Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakteristik dan Penggunaan Obat Pada Pasien Asma Di Puskesmas Remaja Kota Samarinda Andini Eka Bahari Putri; Nur Mita; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.498 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.42

Abstract

Asma adalah penyakit dengan spekrum gejala yang luas dan gejala yang sering dilaporkan pasien kepada dokter sangat beragam, tergantung dari persepsi masing-masing pasien. Pendekatan terbaru dalam penatalaksanaan pasien asma yaitu pasien dapat hidup bebas tanpa terganggu oleh gejala penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik pasien dan penggunaan obat pada pasien asma di Puskesmas Remaja Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Remaja Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan presentase tertinggi karakteristik pasien asma berdasarkan jenis kelamin yaitu jenis kelamin laki-laki sebesar 17 pasien (57%), berdasarkan usia yaitu usia 30-50 tahun sebanyak 15 pasien (50%), dan berdasarkan penyakit penyerta terbanyak yaitu tonsilitis sebanyak 5 pasien (50%). Obat yang sering diresepkan oleh dokter kepada pasien di Puskesmas Remaja Samarinda dengan indikasi asma yaitu pemberian kombinasi obat salbutamol dan deksametason dengan rute pemberian oral.
Studi Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Periode Januari-Desember 2014 Hardiana Sepryanti Palinoan; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.053 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.45

Abstract

PPOK merupakan suatu jenis penyakit kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas yang disebabkan oleh inflamasi kronik akibat pajanan partikel atau gas berbahaya. PPOK memiliki prevalensi tinggi dan menjadi penyakit enam besar penyebab kematian di dunia. Telah dilakukan Studi Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Periode Januari-Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien PPOK yang meliputi umur, jenis kelamin dan penyakit penyerta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan metode retrospektif. Teknik pengambilan data secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 54 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PPOK paling banyak diderita oleh laki-laki sebanyak 47 kasus dengan persentase 87% dan perempuan sebanyak 7 kasus dengan persentase 13%. Berdasarkan umur yang paling banyak menderita PPOK dengan umur >60 tahun sebanyak 27 kasus (50%), umur 50-59 tahun sebanyak 17 kasus (31%), umur 40-49 tahun sebanyak 10 kasus (19%). Jenis PPOK yang banyak diderita pasien adalah PPOK tipe 1 (ringan) sebanyak 40 kasus (74%) dan PPOK tipe 2 (sedang) sebanyak 14 kasus (26%). Berdasarkan penyakit penyerta, PPOK dengan pneumonia sebanyak 20 kasus (37%), PPOK dengan asma sebanyak 3 kasus (6%), PPOK dengan TB sebanyak 3 kasus (6%) PPOK tanpa penyakit penyerta sebanyak 28 kasus (51%).
Aktivitas Antibakteri Sediaan Sabun Cair Berbahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Femy Linggi Allo; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.18 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.52

Abstract

Karamunting merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh liar dan berlimpah di seluruh daerah tropis. Daun karamunting telah diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri. Salah satu cara pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan ekstrak etanol daun karamunting dalam produk sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun karamunting dan sediaan sabun dengan bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting khususnya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun karamunting dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki respon hambatan pertumbuhan termasuk dalam kategori lemah sampai sedang dengan zona hambat dan zona bunuh antara 1-10 mm. Sedangkan aktivitas antibakteri sediaan sabun cair dengan bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting memiliki respon hambat yang lebih besar dibandingkan sediaan sabun cair tanpa bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting.
Aktivitas Sediaan Gel Antiseptik Berbahan Aktif Fraksi N-Butanol Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Anintia Nitami Faradillah; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.198 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.57

Abstract

Berbagai macam jenis virus, bakteri dan jamur menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik. Untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan jamur, salah satu cara yang paling tepat adalah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan, maka mencuci tangan merupakan suatu kebutuhan. Tetapi tidak semua tempat menyediakan air bersih yang dapat digunakan untuk mencuci tangan. Muncul produk inovasi pembersih tangan yang sering disebut hand sanitizer. Gel merupakan salah satu bentuk sediaan yang digemari sebagai hand sanitizer. Daun alamanda telah diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan fraksi n-Butanol menunjukkan ativitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-Butanol daun alamanda setelah diformulasi menjadi sediaan gel antispetik. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan gel antiseptik dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-butanol sebelum diformulasi menghasilkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan setelah diformulasikan menjadi sediaan gel antiseptik.
Potensi Madu Lebah Liar dan Ternak Sebagai Obat Luka Bakar Secara In Vivo Andi Nurazmi; Laode Rijai; Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.181 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.61

Abstract

Luka bakar adalah suatu cedera yang disebabkan oleh panas, arus listrik dan bahan kimia yang mengena kulit, mukosa dan jaringan dalam. Penanganan dalam penyembuhan luka bakar dapat dilakukan dengan menggunakan madu. Efektivitas madu dalam proses penyembuhan luka bakar dipicu oleh adanya aktivitas antibakteri, pembentukan kolagen dan sisa-sisa sel epitel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya potensi dan perbedaan madu lebah liar, madu lebah ternak, dan obat bioplacenton dalam menyembuhkan luka bakar. Penelitian ini, dengan pendekatan in vivo, menggunakan 12 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok (3 tikus dalam setiap kelompok), yaitu: kontrol normal (KN), kelompok pembanding dengan obat bioplacenton (KP), kelompok eksperimen 1 dengan madu lebah liar (KL), dan kelompok eksperimen 2 dengan madu lebah ternak (KT). Dengan pemberian perlakuan pengobatan luka bakar pada punggung tikus, ditemukan bahwa penggunaan obat bioplacenton paling efektif dengan lama waktu penyembuhan 19,7 hari, kemudian madu lebah liar yaitu 21 hari, dan madu lebah ternak yaitu 22 hari. Sementara, tanpa pengobatan diketahui bahwa penyembuhannya lebih lambat yaitu 24,7 hari.
Karakteristik dan Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Di RSUD A.W. Sjahranie Periode Desember 2015- Januari 2016 Rania Afifa Yasmin; Welinda Dyah Ayu; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.501 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.69

Abstract

Jumlah penderita diabetes melitus di dunia mencapai 382 juta jiwa pada tahun 2013. Posisi Indonesia berada pada peringkat ke 7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang. Keberhasilan suatu pengobatan dipengaruhi oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatannya. Pada terapi jangka panjang kepatuhan pasien umumnya rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil pemberian pesan singkat pengingat (reminder) terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus di Instalasi Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif selama periode Desember 2015- Januari 2016. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 25 pasien diabetes melitus mendapatkan intervensi pesan singkat pengingat minum obat setiap hari selama satu periode terapi. Hasil penelitian berupa karakterisktik subjek penelitian berdasarkan umur menunjukkan bahwa pasien usia 41-60 tahun sebanyak 19 pasien (76%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki yaitu sebanyak 18 pasien (72%), berdasarkan pendidikan terakhir SD yaitu 12 pasien (48%), berdasarkan pekerjaan yakni ibu rumah tangga sebanyak 18 pasien (72%), pasien dengan riwayat keluarga diabetes melitus sebanyak 14 pasien (56%). Hasil kepatuhan pasien melalui perhitungan sisa obat (pill count) sebanyak 17 pasien memiliki kepatuhan 100% terhadap terapi pengobatannya.
Analisis dan Hubungan Kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Islam Samarinda Santy Dara Krisnawati; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.192 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.75

Abstract

Menyediakan Pelayanan Informasi Obat dengan kualitas yang baik agar tercapainya kepuasan pasien saat berobat adalah suatu strategi dan elemen krusial untuk kesuksesan jangka panjang suatu Rumah Sakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan informasi obat di RSI Samarinda, Mengukur kepuasan pasien ditinjau dari dimensi servqual, mengetahui hubungan antara kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan kepuasan pasien dan mengetahui pengaruh karakteristik pasien. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross secsional menggunakan kuisioner dengan sampel 100 orang secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji T-One Sample, Corelate Spearman-Rho untuk kepuasan pasien dan kualitas Pelayanan Informasi Obat, Analisis deskriftif pie chart untuk karakteristik pasien. Hasil penelitian rata-rata kualitas pelayanan informasi obat 70% pada kondisi baik dan kepuasan pasien 70% pada tingkatan memuaskan. Sampel didominasi oleh 68% wanita usia 25-34 tahun dengan tingkat pendidikan SMA. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan kepuasan pasien di rumah Sakit Islam Samarinda.
Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Beberapa Rumah Sakit Di Samarinda Periode 2015 Sri Andriani Allo Bulawan; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.147 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.77

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik yang termasuk dalam masalah kesehatan di negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dibeberapa Rumah Sakit di Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode analisis secara deskriptif. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan rancangan probability sampling menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien demam tifoid tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (52,22 %), berdasarkan usia adalah kelompok umur 18-40 tahun (80 %), berdasarkan pendidikan adalah SD (42,68%) dan berdasarkan pekerjaan adalah swasta (46,43%). Penggunaan antibiotik terbanyak pada sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson (52,22 %).
Strategi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam Hayati Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.461 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.80

Abstract

Keunggulan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman yang tercantum dalam visi dan misinya adalah pemanfaatan sumberdaya alam hayati sebagai produk farmasi yang menyehatkan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Paradigma dasar perumusan visi tersebut tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi harus berperan langsung dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan tugas dan fungsi Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pola pendidikan yang diterapkan antara lain melalui materi kurikulum dan fasilitas laboratorium yang sesuai dengan visi dan misi tersebut yaitu (1) materi kurikulum berorientasi menemukan bahan baku produk farmasi, membuat produk farmasi yang efektif (manjur, aman, nyaman) dari bahan-bahan baku yang ditemukan, menjamin kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan sebelum dan setelah edar, serta penggunaan produk farmasi yang efektif (manjur, aman, nyaman) dalam bentuk pelayanan kepada pasien (individu) dan masyarakat (2) laboratorium dikembangkan dalam tiga kelompok yaitu (a) laboratorium pendidikan kefarmasian sebagai tempat praktikum mahasiswa (b) laboratorium Riset dan Pengembangan Kefarmasiaan sebagai tempat riset untuk menemukan bahan baku produk farmasi (industrsi bahan baku), membuat produk farmasi (industri formulasi), menjamin mutu dan keamanan produk farmasi sebelum dan setelah edar serta (c) laboratorium praktek kerja kefarmasian yang berperan sebagai latihan kerja terkait pelayanan farmasi. Berdasarkan visi dengan paradigma dasar tersebut, maka strategi pemanfaatan sumberdaya hayati sebagai bahan farmasi potensial yaitu (a) wajib memiliki laboratorium Riset dan Pengembangan Kefarmasian yang berperan menemukan bahan baku produk farmasi dan perbanyakannya yang bersumber dari bahan alami termasuk hayati dan sintetis atau hasil modifikasi molekul alami, pembuatan produk farmasi yang efektif dari bahan baku tersebut (b) memiliki lahan kebun farmasi herbal pendidikan sebagai tempat penanaman herbal yang telah ditemukan laboratorium riset (c) memiliki industri farmasi sederhana berupa industri bahan baku bahan farmasi dan industri farmasi formulasi atau pembuatan produk (c) memiliki DIPA-PNBP anggaran penelitian rutin minimal Rp. 1 M/tahun untuk penelitian penemuan dan perbanyakan bahan baku bahan farmasi, penelitian formulasi produk farmasi yang efektif, serta penelitian penjaminan mutu dan keamanan produk farmasi. Obyek utama penelitian untuk penemuan bahan baku bahan farmasi adalah sumberdaya alam hayati karena Kalimantan Timur memiliki potensi tersebut. Dengan demikian Fakultas Farmasi UNMUL pada masa yang akan datang akan menemukan berbagai produk farmasi potensial dari bahan alami hayati yang dapat berperan sebagai sumber pendapatan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Aktivitas Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) Terhadap Bakteri Salmonella thyposa Wahyu Widayat; Nisa Naspiah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.90

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit endemik yang terdapat di Kalimantan Timur, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thyposa. Suku dayak yang menghuni daerah Kutai Barat (Barong Tongkok) telah memanfaatkan bawang tiwai (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) sebagai pengobatan demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan kadar hambat minimum (KHM) ekstrak bawang tiwai menggunakan metode difusi agar dan dilusi cair, serta mengidentifikasi metabolit skunder yang memberikan aktivitas terhadap bakteri Salmonella thyposa menggunakan metode KLT bioautografi. Hasil perhitungan ANAVA yang dilanjutkan uji BNT (LSD) p <0.05, ekstrak etanol larut air memiliki aktivitas terhadap bakteri Salmonella thyposa pada masing-masing konsentrasi dengan konsentasi terbaik 12 %. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 2 % (zona hambat 13,14 mm). Berdasarkan hasil uji KLT bioautografi, metabolit skunder yang menunjukan aktivitas terhadap bakteri salmonella thyposa, diduga merupakan golongan kuinon.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita