Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik dan Pengobatan Pasien Gastritis di Puskesmas Wonorejo Samarinda Puji Rahayu; Welinda Dyah Ayu; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.675 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.192

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang paling sering terjadi. Dari data Dinas Kesehatan Kota Samarinda tahun 2013, gastritis masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak dengan urutan ke-2. Namun sampai saat ini, gastritis masih dianggap sebagai suatu hal yang remeh atau biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengobatan pasien gastritis di Puskesmas Wonorejo Samarinda. Jenis penelitian ini bersifat prospektif. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berobat di Puskesmas Wonorejo dengan banyak sampel 41 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gastritis di dominasi oleh wanita 65,85%, pada kelompok usia 36-45 tahun 36,60%, pendidikan terakhir adalah SMA 58,54%, pekerjaan Swasta 31,70%, merokok 50%, mengonsumsi obat NSAID 53,66% dan pola makan cukup 56,10%. Pengobatan pasien gastritis di bedakan menjadi 3 golongan, yaitu Antasida 21,95%, H2 reseptor antagonis menggunakan Famotidin 12,19% dan Ranitidin 53,67% serta Pompa Proton Inhibitor menggunakan Omeprazol 12,19%.
Potensi Ekstrak Daun Pisang (Musa textilis Née) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Rama Febryanto; Hajrah Hajrah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.114 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.194

Abstract

Tanaman pisang telah umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat dalam pengobatan tradisional. Masyarakat Mahakam Ulu secara empiris menggunakan daun kering pisang sebagai obat untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) dan potensinya dalam menurunkan kadar gula darah secara invivo dengan menggunakan metode toleransi glukosa. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawa flavonoid. Ekstrak daun kering pisang memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit galur Swiss Webster pada dosis uji 100, 200 dan 400 mg/kgBB. Simpulan penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) berpotensi sebagai penurun kadar gula darah.
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata) Secara In-Vitro Rina Adilla Akmalia; Hajrah Hajrah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.419 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.195

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon terhadap rangsangan kimia, mekanik maupun infeksi mikroorganisme. Temu kunci (Boesenbergia pandurata) tersebar luas di Indonesia salah satunya di Kalimantan Timur yang telah dimanfaatkan khasiatnya untuk pengobatan tradisional dan digunakan sebagai salah satu pelengkap bumbu masakan. Kandungan metabolit sekunder utama rimpang temu kunci adalah senyawa golongan flavonoid dan turunannya. Dimana senyawa flavonoid memiliki aktivitas biologi diantaranya sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dan potensi ekstrak etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) terhadap natrium diklofenak 100 g/mL secara in vitro menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah manusia (HRBC stabilization). Data pengukuran ekstrak etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) menunjukkan aktivitas antiinflamasi pada konsentrasi (50, 75, 100, 125 dan 150) g/mL masing-masing sebesar 67,39; 78,26; 28,26; 54,35 dan 73,9% dimana natrium diklofenak mempunyai aktivitas sebesar 76,08 %.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Pila-Pila (Mallotus paniculatus) Terhadap 1,1-Diphenyl-2 Picrylhidrazyl (DPPH) Riska Harfiani Junaid; Mirhansyah Ardana; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.734 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.197

Abstract

Pila-pila merupakan tumbuhan yang dapat digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman empiris di Melak, Kutai Barat, yang kemudian diduga juga memiliki aktivitas antioksidan. Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan dengan berbagai konsentrasi ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan kulit batang Pila-pila (Mallotus paniculatus). Ekstrak dan fraksi kulit batang Pila-pila diuji terhadap senyawa DPPH (1,1-difenil-2-pikril-hidrazil) dengan mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 516 nm. Variasi konsentrasi sampel uji yang digunakan pada pengujian ini adalah 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk ekstrak metanol dan fraksi n-heksan serta 10, 20, 30, 40, 50 ppm untuk fraksi etil asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang pila-pila merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 71.94 ppm, begitu pula fraksi n-heksan dengan IC50 59.92 ppm. Untuk fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu dengan nilai IC50 49.92 ppm. (IC50 ekstrak metanol = 71.94 ppm, IC50 fraksi n-heksan = 59.92 ppm, IC50 fraksi etil asetat = 49.92 ppm).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Merung (Coptosapelta tomentosa) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Rullah Hermanda; Wahyu Widayat; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.919 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.200

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme prokariotik patogen. Tumbuhan merung (Coptosapelta tomentosa) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dengan populasi terbanyak pada terdapat pada kecamatan Tenggarong. Masyarakat Kutai menggunakanakar tumbuhan merung untuk mengobati penyakit infeksi dan penyakit bebrapa degeneratif seperti radang sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol akar tumbuhan merung terhadap bakteri gram negatif Escherichia coli dan gram positif Staphylococcus aureus dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Akar tumbuhan merung diektrasksi menggunakan pelarut metanol dengan metode maserasi kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif. Aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode cakram difusi dengan konsentrasi uji (10, 20, 100, 200, 2000, 10000) µg/disc.Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder terdapat senyawa alkaloid, flavanoid, fenol, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dimulai pada konsentrasi 100 µg/disc.
Kajian Pengobatan Pasien Kanker Serviks Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Sibarani Evy Morita; Wisnu Cahyo Prabowo; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.791 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.201

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di usia reproduktif pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim dan ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel pada leher rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan jenis pengobatan pasien kanker serviks di instalasi rawat inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif. Dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini yaitu diketahui pasien kanker serviks paling banyak terjadi pada pasien usia 45 hingga 49 tahun dengan stadium terbanyak yaitu stadium IIIA (37,5%). %). Tingkat pendidikan terakhir yaitu Sekolah Dasar (45,83%) dan jenis pekerjaan pasien sebagai ibu rumah tangga (89,58%) dengan tingkat paritas lebih dari 4 (54,17%). Jenis pengobatan yang paling banyak dilakukan yaitu kemoterapi (81,24%) kemudian pembedahan (2,08 %) serta tindakan biopsi (16,67%). Pemilihan obat untuk terapi kanker serviks dengan kombinasi obat tertinggi yaitu kombinasi paxus-carboplatin (77,08%) dan kombinasi cisplatin-vinkristin-bleomycin (4,16%).
Kajian Kesesuaian dan Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi pada Akseptor Kontrasepsi: Studi Kasus di Klinik Harmoni Kota Samarinda Siti Ulfah Hidayah; Arsyik Ibrahim; Hajrah Hajrah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.421 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.202

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang membentuk program Keluarga Berencana (KB) untuk mengatasi masalah laju pertumbuhan penduduk. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan kontrasepsi sebagai alat atau upaya untuk mencegah kehamilan. Keberhasilan program KB ditunjukkan dari durasi penggunaan kontrasepsi, yaitu dengan melihat perilaku penggantian alat kontrasepsi (kesesuaian penggunaan kontrasepsi). Salah satu faktor yang mempengaruhi kesesuaian kontrasepsi yaitu efek samping. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kesesuaian dan efek samping penggunaan kontrasepsi di klinik Harmoni kota Samarinda dengan metode cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 84. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 93% akseptor KB pernah berpindah metode kontrasepsi dan sebanyak 90% menyatakan alasan perpindahan tersebut akibat efek samping yang mengganggu. Alasan lainnya termasuk penggunaan yang sulit (8%), metode gagal (1%), dan harga (1%). Efek samping seperti kenaikkan berat badan paling banyak dirasakan oleh akseptor kontrasepsi pil (47 %), amenorrhea paling banyak dirasakan oleh akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan (53 %), jerawat paling banyak dirasakan oleh akseptor pil (43 %), sakit kepala paling banyak dirasakan oleh akseptor pil (40 %), mual-muntah paling banyak dirasakan oleh akseptor suntik 1 bulan (35 %), dan perdarahan paling banyak dirasakan oleh akseptor implan (67%).
Kandungan Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas Daun Pila-Pila (Mallotus paniculatus) Sri Indah Mulyawan Dewi; Mirhansyah Ardana; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.958 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.203

Abstract

Tumbuhan pila-pila (Mallotus paniculatus) adalah tumbuhan yang banyak digunakan oleh masyarakat suku dayak untuk mengatasi demam, diare, dan gatal-gatal pada kulit namun belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat dari tumbuhan ini secara pasti di Indonesia sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak, golongan metabolit sekunder, potensi toksisitas daun pila-pila terhadap Artemia salina Leach, dan potensi antioksidan daun pila-pila terhadap DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk mengekstraksi daun pila-pila, metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) serta analisis Reed and Muench untuk mengetahui nilai LC50­ dan menggunakan metode peredaman terhadap DPPH serta analisis regresi linier untuk mengetahui nilai IC50 pada ekstrak metanol daun pila-pila. Hasil rendemen ekstrak adalah 28.5 % dan hasil identifikasi golongan metabolit sekunder ekstrak metanol daun pila-pila yaitu flavonoid, steroid, fenolik, dan alkaloid. Nilai LC50 ekstrak metanol daun pila-pila adalah 320,19 ppm dengan nilai r = 0,999 dan nilai IC50 ekstrak metanol daun pila-pila adalah 240,94 ppm dengan nilai r = 0,987.
Potensi Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Tari Maulidina I.P; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.208 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.204

Abstract

Kalanchoe pinnata diketahui memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi antara lain penyembuh luka, anti-diabetes, anti-inflamasi dan analgesik yang baik, bahkan secara empiris efektif sebagai antipiretik. Prostaglandin sebagai salah satu mediator nyeri, juga turut berperan dalam mekanisme terjadinya pireksia. Senyawa aktif yang diduga bertanggungjawab terhadap aktivitas ini antara lain adalah flavonoid, polifenol, dan triterpen. Telah dilakukan penelitian untuk melihat efek antipiretik dari ekstrak etanol daun cocor bebek terhadap tikus. Induksi pireksia dilakukan dengan menginjeksikan suspensi ragi (bakers’ yeast) pada tikus secara subkutan. Kenaikan suhu tubuh tikus diamati setelah 16 jam dan setelahnya diberikan perlakuan. Kontrol positif diberikan parasetamol sedangkan kelompok uji diberikan ekstrak dengan dosis 100 mg/kg, 200 mg/kg dan 300 mg/kg. secara oral. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek pada dosis 100 mg/kg dan 200 mg/kg mampu menurunkan suhu tubuh tikus sedangkan dosis 300 mg/kg tidak menunjukkan aktivitas penurunan suhu tubuh tikus.
Potensi Antiinflamasi Ekstrak Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L) Tias Puspita Sari; Laode Rijai; Sabaniah Indjar Gama
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.685 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.206

Abstract

Tumbuhan tahongai (Kleinhovia hospita L) merupakan salah satu tumbuhan yang tersebar luas di Kalimantan Timur salah satunya di Samarinda. Secara empiris daun tahongai digunakan sebagai hepatoprotektor dan untuk menyembuhkan penyakit degeneratif. Inflamasi merupakan respon terhadap kerusakan jaringan akibat rangsangan kimia, mekanis maupun infeksi oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan potensi daun tahongai sebagai antiinflamasi menggunakan metode paw edema dengan penginduksi karegenan 1% pada tikus putih yang dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (Na diklofenak) dan diberikan ekstrak dengan dosis 250mg/kgBB, 500mg/kgBB dan 750mg/kgBB. Pengukuran volume edema dilakukan setiap 1 jam selama 9 jam menggunakan instrument pletismometer. Hasil pengukuran disajikan berdasarkan data rata-rata volume bengkak secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan, ekstrak daun tahongai menunjukan aktivitas terbaik sebagai antiinflamasi pada dosis 750mg/kgBB.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita