances were given orally at 0.75 hours after the induction of potassium oxonate then uric acid levels were measured at 1; 1.5; 2; 2.5 and 3 hours after induction. Uric acid levels of mice were measured using a test-strip uric acid. The results were analyzed visually by an average of the measured data and graphs. The results showed that the pepper leaves ethanol extract dose of 12.5 mg/kg BW, 25 mg/kg BW and 50 mg/kg BW capable to inhibit the increase of uric acid levels. The best dose was 25 mg/kg BW, but based on observation, it was not better than the positive control allopurinol. Keywords: Pepper leaves (Piper nigrum L.), anti-hyperuricemia, uric acid, potassium oxonate ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun lada (Piper nigrum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun lada (Piper nigrum L.), mencari dosis terbaik dan mengetahui potensinya dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L,). Metode yang digunakan adalah secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit yang diinduksi kalium oksonat. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak dosis 12,5 mg/kgBB, ekstrak dosis 25 mg/kgBB dan ekstrak dosis 50 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 3 mencit. Pemberian bahan uji dilakukan 0,75 jam setelah induksi kalium oksonat lalu kadar asam urat diukur 1 jam; 1,5 jam; 2 jam; 2,5 jam dan 3 jam setelah induksi. Kadar asam urat mencit diukur dengan menggunakan alat test-strip asam urat. Hasil yang didapat dianalisis secara visual berdasarkan rata-rata data hasil pengukuran dan grafik. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ekstrak etanol daun lada dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB dapat menghambat kenaikan kadar asam urat. Dosis terbaiknya adalah 25 mg/kgBB, namun berdasarkan pengamatan tidak lebih baik dibanding kontrol positif alopurinol. Kata kunci: Daun lada (Piper nigrum L.), antihiperurisemia, asam urat, kalium oksonat
Karakteristik dan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Panglima Sebaya Paser Ade Purnama Septiani; Rolan Rusli; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.77

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the major health problems, every year the number of patients keep increase. DM can cause chronic complications, will degrade the quality of human resources. Drug interactions occur when the effect of a medication change because other drugs, food, or beverages. The best therapeutic treatment concerning the selection and administration of drugs is very beneficial for the patient. This study aims to determine the type and prevalence of DM, characteristics, and use of medications, and potential drug interactions in the treatment of Diabetes Mellitus. Observational study was conducted using retrospective data DM medical records of all patients in Panglima sebaya Paser’s hospital. Then the data are taken randomly 30 patients for further analysis. The Most type of Diabetes Mellitus is NIDDM ( Non Insulin Dependent Diabetes Melitus) as much 1.148 patients, the most characteristic is patients aged 45-59 years (76.66%), female (66.64%), primary school education (34.6%), and not work (86.9%), and has a family history of diabetes (55.6%). The most used drug in the treatment of diabetes is metformin (32.5%) of the biguanide class. Drug interactions are the most common is Insulin with captopril (46%). Keywords: Diabetes mellitus, patient characteristics, drug use, drug interactions ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar, setiap tahunnya jumlah pasiennya terus meningkat. DM dapat menyebabkan komplikasi kronik, akan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Interaksi obat terjadi jika efek suatu obat berubah akibat adanya obat lain, makanan, atau minuman. Terapi pengobatan yang baik dan benar terkait pemilihan dan pemberian obat sangat menguntungkan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe dan prevalensi penyakit DM, karakteristik, dan penggunaan obat, serta potensi interaksi obat pada terapi penyakit DM. Penelitian dilakukan secara observasional menggunakan data retrospektif rekam medik seluruh pasien DM di Rumah Sakit Panglima Sebaya Paser tahun 2013. Kemudian diambil secara acak data 30 pasien untuk dianalisis lebih lanjut. Tipe DM yang terbanyak adalah DM tipe 2 sebanyak 1.148 pasien, dengan karakteristik terbanyak adalah pasien berusia ≥45 tahun (76,66%), berjenis kelamin wanita (66,64%), berpendidikan Sekolah Dasar (34,6%), dan tidak bekerja (86,9%), serta memiliki sejarah keluarga pengidap DM (55,6%). Obat yang paling banyak digunakan pada terapi DM adalah Metformin (32,5%) dari golongan biguanid. Interaksi obat yang paling banyak terjadi yaitu Insulin dengan captopril (46%). Kata kunci: Diabetes mellitus, karakteristik pasien, penggunaan obat, interaksi obat
Senyawa Glikosida sebagai Bahan Farmasi Potensial secara Kinetik Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.109

Abstract

Kinetika molekul xenobiotik dalam sel dipengaruhi reseptor enzim dan non-enzim serta sifat fisiko-kimia dari molekul xenobiotik dan reseptor tersebut. Sifat fisik lipiditas reseptor sangat berpengaruh terhadap kinetika sehingga berakibat pada laju molekul dalam proses pembentukan efek dinamik maupun eliminasi. Rata-rata manusia mengandung 42 liter air yang menempati 3 liter dalam darah dan 39 liter dalam sel. Aqua atau air tersebut sebagai media transport metabolisme baik itu anabolisme maupun katabolisme metabolit dalam sel. Kandungan air dalam sel menyebabkan sifat lipiditas reseptor sangat rendah atau memiliki sifat aqua sangat tinggi. Senyawa glikosida memiliki sifat sangat polar mendekati air hingga menyerupai sifat lipiditas aqua. Sifat fisika sangat polar yang dimiliki oleh senyawa glikosida mempermudah penyerapan dalam sel sehingga memiliki laju pembentukan efek dinamik maupun eliminasi yang baik. Dengan demikian senyawa glikosida sangat potensial sebagai bahan farmasi jika ditinjau dari kinetika. Kata Kunci: Senyawa Glikosida; bahan farmasi, kinetika
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita