Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Kadar Malondialdehida, Glukosa dan Kolesterol Pada Tikus Putih yang Terpapar Asap Rokok Lizma Febrina; Helmi Helmi; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.115

Abstract

Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang dapat melemahkan pertahanan antioksidan sehingga kadar radikal bebas dalam tubuh meningkat. Peningkatan kadar radikal mempercepat kerusakan sel sehingga mengganggu metabolisme di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah radikal bebas dari asap rokok dapat mempengaruhi kadar glukosa dan kolesterol pada hewan coba. Tikus wistar jantan dengan berat ±200 gram dipergunakan sebagai hewan coba dan dipaparkan asap rokok sebanyak 1 batang setiap pagi dan sore. Setelah tujuh hari, semua tikus diambil darahnya untuk analisis MDA, glukosa dan kolesterol. MDA dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance )yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada χ = 531 nm, sedangkan glukosa dan kolesterol diukur menggunakan test strip. Hasil yang didapat kadar MDA meningkat 6x lipat setelah dipaparkan asap rokok, disertai kenaikan glukosa sebanyak 1,5x lipat sementara kolesterol menurun 0,25x lipat dibandingkan sebelum dipaparkan. Kata Kunci : Malondialdehida, glukosa, kolesterol ABSTRACT Cigarette smoke is one of the potential of exogenous free radicals which can weaken antioxidant system so that can increase free radicals levels in the body. The increasing of free radicals can accelerating damage to cells that interfere with the metabolism in the body. This study aimed to determine whether free radicals from cigarette smoke can affect glucose and cholesterol levels in experimental animals. This research used male-2-old-month-rats that have weigth ± 200 grams and exposed to cigarette smoke as much as 1 stick every morning and afternoon for 7 days . The MDA levels was analyzed with Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS) method by spectrophotometer UV-Vis in χ =531 nm, whereas glucose and cholesterol were measured using a test strip. The results of MDA increased 6x first level after exposed to cigarette smoke, glucose level increase 1,5x frist level and cholesterol deacrease 0,25x after exposed to cigarette smoke. Keywords: Malondialdehyde glucosa, cholesterol
Ekstraksi Gelatin dari Kaki Ayam Broiler Melalui Berbagai Larutan Asam dan Basa dengan Variasi Lama Perendaman Muhammad Rasyid Indrawan; Risna Agustina; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.120

Abstract

Gelatin is a biopolymer that can be obtained from partially hydrolysis of collagen present in skin, bone, and connective tissues of animals This study used chicken Broiler feet as a source of collagen. This study was conducted to determine the effect of soaking treatment with solution of acid and base, and with variety of soaking time. The solution used is HCl, CH3COOH, and NaOH with different concentration. The process of soaking followed by extraction, filtration, and drying to obtain a sheet of gelatin. Gelatin was analyzed qualitatively with chemical reaction. The best results of yield can be obtained from various methods of soaking given by HCl 2% for 2 days, CH3COOH 2% for 3 days, and NaOH 2% for 1 day. Keywords : Gelatin, Chicken feet Broiler’s, Acid-treated, Alkali-treated ABSTRAK Gelatin merupakan biopolimer yang biasanya diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen jaringan kulit, tulang, dan jaringan ikat hewan. Penelitian ini menggunakan kaki ayam broiler sebagai sumber kolagen. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan perendaman kaki ayam broiler melalui berbagai larutan asam dan basa dengan variasi lama perendaman. Larutan yang digunakan yaitu HCl, CH3COOH, dan NaOH dengan berbagai konsentrasi. Proses perendaman dilanjutkan dengan ekstraksi, filtrasi, dan pengeringan untuk mendapatkan lembaran gelatin. Gelatin yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui reaksi kimia. Hasil rendemen terbaik dapat diperoleh dari berbagai metode perendaman yaitu HCl 2% selama 2 hari, CH3COOH 2% selama 3 hari, dan NaOH 2% selama 1 hari. Kata Kunci : Gelatin, Kaki ayam Broiler, Metode asam, Metode basa
Observasi Klinik Ekstrak Air Umbi Segar Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) Sebagai Obat Kista Ovarium Adam M. Ramadhan; Riski Sulistiarini; Laode Rijai; Emil Bahtiar
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memastikan secara observasi klinik tentang kemampuan ekstrak air umbi segar bawang dayak menghilangkan benjolan pada rahim (kista) ovarium dan memastikan waktu yang diperlukan atau lama pemberian ekstrak tersebut yang dapat menghilangkan benjolan atau kista rahim wanita. Kegiatan yang dilakukan adalah membuat sediaan teh herbal dari umbi segar bawang dayak. Dosis yang digunakan dalam teh herbal sebesar 8,4 gram/hari. Setiap partisipan mengkonsumsi teh herbal sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari dilanjutkan mengkonsumsi selama 14 hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat ukuran kista ovarium baik sebelum mengkonsumsi maupun setelah mengkonsumsi teh herbal. Hasil penelitian observasi klinik umbi segar bawang dayak menunjukkan bahwa teh herbal memberikan perubahan ukuran kista ovarium terhadap masing-masing responden. Pemakaian teh herbal dalam observasi penelitian ini sebesar 4,2 gram dengan aturan minum 2 kali sehari (8,4 gram/sehari) dan terjadi perubahan ukuran kista ovarium yang dikonsumsi selama 7-14 hari. Kata kunci : Bawang Dayak, Teh Herbal, Kista Ovarium ABSTRACT This study aimed to ascertain clinical observations about the ability of the water extract of fresh garlic bulbs dayak eliminate lumps in the uterus (cysts) ovarian and ensure the necessary time or duration of administration of the extract to remove the lump or cyst woman's uterus. The activities are making herbal tea preparation of fresh garlic bulbs dayak. Doses used in herbal teas of 8.4 grams / day. Each participant consumed herbal tea 2 times a day for 7 days continued to consume for 14 days. Then do an ultrasound to see the size of ovarian cysts before consuming or after consuming a herbal tea. The results of the study of fresh garlic bulbs clinical observations show that the herbal tea dayak give change ovarian cyst size of each respondent. Use of herbal tea in the observation of this study was 4.2 grams with the rules of drinking 2 times daily (8.4 grams / day) and change the size of ovarian cysts are consumed during the 7 days and continued for 14 days. Keywords: Onion Dayak, Herbal Tea, Ovarian Cysts
Isolasi dan Karakterisasi Fungi Endofit Tanaman Tapak Dara (Catharanthus Roseus) M. Arifuddin; Mahfuzun Bone; Iswahyudi Iswahyudi; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i1.128

Abstract

This study aims to determine the diversity of endophytic fungi Tread Dara (Catharanthus roseus) as one of the potential plants that can produce medicinal efficacious compounds. This study includes the isolation and identification of endophytic fungi on Tapak Dara plant using PDA medium. Based on the results obtained 6 endophytic fungal isolates originating from roots and leaves Tread Dara.
Pharmaceutical Potential of 2’,4’-Dichloro-4-Hydroxy-3-Methoxychalcone Synthesized from Vaniline Eka Rizky Meilinda; Hajrah Hajrah; Agung Rahmadani; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i4.181

Abstract

Chalcone is an intermediate compound as the main precursor for the biosynthesis of flavonoid in plants. Chalcone has been known to have variety of different pharmacological activities. The difference in chalcone activity is influenced by the differences of subtituents found in both aromatic rings on the chalcone stucture. This study performed the synthesis of 2',4'-dichloro-4-hydroxy-3-methoxychalcone compound from the raw material of 2,4-dichloro acetophenone and vanillin by Claisen-Schmidt reaction using conventional method by stirring. The yield of synthesized compound is 91.57% of purity. The synthesized compounds were characterized by structural elucidation methods using IR, MS, 1H-NMR and 13C-NMR. Toxicity and antioxidant activity tests were performed on the synthesized compound. Base on the test results obtained LC50 value of 20.04 ppm and IC50 26.10 ppm. It is better to describe the pharmaceutical potential of 2',4'-dichloro-4-hydroxy-3-methoxychalcone little bit further.
Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap Larva Nyamuk Culex sp. Mira Susanti; Hadi Kuncoro; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i1.8

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap Larva Nyamuk Culex sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Culex sp. Aktivitas larvasida daun keladi birah dilihat dari kematian larva nyamuk Culex sp. dengan parameter LC50 dan LC95, yang dihitung dengan metode Reed and Muench. Hasil uji aktivitas larvasida yang diperoleh pada nilai LC50 untuk ekstrak kasar metanol sebesar 0,60 %, fraksi n-heksan sebesar 0,04 %, fraksi etil asetat sebesar 0,22 % dan fraksi n-butanol sebesar 0,21 %. Selanjutnya, hasil uji larvasida pada nilai LC95 untuk ekstrak kasar metanol sebesar 1,06 %, fraksi n-heksan sebesar 0,08 %, fraksi etil asetat sebesar 0,11 % dan fraksi n-butanol sebesar 0,44 %.
Potensi Sitotoksik Ekstrak Air Daun Sirih Hitam (Piper sp.) Nadia Rahma Kusuma Dewi; Hadi Kuncoro; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i1.9

Abstract

Penelitian potensi sitotoksik ekstrak air daun sirih hitam (Piper sp.) dilakukan berdasarkan hasil penelitian kandungan metabolit sekunder dan bioaktivitas terhadap Artemia salina Leach ekstrak daun sirih hitam (Piper sp.). Uji bioaktivitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap Artemia salina Leach. Ekstrak daun sirih hitam telah diekstraksi menggunakan pelarut air dengan metode panas (rebusan). Hasil pengujian potensi sitotoksik ekstrak air daun sirih hitam menunjukkan nilai LC50 pada ekstrak daun sirih hitam muda 69,18 ppm dan ekstrak daun sirih hitam tua 5,13 ppm.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pacar (Lawsonia Inermis L.) Nur Masyithah, Z; Herman Herman; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i1.11

Abstract

Telah dilakukan penelitian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pacar (Lawsonia inermis L.). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 10%, 15% dan 20% pada ekstrak metanol dan 1%, 5%, 10%, 15% dan 20% pada fraksi n-heksana, etil asetat dan n-butanol terhadap bakteri uji S.aureus dan P.aeruginosa. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun pacar dengan nilai zona hambat pada konsentrasi 10% (3,40 mm dan 2,50 mm), 15% (6,48 mm dan 6,05 mm) dan 20% (2,86 mm dan 3,18 mm). Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksana dengan nilai zona hambat pada konsentrasi 1% (0,66 mm dan 0 mm), 5% (2,15 mm dan 1,81 mm), 10% (5,00 mm dan 3,36 mm), 15% (4,26 mm dan 1,98 mm) dan 20% (3,84 mm dan 4,60 mm). Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat dengan nilai zona pada konsentrasi 1% (0,57 mm dan 0,78 mm), 5% (3,61 mm dan 2,80 mm), 10% (6,99 mm dan 5,82 mm), 15% (4,83 mm dan 6,75 mm) dan 20% (4,84 mm dan 5,23 mm). Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi n-butanol dengan nilai zona hambat pada konsentrasi 1% (0 mm dan 0 mm), 5% (7,00 mm dan 1,91 mm), 10% (5,87 mm dan 4,71 mm), 15% (8,57 mm dan 6,08 mm) dan 20% (6,69 dan 4,82 mm). Kontrol negatif aquades tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri.
Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Kakao Masak dan Kulit Buah Kako Muda Jusmiati Jusmiati; Rolan Rusli; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i1.13

Abstract

Kulit buah kakao mengandung senyawa polifenol dan flavanoid. Senyawa polifenol dan flavanoid ini memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa aktif yang diekstraksi dari kulit buah kakao baik dari buah yang masak maupun yang masih muda ditentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan kulit buah kakao masak yang tertinggi diperoleh dari fraksi etil asetat, dengan nilai IC50 sebesar 0,9 ppm.
Aktivitas Analgesik Ekstrak daun Jarum Tujuh Bilah (Pereskia bleo K) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Novita Sari; Islamudin Ahmad; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.14

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Aktivitas Analgesik Ekstrak Daun Jarum Tujuh Bilah (Pereskia bleo K) terhadap mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol 96% pada daun jarum tujuh bilah (Pereskia bleo K) dengan berbagai tingkatan konsentrasi dalam mengurangi jumlah geliat yang ditimbulkan oleh induksi asam asetat 1% yang diberikan secara intraperitoneal kepada mencit metode induksi kimia (Siegmund) dan metode Hot Plate. Hewan uji yang digunakan sebanyak 30 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit putih jantan. Kelompok I diberikan CMC-Na 1% sebagai kontrol negatif. Kelompok II diberikan suspensi asetosal kontrol positif. Kelompok III, IV, V masing-masing diberi ekstrak etanol 96% daun jarum tujuh bilah dengan dosis 0,78 mg/30 gBB (dosis I), 7,8 mg/30 gBB (dosis II), dan 78 mg/30 gBB (dosis III). Hasil penelitian menunjukkan pada metode Siegmund diperoleh % proteksi sebesar 50 % (dosis I), 60 % (dosis II), dan 70 % (dosis III). Sementara pada metode hotplate diperoleh hasil % proteksi sebesar 98,3 % (dosis I), 98,9 % (dosis II), dan 97,3 (dosis III). Berdasarkan hasil % proteksi dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun tujuh bilah memiliki aktivitas analgesik dan memenuhi syarat efektif sebagai analgesik dengan % proteksi > 50%.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita