Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Ekstrak Tanduk Rusa Sambar (Cervus unicolor) Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatinin Tikus Putih (Rattus novergicus) Defriana Defriana; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.16

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji keamanan penggunaan ekstrak tanduk rusa sambar (Cervus unicolor) ditinjau dari dosis dan lama pemberian dengan mengukur kadar ureum dan kreatinin dalam darah tikus putih (Rattusnovergicus). Tikus sebanyak 9 ekor dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2 perlakuan dosis I dan kelompok 3 perlakuan dosis II. Kelompok kontrol diberi pakan standar dan air suling, Kelompok 2 diberi pakan standar dan dosis sebanyak 1,55 mg/200 g BB. Kelompok 3 diberi pakan standar, dan dosis sebanyak 31 mg/200 g BB. Perlakuan ini dilakukan selama 21 hari. Darah tikus diambil pada hari ke 0, 7, 14 dan 21 untuk dilakukan pengukuran kadar ureum dan kreatinin. Hasil yang diperoleh adalah pemberian ekstrak tanduk rusa sambar tidak berpengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin dalam darah tikus putih sehingga aman untuk digunakan.
Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.) Vinny Sukma Wijayana Putri; Victoria Yulita Fitriani; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.19

Abstract

Judul penelitian ini yaitu Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri untuk uji daya antioksidan ekstrak kulit buah pidada merah. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk ekstrak kasar dan ekstrak fraksi dengan berbagai pelarut, yakni metanol, n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Pada penelitian ini, dilihat aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pidada merah, pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap DPPH, nilai IC50 masing-masing ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah dengan persamaan regresi linier. Hasil pengujian aktivitas antioksidan kulit buah pidada merah terhadap DPPH menunjukkan IC50 masing masing-masing yaitu ekstrak metanol 25,72 ppm, ekstrak fraksi n-heksana 67,48 ppm, ekstrak etil asetat 109,24 ppm dan fraksi n-butanol 54,29 ppm. Dari data tersebut diketahui bahwa ektrak kulit buah pidada merah memiliki aktivitas antioksidan yang baik.
Kajian Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Temindung Samarinda Adam M. Ramadhan; Laode Rijai; Jeny Maryani Liu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.25

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Kajian Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase tingkat kepatuhan pasien DM tipe 2 dalam penggunaan Obat Hipoglikemik Oral (OHO), mengetahui bahwa pasien DM tipe 2 telah memenuhi kriteria tepat obat dan tepat dosis pada penggunaan OHO di Puskesmas Temindung. Penelitian ini bersifat analitik observasional, pengambilan data dilakukan secara cross sectional pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Data ini diambil pada bulan Juni hingga Juli 2014. Analisa penelitian ini meliputi kategori tepat obat, tepat dosis dan kepatuhan pasien. Analisis data selanjutnya dilakukan secara analitik dengan menghitung persentase kategori yang diambil. Obat yang digunakan adalah dari golongan biguanid dan sulfonilurea. Obat dari golongan biguanid adalah metformin 500 mg. Dari golongan sulfonilurea adalah glibenklamid 5 mg dan glimepirid 2 mg. Obat yang telah digunakan memenuhi kriteria tepat obat dan tepat dosis. Sebagian besar pasien dengan persentase 60% memiliki tingkat kepatuhan yang rendah.
Isolasi Jamur Endofit dan Produksi Metabolit Sekunder Antioksidan dari Daun Pacar (Lawsonia inermis L.) Vilca Veronica Hasiani; Islamudin Ahmad; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.32

Abstract

Jamur endofit adalah kelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Jamur-jamur endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, anti virus, atau antibakteri. Jamur endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan, terutama pada tumbuhan obat, seperti misalnya Lawsonia inermis, L., salah satu tumbuhan obat yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat jamur endofit dari daun Lawsonia inermis, L., karakterisasi jamur endofit yang diperoleh serta menguji aktivitas antioksidan dari isolat jamur yang diperoleh terhadap DPPH. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh 3 isolat jamur endofit dari daun Lawsonia inermis, L,. Ekstrak isolat jamur endofit tersebut memiliki aktivitas antioksidan.
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Whenny Whenny; Rolan Rusli; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.33

Abstract

Daun cempedak (Artocarpus champeden Spreng) memiliki potensi beraktivitas sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang memiliki sifat fotoprotektif sehingga mampu menyerap sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori aktivitas tabir surya dari ekstrak daun cempedak. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas tabir surya ekstrak daun cempedak berdasarkan persentase transmisi eritema terdiri atas kategori sunblock, proteksi ekstra dan suntan standar, sedangkan aktivitas tabir surya ekstrak daun cempedak berdasarkan persentase transmisi pigmentasi termasuk kategori sunblock.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Basis Pasta Gigi Dewi Nurmashita; Laode Rijai; Riski Sulistiarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.34

Abstract

Pencegahan terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan. Menyikat gigi merupakan metode yang efektif untuk menanggulangi masalah tersebut. Penambahan herbal pada pasta gigi diharapkan dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhanmikroba. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki aktivitas antibakteri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas antibakteri basis pasta gigi dengan penambahan ekstrak daun kemangi dalam menghambat pertumbuhan mikroba. Daun kemangi diekstraksi dengan menggunakan etanol 96%. Ekstrak daun kemangi diuji antibakterinya terhadap bakteri Sterptococcus mutans dengan menggunakan variasi konsentrasi yaitu 25, 50, 100, 150, dan 200 mg/mL. Basis pasta gigi dibuat dengan memvariasikan konsentrasi kalsium karbonat (abrasif) 37% (F1), 42% (F2) dan 47% (F3). Basis pasta gigi yang telah dibuat ditambahkan dengan variasi konsentrasi ekstraiuk daun kemangi yaitu 25, 50 dan 100 mg/mL pada setiap formula. Semua formula diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakeri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona bening paling baik pada ekstrak adalah pada konsentrasi 15 mg/mL (6,247 mm), pada basis pasta gigi adalah formula 1 (F1) (11,386 mm).Dan pada sediaan pasta gigi adalah pada formula 1 (F1) dengan zona penghambatan sebesar 4,103 mm.
Profil Tabir Surya Ekstrak dan Fraksi Daun Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.) Siti Hasanah; Islamudin Ahmad; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.36

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun pidada merah secara in vitro untuk mengetahui profil tabir surya ekstrak dan fraksi daun pidada merah. Profil tabir surya diketahui dengan metode analisis data berdasarkan hasil pengujian aktivitas tabir surya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya ekstrak daun pidada merah didasarkan pada kemampuan ekstrak daun pidada merah mengabsorbsi sinar ultraviolet selanjutnya dilakukan perhitungan persentase transmisi eritema dan pigmentasi. kemudian dikategorikan kedalam penilaian aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan profil tabir surya ekstrak dan fraksi daun pidada merah memiliki aktivitas tabir surya sebagai fast tanning, suntan standar, proteksi ekstra, dan sunblock.
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Akar Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) Meilisa Athiyah; Islamudin Ahmad; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.37

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul “Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Akar Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L.)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya dengan parameter persentase transmisi eritema dan transmisi pigmentasi secara in vitro. Pengujian in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada ? 292,5-372,5 nm. Hasil pengujian menujukkan bahwa ekstrak kasar metanol memiliki aktivitas tabir surya kategori fast tanning, suntan standard, proteksi ekstra, dan sunblock pada konsentrasi 200 – 800 ppm; sedangkan profil aktivitas tabir surya fraksi etil asetat pada kategori fast tanning, suntan standard, proteksi ekstra, dan sunblock pada konsentrasi 50-200 ppm.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita