Claim Missing Document
Check
Articles

Jamur Endofit Dari Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr.) Vendryca Reckow; Wahyu Widayat; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.793 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.208

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia Merr.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan, yang secara empiris bagian umbinya telah digunakan dalam pengobatan degeneratif. Jamur endofit memainkan peran dalam produksi metabolit sekunder. Jamur endofit merupakan jamur yang dapat hidup pada bagian daun, batang maupun akar pada tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi jamur endofit yang terdapat pada umbi bawang dayak dan mengetahui karakteristiknya secara mikroskopik dan makroskopik. Isolasi jamur endofit dilakukan pada medium Yeast Extract Agar (YEA) dan Malt Extract Agar (MEA) dengan teknik sterilisasi permukaan menggunakan alkohol 70% dan NaOCl 1%. Hasil isolasi jamur endofit pada medium MEA diperoleh 1 isolat berwana putih yang bergenus Geotrichum sp. dan pada medium YEA diperoleh 2 isolat berwarna hitam yang bergenus Aspergillus sp. dan berwarna putih.
Isolasi Senyawa Antioksidan dari Daun Pila-Pila (Mallotus paniculatus) Wulan Maulida; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.236 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.209

Abstract

Pila – pila (Mallotus paniculatus) merupakan tumbuhan semak yang secara empiris digunakan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menunda, mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi. Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi senyawa dan uji antioksidan daun pila – pila. Penelitian ini bertujuan untuk mencari eluen terbaik dalam pemisahan senyawa dari daun pila - pila menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan mengetahui aktivitas antioksidan pada senyawa tersebut. Sebanyak 10,0 g ekstrak metanol daun pila – pila difraksinasi dengan metode padat – cair dan didapat fraksi etil asetat, N-butanol, dan metanol. Uji antioksidan pada fraksi dilakukan menggunakan radikal 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) 100 ppm dan dihasilkan fraksi setil asetat yang terbaik. Kemudian fraksi etil asetat diisolasi dengan metode kromatografi kolom menggunakan beberapa jenis eluen yaitu N-heksan:etil asetat (9:1;8:2;7:3), kloroform:metanol (9:1;8:2;7:3;6:4;5:5) dan metanol. Hasil isolasi diperoleh 9 kelompok sub fraksi. Pada sub fraksi 1 hingga 9 terdapat kristal yang telah diketahui eluen terbaiknya adalah N-heksan : etil asetat. Sub fraksi 1, 2, 3, 8, dan 9 memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai dengan terbentuknya noda berwarna kuning pada plat KLT dengan latar berwarna ungu.
Kajian Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Infeksi Menular Seksual di RSUD Aw Sjahranie Samarinda Yuniarti Pudji Rahayu; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.519 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.211

Abstract

Penyakit menular seksual adalah bagian dari infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus yang masuk dan berkembang biak di dalam tubuh yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, jenis-jenis penyakit infeksi menular seksual, dan pengobatan infeksi menular seksual. Metode ini dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien infeksi menular terbanyak berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 55 pasien (50,93 %), sedangkan 53 pasien (49,07 %) berjenis kelamin perempuan. Karakteristik pasien laki-laki penderita infeksi menular seksual mayoritas berusia pada masa dewasa awal, 26-35 (21,29 %), tingkat pendidikan SLTA (41,67%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (34,26%), dan status belum menikah (27,78%). Sedangkan karakteristik pada pasien perempuan penderita PMS mayoritas berusia pada masa remaja akhir, 17-25 (22,22%), tingkat pendidikan SLTA (21,30%), pekerjaan sebagai IRT (25,93%), dan status menikah (36,11%). Jenis penyakit infeksi menular seksual dengan kasus terbanyak pada pasien laki-laki ialah Gonorrhea yakni sebanyak 24,07 %, sedangkan pada pasien perempuan ialah Kondiloma Akuminata yakni sebanyak 24,07%. Obat yang paling sering digunakan pada pengobatan Gonorrhea ialah Sefiksim (38,71%), pada pengobatan Kondiloma Akuminata ialah Ciprofloxacin (28,57%), pada pengobatan Herpes Genital ialah Asiklovir (77,80%), pada pengobatan Candidiasis ialah Ketokonazol (100%), pada pengobatan Sifilis ialah Doxicyclin (66,67%), pada pengobatan Ulkus Genital ialah Ciprofloxacin (50%), dan pada pengobatan Trichomoniasis ialah Metronidazol (66,67%).
Aktivitas Antijamur Sediaan Gel dengan Bahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Turi (Sesbania grandiflora L) Yuyun Arlita; Vina Maulidya; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.492 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.214

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antijamur dari daun Sesbania grandiflora L yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari daun Sesbania grandiflora L yaitu dengan mengamati zona hambat ekstrak dan sediaan gel terhadap jamur Malasezzia furfur. Aktivitas antijamur ekstrak ditentukan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penghambatan pertumbuhan jamur. Aktivitas antijamur ekstrak daun turi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% diuji terhadap jamur Malasezzia furfur, konsentrasi terbaik terdapat pada konsentrasi 7,5% terhadap jamur Malasezzia furfur. Basis gel dibuat dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% dengan bahan utama carbopol, konsentrasi basis gel terbaik terdapat pada konsentrasi 1% yang diuji secara organoleptis dan fisik, kemudian dicampurkan basis 1% dengan eksstrak 2,5% dan diuji aktivitas antijamur. Zona hambat ekstrak dibandingkan dengan sediaan gel yang telah dibuat.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Pasien DM Tipe II dalam Penggunaan Insulin Secara Mandiri di Instalasi Rawat Jalan RSUD A.W Sjahranie Samarinda Anjanie Medyawati Utami; Welinda Dyah Ayu; Victoria Yulita Fitriani; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.523 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.216

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit mematikan nomor 3 di dunia, dan Indonesia merupakan negara tertinggi ke 4 pengidap penyakit ini. Seiring dengan semakin bertambahnya penderita DM penggunaan insulin sebagai salah satu terapinya juga semakin meningkat, namun kesalahan terapi insulin cukup sering ditemukan dan menjadi masalah klinis yang penting. Bahkan terapi insulin termasuk dalam lima besar pengobatan beresiko tinggi (high-risk medication) bagi pasien di rumah sakit. Sehingga pengetahuan dan perilaku pasien harus mendapat perhatian lebih terhadap penggunaan terapi insulin agar optimalisasi terapi dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin, mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku pasien, serta mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin secara mandiri. Jenis penelitian ini bersifat prospektif. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berobat di instalasi rawat jalan bagian poli penyakit dalam RSUD A.W Sjahranie Samarinda dengan banyak sampel 43 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM tipe 2 di dominas oleh perempuan 51,16%, pasien pada kelompok usia 46-55 39,53%, pendidikan terakhir adalah SD 51,16%, pekerjaan Ibu rumah tangga 41,86%, serta pasien dengan riwayat keluarga yg mengidap DM sebanyak 76,74%. Pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin didominasi pada tingkat yang cukup baik yakni pengetahuan sebesar 72.09%, dan perilaku sebesar 72,10%. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien yang signifikan, dimana semakin tinggi pengetahuan pasien maka perilaku pasien dalam menggunakan insulin akan semakin baik pula, hasil tersebut dibuktikan dengan didapatkannya nilai signifikansi (p) sebesar 0,000.
Analisis Kadar Total Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelubut (Passiflora foetida L.) Arief Fadillah; Agung Rahmadani; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.145 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.217

Abstract

Dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kadar Total Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelubut (Passiflora foetida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total flavonoid serta potensi antioksidan ekstrak daun kelubut (Passiflora foetida). Pengujian kandungan total flavonoid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi dan alumunium klorida, gambaran hasil flavonoid yaitu menggunakan ekuivalen kuersetin sebagai standar. Sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dan gambaran aktivitas antioksidan yaitu dinyatakan dengan IC50. Hasil yang didapat lalu dihitung dengan menggunakan analisis data regresi linier. Hasil kadar total flavonoid tertingi terdapat pada fraksi etil asetat sebesar 5.44 mg QE/g dan hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak daun kelubut (P. foetida) berpotensi sedang yang terdapat pada fraksi etil asetat sebesar 105.840 ppm.
Cost Minimalization Analysis (CMA) dan Cost Efectivness Analysis (CEA) Antibiotika Profilaksis dan Paska Bedah Sesar Terindikasi di Salah Satu Rumah Sakit Samarinda Arniah Arniah; Nurul Annisa; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.906 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.218

Abstract

Bedah sesar adalah melahirkan janin melalui pembedahan di abdomen dan uterus. Komplikasi bedah sesar dapat terjadi sekitar 30-85%, hal ini menyebabkan peningkatan penggunaan antibiotik yang bervariasi dengan biaya yang bervariasi pula sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antibiotik profilaksis dan paska bedah dengan biaya yang lebih minimal serta mengetahui antibiotik profilaksis dengan efektivitas yang lebih baik pada kasus bedah sesar. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dengan teknik populasi sampling pada pasien bedah sesar terindikasi di salah satu rumah sakit di Samarinda periode Juni 2015-Juni 2016. Data dianalisis menggunakan metode evaluasi ekonomi Cost Minimalization Analysis (CMA) dan Cost Effectivness Analysis (CEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotika profikasis yang paling banyak digunakan adalah seftriakson (166 kali) dan seftazidim (36 kali). Antibiotika paska bedah yang paling banyak digunakan adalah sefadroksil (117 kali) dan siprofloksasin (66 kali). Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya perawatan pasien dengan antibiotik profilaksis seftriakson adalah sebesar 9.179.784,- dan seftazidim adalah 9.105.537,- sedangkan antibiotik paska bedah sefadroksil sebesar 9.542.964,- dan siprofloksasin sebesar 8.843.990,-. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotika profilaksis seftazidim lebih efisien dibandingkan seftrikson. Sedangkan untuk antibiotika paska bedah siprofloksasin lebih efisien dibandingkan sefadroksil berdasarkan metode evaluasi ekonomi CMA. Antibiotik profilaksis pada kasus bedah sesar yang lebih efektif adalah seftazidim daripada seftiakson berdasarkan metode evaluasi ekonomi CEA.
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) Chairunnisa Arbain; Nur Mita; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.132 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.223

Abstract

Belimbing hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) merupakan salah satu spesies tumbuhan di Kalimantan Timur banyak digunakan dalam pengobatan. Akan tetapi belum ada laporan mengenai aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak, aktivitas tabir surya, dan kategori tabir surya. Penelitian ini menggunakan ekstrak dengan perbedaan waktu perendaman maserasi yaitu 24 jam, 48 jam dan 72 jam kemudian dianalisis dengan spektrofotometri Uv-Vis pada ekstrak tersebut. Berdasarkan nilai %Te dan %Tp, ekstrak belimbing hutan pada waktu 24 jam, 48 jam dan 72 jam memiliki aktivitas tabir surya masuk dalam kategori sunblock dan perlindungan ekstra dalam efektivitas tabir surya.
Identifikasi Metabolit Sekunder, Uji Toksisitas, dan Uji Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Terap (Artocarpus odoratissimus blanco) Fadhli Nurrahman W; Vina Maulidya; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.84 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.225

Abstract

Terap (Artocarpus odoratissimus) merupakan salah satu tumbuhan daerah tropis yang memiliki potensi sebagai sumber bahan kimia bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan dan toksisitas dari kulit batang terap. Langkah penelitian ini meliputi proses maserasi menggunakan pelarut metanol, setelah itu dilakukan pemekatan ekstrak menggunakan Rotary evaporator. Metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak kulit batang terap yaitu flavonoid, fenolik, tannin, saponin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan secara spektrofotometri UV-VIS menggunakan metode DPPH (1,1-dyphenyl-2-picrylhidrazyl) memiliki nilai IC50 50 ppm dan aktivitas toksisitas menggunakan metode BSLT memiliki nilai LC50 462,38 ppm.
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia) Secara In-Vitro Fush Shilat Jibalathuull; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.344 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.228

Abstract

Curcuma caesia memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan yang tinggi memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas tabir surya. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk menyerap atau memantulkan sinar matahari sehingga dapat mencegah gangguan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan potensi tabir surya dari kunyit hitam (Curcuma caesia). Metode yang digunakan dimulai dari pengumpulan sampel, ekstraksi dengan cara maserasi, dan pengujian tabir surya secara in-vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm yang diukur pada panjang gelombang UV yaitu 292,5-372,5 nm. Berdasarkan hasil pada penelitian, konsentrasi efektif ekstrak sebagai tabir surya yakni pada konsentrasi 150 ppm dengan %Te sebesar 5,760 dan %Tp sebesar 0,816 serta profil tabir surya ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh adalah %Te termasuk dalam kategori proteksi ekstra sedangkan %Tp termasuk dalam kategori sunblock.
Co-Authors Aan Qanitina Hanif Adam M. Ramadhan Ade Purnama Septiani Aditya Fridayanti Aditya Fridayanti Adzimahtinur Pradawahyuningtyas Almeida, Maria Andi Berbi Ollan Yunus Andi Nurazmi Andini Eka Bahari Putri Anintia Nitami Faradillah Anisha Putri Anjanie Medyawati Utami Annisa Anugrah Putri Annisa Mercury Ardella Safilla Arief Fadillah Arniah Arniah Arsyik Ibrahim Aryanti Aryanti Ayu Ulfa Sari Bohari Yusuf Chairunnisa Arbain Claudea Ersamy Janafrish Deasy Novia Sari Defriana Defriana Delti Delaya Busa Desire Janetha Asdedi Destri Erawaty Desy Aulia Rahmah Desy Triary Sandi Dewi Maimunah Dewi Mayasari Dewi Nurmashita Dewi Rahmawati Dimas Aqil Fikrinda Dina Sofia Djoko Setyadi Dyera Wahyu Heraningtyas Eka Rizky Meilinda Emil Bahtiar Erwin Samsul Ester Melenya Looys Nababan Euis Julaeha Eva Hairdiana Umar Fadhli Nurrahman W Fahrul Rozi Fajar Prasetya Fatma Sari Fauziah Halimatussa’diah Febrina Mahmudah Femy Linggi Allo Fika Aryati Firzan Nainu Fisi Karimah Khoirunnisa Fitri Rhamadhani Fitriani Fitriani Florensius Rinaldi F Fush Shilat Jibalathuull Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Hardian Hardian Hardiana Sepryanti Palinoan Hariati Hariati Helmi Helmi Herliani Herliani Herliani Herliani Herman Herman Hidayat Hidayat Hifdzur Rashif Rijai Hifdzur Rashif Rija’i Husein Hernadi Bahti Iffah Karina Ghassani Indah Puspa Dewi Indri Verrananda M Inul Ahmanda Reiza Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jeny Maryani Liu Jessica Jumiati Catur Ningtyas Junaidin Junaidin Jusmiati Jusmiati Kartika Damasanti Mamonto Khoiriyah Anbar Mufidah Kiki Argananta Kiki Nur Azizah Hidayatul Fitria Kindi Farabi Kusnul Nurhidayah Lia Puspitasari Lilis Pania Anugrah Lisna Meylina Lita Nur Hanifa Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marlyan Bone Maya Apriliani Maziyyah Husna Mega Silvia Meilisa Athiyah Meilita Efliana Mira Susanti Mirhansyah Ardana Muhammad Rasyid Indrawan Mukti Priastomo Nadia Rahma Kusuma Dewi Nia Oktaviani Ninin Kartika Ulfa Nisa Naspiah Novalia Debora Novalinda Novalinda Novita Eka Kartab Putri Novita Sari Nunuk Hidayanti Nur Masyithah, Z Nur Mita Nur Shidiq Nurul Annisa Nurul Fitriani Nurul Hasanah Oktaviany Triana Oppi Yolan Destiyana Pasuria Panjaitan Petrina Febrianti Pindo Hardika P.A.N Puji Rahayu Putri Anggraeni Putri Purnamasari Rafika Hasdina Rahmadani, Agung Rahmat Budiman Rama Febryanto Rania Afifa Yasmin Raudhatul Munawassalmiah Richardus Rayendra Euriko Rina Adilla Akmalia Ririn Novriyanti Risa Yusnita Riska Harfiani Junaid Risna Agustina Rohani Rohani Rolan Rusli Ruli Kuswati Rullah Hermanda Rusdi, Muhammad Alhimni Rymond Jusuf Rumampuk Santy Dara Krisnawati Selvi Jumiatul Astati Serly Monika Putri Sibarani Evy Morita Siti Aisyah Siti Hardiyanti Siti Hasanah Siti Ulfah Hidayah Sri Andriani Allo Bulawan Sri Indah Mulyawan Dewi Sulistiarini, Riski Supriyatna Sutardjo Susan Susan Syarifah Hudaya syarifah maryam alaydrus Tari Maulidina I.P Tetra Hidayat Tias Puspita Sari Tina Dwi Rahayu Unang Supratman Vendryca Reckow Venna Shintary VICTORIA YULITA FITRIANI Vika Aura Rislianti Vilca Veronica Hasiani Vina Maulidya Vinny Indriani Vinny Sukma Wijayana Putri W.C. Taylor Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Whenny Whenny Wijaya, Viriyanata Wisnu Cahyo Prabowo Wulan Maulida Yiska Priscilla Septilita Yoshihito Shiono Yuniarti Pudji Rahayu Yuspian Nur Yuyun Arlita