Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik dan Isolasi Bakteri Penghasil Antibiotik dari Tanah Bekas Pembuangan Sampah Eva Hairdiana Umar; Sabaniah Indjar Gama; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.26 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.168

Abstract

Isolasi dan karakterisasi bakteri penghasil antibiotik dalam sampel tanah bekas pembuangan sampah telah dilakukan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 10-15 cm dari permukaan tanah. Isolasi dilakukan dengan metode tuang dan meode sebar yang kemudiaan dipilih isolat yang memiliki zona bening disekitar koloni dan memiliki bentuk koloni yang berbeda untuk dimurnikan. Setelah dimurnikan, isolat bakteri di karakterisasi makroskopis dan mikroskopis. Hasil isolasi didapatkan 9 isolat, 4 isolat didapatkan dari metode tuang dan 5 isolat didapatkan dari metode sebar dimana kesembilan isolat yang didapatkan merupakan bakteri gram negatif. Dari 9 isolat yang didapatkan kemudian diujikan terhadap bakteri Eschercia colli dan Staphylococcus aureus hasilnya ditemukan 1 isolat yaitu isolat F yang memiliki daya hambat terhadap bakteri uji.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) Fitri Rhamadhani; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.914 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder serta mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) terhadap beberapa bakteri uji. Sampel dikumpulkan dan kemudian dimaserasi menggunakan pelarut metanol. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan uji kualitatif dengan mereaksikan sampel dengan beberapa reagen. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Data hasil identifikasi metabolit sekunder dianalisis secara deskriptif dengan melihat adanya reaksi positif yang ditimbulkan pada ekstrak. Hasil identifikasi pada ekstrak terdapat senyawa fenolik, steroid dan tanin. Data hasil pengujian antibakteri dianalisis dengan mengukur zona bening yang terbentuk disekitar paper disc. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun jahe Balikpapan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Konsentrasi efektif ekstrak daun jahe Balikpapan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Salmonella thypi dan Bacillus subtillis adalah 50%, sedangkan untuk bakteri Staphylococcus aureus adalah 40%.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Penghasil Antibiotik dari Tanah Sawah Fitriani Fitriani; Lisna Meylina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.918 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.171

Abstract

Salah satu habitat terbesar bakteri penghasil antibiotik adalah tanah. Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah baik secara terus-menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik isolat bakteri yang didapatkan dari tanah sawah Samarinda dan berpotensi sebagai penghasil antibiotik. Sampel tanah sawah diambil dengan kedalaman sekitar 15 cm dari permukaan tanah. Isolasi dilakukan dengan memilih isolat yang memiliki zona bening disekitarnya apabila berdekatan dengan koloni bakteri lain. Karakterisasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung yaitu pengamatan secara makroskopis, mikroskopis dan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 isolat bakteri dengan hasil makroskopis sebagian besar berbentuk irregular. Isolat bakteri ini diujikan terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Salah satu isolat dengan kode 2CT memiliki aktivitas terhadap Escherichia coli yang merupakan bakteri gram negatif dan memiliki morfologi basil.
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu Laban (Vitex pinnata L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Florensius Rinaldi F; Arsyik Ibrahim; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.83 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.172

Abstract

Laban (Vitex pinnata) merupakan salah satu tanaman tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat dayak, untuk menyembuhkan diare dan disenteri Dalam penelitian ini digunakan bagian kulit kayunya sebagai sampel. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung nilai rendemen, mengidentifikasi senyawa aktif dan analisis toksisitas dari kulit kayu laban dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang Artemia salina L. sebagai bioindikator. Penelitian ini dimulai dari ekstraksi kulit kayu laban (Vitex pinnata) dengan metode refluks, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol kemudian dipekatkan, lalu dihitung nilai rendemen, dilakukan uji fitokimia dan uji toksisitas. Dari proses ekstraksi, diketahui bahwa nilai rendemen ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) adalah sebesar 17%. Dari uji metabolit sekunder, diperoleh data bahwa ekstrak kulit kayu laban positif mengandung flavonoid, tanin dan senyawa fenolik. Dari hasil uji toksisitas diperoleh bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban memiliki nilai toksisitas sebesar 177 ppm. Dari nilai LC50 ini, diduga bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) memiliki aktivitas sebagai antimikroba.
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus) Indri Verrananda M; Victoria Yulita Fitriani; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.987 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.176

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus rosus) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan fraksi n-heksan mengandung tanin, fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan tanin, serta fraksi n-butanol mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin dan terpenoid. Sementara, nilai IC50 yang diperoleh dari metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara memiliki potensi antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 142,914 ppm, fraksi n-heksan dengan nilai IC50 sebesar 503,037 ppm, fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 50,069 ppm, dan fraksi n-butanol dengan nilai IC50 sebesar 170,122 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara berpotensi sebagai antioksidan, hal ini ditandai dengan nilai IC50 yang diperoleh dan dengan adanya senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan.
Pengaruh Pemberiaan Dekokta Luka Bahau (Cinnamomum verum) Terhadap Perubahan Kadar Malondialdehida (MDA) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Dipaparkan Asap Rokok Kiki Argananta; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.374 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.177

Abstract

Kulit batang Luka Bahau (Cinnamomum verum) secara in vitro menunjukan adanya aktivitas antioksidan yang tinggi dan telah diketahui memiliki nilai IC50 0.62 ?g/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian dekokta Luka Bahau selama 7 hari mampu memberi pengaruh terhadap peroksidasi lipid berdasarkan pengukuran kadar malondialdehida (MDA) pada hewan coba yang dipaparkan asap rokok sebanyak 1 batang setiap pagi, siang dan sore. Proses penelitian meliputi pengumpulan kulit batang Luka Bahau, pembuatan dekokta, dan pengujian pengaruh dekokta Luka Bahau. Sebanyak dua puluh lima tikus jantan galur wistar dengan berat ±200 gram dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol negatif, dan tiga kelompok yang diberi paparan asap rokok dan dekoktaCinnamomum verum dengan konsentrasi 2,3 %; 3,13 %; 4,1 % /kg BB. Kadar MDA dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada ? = 531 nm. Pemberian dekokta Cinnamomum verum pada konsentrasi 3,13 % dan 4,1% dapat menekan terjadinya peroksidasi lipid yang ditunjukkan dengan penurunan kadar MDA secara berturut-turut sebesar 17,4 % dan 38 % pada tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan kelompok dekokta 2,3 % dan kontrol negatif.
Karakteristik dan Pengobatan Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Meilita Efliana; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.124 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.183

Abstract

Infeksi saluran napas, khususnya pada pneumonia merupakan infeksi yang penyebarannya sangat luas yakni melanda bayi, anak-anak, hingga dewasa. Kasus Pneumonia di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2013 dengan jumlah perkiraan kasus sebesar 37.310 kasus meningkat dari tahun sebelumnya 2012 sebanyak 35.377 kasus. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental (survei) bersifat deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan catatan rekam medik pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Dari 97 sampel diperoleh persentase terbesar laki-laki 51 pasien sebesar 52,58%. Persentase usia yang paling banyak ialah 0-5 tahun sebesar 58%. Pengobatan pada penggunan antibiotik golongan dan jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 47,30% yakni dengan jenis antibiotik seftriakson. Rute pemberian obat antibiotik yang paling banyak diberikan ialah secara intravena sebesar 88,76%. Frekuensi pemberian obat antibiotik yang diberikan bervariasi tergantung pada spesien bakteri target. Terapi suportif yang banyak digunakan ialah golongan bronkodilator 33,11%. Interaksi obat yang terjadi berupa interaksi farmakodinamik dan interaksi farmakokinetik.
Identifikasi Metabolit Sekunder, Uji Toksisitas dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Gamal (Gliricidia sepium) Ninin Kartika Ulfa; Aditya Fridayanti; Vina Maulidya; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.386 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.187

Abstract

Gliricidia sepium merupakan tanaman dari famili Fabaceae yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat luar ruam kulit, demam, dan gangren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, untuk mengetahui toksisitas dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun gamal (G. sepium). Hasil skrining fitokimia pada ekstrak etanol positif mengandung alkaloid, saponin, fenolik, tanin, dan steroid. Pada fraksi n-heksan positif mengandung alkaloid dan steroid serta pada fraksi etil asetat positif mengandung alkaloid, saponin, fenolik, dan tanin. Metode uji toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan penentuan nilai LC50 menggunakan analisa probit. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai LC50 ekstrak etanol 409.5 ppm, fraksi n-heksan 350.63 ppm dan fraksi etil asetat 463.15 ppm. Metode uji aktivitas antioksidan yang digunakan adalah metode peredaman DPPH. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi diperoleh hasil nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat berturut-turut adalah 350.1 ppm, 784,98 ppm dan 166,6 ppm. Dari data tersebut dapat ditafsirkan bahwa fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik.
Uji Efek Antidiare Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) dengan Daun Kesumba Keling (Bixa Orellana L.) pada Mencit (Mus musculus) Novalia Debora; Wisnu Cahyo Prabowo; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.745 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.188

Abstract

Secara tradisional biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, mengobati gangguan pencernaan dan diare, sedangkan kesumba keling digunakan untuk mengobati penyakit lambung dan usus. Biji pepaya mengandung metabolit sekunder diantaranya tanin dan fenol, sedangkan pada tumbuhan kesumba keling, daunnya juga mengandung tanin, dimana kedua senyawa tersebut memiliki efek sebagai antidiare. Mengetahui efek kombinasi ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) dengan daun kesumba keling (Bixa orellana L.) sebagai antidiare pada mencit. Mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan CMC, kelompok kontrol positif yang diberikan Loperamid HCl dan tiga kelompok uji yang diberikan kombinasi ekstrak dengan tiga perbandingan dosis yang masing-masing diberikan secara oral. Oleum ricini digunakan sebagai penginduksi diare. Pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi antara daun kesumba keling : biji pepaya mempunyai efek sebagai antidiare pada perbandingan 1:1 dan 1:2
Formulasi Sediaan Emulgel Daun Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.) Sebagai Anti Jerawat Nurul Hasanah; Hajrah Hajrah; Lisna Meylina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.82 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.191

Abstract

Daun Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L) memiliki kandungan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antibakteri Propionibacterium acne sehingga berpotensi untuk diformulasikan menjadi sediaan anti jerawat yang diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula terbaik dari sediaan emulgel ekstrak daun Pidada Merah. Emulgel diformulasikan dengan menggunakan minyak zaitun dan minyak VCO sebagai fase minyak, Tween 80 dan Cremophor RH 40 sebagai surfaktan serta karbopol 940 dan Viscolam MAC 10 sebagai gelling agent. Evaluasi fisik meliputi pengamatan organoleptis, uji homogenitas, penetapan pH, uji daya sebar, uji viskositas dan uji sentrifugasi. Uji aktivitas anti jerawat sediaan dilakukan dengan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula emulgel yang paling baik adalah F5, F6, F7 dan F8. Uji aktivitas anti jerawat menunjukkan bahwa sediaan emulgel F5, F6, F7 dan F8 mempunyai daya hambat terhadap Propionibacterium acnes.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita